ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 68



Setelah Erica memberikan kesaksiannya di pengadilan, Evan pun juga memberikan kesaksiannya di pengadilan.


"Evan apa anda mengenal Rio?" tanya Pak Andre.


"Iya saya mengenalnya, dia sering datang kesekolah kami untuk bertemu dengan Erica," jawab Evan.


"Pada saat Erica berada di villa, apa kau juga yang membantu Erica dari perbuatan jahat Rio?"


"Iya betul, waktu sebelum Erica pergi dengan Rio dia menelpon saya, karena Erica merasa sangat curiga pada Rio dan takut jika dia berbuat sesuatu yang jahat."


"Apa kau juga yang membantu Erica membongkar tempat Rio menguburkan Tasya di villa itu?"


"Iya betul, karena saat pertama kali kesana Erica mencurigai ada gundukan tanah baru di samping villa itu! apalagi kelakuan Rio yang membuat Erica semakin curiga jika dia telah melakukan sesuatu, Erica bersedia ikut dengan Rio karena ingin menyelidiki apa yang membuat dia merasa sangat penasaran! dan ternyata kecurigaan Erica benar bahwa Rio mengubur Tasya disana," ucap Evan.


"Setelah menemukan jasad Tasya apa kalian langsung memanggil polisi kesana?"


"Iya saya yang menghubungi polisi dan juga menghubungi keluarga Tasya karena kebetulan kami juga mengenal Ibunya Tasya dan Intan," ucap Evan.


"Baik cukup pertanyaan dari saya," ucap Pak Andre sambil berjalan menuju ketempat duduknya.


"Silahkan kepada pengacara terdakwa jika ingin bertanya kepada saksi," ucap Pak Hakim.


"Terimakasih Pak Hakim," ucap Pak Haris sambil berjalan mendekati Evan.


"Evan, Bagaimana kau bisa mengenal Ibunya Tasya dan Intan? menurut informasi yang saya dapatkan bahwa kau dan Erica sangat baru mengenal mereka?" tanya Pak Haris.


"Memang saya dan Erica tidak begitu lama mengenal Bu Vera dan Intan, kami mengenalnya tanpa sengaja saat ingin menyelidiki Rio," ucap Evan.


"Menyelidiki? apa yang ingin kau selidiki dari Rio?"


"Kami hanya ingin mengetahui siapa sebenarnya Rio! apa dia orang baik atau sebaliknya, karena dia juga sangat terkenal di kampusnya suka bergonta ganti pasangan dan cukup bebas melakukan apapun yang dia inginkan!" jawab Evan.


"Kenapa pada waktu Erica pergi dengan Rio kau membiarkannya saja dan tidak menghalanginya? apa kalian berencana untuk menjebak Rio?"


"Haah, menjebak darimana kau mengatakan kami menjebaknya! malah dia sendiri yang melakukan perbuatan yang tak pantas pada orang lain! tak ada gunanya kami menjebak dia," ucap Evan.


"Kalian sangat pandai mengucapkan kata kata," ucap Pak Haris kesal.


"Maaf jika ada kata kata saya yang menyinggung anda," ucap Evan tersenyum menatap Pak Haris.


"Sekian pertanyaan dari saya," ucap Pak Haris sambil berjalan menuju kursinya.


"Pak Hakim saya akan memanggil saksi terakhir, dia juga merupakan korban dari Rio sama seperti Tasya dia bernama Nadira," ucap Pak Andre.


"Baik saksi diperbolehkan masuk ke ruang sidang," ucap Pak Hakim.


Ayah dan Ibunya Rio merasa sangat terkejut mendengar saksi terakhir adalah Nadira. Rio pun ikut merasa terkejut karena Nadira hadir di sidang itu sebagai saksi yang melawannya.


"Jadi selama ini Nadira disembunyikan oleh Rosa dan Daniel!" ucap Ibunya Rio terkejut.


"Pantas saja kita tidak bisa menemukannya selama ini," ucap Ayahnya Rio.


"Awas saja kau Rosa dan Daniel aku akan membalas kalian nanti!" ucap Ibunya Rio marah.


"Sepertinya wanita jahat itu sangat terkejut mendengar nama Nadira di panggil untuk menjadi saksi," ucap Ibunya Erica tersenyum senang.


"Rasakan kau wanita jahat beraninya melawan Ibunya Erica," ucap Maya tersenyum.


"Kenapa Nadira bisa menjadi saksi dari mereka?" ucap Rio di dalam hati.


Evan kembali ke tempat duduknya, Kemudian Nadira berjalan masuk ke dalam ruang sidang dan duduk di kursi saksi.


"Wanita itu berani sekali dia melawanku! awas saja kau Nadira!" ucap Ibunya Rio marah.


"Hari ini aku benar benar sangat marah karena kita sudah sangat terpojok," ucap Ibunya Rio.


Pak Andre berjalan mendekati Nadira.


"Nadira apa kau mengenal Rio?"


"Tentu aku sangat mengenalnya," jawab Nadira sambil menatap Rio.


"Apa dia juga pernah melakukan sesuatu yang tak pantas padamu?"


"Iya betul"


"Kalau boleh tahu apa saja yang telah dia perbuat padamu?"


"Dia menjebak saya memberikan obat yang membuat saya tidak menyadari jika telah ditiduri olehnya! karena perbuatannya membuatku sampai hamil dan lebih parahnya lagi dia menyuruhku untuk mengugurkan kandungan di tempat Bu Serly!" ucap Nadira.


"Apa kau yakin itu ditempat Bu Serly? menurut Bu Serly dia tidak mengenal Rio?"


"Haah, tidak mengenal Rio itu tidak mungkin! Bu Serly sudah sangat sering bertemu dengan Rio dan Ibunya Bu Sandra!"


"Kenapa kau mau menggugurkan kandunganmu? padahal kau tahu itu adalah sebuah kejahatan?"


"Aku terpaksa melakukannya karena telah di ancam oleh Bu Sandra Ibunya Rio! apalagi aku juga merasa sangat takut jika orang tuaku mengetahui diriku hamil! tapi setelah melakukan itu aku sangat menyesalinya sampai sekarang! tapi mereka tidak pernah merasa bersalah karena telah berbuat jahat kepada orang lain!" ucap Nadira kesal.


"Keberatan Pak Hakim!" teriak Pak Haris.


"Keberatan ditolak! saksi silahkan dilanjutkan!" ucap Pak Hakim.


"Terimakasih Pak Hakim," ucap Pak Andre.


"Apa ada korban lain selain dirimu?"


"Tentu saja ada! tapi mereka telah mengancam dan menyuap mereka semua untuk tidak datang kemari menjadi saksi!" ucap Nadira.


"Jangan asal menuduh kau Nadira!" teriak Bu Sandra.


"Harap tenang! jangan membuat keributan di dalam sidang!" ucap Pak Hakim.


"Bu, tenanglah jangan membuat keributan disini!" ucap Ayahnya Rio.


"Ehm, lihat yah! dia sudah merasa sangat gelisah takut jika kalah hari ini!" ucap Ibunya Erica tersenyum senang.


"Sepertinya sidang kali ini kita yang lebih unggul," ucap Ayahnya Erica.


"Tentu saja kita pasti menang," ucap Ibunya Erica.


"Sidang ini mulai menjadi seru Tasya," ucap Maya.


"Iya Maya, Ibunya Rio mulai merasa khawatir jika dia akan kalah," ucap Tasya senang.


"Aku mengatakan yang sebenarnya dan tidak berbohong! Ibunya Rio selalu menutupi kejahatan anaknya dengan uang! padahal dia sendiri adalah seorang pengacara tetapi tidak tahu hukum!" ucap Nadira.


"Apa kau memiliki bukti atas kejahatan yang Rio lakukan padamu?"


"Tentu ada! ini adalah rekaman suara Rio saat dia menyuruhku untuk menggugurkan kandungan di tempat Bu Serly," ucap Nadira sambil mengeluarkan handphonenya dan mendengarkan rekaman di ruang sidang.


"Pak hakim ini sudah sangat jelas jika Nadira di paksa untuk menggugurkan kandungannya! dan juga kesaksian Bu Serly yang mengatakan tidak mengenal Rio ternyata itu bohong! kita dapat mendengarkan ucapan Rio yang mengatakan akan membawa Nadira ke tempat Bu Serly yang sudah biasa melakukan aborsi di kliniknya," ucap Pak Andre.


Saat sidang berlangsung tiba tiba ada yang membuka pintu dan masuk tiga orang wanita ke dalam ruang sidang. Semua orang terkejut melihat ketiga wanita yang masuk keruang sidang itu.


"