ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 47



 


 


Setelah mendengar semua cerita dari hantu yang bernama Yuda, Maya mengajaknya untuk bertemu dengan Erica.


 


"Baiklah terimakasih atas semua informasimu, aku akan membantumu, ayo kita pergi menemui Erica, aku akan memperkenalkan dirimu padanya," ucap Maya.


 


"Apa dia mau menolongku Maya?" tanya Hantu itu.


 


"Tentu saja dia pasti mau menolongmu, Erica orang yang sangat baik dan dia sangat suka menolong yang sedang membutuhkan bantuan dirinya," jawab Maya.


 


"Baiklah kalau begitu, aku akan ikut menemuinya bersamamu," ucap Hantu itu.


 


 


"Ayo kita masuk ke dalam restoran," ucap Maya.


 


"Bagaimana jika menunggunya disini saja, aku tak ingin mengganggu mereka sedang makan di dalam restoran," ucap Hantu itu.


 


"Ehm, baiklah kalau begitu kita akan menunggu disini sampai mereka selesai makan di dalam," ucap Maya.


 


 


Akhirnya mereka berdua menunggu di luar restoran, Erica yang tidak melihat Maya di dekatnya merasa khawatir jika Maya pergi terlalu jauh dari dirinya.


 


"Maya pergi kemana? kenapa dia tidak ada di dalam restoran," ucap Erica di dalam hati.


 


"Erica kau sedang memikirkan apa?" tanya Evan.


 


"Ah aku tidak sedang memikirkan apa apa," jawab Erica.


 


Pelayan restoran datang membawa pesanan Erica dan Evan dan menaruhnya di atas meja mereka.


 


"Silahakan dinikmati semoga kalian menyukai hidangan ini," ucap Pelayan restoran itu.


 


"Terimakasih sepertinya ini tampak sangat lezat," ucap Evan.


 


"Maaf boleh aku bertanya sesuatu padamu?" ucap Erica.


 


 


"Iya nona kau ingin menanyakan apa padaku?" 


 


"Apakah kantor polisi tidak jauh dari restoran ini?" tanya Erica.


 


"Tentu nona, itu tidak jauh dari sini sekitar 10 menit jika kalian menggunakan kendaraan sudah bisa sampai di sana."


 


"Apakah anda mengenal seorang polisi wanita yang bernama Maya, dia juga bekerja di kantor polisi disini?" tanya Erica.


 


"Ehm, aku sepertinya mengenal seorang polisi wanita yang bernama Maya, namun dia sudah tidak pernah kemari lagi satu tahun terakhir ini," jawab Pelayan restoran itu.


 


"Apa dia sering datang kemari bersama seseorang?" tanya Erica.


 


"Seingatku dia sering kemari bersama dua orang polisi laki laki, sepertinya mereka bekerja di kantor yang sama."


 


"Apa anda tahu nama kedua orang polisi itu?" tanya Erica.


 


"Tentu saja aku ingat mereka berdua, karena mereka adalah pelanggan setia kami," jawab Pelayan restoran itu.


 


"Siapa nama mereka?" tanya Evan.


 


"Nama mereka Riki dan Heru, biasanya mereka akan kemari siang atau sore hari, apa kalian ingin menemui mereka?"


 


"Iya, kami ingin bertemu dengan mereka," ucap Erica.


 


"Jika tidak ada yang ingin kalian tanyakan lagi, saya akan pergi dulu," ucap Pelayan restoran itu.


 


"Terimakasih atas informasinya," ucap Erica.


 


"Sama sama."


 


"Erica! apa kita akan menemui kedua polisi itu?" tanya Evan.


 


"Tentu kita harus bertemu dengan kedua polisi itu, untuk mengetahui informasi tentang Maya," ucap Erica.


 


"Baiklah kalau begitu kita akan menemui mereka setelah selesai memakan makanan lezat ini," ucap Evan sambil tersenyum.


 


 


Setelah Erica dan Evan selesai makan di restoran itu, mereka berdua kemudian berjalan keluar dari restoran dan menuju ke mobil Evan. Disana Erica melihat Maya sedang bersama seorang hantu laki laki yang sedang berdiri di bawah pohon besar di depan restoran. Karena merasa penasaran Erica kemudian berjalan mendekati Maya dan hantu laki laki itu.


 


 


"Erica! kau akan pergi kemana?" teriak Evan.


 


"Aku ingin menemui hantu lain yang sedang bersama dengan Maya," jawab Erica.


 


"Hantu lain? siapa dia?" tanya Evan.


 


 


Erica menatap hantu yang ada di sampingnya Maya.


 


"Erica ini adalah Yuda dia telah menjadi hantu selama 5 tahun di pohon ini," ucap Maya.


 


"Jadi dia hantu penunggu pohon besar ini?" tanya Erica.


 


"Lebih tepatnya dia bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya di pohon ini," jawab Maya.


 


"Bunuh diri! kenapa dia bisa bunuh diri di pohon ini?" tanya Erica penasaran.


 


Lalu Maya menceritakan semua yang di alami oleh hantu yang bernama Yuda itu, setelah mendengarkan cerita dari Maya, Erica merasa sangat sedih dan kasihan pada hantu itu.


 


"Erica apakah kau bisa membantunya untuk berbicara pada ibunya agar dia bisa pergi dengan tenang?" tanya Maya.


 


 


"Baiklah aku akan membantunya, tapi aku dan Evan harus menemui seseorang di kantor polisi terlebih dahulu setelah itu aku akan menemui ibunya," jawab Erica.


 


"Tentu Erica, baiklah dia akan ikut dengan kita sampai kau bertemu dengan ibunya," ucap Maya senang.


 


"Terimakasih kau telah mau membantuku," ucap Hantu itu.


 


"Sama sama, ayo kita pergi sekarang supaya cepat selesai semuanya," ucap Erica.


 


"BaiklahErica," ucap Maya.


 


"Apa kau sudah berbicara dengan Maya dan hantu yang lainnya?" tanya Evan.


 


"Tentu saja, ayo kita berangkat Maya dan hantu itu akan ikut dengan kita, setelah selesai menemui orang itu kita akan menemui ibu dari hantu itu," jawab Erica.


 


"Kenapa kau akan menemui ibu dari hantu itu?" tanya Evan.


 


"Karena aku ingin menyelesaikan urusannya agar dia bisa pergi dengan tenang," jawab Erica.


 


"Baiklah kalau begitu," ucap Evan.


 


Lalu mereka semua msuk ke dalam mobil dan menuju ke kantor polisi untuk menemui teman temannya Maya yang bernama Riki dan Heru. Erica sangat berharap jika dapat menemukan petunjuk lain mengenai Maya  setelah menemui mereka. Setelah sampai di kantor polisi Erica dan Evan langsung turun dari mobil begitupun Maya dan juga Yuda.


 


"Jadi ini tempat Maya bekerja dulu?" ucap Evan.


 


"Aku merasakan sesuatu saat sampai disini," ucap Maya sambil melihat sekelilingnya.


 


"Apa kau mengingat sesuatu Maya?" tanya Erica.


 


"Aku belum mengingat semuanya Erica," jawab Maya.


 


"Tidak apa apa Maya cepat atau lambat kau pasti mengingat semuanya," ucap Erica.


 


"Apa kita harus masuk sekarang kesana?" tanya Evan.


 


"Iya Evan kita akan masuk kesana, dan menemui teman temannya Maya," jawab Erica.


 


"Ayo kita masuk sekarang," ucap Evan.


 


Lalu Erica dan Evan berjalan masuk ke dalam kantor polisi untuk menemui teman teman Maya yang bernama Riki dan Heru.


 


"Permisi!" ucap Evan.


 


"Iya ada yang bisa di bantu?" ucap seorang polisi.


 


"Kami ingin bertemu dengan polisi yang bernama Riki dan Heru," ucap Erica.


 


"Kenapa kalian ingin bertemu dengan mereka?" tanya polisi itu.


 


"Ada yang ingin kami tanyakan pada mereka," jawab Erica.


 


"Riki! ada yang ingin menemuimu!" teriak polisi itu.


 


Seorang pria dewasa yang berbadan besar dan tinggi berjalan ke arah Erica dan Evan.


 


"Siapa yang ingi bertemu denganku?"


 


"Mereka ingin bertemu denganmu dan juga diriku."


 


"Jadi kau adalah polisi yang bernama Heru?" ucap Erica terkejut.


 


"Iya betul namaku Heru dan dia adalah Riki, kenapa kalian ingin bertemu dengan kami?" tanya polisi yang bernama Heru.


 


"Kami ingin bertanya pada kalian mengenai polisi wanita yang bernama Maya yang pernah bekerja di sini," jawab Erica.


 


Mendengar Erica yang mengucapkan nama Maya membuat kedua polisi itu langsung terdiam dan terkejut. Telah lama mereka berdua tidak menyebutkan nama Maya setelah Maya yang tiba tiba menghilang secara tiba tiba.