ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 94



 


 


Saat Yoga menuju ke ruangan pimpinan polisi itu, Riki melihatnya karena merasa curiga dia mengikutinya. Setelah sampai di depan ruangan Pimipinan polisi itu Yoga masuk sendiri ke dalam ruangannya sehingga membuat Riki semakin curiga jika pimpinannya  memang benar benar berkomplot dengan bos besar itu.


 


"Kenapa pimpinan memanggil Yoga ke dalam ruangannya sendirian tanpa ada siapapun disana? ini benar benar mencurigakan, apa dia memang benar benar komplotan dari bos besar itu," ucap Riki.


 


"Sedang apa kau disini?" tanya Polisi yang membawa Yoga tadi.


 


"Kenapa pimpinan kita membawa tahanan yang bernama Yoga itu ke dalam ruangannya?" tanya Riki.


 


"Mana aku tahu kenapa dia ingin bertemu dengan tahanan itu, aku hanya disuruh untuk membawanya saja dan setelah dia berbicara dengannya nanti aku akan disuruh lagi mengantarkan tahanan itu," jawab Polisi itu.


 


"Baiklah kalau begitu," ucap Riki.


 


"Jika kau merasa penasaran, kenapa kau tidak tanya langsung saja pada pimpinan," ucap Polisi itu sambil tersenyum.


 


"Dasar kau! apa kau ingin membuat diriku di hukum oleh pimpinan jika melakukan itu!" teriak Riki.


 


"Hahahahaha" Polisi itu tertawa.


 


Lalu Riki pergi dari sana menuju ke ruangannya dengan rasa penasaran karena tidak bisa mengetahui pembicaraan pimpinan dengan Yoga saat itu. Sementara itu Yoga yang sudah berada di dalam ruangan Pimpinan polisi itu merasa penasaran karena dia tiba tiba disuruh kesana untuk menemuinya.


 


"Kenapa kau menyuruhku datang kemari?" tanya Yoga.


 


"Tampaknya penampilanmu saat ini sedikit kusut," ucap Pimpinan polisi itu sambil tersenyum.


 


"Tak mungkin kau memanggilku kemari hanya untuk mengatakan itu," ucap Yoga.


 


"Aku memanggilmu kemari karena bos besar ingin berbicara denganmu saat ini."


 


"Kebetulan, aku juga saat ini ingin berbicara dengan bos besar! tapi kenapa dia ingin berbicara denganku?" tanya Yoga penasaran.


 


"Aku juga tidak tahu, apa yang ingin dia bicarakan padamu," jawab Pimpinan polisi itu.


 


Pimpinan polisi itu kemudian menelpon bos besar melalui handphonenya.


 


"Kring kring kring" Suara handphone berdering.


 


"Halo nyonya"


 


"Apa sekarang Yoga sudah bersamamu?" tanya Bos besar itu.


 


"Iya nyonya, dia sudah bersamaku sekarang."


 


"Berikan handphone padanya, aku ingin berbicara dengannya," ucap bos besar itu.


 


"Baik nyonya."


 


Kemudian Pimpinan polisi itu memberikan handphonenya pada Yoga.


 


"Halo bos," ucap Yoga.


 


"Bagaimana keadaanmu disana?" tanya Bos besar.


 


"Aku bauk baik saja bos saat ini," jawab Yoga.


 


"Aku harap kau bisa bertahan disana untuk sementara waktu ini, aku tidak bisa langsung mengeluarkanmu saat ini, karena orang akan mencurigai kita bekerjasama dengan polisi yang lainnya, apalagi yang menangkapmu kemarin dia bukan orang kita, bertahanlah disana sebentar lagi, aku akan segera membebaskanmu," ucap Bos besar itu.


 


"Baik bos, aku hanya mengkhawatirkan keluargaku saat ini, karena kemarin saat adikku datang kemari untuk menjengukku, ternyata dia dirasuki oleh hantu, dia benar benar sangat kuat dan aku tak bisa melawannya," ucap Yoga.


 


 


"Adikmu dirasuki? apa saja yang di katakan hantu itu padamu saat dia berada di tubuh adikmu? dan dia hantu perempuan atau laki laki?" tanya Bos besar penasaran.


 


"Aku tidak tahu siapa sebenarnya hantu itu, tapi dia sepertinya hantu perempuan, dia merasuki adikku karena ingin mencari informasi tentang penawar racun yang ada padaku untuk mengobati gadis yang bernama Erica itu, dan juga dia mengatakan jika dia tak ingin jika gadis yang bernama Erica itu berakhir sepertinya," jawab Yoga.


 


"Apa tidak ada lagi yang dia katakan padamu?" tanya Bos besar itu.


 


 


"Apa dia hantu polisi wanita yang bernama Maya yang pernah kubunuh satu tahun yang lalu itu, tapi kenapa dia baru muncul sekarang," ucap Bos besar itu di dalam hati.


 


"Bos apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Yoga.


 


"Kau tak perlu khawatir, aku akan segera mengurus semuanya, untuk sementara kau tetap di sana dan jangan berkata apapun lagi pada orang lain tanpa perintahku!" ucap Bos besar itu.


 


"Apakah keluargaku akan baik baik saja bos? karena dia kemarin akan mencelakai keluargaku," ucap Yoga khawatir.


 


"Kau tak perlu mengkhawatirkan itu, menurutku hantu itu tak akan menyakiti keluargamu, soalnya yang dia incar adalah kita," jawab Bos besar itu.


 


"Dia mengincar kita? apa hantu itu dendam pada kita bos?" tanya Yoga.


 


"Bisa dikatakan begitu, aku akan segera mengurus hantu itu," ucap Bos besar itu.


 


Lalu bos besar itu menutup telponnya.


 


"Apa yang dikatakan nyonya padamu?" tanya Pimpinan polisi itu penasaran.


 


"Dia menyuruhku ungtuk bertahan di dalam penjara untuk sementara waktu ini," jawab Yoga.


 


"Aku tidak mengerti dengan maksudmu yang mengatakan jika kau di serang oleh adikmu yang dirasuki hantu itu, apa kau bisa menebak siapa hantu yang merasuki adikmu saat itu?"


 


"Mana aku tahu siapa dia! dia mencekik, mengangkat dan melemparku ke dinding, menurutku dia hantu yag sangat kuat," jawab Yoga.


 


"Apa hantu ini adalah polisi wanita yang bernama Maya itu? tapi tidak mungkin juga dia, karena bos besar banyak telah membunuh orang bukan Maya saja, kira kira siapa hantu ini," ucap Pimpinan polisi itu di dalam hati.


 


"Baiklah aku akan kembali ke sel penjara sesuai dengan perintah bos besar, aku lebih takut padanya daripada hantu itu saat ini, bos besar sangat menakutkan jika dia marah," ucap Yoga.


 


"Kau keluar saja, nanti polisi tadi yang akan mengantarkanmu ke dalam sel penjara," jawab Pimpinan polisi itu.


 


"Baiklah kalau begitu," ucap Yoga.


 


Yoga kemudian keluar dari ruangan pimpinan polisi itu.


 


"Hei kau yang tadi membawaku kemari!" teriak Yoga.


 


"Apa kau sudah selesai berbicara dengan Pimpinan?" tanya Polisi itu.


 


"Tentu saja, sekarang aku harus kembali ke sel penjara dan kau harus mengantarku kesana," ucap Yoga.


 


"Baiklah aku akan mengantarmu ke sel penjara," ucap Polisi itu.


 


Kemudian Yoga dan polisi itu berjalan ke sel penjara, dan Yoga masuk kembali ke dalam sel penjara. Sementara itu Riki yang berada di ruangannya bersama dengan Heru, karena merasa sangat gelisah dan penasaran, Riki kemudian menceritakan semuanya pada Heru dengan yang telah dilihatnya saat itu.


 


"Aku tadi melihat Yoga di panggil ke ruangan pimpinan untuk bertemu dengannya," ucap Riki.


 


"Benarkah itu! kenapa pimpinan menyuruh Yoga datang keruangannya saat ini? apa mereka sekarang mulai melakukan sesuatu untuk membalas kita," ucap Heru.


 


"Entahlah apa sebenarnya yang telah mereka bicarakan aku tidak bisa mendengarnya karena itu ruangan pribadi miliknya," ucap Riki.


 


"Aku ada ide supaya kita tahu rencana mereka," ucap Heru.


 


"Apa idemu?" tanya Riki.


 


"Bagaimana jika kita memasangkan alat penyadap di ruangan Pimpinan, jadi kita bisa mendengarkan semua percakapan mereka tanpa di ketahui," jawab Heru.


 


"Tapi bagaimana cara kita masuk ke dalam ruangan pimpinan tanpa di ketahui oleh yang lainnya?" tanya Riki.


 


"Itu hal yang harus kita pikirkan saat ini," jawab Heru.


 


 


Riki dan Heru karena merasa sangat penasaran dan mencurigai pimpinan mereka, akhirnya mereka berniat ingin menyadap ruangan pimpinannya agar bisa mengetahui semua percakapan dari pimpinan mereka.