
Setelah sampai dirumah Erica langsung turun dari mobil dan berlari menuju ke kamarnya untuk mencari Maya, tapi Erica tak menemukan Maya di dalam kamarnya sehingga membuatnya sangat khawatir pada Maya.
"Dimana kau sekarang berada Maya? apa kau sangat merasa sedih setelah mengetahui semuanya," ucap Erica.
Sementara itu Cindy yang berencana ingin membuat Evan cemburu pada Erica dia mengirimkan foto yang dia dapat kepada Evan.
"Aku ingin lihat seberapa kuat cinta mereka jika kubuat Evan cemburu pada Rey karena dekat dengan Erica," ucap Cindy sambil mengirimkan foto itu melalui handphonenya pada Evan.
Evan yang sedang ingin menelpon Erica mendapatkan kiriman foto dari Cindy di handphonenya.
"Foto apa yang dikirimkan Cindy padaku?"
Evan lalu membuka foto yang dikirimkan Cindy.
"Bukankah ini foto Erica didalam kelas? siapa laki laki yang duduk di dekat Erica? apa dia teman baru yang di katakan Erica padaku? lebih baik aku tanyakan dulu pada Erica bisa jadi Cindy hanya ingin membuatku marah dan cemburu pada Erica," ucap Evan.
Lalu Evan menelpon Erica.
"Kring kring kring" suara handphone Erica berdering.
"Siapa yang menelponku malam malam begini?" ucap Erica.
Erica mengambil handphonenya di dalam tas.
"Evan! kenapa dia menelponku? aku lupa belum menelponnya hari ini," ucap Erica.
Lalu Erica menjawab telponnya Evan.
"Halo Evan"
"Malam Erica, apa aku mengganggu malam malam telah menelponmu?"
"Ah tidak Evan aku juga belum tidur dan baru saja pulang dari luar," jawab Erica.
"Kau dari luar? pergi kemana hari ini?" tanya Evan penasaran.
"Aku baru pulang dari tempat latihan Rey," jawab Erica.
"Apa kau pergi bersama Rey hari ini?
"Aku pergi sendiri dengan diantar dan dijemput oleh Pak Darmin, kami hanya bertemu di tempat latihan saja."
"Ooo begitu, memangnya tempat latihan apa yang kau datangi Erica?"
"Tempat latihan bela diri taekwondo, Rey belajar itu dan aku kesana juga hanya ingin melihat saja."
"Apa kau sekarang suka belajar itu Erica?" tanya Evan.
"Bukan aku yang menyukainya tapi Maya, aku juga ingin membantunya saja kesana," jawab Erica.
"Apa Maya sangat menyukai bela diri semasa hidupnya?" tanya Evan.
"Iya Maya sangat menyukainya semasa hidup dulu," jawab Erica.
"Pantas saja walaupun telah menjadi hantu dia sangat kuat sekali," ucap Evan.
"Tapi sekarang Maya tiba tiba menghilang, aku sedang mencarinya tapi tak menemukan Maya dimanapun," ucap Erica khawatir.
"Kenapa Maya bisa tiba tiba menghilang? apa telah terjadi sesuatu padanya?"
"Ini karena Maya telah mengetahui identitas dirinya Evan, mungkin karena itu dia menjadi sedih," jawab Erica.
"Bagaimana dia bisa mengetahui siapa dirinya? bukankah dia lupa ingatan tentang masa lalunya semasa hidup?"
"Iya itu benar, ternyata teman latihan Rey yang bernama Andra yang juga ada disana adalah temannya Maya semasa dia hidup," jawab Erica.
"Jadi siapa sebenarnya Maya itu apa kau juga sudah mengetahuinya Erica?"
"Iya Evan aku juga sudah mengetahuinya, Maya dia memang sewaktu hidup sudah ahli dalam bela diri, dan dia juga ternyata adalah seorang polisi wanita," jawab Erica.
"Dia ternyata seorang polisi?"
Evan sangat terkejut mendengar cerita tentang Maya dari Erica.
"Apa mungkin memang Maya telah di bunuh oleh seorang penjahat? bukankah katamu tadi dia seorang polisi bisa jadi dia punya banyak musuh," ucap Evan.
"Kita belum tahu siapa yang membunuhnya, jadi itu masih perlu kita selidiki lagi, yang penting sekarang kita sudah mendapatkan identitas Maya yang sebenarnya," ucap Erica.
"Iya Erica, perlahan kita pasti akan mengetahui siapa yang telah membunuh Maya, apa sekarang kau tahu dimana Maya berada?" tanya Evan.
"Aku tidak tahu dimana dia sekarang Evan," ucap Erica.
"Kau tenang saja Erica, Maya pasti akan kembali setelah dirinya merasa tenang," ucap Evan.
"Iya Evan, semoga Maya baik baik saja di luar sana."
"Kau tak perlu mengkhawatirkannya dia tidak akan mungkin kenapa kenapa, apalagi dia adalah hantu tidak akan ada yang mencelakainya," ucap Evan.
"Benar katamu Evan, aku akan menunggu dia kembali baru kita nanti bicarakan lagi tentang masalah ini."
"Istirahatlah Erica hari sudah malam, bukankah besok kau harimu pergi ke sekolah?"
"Iya Evan, aku akan segera pergi tidur.
"Ah iya Erica, aku lupa memberitahumu jika besok aku sudah boleh pulang dari rumah sakit," ucap Evan.
"Benarkah kau sudah boleh pulang Evan?"
"Iya Erica, dokter bilang aku sudah sangat sehat dan tak perlu dirawat di rumah sakit lagi, mungkin lusa aku akan masuk ke sekolah,"ucap Evan.
"Apa itu tidak terlalu cepat Evan, bukankah kau masih harus istirahat dulu di rumah," ucap Erica.
"Kenapa aku tak boleh ke sekolah?" tanya Evan.
"Bukannya tidak boleh hanya saja aku ingin kau sudah benar benar sembuh total baru pergi ke sekolah, karena aku tak ingin jika terjadi apa apa lagi denganmu itu akan membuatku sangat sedih," ucap Erica.
"Ehm, baiklah aku akan beristirahat dirumah selama 3 hari, setelah itu aku akan masuk sekolah," ucap Evan.
"Baiklah Evan sampai jumpa nanti, istirahatlah besok aku mungkin tak bisa ke rumah sakit karena akan kerumahnya Rey," ucap Erica.
"Kenapa kau mau kesana?" tanya Evan.
"Ada sesuatu yang ingin aku selidiki yang berkaitan dengan Maya, nanti aku akan menceritakan semuanya padamu Evan," jawab Erica.
"Baiklah Erica selamat malam," ucap Evan.
"Selamat malam juga Evan."
Erica menutup telpon dari Evan.
"Aku lupa menanyakannya pada Erica tentang dia dan Rey, tapi sepetinya jika aku bertanya sekarang Erica masih gelisah memikirkan Maya, nanti sajalah aku bertanya padanya tunggu suasana hatinya sedang baik," ucap Evan.
Sementara itu Maya berada di sebuah taman dan dia menangis disana karena sedih setelah mengetahui semuanya.
"Seharusnya aku senang telah mengetahui siapa diriku yang sebenarnya, tapi kenapa aku menjadi sangat sedih sekarang," ucap Maya.
Air mata Maya tak berhenti mengalir dia terus menangis. Saat Maya menangis tanpa sengaja ada Adrian yang kebetulan lewat disana dan melihat Maya yang sedang duduk sendiri di taman itu. Lalu Adrian berjalan menghampiri Maya yang masih menangis.
"Sedang apa kau disini sendiri? biasanya kau selalu bersama Erica?" ucap Adrian.
Maya melihat ke sampingnya dan terkejut melihat Adrian yang ada disana.
"Aku sedang ingin sendiri saja saat ini," jawab Maya.
"Apa telah terjadi sesuatu padamu Maya?"
"Aku baru saja mengetahui identitas diriku yang sebenarnya," jawab Maya.
"Bukankah seharusnya kau senang? tapi kenapa malah kau sedih dan menangis disini?" tanya Adrian.
Maya hanya diam saja tak menjawab pertanyaan dari Adrian. Melihat Maya yang sedang bersedih Adrian lalu duduk di samping Maya dan ingin menemaninya sampai dia cukup tenang dan tidak bersedih lagi.