ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 136



 


 


Bos besar itu mendorong adiknya Dian ke arah dinding dan mencekik lehernya, matanya yang berubah menjadi merah dan wajahnya sangat menyeramkan. Irfan pun merasa takut melihat dia mencekik lehernya Dian saat itu.


 


"Kenapa kau mengkhianatiku!" teriak Bos besar itu marah.


 


"Aku tahu kak, ini pasti bukan dirimu yang sebenarnya," ucap Dian dengan suara pelan.


 


Tak lama kemudian Erica, Adrian dan juga Maya sampai ke ruang tamu itu, dan mereka melihat Dian yang masih di cekik oleh bos besar itu.


 


"Lepaskan dia!" teriak Maya.


 


Bos besar itu menoleh ke arah Maya, dan dia cukup terkejut karena melihat Maya yang masih hidup saat itu. Dia kemudian melepaskan tangannya dari lehernya Dian.


 


"Huk huk huk" Suara Dian batuk karena lehernya yang telah di cekik oleh kakaknya.


 


"Kau kenapa bisa masih hidup? bukankah aku telah membunuhmu di danau itu?"


 


"Maaf jika telah mengecewakanmu dan aku masih hidup sampai saat ini berkat bantuan dari adikmu Dian," jawab Maya.


 


"Apa katamu! Dian yang telah menyelamatkanmu?" ucap bos besar itu terkejut.


 


"Aku memang yang telah menyelamatkan Maya, karena aku tak ingin kakak membunuhnya," ucap Dian.


 


"Kau adikku tetapi menolong orang lain yang merupakan musuhku," ucap Bos besar itu.


 


"Jadi selama ini kau ternyata masih hidup dan bersembunyi dari kami?" tanya Irfan.


 


"Benar Om Irfan, aku datang kemari untuk menangkap kalian berdua," jawab Maya.


 


"Sial ternyata dia masih hidup dan ingin menangkapku, aku harus segera kabur dari sini," ucap Irfan di dalam hati.


 


Erica menatap wajah bos besar itu dan mencoba mendekatinya.


 


"Sudah saatnya kau pergi dari tubuh itu," ucap Erica.


 


Bos besar itu menatap wajahnya Erica dan tersenyum sinis.


 


"Hahahahahahahaha" Suara bos besar itu tertawa.


 


"Ternyata kau bisa menemukanku Erica, aku telah menunggu untuk datang menemuiku," ucap Bos besar itu.


 


"Erica hati hati dia sudah mengendalikan manusia itu sepenuhnya saat ini, dia mungkin akan menyerangmu," ucap Adrian.


 


"Aku tahu jika hantu itu telah sepenuhnya menguasai tubuh dari bos besar itu," ucap Erica.


 


"Aku sangat menginginkan tubuhmu Erica, aku akan semakin kuat dan tangguh jika memiliki tubuhmu itu."


 


"Jangan harap kau bisa mengambil tubuhku, sebelum itu aku akan mengalahkanmu," ucap Erica.


 


"Kau cukup berani untuk melawanku saat ini, apa kau yakin bisa mengalahkanku."


 


"Aku sangat yakin dengan kemampuanku saat ini dan aku pasti bisa," jawab Erica.


 


Saat Erica dan yang lainnya sedang sibuk berbicara Irfan mengendap endap untuk bisa kabur dari dalam ruangan itu. Maya mengetahuinya dan dia lalu berlari mengejar Irfan dan memukulnya sehinga Irfan jatuh tersungkur.


 


"Buuuuk" Suara Maya memukul Irfan dari belakangnya.


 


"Kau pikir bisa kabur dari sini!" teriak Maya.


 


Maya ,mengambil sebuah tali yang ada di dekatnya dan mengikat kaki dan tangannya Irfan dengan sangat kuat.


 


 


"Maaf jika mengatakan ini padamu, Rian yang telah menyuruhku untuk menangkapmu dengan tuduhan pembunuhan atas kedua orang tuanya dan juga percobaan pembunuhan terhadap diriku," jawab Maya.


 


"Kau tidak punya bukti untuk menahanku," ucap Irfan.


 


"Kami punya semua buktinya dan kau jangan khawatir tentang itu, siapkan saja dirimu untuk segera masuk ke dalam penjara saat ini," ucap Maya.


 


Sementara itu Erica dan Adrian berhadapan langsung dengan hantu jahat itu, Hantu jahat itu kemudian berlari ke arah Erica dan memukulnya, tapi Erica menangkis pukulan itu sehingga tidak mengenai wajahnya. 


 


"Kau cukup pintar berkelahi Erica," ucap Hantu jahat itu.


 


"Tentu saja karena aku sangat ingin menangkapmu," jawab Erica.


 


Adrian berlari membelakangi hantu jahat itu dan memegangi tangannya karena hantu jahat itu sangat kuat membuat Adrian merasa kesulitan untuk memegangi tangannya.


 


"Maya! tolong bantu aku memegangi tubuhnya!" teriak Adrian.


 


"Baiklah," ucap Maya.


 


Maya kemudian berlari mendekati Erica dan Adrian yang sedang mencoba untuk mengeluarkan hantu jahat itu dari dalam tubuh bos besar.


 


"Maya kau pegangi kakinya agar dia tidak bisa bergerak," ucap Adrian.


 


"Baik Adrian," ucap Maya.


 


Adrian memegang tangannya dan Maya memegangi kaki dari bos besar yang di rasuki oleh hantu jahat itu. Hantu jahat itu terus memberontak untuk melepaskan dirinya.


 


"Erica! cepat kau keluarkan hantu jahat ini dengan menggunakan kalung itu!" teriak Adrian.


 


"Baiklah," ucap Erica.


 


"Lepaskan aku! kalian akan menyesal telah melakukan ini padaku! aku akan membunuh kalian semua nanti, aku tak akan pernah bisa musnah!" teriak Hantu jahat itu.


 


Erica menarik kalung yang ada di lehernya dan meletakkannya di depan wajah dari bos besar itu.


 


"Aku perintahkan kau untuk segera keluar dari dalam tubuh ini dan masuk ke dalam kalung ini untuk selamanya!" teriak Erica.


 


 


"Aarrrrrrrhggggg! lepaskan aku! aku pasti akan membalas semua perbuatan kalian!" teriak Hantu jahat itu.


 


"Masuklah sekarang ke dalam kalung ini," ucap Erica sambil mengeluarkan semua kekuatannya untuk menarik hantu jahat itu dari dalam bos besar.


 


Hantu jahat itu berteriak kesakitan saat Erica mencoba mengeluarkannya dari dalam tubuh bos besar itu, Adrian dan Maya masih tetap memegangi tubuh bos besar itu agar dia tidak bisa kabur. Melihat kakaknya yang berteriak kesakitan membuat Dian merasa sangat khawatir dan mencoba mendekatinya.


 


"Nona Maya apa yang terjadi dengan kakakku? kenapa dia berteriak kesakitan?" tanya Dian khawatir.


 


Melihat Dian yang merasa khawatir itu, hantu jahat itu memanfaatkannya agar dia bisa lepas dari Erica dan yang lainnya dengan berpura pura menjadi Alena kakaknya Dian.


 


"Dian tolong aku, mereka ingin menyakitiku."


 


"Dian! jangan tatap matanya, dia akan mempengaruhimu, itu bukan kakakmu tapi hanatu jahat yang merasukinya," ucap Maya.


 


"Tapi itu suara kakakku, mungkin dia sekarang juga sedang merasa kesakitan," ucap Dian.


 


"Jangan terpengaruh olehnya, ini semua demi kakakmu agar dia bisa kembali seperti dulu," ucap Maya.


 


"Dasar adik yang bodoh! kenapa kau mendengarkan ucapan mereka dari pada aku kakakmu sendiri!" teriak Hantu jahat itu marah.


 


"Benar kata nona Maya, kau bukan kakakku semarahnya dia padaku, dia tidak pernah menyebutku bodoh dan sebagainya, kau memang benar benar hantu jahat yang telah merasuki kakakku," ucap Dian.


 


Hantu itu berteriak kesakitan karena Adrian juga membantu mengeluarkan hantu jahat itu dengan menggunakan kekuatan yang dia miliki. Erica dan Adrian sekuat tenaga mengeluarkan kekuatan mereka berdua agar hantu jahat itu keluar dari dalam tubuh bos besar itu dan masuk ke dalam kalung yang Erica bawa. Erica dan Adrian sudah hampir habis tenaga untuk mengeluarkan hantu jahat itu, saat kekuatan mereka hampir habis akhirnya hantu jahat itu berhasil mereka keluarkan dan masuk ke dalam kalungnya Erica. Setelah melakukan itu Erica terjatuh pingsan karena tenaga yang dia miliki telah terkuras habis untuk mengalahkan hantu jahat itu. Melihat Erica yang tiba tiba pingsan Maya melepaskan tubuh bos besar itu dan memegangi tubuhnya Erica yang hampir jatuh ke lantai.