ME And GHOST

ME And GHOST
Mencari bukti 4



Setelah selesai latihan basket maya keluar dari tubuhnya erica. Kemudian erica berkemas dan bersiap siap untuk pergi dengan evan.


"Huuuh!! hari yang melelahkan akhirnya selesai juga latihan!" ucap erica sambil mengemasi barang barangnya.


"Seharusnya yang lelah aku deh!!" ucap maya tersenyum.


"Iya maya!! terimakasih untuk hari ini ya!!" ucap erica sambil tersenyum.


"Setelah ini kau akan pergi dengan evan kan mencari rumahnya intan?".


"Iya maya! aku akan mencarinya dengan evan!!".


"Baguslah kalau begitu!!".


Tiba tiba handphone nya erica berbunyi.


"kring kring" suara handphonenya erica.


Erica melihat nama rio yang meneleponnya, kemudian erica menjawab telponnya.


"Iya halo!!" ucap erica menjawab telponnya.


"Hai erica!! apa kabar?".


"Baik rio!!".


"Apakah keadaanmu sudah lebih baik?" tanya rio.


"Aku sudah lebih baik rio!! kemarin aku hanya kelelahan saja!!".


"Apa hari ini kau ada acara?".


"Ehm hari ini aku sudah ada janji dengan teman! kemungkinan pulangnya agak malam!".


"Sayang sekali!! padahal aku ingin menjemputmu dan mengajakmu pergi!!".


"Maaf rio kalau hari ini aku tidak bisa!!".


"Baiklah kalau kau tidak bisa hari ini tidak apa apa!! masih ada hari esok!!".


"Iya rio!! sampai jumpa!!".


"Baiklah erica!! sampai jumpa juga!!" ucap rio sambil menutup telponnya.


Tiba tiba evan datang dan bertanya kepada erica orang yang meneleponnya.


"Siapa yang menelponmu erica? sepertinya dia seorang laki laki?" tanya evan penasaran.


"Ooo ini rio yang meneleponku!!" jawab erica.


"Kenapa dia menelponmu?".


"Dia hanya bertanya padaku, apakah hari ini ada acara atau tidak karena dia ingin menjemputku dan mengajakku pergi!!".


"Lalu kau jawab apa erica?".


"Yah aku jawab kalau aku sudah ada janji dengan temanku!! jadi hari ini tidak bisa pergi dengannya seperti kemarin!".


"Kemarin kau pergi dengannya erica!!!".


"Iya!! cuma makan malam saja di luar dengannya!! memang kenapa rio?".


"Ehm tidak apa apa aku hanya khawatir saja padamu erica!! karena kita tidak tahu dia itu jahat atau tidak!!!".


"Sepertinya dia cemburu padamu erica!!" bisik maya yang ada di samping erica.


"Terimakasih evan karena sudah mengkhawatirkanku!!".


"Iya sama sama erica!!".


"Ayo kita pergi!! nanti takutnya kita pulang kemalaman!!" ucap erica sambil berjalan keluar menuju mobil evan.


"Ok baiklah erica!!" jawab evan.


Evan dan erica kemudian berangkat dengan mobil evan menuju alamat rumahnya intan. Setelah sampai di rumahnya intan mereka pun turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah intan.


"Tok tok tok" suara ketukan pintu.


"Permisi!! apa ada orang dirumah!!" teriak evan.


"Iya sebentar!!!" suara dari dalam rumah intan.


"Kreek" suara membuka pintu.


Seorang gadis yang berumur sekitar 20 tahun yang membuka pintu.


"Permisi nona!! apa kita bisa bertemu dengan intan!!!".


"Kenapa kalian mencari intan!!".


"Apa kau intan?" tanya erica.


"Iya aku intan ada perlu apa kalian mencariku?".


"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu tentang tasya!!!" ucap erica.


"Aku tidak tahu apa apa tentang tasya!! kalian salah orang jika bertanya padaku!" ucap intan sambil menutup pintu.


"Tunggu intan!! aku tahu kau dan tasya adalah teman baik!! jadi kumohon bantulah kami intan!!".


Intan membuka kembali pintu rumahnya.


"Dari mana kau bisa kenal dengan tasya?" tanya intan penasaran.


"Aku pernah bertemu dengannya!! tetapi aku tak begitu mengenalnya dengan baik sepertimu intan!".


"Baiklah! silahkan masuk kita berbicara di dalam!".


"Terimakasih!" ayo evan kita masuk!!" ucap erica menarik tangan evan.


"Silahkan duduk!" ucap intan.


Erica dan evan pun duduk dan melihat sekeliling rumah intan. Erica melihat ada foto bersama tasya dan intan di dinding rumah intan.


"Apa kau dan tasya berteman baik?" tanya erica.


"Iya aku dulu berteman baik dengan tasya!!".


"Maksudnya sekarang kalian tidak berteman baik lagi?".


"Iya! itu semenjak dia dekat dengan rio yang membuat persahabatan kami menjadi mulai renggang!!".


"Kenapa persahabatan kalian mulai renggang karena rio?".


"Karena tasya selalu mementingkan rio!! apa apa selalu rio!! padahal dia tahu kalau rio itu terkenal play boy tetapi dia tetap menyukainya!" ucap intan kesal.


"Maksudmu kau tidak menyukai jika tasya dekat dengan rio!!".


"Iya aku tak menyukainya karena rio adalah laki laki yang sangat buruk untuknya!!".


"Ehm jadi maksudmu rio laki laki yang sangat buruk dan suka bermain dengan wanita!!" ucap evan sambil menatap erica.


"Iya betul itu!!" ucap intan.


Erica dan evan saling menatap mendengar ucapan intan tentang rio.


"Kalau boleh aku tahu kapan kau terakhir kali bertemu dengan tasya?" tanya erica.


"Sekitar 2 minggu yang lalu!!".


"Lalu kenapa kau tidak berkunjung lagi kerumahnya tasya?".


"Untuk apa aku kesana jika tasya sendiri ingin memutuskan persahabatan kami!!!".


"Erica aku akan berkeliling melihat lihat rumahnya intan!!" bisik maya.


"Iya!!" bisik erica pelan.


Maya berkeliling melihat lihat rumahnya intan dan memeriksa kamar tidurnya intan. Disana maya melihat banyak foto bersama intan dan tasya.


"Ehm ternyata mereka memang benar benar teman dekat!! tidak ada sesuatu yang mencurigakan disini!! sepertinya dia hanya tinggal sendirian disini!!" ucap maya.


Maya kembali menghampiri erica dan evan yang masih berbicara dengan intan. Erica masih penasaran dengan intan dan tasya yang membuat mereka menjadi tidak berteman dengan baik lagi.


"Apa kau tahu intan jika tasya sudah menghilang selama 2 minggu ini?" ucap erica.


"Bagaimana mungkin dia bisa tiba tiba menghilang? terakhir aku bertemu dengannya di kampus saat itu dia ingin pergi dengan rio!!!".


"Maksudmu sebelum dia menghilang orang yang terakhir bersamanya adalah rio?" tanya erica.


"Iya benar!! tapi tunggu waktu itu dia ingin memutuskan persahabatan kami, aku melihatnya sangat sedih!! tapi karena aku kesal padanya jadi aku tak pernah menghubungi atau menemui tasya sejak itu!!!" ucap intan.


"Apa ada sesuatu yang berbeda dengan tasya saat terakhir kau bertemu dengannya??" tanya evan.


"Ehm tasya terlihat pucat tidak seperti biasanya dan dia terus memegangi perutnya, dan wajahnya tampak sangat sedih waktu itu!!".


"Apa dia hamil?" ucap evan.


"Kenapa kau berpikir seperti itu evan?" tanya erica sambil menatap evan.


"Itu hanya anggapanku saja erica" jawab evan.


"Mungkin itu juga benar!! karena aku juga merasa kalau dia hamil karena dia sering muntah muntah dan wajahnya terlihat pucat!! tetapi saat ku tanya tasya malah marah kepadaku!!!" ucap intan.


"Apa mungkin pelakunya adalah rio?" ucap erica.


"Bisa jadi mungkin!! karena laki laki brengsek itu selalu bersama tasya akhir akhir ini!! apalagi memang tasya sangat mencintainya!!".


"Tapi kita tidak memiliki bukti jika menuduh rio pelakunya!! apalagi sekarang tasya belum di temukan!!!" ucap evan.


"Jika tasya memang benar benar menghilang aku akan membantu mencari informasi lainnya tentang tasya!! bagaimanapun dia tetap sahabatku!!" ucap intan sedih.


"Bagaimana aku mengatakan jika tasya sudah tidak ada di dunia ini lagi karena dia sudah meninggal dunia!!" ucap erica di dalam hati.


"Erica tidak ada sesuatu yang mencurigakan dengan intan!! dia memang benar benar berteman baik dengan tasya!!!" bisik maya.


"Iya aku juga berpikir begitu maya!!!" bisik erica dengan suara pelan.


"Baiklah!! saya permisi pulang dulu terimakasih atas informasinya!!!" ucap erica.


"Justru aku yang seharusnya berterima kasih kepada kalian karena mau menyelidiki hilangnya tasya!! aku akan mencari tahu kemana rio membawanya!! lihat saja jika dia berbuat sesuatu yang buruk pada tasya!!!" ucap intan geram.


"Saya pamit pulang!!" ucap erica.


"Ooo iya siapa namamu erica kan? bisa aku meminta nomor handphone mu jika aku mendapatkan suatu petunjuk tentang tasya aku akan menghubungimu!!" ucap intan.


"Ooo iya ini nomorku!!!" ucap erica sambil menuliskan nomor handphonenya di selembar kertas dan memberikannya ke intan.


"Baiklah aku akan segera menghubungimu erica!!".


"Iya terima kasih sebelumnya!! ayo evan kita pulang!!" ucap erica.


"Ehm baiklah erica!! kami permisi pulang!!" ucap evan.


Evan dan erica menuju ke mobil, Lalu evan mengantarkan erica pulang kerumahnya.


"Apa kau masih mencemaskan tasya?" tanya evan.


"Ehm entahlah evan aku masih bingung sebenarnya apa yang terjadi dengan tasya!!!".


"Sabar saja erica nanti kita akan menemukan tasya!!!".


"Semoga saja secepatnya!!".


"Dan ingat erica kau jangan terlalu dekat dengan rio!!".


"Kenapa evan??".


"Apa kau tidak mendengar cerita intan tadi tentang rio!! dia bukan laki laki yang baik!!jadi kau harus menjauhinya!!"ucap evan sambil menatap erica yang duduk disampingnya.


"Iya evan mulai sekarang aku akan berhati hati jika di dekat rio!!!".


"Ehm sepertinya evan cemburu buta lagi nih!!!" bisik maya.


Erica hanya tersenyum melihat kelakuan evan yang cemburu dengannya karena dekat dengan rio. Erica dan maya menjadi semakin mencurigai rio setelah mendengar cerita dari intan. Erica sangat berharap agar dapat segera menemukan kebenaran atas kematiannya tasya.