
Kedatangan erica dan orang tuanya membuat orang tuanya nadira sangat terkejut. Mereka menyangka jika anak anaknya mendapatkan suatu masalah sehingga datang bersama orang lain kerumahnya. Setelah memperkenalkan erica dan orang tuanya mereka semua masuk ke dalam rumah dan menjelaskan semuanya kepada orang tua nadira dan nadine.
"Mari silahkan masuk! Maaf rumah kami tidak senyaman rumah yang ada di kota!" ucap nadira.
"Terimakasih nadira!" ucap ibunya erica.
"Menurutku malah rumahmu sangat nyaman! benar kan bu!" ucap ayahnya erica sambil tersenyum.
"Silahkan duduk! maaf rumahnya berantakan!" ucap ibunya nadira.
"Ah tidak apa apa bu!" ucap ibunya erica.
"Nadira kemari sebentar!" ucap ibunya nadira memanggil anaknya.
"Iya bu!" ucap nadira sambil berjalan mendekati ibunya.
"Apa kau mendapatkan masalah di kota? siapa orang orang yang datang bersamamu ini?".
"Mereka adalah orang orang baik yang menolong nadira dan nadine bu!".
"Maksudnya menolong bagaimana?".
"Nanti pak daniel dan bu rosa yang akan menjelaskan semuanya!".
"Baiklah kalau begitu!".
"Ayah dimana bu?".
"Dia ada di kamarnya!".
"Bu siapa yang datang kemari?" teriak ayahnya nadira dari dalam kamar.
Nadira dan nadine langsung masuk ke dalam kamar dan melihat ayahnya yang sedang terbaring di atas tempat tidur. Ayahnya terlihat sangat pucat dan kurus. Berbicara saja dia sangat susah karena dadanya yang sering terasa sangat sesak. Sehari hari dia hanya terbaring di tempat tidur dan tak bisa berdiri sendiri.
"Ayah!" teriak nadira dan nadine sambil berlari memeluk ayah mereka.
"Nadira nadine ternyata kalian yang datang! ayah sangat senang melihat kalian pulang kerumah!" ucap ayahnya erica sambil mengusap rambut kedua anaknya.
"Hiks hiks hiks! Maaf yah nadira dan nadine baru bisa pulang sekarang melihat ayah yang sedang sakit!" ucap nadira sambil menangis.
"Tak apa apa sayang! ayah tahu kalian di kota sibuk kuliah dan bekerja! maafkan ayah yang tak bisa menafkahi kalian lagi karena kondisi ayah sekarang yang sedang sakit!".
"Tidak apa apa yah! yang penting ayah dan ibu sehat kami sudah sangat senang!" ucap nadine.
"Ayah diluar ada tamu yang ingin bertemu dengan ayah!" ucap nadira.
"Siapa yang ingin bertemu dengan ayah?" tanya ayahnya heran.
"Mereka orang yang telah menolong nadira dan nadine di kota!" ucap nadira.
"Ayah harus mengucapkan terimakasih padanya secara langsung!" ucap ayahnya nadira mencoba bangun dari tempat tidur.
"Mari ayah kita bantu keluar dari kamar untuk menemui mereka!" ucap nadine.
"Terimakasih!" ucap ayahnya nadira.
Nadira dan nadine membantu ayahnya berdiri dan duduk di kursi untuk menemui erica dan orang tuanya.
"Selamat malam pak! perkenalkan nama saya pak daniel dan ini istri dan anak saya!".
"Salam kenal juga pak daniel! saya ayahnya nadira dan nadine nama saya arya dan istri saya bernama nisa!" ucap ayahnya nadira.
"Maksud kami datang kemari ingin membawa pak arya dan istri ke kota!".
"Kenapa kami harus ke kota pak daniel?" tanya ayahnya nadira bingung.
"Kami ingin agar pak arya bisa dirawat di rumah sakit yang terbaik di kota sampai sembuh!" ucap ayahnya erica.
"Tapi saya tidak memiliki uang untuk membayarnya pak daniel! pasti biayanya sangat mahal sekali!".
"Pak arya tenang saja masalah biaya selama pengobatan dirumah sakit semuanya saya yang tanggung sampai pak arya benar benar sembuh! dan setelah bapak sembuh saya berencana akan memberikan pak arya modal untuk usaha di desa agar bisa kembali menafkahi istri dan anak anak pak arya!" ucap ayahnya erica.
"Tentu semuanya benar pak arya! saya dan suami saya benar benar ingin membantu anda dan keluarga anda!" ucap ibunya erica.
"Nadira dan nadine juga mendapatkan beasiswa dari yayasan bu rosa sampai kuliah kita selesai yah!" ucap nadira.
"Benarkah itu!" ucap ibunya nadira.
"Benar bu nisa! yayasan saya memberikan beasiswa pada nadira dan nadine sampai kuliah mereka selesai! jika mereka lulus dengan hasil yang bagus, mereka juga dapat bekerja di yayasan atau di perusahaan suami saya!" ucap ibunya erica.
"Syukurlah anak anak saya akhirnya bisa kuliah sampai selesai tanpa mencemaskan biayanya!" ucap ayahnya nadira.
"Kami juga membawa dokter dan perawat untuk memeriksa pak arya disini! dan juga saya membawa ambulance untuk membawa pak arya langsung kerumah sakit!" ucap ibunya erica.
"Hiks hiks hiks! terimakasih karena kalian mau membantu keluarga kami! tak tahu bagaimana cara kami membalas semua kebaikan kalian semua!" ucap ayahnya nadira sambil menangis.
"Kami ikhlas membantu pak arya dan keluarga!" ucap ayahnya erica.
"Dok tolong periksa pak arya terlebih dahulu!" ucap ibunya erica.
"Baik bu rosa!" ucap pak dokter sambil berjalan mendekati ayahnya nadira yang sedang duduk di kursi.
"Pak arya tenang saja! ini dokter yang sangat handal dan bagus!" ucap ibunya erica sambik tersenyum.
"Iya terimakasih!" ucap ayahnya nadira.
"Maaf pak! saya akan memeriksa anda terlebih dahulu!" ucap pak dokter.
"Baik dok!".
"Sepertinya penyakit ayahnya nadira lumayan serius!" bisik evan pada erica.
"Iya evan! mungkin karena terlambat di obati makanya semakin parah!" ucap erica.
"Ehm bisa jadi sih!" ucap evan.
"Dimana maya dan tasya? kenapa mereka tidak ada disini?" ucap erica di dalam hati.
Maya dan tasya berkeliling di rumahnya nadira dan nadine. Saat mereka berada di luar rumahnya nadira mereka melihat sesosok hantu wanita tua yang berada di bawah pohon beringin yang ada di depan rumahnya nadira. Karena penasaran maya dan tasya menghampiri hantu itu.
"Maaf! nenek ini siapa kenapa berada di rumah ini?" tanya maya sambil menatap wajah hantu wanita tua itu.
"Aku dulu tinggal disini bersama anak dan cucuku! tapi entah mengapa aku tidak bisa pergi dengan tenang saat aku meninggal!".
"Kapan nenek meninggal?" tanya tasya.
"Sekitar 1 tahun yang lalu!".
"Oo ternyata masih baru jika 1 tahun!" ucap tasya.
"Apa nenek mencemaskan anak anda yang sedang sakit dan cucu anda yang sedang berada di kota?" tanya maya.
"Apa kalian mengenal anak dan cucuku?".
"Bisa dibilang begitu nek!".
"Apa mereka sekarang sedang baik baik saja! kenapa aku sangat mencemaskan mereka!".
"Sekarang mereka sudah baik baik saja nek! anak nenek akan segera di obati sampai sembuh dan cucu nenek sekarang sudah bahagia karena telah di bantu oleh keluarga yang sangat baik!".
"Benarkah itu?" tanya nenek itu.
"Kalau nenek tidak percaya nanti nenek lihat sendiri anak nenek akan di bawa ke kota dan cucu nenek juga oleh keluarga itu!" ucap maya.
"Syukurlah akhirnya mereka ada yang membantu! semoga yang membantu mereka akan di balas kebaikannya oleh tuhan!" ucap hantu nenek itu.
"Aamiin nek! mungkin sebentar lagi mereka akan pergi ke kota!" ucap tasya.
"Akhirnya aku bisa pergi dengan tenang melihat anak dan cucuku bisa hidup dengan bahagia!" ucap hantu nenek itu.
Hantu nenek itu menunggu di luar rumah bersama dengan maya dan tasya. Hantu nenek itu merasa sangat senang karena ada yang telah membantu anak dan cucunya. Maya dan tasya berusaha membuat hantu nenek itu merasa senang dan dapat pergi dengan tenang.