
Keesokan paginya Erica di telpon oleh Ibunya Evan dan mengatakan padanya bahwa Evan telah sadar dari komanya. Erica sangat senang mendengar kabar itu, Erica berencana akan menjenguk Evan di rumah sakit.
"Siapa yang menelpon?" tanya Maya.
"Ibunya Evan, dia bilang jika Evan sudah sadar dari komanya," jawab Erica.
"Tentu saja dia sudah sadar dari komanya, arwahnya telah kembali ke tubuhnya tadi malam," ucap Maya.
"Apa dia mengingat semua yang terjadi pada saat dia menjadi hantu kemarin?"
"Mungkin saja dia bisa mengingat semuanya, kenapa kau menanyakan itu Erica?"
"Aku takut dia akan bilang jika diriku aneh, dan tak mau dekat lagi denganku Maya," ucap Erica khawatir.
"Evan takkan mungkin begitu, dia sangat mencintaimu Erica! mungkin dia akan merasa seperti bermimpi dan akan bertanya padamu nanti," ucap Maya.
"Apa begitu menurutmu?"
"Mungkin saja dia akan begitu karena merasa heran dan bingung dengan semua yang terjadi padanya," ucap Maya.
"Aku akan memberitahu ayah dan ibu jika Evan sudah saar dari komanya, aku juga akan kesana dan memastikan semuanya Maya," ucap Erica sambil memakai pakaiannya.
"Baiklah aku juga akan ikut denganmu, aku ingin melihat keadaan Evan setelah dia sadar dari komanya."
"Ok" ucap Erica.
Erica keluar dari kamarnya dan menuju ke meja makan, lalu memberitahu orang tuanya jika Evan sudah sadar dari komanya.
"Pagi ayah ibu," ucap Erica sambil duduk di samping ibunya yang sedang sarapan pagi.
"Pagi sayang! apa kau akan ikut kerumahnya Rio? ayah dan ibu akan kesana untuk menghadiri acara pemakamannya Rio," ucap Ibunya Erica.
"Iya bu, Erica juga akan ikut kesana! kita juga harus menghibur ayahnya Rio yang sedang sedih karena kehilangan anak dan istrinya dalam waktu yang sama," ucap Erica.
"Benar itu sayang, walaupun orang telah berbuat jahat pada kita, kita tak boleh membalas mereka dengan kejahatan juga," ucap Ayahnya Erica.
"Iya yah, Ooo iya bu tadi Ibunya Evan menelpon Erica dan mengabarkan jika Evan telah sadar dari komanya tadi malam."
"Benarkah, syukurlah kalau dia sudah sadar dari komanya, kita harus menjenguk keadaan dia sekarang yah," ucap Ibunya Erica.
"Tentu kita akan kesana setelah pulang dari acara pemakamannya Rio," ucap Ayahnya Erica.
"Baik yah," jawab Erica dan ibunya.
Setelah mereka menyelesaikan sarapannya, mereka langsung berangkat menuju ke rumahnya Rio dengan mengendarai mobil. Setelah sampai disana Erica juga melihat ada Ibunya Tasya, Nadira, Nadine, Melinda, Risa, dan juga Reyna.
"Apa kabar semuanya? apa kalian semua juga mendapatkan kabar tentang kematian Rio?" tanya Ibunya Erica.
"Kabar baik Bu Rosa, iya kami juga baru mengetahuinya dari berita tadi malam dan langsung kemari untuk menghadiri acara pemakaman Rio," jawab Ibunya Tasya.
"Ooo begitu, saya juga baru tahu tadi malam dan sangat terkejut mendengar kematian Rio yang mendadak karena bunuh diri di dalam penjara! apalagi dia hanya beda 2 hari dari kematian Sandra pasti sangat membuat Pak Nico sangat sedih kehilangan dua orang yang sangat dia sayangi dalam waktu yang tak berbeda jauh," ucap Ibunya Erica.
"Kami pun merasa begitu Bu Rosa, walaupun Rio dan ibunya telah berbuat jahat pada kita, kami tetap merasa sedih melihatnya," ucap Ibunya Tasya.
"Betul Bu Vera, Ooo iya Nadira bagaimana keadaan orang tuamu sekarang?"
"Ayah sudah sangat sehat sekarang, besok atau lusa dia sudah boleh pulang dari rumah sakit," jawab Nadira.
"Syukurlah aku sangat senang mendengar keadaannya yang sudah membaik," ucap Ibunya Erica.
"Semua ini berkat pertolongan anda Bu Rosa, saya dan keluarga sangat berterimakasih atas bantuan anda," ucap Nadira.
"Sama sama Nadira," ucap Ibunya Erica.
"Erica kami juga turut sedih dengan kejadian yang telah menimpa Evan," ucap Reyna.
"Bagaimana keadaan Evan sekarang?" tanya Risa.
"Terimakasih, Evan sekarang sudah sadar dari komanya, dan dia juga sudah dalam masa pemulihan saja," jawab Erica.
"Syukurlah kalau begitu, kami sangat mencemaskan keadaannya," ucap Melinda.
"Ayo kita masuk ke dalam rumah duka," ucap Ayahnya Erica.
"Baik yah," jawab Ibunya Erica.
Semua yang datang juga ikut masuk ke dalam rumah duka, Disana Erica melihat Ayahnya Rio yang sedang menangis di samping jasad anaknya. Ayah dan ibunya Erica berjalan mendekati Ayahnya Rio begitupun yang lainnya.
"Nico kami turut berduka cita atas kematian Rio," ucap Ayahnya Erica.
"Daniel!!" ucap Ayahnya Rio yang langsung memeluknya.
"Yang sabar Nico semua ini sudah takdir kau harus mengikhlaskannya," ucap Ayahnya Erica.
"Tolong maafkan anak dan istriku yang telah berbuat jahat pada kalian semua! aku tak ingin mereka tak bisa pergi dengan tenang, hiks hiks hiks," ucap Ayahnya Rio sambil menangis.
"Kami telah memaafkan Rio dan juga Sandra, kau harus tabah menghadapi ini semua," ucap Ayahnya Erica mencoba menenangkan.
"Aku tahu selama ini mereka telah melakukan kejahatan, tapi aku hanya diam saja dan kadang aku juga membantu mereka melakukannya! hiks hiks hiks, seharusnya aku tak melakukan itu semua!"
"Semua ini sudah terjadi dan tak perlu di sesali lagi, kami berharap anda tak akan bersedih lagi agar Rio dan Sandra dapat tenang disana," ucap Ibunya Erica.
"Kami semua sudah memaafkan Rio dan Bu Sandra, jadi anda tak perlu bersedih lagi," ucap Ibunya Tasya.
"Terimakasih untuk semua kareana kalian telah memaafkan Rio dan juga istriku, aku berharap mereka akan pergi dengan tenang," ucap Ayahnya Rio.
"Tetap semangat Nico dalam menjalani hidup, segala sesuatu pasti akan ada hikmahnya," ucap Ayahnya Erica.
"Iya Daniel, aku akan memulai hidup yang baru dan dimulai dengan selalu berbuat kebaikan," ucap Ayahnya Rio.
"Itu yang kuinginkan darimu, tetap semangat dalam menjalani hidup, aku akan tetap menjadi temanmu Nico."
"Terimakasih Daniel, kau dan keluargamu dan juga yang lainnya benar benar orang orang yang baik! aku sangat malu dan menyesal karena telah berbuat jahat kepada kalian."
"Melihat keadaan Ayahnya Rio benar benar membuatku sangat sedih, yang jahat hanya anak dan istrinya tapi dia juga menerima imbas dari semuanya," ucap Maya.
"Semua ini sudah menjadi takdir mereka, mungkin dengan kejadian in semua Ayahnya Rio akan mulai berbuat kebaikan pada orang lain," bisik Erica pada Maya.
"Semoga saja Erica," jawab Maya.
Rio akhirnya di makamkan, Ayahnya Rio telah mengikhlaskan kepergian anak dan istrinya. Semuanya juga telah memaafkan Rio dan Ibunya, dan membuat Ayahnya Rio cukup tenang. Setelah selesai menghadiri pemakamannya Rio, Erica dan orang tuanya ke rumah sakit untuk membesuk Evan dan jug orang tuanya Nadira yang akan segera pulang dari rumah sakit.
"Erica kita akan melihat orang tuanya Nadira dulu, setelah itu baru menjenguk Evan di ruangannya, apa kau ingin ikut dengan ayah dan ibu untuk bertemu Ayahnya Nadira?" tanya Ibunya Erica.
"Iya bu, aku akan ikut melihat Ayahnya Nadira setelah itu nanti baru kita ke ruangan Evan," jawab Erica.
"Ok ayo kita ke ruangan Ayahnya Nadira dulu," ucap Ayahnya Erica.
"Baik yah," ucap Erica dan ibunya.
Mereka lalu menuju ke ruangan Ayahnya Nadira di rumah sakit.
"Tok tok tok" Suara Ayahnya Erica mengetuk pintu.
"Krek" suara Ibunya Nadira membuka pintu.
"Pak Daniel, Bu Rosa, dan Erica silahkan masuk."
"Terimakasih Bu Nisa," ucap Ayahnya Erica.
Erica dan orang tuanya lalu masuk ke dalam ruangan Ayahnya Nadira.
"Pak Daniel dan Bu Rosa," ucap Ayahnya Nadira.
"Apa kabar Pak Arya? bagaimana keadaan anda sekarang?" tanya Ayahnya Erica.
"Kabar baik, keadaan saya sekarang sudah sangat sehat dan besok atau lusa sudah boleh pulang dari rumah sakit."
"Syukurlah anda sudah sangat sehat, kami sangat senang mendengarnya," ucap Ayahnya Erica.
"Apa ada sesuatu yang kurang dalam pelayanan rumah sakit ini?" tanya Ibunya Erica.
"Tidak aa yang kurang Bu Rosa pelayanan rumah sakit ini sangat baik, dokter dokter yang ada disini juga sangat hebat sampai saya bisa sembuh dengan cepat."
"Kami sangat berterimakasih atas semua bantuan anda Pak Daniel dan Bu Rosa," ucap Ibunya Nadira.
"Sama sama, bukankah kita memang harus saling tolong menolong, kami hanya melakukan yang seharusnya saja," ucap Ibunya Erica.
"Nadira dan Nadine sedang tidak ada di sini mungkin mereka sekarang sedang berada di kampusnya, sebelum prgi ke kampus Nadira mengatakan akan pergi ke pemakaman temannya," ucap Ibunya Nadira.
"Kita sudah bertemu dengannya di acara pemakaman tadi," ucap Ibunya Erica.
"Kalian juga pergi ke pemakaman temannya Nadira yang bernama Rio itu?" tanya Ibunya Nadira.
"Iya Bu Nisa," jawab Ibunya Erica.
Melihat keadaan Ayahnya Nadira yang telah membaik membuat Erica dan Maya sangat senang. Orang tuanya Erica pun sangat senang mendengar kesehatan Ayahnya Nadira yang begitu cepat pulih dari sakitnya.