
Setelah pulang sekolah Erica dan Putri ikut pulang bersama Rey kerumahnya untuk menjenguk Ibunya Rey yang baru saja sadar dari komanya. Setelah sampai di rumahnya Rey mereka langsung menuju ke kamar Ibunya Rey.
"Ayo kita langsung saja masuk ke kamar ibuku, dia pasti sangat senang bertemu dengan kalian," ucap Rey.
"Aku tak sabar lagi ingin bertemu langsung dengan Bu Clara," ucap Maya sambil tersenyum.
"Tok tok tok" suara Rey mengetuk pintu.
"Masuk saja," teriak Ayahnya Rey dari dalam kamar.
"Kreek" suara Rey membuka pintu.
"Ayo silahkan masuk," ucap Rey pada Erica dan Putri.
"Terimakasih Rey," ucap Erica.
Erica, Putri, dan Rey berjalan masuk ke dalam kamar Ibunya Rey.
"Ayah! kupikir ayah tidak ada dirumah, apa ayah tidak bekerja hari ini?" tanya Rey.
"Ayah akan libur kerja selama 1 minggu agar dapat merawat ibumu," jawab Ayahnya Rey.
"Ayah, ibu ini ada Erica dan Putri yang datang ingin bertemu dengan ibu," ucap Rey.
Ibunya Rey langsung menatap Erica dan tersenyum senang melihat Erica yang datang kerumahnya.
"Erica! akhirnya kita bertemu lagi," ucap Ibunya Rey sambil menatap Erica.
"Senang bertemu dengan tante yang telah sadar dari koma," ucap Erica.
"Sayang apa kau mengenal Erica?" tanya Ayahnya Rey heran.
"Entahlah aku hanya merasa jika telah lama mengenalnya, walaupun baru kali ini aku bertemu dengannya setelah sadar dari koma," ucap Ibunya Rey tersenyum.
"Iya tante, itu memang sudah menjadi daya tarik Erica, siapapun yang bertemu dengannya pasti akan merasa nyaman di dekatnya," ucap Putri.
"Betul sekali ucapanmu, aku pun merasa seperti itu juga," ucap Ibunya Erica.
"Erica, Putri silahkan duduk," ucap Rey
"Terimakasih Rey," ucap Erica.
"Erica bisa kau duduk di dekatku, aku ingin melihatmu dari dekat," ucap Ibunya Rey.
"Baiklah tante," ucap Erica.
Lalu Erica duduk di dekat Ibunya Rey yang masih duduk di atas tempat tidur.
"Ternyata kau lebih cantik jika di lihat dari dekat," ucap Ibunya Rey sambil memegang tangannya Erica.
"Kalian berdua baru saja bertemu, tapi seperti sudah mengenal lama satu sama lain," ucap Ayahnya Rey.
"Itu karena aku sangat suka dengan Erica dari pertama kali melihatnya," ucap Ibunya Rey.
"Aku sangat senang bisa melihat tante menjadi sehat dan sembuh dari koma, apa ada sesuatu yang masih sakit?" tanya Erica.
"Ehm, tante belum bisa mengerakkan sepenuhnya kaki dan tangan, mungkin karena pengaruh koma yang cukup lama, tapi jika tante mengikuti terapi dan menjalani pengobatan akan cepat bisa kembali normal seperti biasa," jawab Ibunya Rey.
"Syukurlah kalau begitu aku senang mendengarnya," ucap Erica.
"Aku pun sangat senang melihat dia telah kembali ke tubuhnya dan menjadi lebih sehat sekarang," ucap Maya.
"Bagaimana jika kita makan bersama saja," ucap Ayahnya Rey.
"Ide bagus yah, sekalian juga kita merayakan atas kesembuhan ibu," ucap Rey.
"Apa ibu setuju jika kita makan bersama hari ini?" tanya Ayahnya Rey.
"Tentu saja, apalagi hari ini kita semua sedang berkumpul disini," jawab Ibunya Rey.
"Baiklah kalau begitu ayah akan memesan masakan restoran yang paling enak hari ini, dan Rey kamu bertugas menyiapkan meja makan bersama dengan yang lainnya," ucap Ayahnya Rey.
"Bagaimana dengan ibu yah? siapa yang akan menemani ibu di sini selagi kita mempersiapkan semuanya?" tanya Rey.
"Apa kau tidak keberatan jika menemani ibu disini sebentar Erica?" tanya Rey.
"Tentu aku tidak sama sekali keberatan, aku sangat senang bisa menemani tante disini, " ucap Erica.
"Baiklah kalau begitu, kami akan mempersiapkan semuanya dulu, kau dan ibunya Rey tetap saja disini," ucap Ayahnya Rey.
"Baik om," ucap Erica.
"Ayo Rey dan Putri kita menyiapkan semuanya."
"Baik yah," ucap Rey.
"Baik om," ucap Putri.
Akhirnya mereka semua keluar dari kamar Ibunya Rey untuk menyiapkan acara makan bersama di rumahnya Rey. Ibunya Rey sengaja ingin berdua bersama Erica di dalam kamar karena ingin berbicara secara pribadi padanya.
"Akhirnya mereka semua pergi juga dari sini," ucap Ibunya Rey.
"Tante sepertinya lebih tampak sehat dari yang kubayangkan setelah sadar dari koma," ucap Erica.
"Begitulah Erica, aku sangat senang karena telah kembali ke dalam tubuhku! aku tak menyangka dan semua yang kualami selama ini seperti mimpi," ucap Ibunya Rey.
"Maya juga sangat senang melihat keadaan tante sekarang yang telah sehat."
"Bagaimana dengan Maya? apa dia ikut kemari? aku tak bisa melihatnya lagi karena sekarang aku bukan hantu lagi," ucap Ibunya Rey.
"Maya baik baik saja, dan dia ada disini ikut bersamaku," jawab Erica.
"Ada dimana Maya sekarang?" tanya Ibunya Rey.
"Dia ada di sampingku dan sedang menatap tante," jawab Erica.
"Jika Maya bisa mendengar dan melihatku, aku ingin mengucapkan terimakasih banyak untuk semuanya, dan aku akan menepati semua janjiku jika akan membantu mencari informasi tentang dirinya," ucap Ibunya Rey.
"Aku juga ingin menanyakan itu pada tante, jika tante memang pernah bertemu dengan Maya, apa sekarang tante telah mengingat semuanya?" tanya Erica penasaran.
"Sebenarnya setelah kembali ke tubuhku aku belum bisa mengingat semuanya secara jelas, tapi sebelum aku kecelakaan saat itu aku ingin menemui seorang polisi dan polisi itu adalah Maya," jawab Ibunya Rey.
"Tante mengenal Maya kira kira dari siapa?" tanya Erica.
"Aku mengenal Maya sepertinya dari temanku yang bernama Aira, dia seorang wanita yang memiliki sebuah cafe, kalau tidak salah nama cafe miliknya adalah Cafetaria," jawab Ibunya Rey.
"Seorang wanita yang bernama Aira dan pemilik sebuah cafe, kenapa dia bisa mengenal Maya?" ucap Erica penasaran.
"Sepertinya Maya dan Aira mereka adalah teman, tapi aku belum bisa mengingat dengan sangat jelas setelah ku ingat ingat lagi, memang pertama kali aku bertemu dengan Maya di cafe miliknya," ucap Ibunya Rey.
"Apa hanya itu yang tante ingat saat ini?"
"Iya Erica, aku belum bisa mengingat semuanya, tapi jika aku sudah bisa mengingat semuanya aku pasti akan segera mengabarimu ," ucap Ibunya Rey.
"Setidaknya kita sudah mendapatkan sedikit petunjuk mengenai Maya," ucap Erica.
"Aku juga sangat ingin Maya segera mengetahui semua kebenaran tentang dirinya dan juga orang yang telah membunuhnya," ucap Ibunya Rey.
Maya termenung saat mendengar ucapan Ibunya Rey.
"Aira nama itu sepertinya tidak asing bagiku, tapi aku belum bisa mengingatnya," ucap Maya di dalam hati.
Erica mengeluarkan selembar kertas dan menuliskan nomor telponnya.
"Tante jika sudah mengingatnya atau ingin langsung berbicara padaku, hubungi saja aku" ucap Erica sambil memberikan kertas yang telah ada nomor telponnya.
"Baik Erica, aku pasti akan segera menghubungimu," ucap Ibunya Rey.
"Terimakasih tante telah mau membantu kami," ucap Erica.
"Sama sama Erica."
Maya merasa gelisah setelah mendengar ucapan Ibunya Rey dan menyebutkan seorang wanita yang bernama Aira. Maya merasa jika sudah sangat mengenal nama itu hanya Maya belum bisa mengingatnya dengan jelas.