ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 10



Setelah maya dan tasya menakuti kepala yayasan, maya dan tasya mendekati erica dan berbicara padanya.


"Erica!!" teriak maya dari luar rumahnya tasya.


Erica berjalan keluar rumah dan mendekati maya dan tasya.


"Ada apa maya? apa ada sesuatu?" tanya erica.


"Erica tadi cindy datang kerumah sakit dan melihat jasadnya tasya!" ucap maya.


"Untuk apa dia melihat jasadnya tasya?" ucap erica heran.


"Mungkin saja karena dia penasaran dengan tasya orang yang di bunuh oleh rio!" ucap maya.


"Menurutmu apa yang dia cari maya?" tanya erica.


"Menurutku dia sepertinya ketakutan jika terlibat kasusnya rio!"


"Salah sendiri dia mau mencelakai erica dan malah terlibat kasus kematianku!" ucap tasya.


"Ehm itu sekarang tergantung rio, jika dia menyebutkan nama cindy pasti dia akan di panggil oleh polisi!" ucap erica.


"Apa kau tidak ingin melaporkannya juga ke polisi erica?" tanya maya.


"Tidak maya! aku tak ingin melibatkan dia tetapi jika rio yang melibatkannya aku tidak bisa berbuat apa apa!"


"Erica!!!" teriak evan sambil berjalan mendekati erica.


"Kau sedang apa disini sendirian?"


"Oo aku hanya ingin mencari udara segar saja di luar evan!"


"Apa kau ingin pulang sekarang? tasya juga dimakamkan besok pagi!"


"Baiklah ayo kita pulang, besok pagi nanti kita kemari lagi! untung saja besok kita libur sekolah jadi tidak perlu meminta izin untuk tidak masuk sekolah!" ucap erica.


"Benar juga besok hari libur erica!"


"Ayo kita masuk dulu dan bilang ke ibunya tasya bahwa kita akan pulang!" Erica menarik tangan evan dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


"Iya erica!!" Evan berjalan masuk kerumah bersama erica.


Erica dan evan mendekati ibunya tasya yang sedang duduk di samping petinya tasya.


"Bu!!" ucap erica sambil mendekati ibunya tasya.


"Iya erica!!"


"Saya dan evan ingin pamit pulang! besok pagi nanti saya dan evan akan kemari lagi untuk menghadiri pemakaman tasya!"


"Iya erica terimakasih untuk semuanya!!"


"Sama sama ibu!!" ucap evan dan erica.


"Intan apa kau ingin pulang juga?" tanya erica.


"Tidak erica! aku akan disini saja menemani ibunya tasya!" ucap intan.


"Baiklah saya dan evan permisi pamit pulang!"


"Hati hati dijalan erica dan evan!" ucap intan.


"Iya intan!!" ucap erica.


Evan dan erica pulang dari rumahnya tasya, evan mengantarkan erica pulang kerumahnya.


"Evan!!"


"Iya erica ada apa?" jawab evan sambil menyetir mobilnya.


"Sepertinya tadi cindy mengikuti kita sampai kerumah sakit!"


"Mau apa lagi dia mengikuti kita!"


"Sepertinya dia penasaran dengan jasadnya tasya!"


"Apa dia sudah melihatnya?" tanya evan.


"Sepertinya dia sudah melihatnya!"


"Apa kau akan mengadukan cindy pada polisi erica?"


"Tidak evan! aku tidak akan melaporkannya, tetapi jika rio yang melibatkannya aku tidak bisa membantunya!"


"Kau terlalu baik erica! padahal cindy selalu saja berusaha untuk mencelakaimu!"


"Biarkan saja evan! aku juga tak punya rasa dendam sedikitpun padanya!"


"Apa kau tidak ingin membalas semua perbuatan cindy kepadamu?" tanya evan.


"Tidak evan! tak ada niat sedikitpun aku untuk membalasnya!"


"Kau benar benar gadis yang baik erica!" ucap evan tersenyum pada erica.


"Apalagi sepertinya orang tua rio sangat berusaha agar kasus anaknya tidak naik sampai ke pengadilan!"


"Tapi tenang saja kemungkinan ibuku tidak akan menyerah untuk menyeret rio untuk masuk ke penjara!"


"Ibumu kalau marah sangat menyeramkan erica! apa kau juga sama seperti ibumu jika marah?"


"Entahlah! apa kau ingin melihatku jika marah!"


"Heem tentu tidak erica! aku lebih suka jika melihatmu tersenyum dan bahagia!" ucap evan tersenyum.


Setelah sampai dirumah, erica langsung turun dari mobilnya evan.


"Sampai jumpa besok pagi evan!" ucap erica sambil turun dari mobil.


"Sampai jumpa erica!" Evan langsung pulang mengendarai mobilnya.


Erica masuk ke dalam rumahnya, ibu dan ayahnya belum tidur dan masih menunggu erica sambil menonton tv dirumahnya.


"Ting tong ting tong!" Suara bel berbunyi.


"Itu mungkin erica!!" Ibunya tasya berjalan menuju pintu rumah dan membuka pintu.


"Krekkk" Suara membuka pintu.


"Erica! kenapa kau pulang malam sekali?" tanya ibunya erica.


"Aku habis dari rumahnya tasya bu!" ucap erica sambil masuk ke dalam rumahnya.


"Ada apa dirumahnya tasya sampai kau kesana?" tanya ayahnya erica.


"Iya sayang kenapa kau kesana?"


"Huuh hari ini benar benar melelahkan!" Erica berjalan dan duduk disamping ayahnya.


"Ada apa sayang cerita pada ibu dan ayah?" ucap ibunya tasya penasaran.


"Hari ini erica dan evan menemani ibunya tasya ke rumah sakit!"


"Apa hasil autopsinya sudah keluar erica?" tanya ayahnya erica.


"Iya ayah!"


"Apa hasilnya sayang?" tanya ibunya erica penasaran.


"Hasilnya ada luka dan retakan di kepala karena benda tumpul, sepertinya dia di pukul oleh rio! selain itu tasya dalam posisi sedang keguguran waktu di bunuh oleh rio!"


"Apa! berarti tasya sedang hamil pada waktu di bunuh!" ucap ibunya erica terkejut.


"Dugaan dokter tasya dan rio berniat menggugurkan kandungannya dan mereka berhasil, tetapi tasya mengalami pendarahan yang hebat! lalu karena panik melihat keadaan tasya yang kritis dia langsung berniat untuk membunuhnya!"


"Haaah ternyata setelah menggugurkan kandungan tasya dia juga membunuhnya! benar benar laki laki tidak punya hati!" ucap ibunya erica marah.


"Dan menurut polisi ada kemungkinan waktu tasya dikubur oleh rio dia masih dalam keadaan hidup!" ucap erica.


"Ayah benar benar tidak menyangka jika orang seperti rio dapat berbuat kejam seperti itu!"


"Kadang kita tidak bisa menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja yah!" ucap erica.


"Ibu benar benar bersyukur kau tidak sampai dekat dengannya erica! apalagi dia juga ingin melecehkanmu! jika mengingat itu ibu rasanya benar benar ingin menghajar rio habis habisan!" ucap ibunya erica geram.


"Erica juga bingung bu! apa kasus ini akan lama baru bisa naik ke pengadilan? jika melihat kondisi rio yang sekarang pasti orang tuanya akan meminta penyelidikannya di tunda!" ucap erica.


"Tenang saja sayang ibu dan ayah akan pastikan jika kasus ini akan cepat naik ke pengadilan! apapun caranya akan ibu lakukan untuk menghukum laki laki brengsek seperti rio itu!" ucap ibunya erica.


"Besok kita akan berbicara lagi dengan pengacara kita bu! dan membahas kasus ini!" ucap ayahnya erica.


"Iya ayah!" ucap erica.


"Ibu dan ayah akan memastikan rio akan mendapatkan hukumannya!" ucap ibunya erica.


"Iya ibu semoga saja semuanya berjalan sesuai dengan harapan kita! karena lawan kita lumayan berat bu!" ucap erica.


"Mereka juga tidak tahu siapa keluarga kita erica! pantang menyerah bagi ibu untuk mengalah apalagi jika kita memang benar! mereka mencari musuh yang salah!" ucap ibunya erica kesal.


"Baiklah bu kita lanjutkan besok berbicaranya, kasian erica dia mungkin lelah dan ingin istirahat!" ucap ayahnya erica.


"Oo iya ibu ayah besok acara pemakaman tasya! erica ingin pergi untuk menyaksikan pemakaman tasya!"


"Besok ibu dan ayah juga ikut denganmu erica!apalagi besok ibu dan ayah tidak ada kegiatan, setelah selesai pergi ke pemakaman kita akan menemui pengacara yang menangani kasus kita!" ucap ibunya erica.


"Baiklah ibu ayah! erica ingin istirahat dulu, erica sudah sangat mengantuk bu!"


"Iya sayang, selamat malam!" ucap ibunya erica.


"Selamat malam ayah!" ucap erica sambil berjalan menuju ke kamarnya.


"Selamat malam putri kecil ayah!!" teriak ayahnya erica.


"Malam ayah!!" teriak erica.


Erica masuk ke kamarnya lalu membersihkan badannya dan mengganti semua pakaian. Erica merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Erica benar benar sangat merasa kelelahan dan tertidur dengan nyenyak.