ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 59



Nadira merasa terkejut mendengar erica menyebutkan nama nama dari mantannya rio. Saat erica bertanya pada nadira, dia menatap erica dengan penasaran darimana erica bisa mengetahui semua nama nama itu.


"Nadira! apa kau mengenal reyna, risa, dan melinda?" tanya erica sambil menatap nadira yang sedang duduk disampingnya.


"Bagaimana kau tahu nama nama mereka erica? apa ada orang yang memberitahumu tentang mereka?" tanya nadira penasaran.


"Ehm, soal itu sebenarnya aku mengetahui dari seorang teman yang membantu mencari tahu! tapi dia tidak mengetahui dimana keberadaan mereka maupun kontaknya!" jawab erica.


"Kalau boleh aku tahu siapa nama teman yang telah memberitahumu?".


"Heem, walaupun aku memberitahumu kau tak mengenalnya juga nadira!".


"Ooo begitu! berarti dia tidak pernah bertemu denganku?".


"Iya nadira!" jawab erica.


"Kenapa kau ingin tahu tentang mereka erica? apa ini berkaitan dengan persidangan nanti?".


"Iya nadira! ini berkaitan dengan itu! aku juga mengkhawatirkan mereka nadira!" ucap erica.


"Mengapa kau mengkhawatirkan mereka erica?".


"Aku takut jika mereka akan dicelakai oleh bu sandra! kita harus mengantisipasi supaya mereka tidak disakiti oleh bu sandra!" jawab erica.


"Iya erica memang bu sandra sangat menakutkan!".


"Apa kau mengenal korban yang dibunuh rio yang bernama tasya?" tanya erica.


"Iya erica! aku mengenal tasya tetapi tidak begitu mengetahui tentang dia! karena setelah putus dari rio aku langsung pindah dari sana!" jawab nadira.


"Tasya juga sama sepertimu nadira dia ditiduri rio sampai hamil lalu dia disuruh rio menggugurkan kandungannya di tempat bu serly! tapi sayangnya di perjalanan pulang dari rumah bu serly dia mengalami pendarahan hebat! karena melihat tasya yang sudah kritis membuat rio menjadi membunuhnya di villa dan menguburnya disana!" ucap erica.


"Aku pun tak menduga jika rio tega sampai membunuh tasya dengan kejam!" ucap nadira sedih.


"Pada saat tasya dikubur oleh rio dia masih dalam keadaan hidup! rio memang memukulnya dengan keras tetapi tasya masih bernafas saat dia menguburnya!" ucap erica.


"Rio memang sama seperti ibunya! mereka semua sering menindas orang yang lebih lemah dari mereka!" ucap nadira kesal.


"Jika kita tidak bersatu untuk melawan! pasti mereka tetap akan melakukan kejahatan yang lain nadira! kami berusaha untuk menegakkan keadilan untuk tasya dan juga wanita wanita lain yang pernah menjadi korbannya rio! termasuk dirimu kita harus membuat dia mempertanggung jawabkan semua perbuatannya dengan memasukkannya ke dalam penjara!" ucap erica sambil menatap nadira.


"Betul kata erica kak! kita harus membuat rio dan keluarga menyadari semua kejahatan mereka! dan membuat rio mendekam di dalam penjara dalam waktu yang lama!" ucap nadine sambil berjalan mendekati nadira.


"Aku akan memberikan semua keputusan padamu nadira! aku tak memaksamu untuk membantuku! setidaknya jika kau mengetahui sesuatu tentang reyna, risa, dan melinda katakan semuanya padaku! aku tak ingin kalian semua dicelakai oleh bu sandra dan keluarganya!" ucap erica.


"Iya erica berikan aku waktu untuk memikirkan semuanya!" ucap nadira.


"Baiklah aku akan membiarkan dirimu memikirkannya! aku pergi dulu!" ucap erica sambil berdiri.


Erica berjalan keluar dari kamarnya nadira dan nadine. Erica melihat maya dan tasya yang sedang menunggu di luar kamar nadira dan nadine.


"Erica dia masih belum mengatakan apapun tentang wanita wanita itu?" tanya maya.


"Belum maya! sepertinya dia masih ragu untuk membantu kita!" ucap erica.


"Tenang saja erica pasti dia akan membantu kita! mungkin dia hanya membutuhkan lebih banyak waktu untuk berpikir!" ucap tasya.


"Mungkin begitu tasya! bisa jadi dia ragu karena masih merasa takut dengan kejadian yang pernah menimpanya! dia juga pernah di ancam oleh bu sandra! wajar saja jika dia merasa takut sampai sekarang!" ucap erica sambil berjalan menuju kamarnya.


"Kau mau kemana erica?" tanya maya sambil mengikuti erica.


"Aku mau tidur! aku juga beberapa hari kegiatan banyak sekali membuatku merasa sangat lelah! hari ini waktunya istirahat dirumah!" ucap erica sambil masuk ke dalam kamarnya.


Erica merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Heem, rasanya sangat nyaman! sekarang waktunya istirahat dulu!" ucap erica sambil memejamkan matanya.


"Entahlah maya! apa kita hantu juga butuh istirahat tidur ya?" ucap tasya bingung.


"Untuk hari ini lebih baik kita juga istirahat saja dulu!" ucap maya sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur erica.


"Maya aku juga ingin tidur di samping erica!" ucap tasya sambil ikut berbaring di samping erica.


"Kenapa kalian berdua juga ikut tidur sih!" ucap erica sambil melihat maya dan tasya yang berada di sampingnya.


"Bukankah katamu tadi kita harus istirahat saja hari ini!" ucap maya.


"Memang hantu juga butuh istirahatkah?" tanya erica.


"Tentu saja kita juga harus istirahat biar pikiran kita tidak pusing, heee!" ucap maya sambil tersenyum.


"Kapan lagi kita bisa tidur bersama!" ucap tasya tersenyum.


"Kalian berdua seperti akan pergi jauh saja dariku!" ucap erica sedih.


"Memang kita pasti akan pergi erica! setelah semua urusan kita selesai!" ucap tasya.


"Selama itu belum terjadi kita harus terus bersama dan saling melengkapi satu sama lain!" ucap maya.


"Betul itu!" ucap tasya.


"Entah bagaimana jika kalian semua sudah pergi pasti aku akan sangat merasa kesepian!" ucap erica sedih.


"Walaupun kami pergi! tapi masih ada teman temanmu yang lain bersamamu nanti!" ucap tasya.


"Tentu erica! apalagi sekarang ada evan yang selalu ada bersamamu!" ucap maya menggoda erica.


"Ah maya mulai kau menggodaku lagi!" ucap erica tersenyum.


"Sudahlah jangan bersedih lagi! manfaatkan waktu yang ada untuk kita bersenang senang bersama!" ucap maya.


"Betul itu!" ucap tasya.


"Kalian berdua memang teman terbaikku!" ucap erica sambil menatap maya dan tasya.


Sementara itu nadira di dalam kamarnya sedang memikirkan semua ucapan erica padanya. Nadine berusaha meyakinkan nadira untuk membantu erica dan ibunya dalam persidangan nanti.


"Kak kenapa kau masih ragu membantu mereka?" tanya nadine.


"Entahlah nadine! aku masih merasa trauma jika menghadapi rio dan keluarganya!" ucap nadira.


"Jika kau tidak membantu erica! bagaimana mereka bisa memenangkan kasus itu!" ucap nadine sambil menatap kakaknya.


"Bukankah ibunya erica sangat kaya! dia pasti bisa menggunakan uangnya untuk menang!" ucap nadira.


"Kakak tidak boleh merasa takut lagi untuk menghadapi mereka! kapan lagi kita mendapatkan kesempatan untuk membalaskan dendam kakak pada rio dan keluarganya! setahu kakak juga mengenal wanita wanita yang di sebutkan oleh erica tadi!" ucap nadine.


"Tapi apa mereka juga mau membantu erica?" tanya nadira ragu.


"Coba saja dulu kakak berbicara pada mereka melalui telpon!" ucap nadine.


"Baiklah kakak akan mencoba menghubungi mereka dan berbicara! tapi kakak tidak bisa memaksa mereka untuk memihak erica!" ucap nadira.


"Iya kak! kita coba saja dulu berbicara pada mereka semua!" ucap nadine.


"Baik nadine!".


Nadine berhasil membujuk nadira untuk menghubungi reyna, risa, dan melinda. Nadine merasa jika nadira harus membantu erica, karena dengan membantu erica dia bisa membalaskan dendam kakaknya pada rio. Nadine merasa sangat marah kepada rio dan keluarganya yang telah merusak masa depan dari kakaknya nadira.