ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 98



Cindy merasa senang setelah mengatakan niatnya pada Rey untuk bekerjasama dengannya untuk mendapatkan cinta mereka. Rey merasa bimbang dan tak ingin mengkhianati persahabatannya. Sementara itu Erica dan Evan langsung menuju mobil untuk pergi menuju kerumahnya Rian.


"Apa orang yang mengikuti kita dia ada disekitar ini?" tanya Evan sambil melihat sekelilingnya.


"Dia pasti ada disekitar ini," jawab Erica.


"Kau pergi saja dengan mobil bersama Evan, aku akan melihatnya dari belakang mobil dan melihat jika ada mobil yang mencurigakan mengikuti kalian aku akan menghalanginya," ucap Maya.


"Evan kita pergi saja sekarang, sisanya Maya yang akan mengurusnya," ucap Erica.


"Apa kau tahu dimana orang yang mengikuti kita?" tanya Evan.


"Aku belum tahu dia berada dimana disekitar kita, kita serahkan saja kepada Maya dia akan mengurusnya, orang itu pasti akan mengikuti kita hari ini," jawab Erica.


"Baiklah kalau begitu kita akan pergi sekarang kerumahnya Rian," ucap Evan.


Lalu mereka masuk ke dalam mobil dan pergi dari sekolah menuju rumahnya Rian. Saat itu Zio yang telah menunggu mereka di luar sekolah mengikuti mereka dari belakang. Maya yang saat itu juga berada di dalam mobilnya Evan dan memperhatikan mobil yang mengikuti mereka, karena merasa curiga kemudian Maya berpindah tempat menghilang dan muncul di dalam mobil dan di samping Zio.


"Ehm, ternyata dia seorang laki laki muda yang cukup tampan, apa dia memang benar benar orang yang di suruh mengikuti Erica dan Evan," ucap Maya sambil menatap Zio.


"Sebenarnya mau kemana mereka? apa mereka akan menemui seseorang hari ini?" ucap Zio.


"Ternyata memang dia yang disuruh untuk mengikuti Erica dan Evan, apa dia orang suruhan dari bos besar itu, sangat di sayangkan jika orang setampan ini adalah seorang penjahat," ucap Maya yang masih menatap Zio.


Saat itu juga orang suruhan Rian mengikuti Zio dengan mobil mereka.


"Sepertinya orang itu mengikuti Erica dan Evan."


"Aku pikir juga begitu, kita ikuti saja kemana dia hari ini dan laporkan pada Pak Rian."


Maya yang masih berada di dalam mobilnya Zio dia berencana untuk menghalangi Zio untuk tidak mengikuti Erica dan Evan.


"Maaf tampan hari ini kau tidak akan bisa mengikuti Erica dan Evan karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi," ucap Maya.


Kemudian Maya menarik setir mobilnya Zio ke arah kiri dan membuat Zio menjadi bingung.


"Kenapa setir mobilku tak mau bergerak? kenapa setir ini bergerak ke arah kiri," ucap Zio panik.


Karena mobil itu mengarah ke trotoar jalan karena panik Zio lalu mengerem mobilnya secara mendadak dan menabrak trotoar itu dan membuat kepala terbentur ke setir mobil.


"Ada apa dengan mobil orang itu? dia tiba tiba oleng dan menabrak trotoar jalan," ucap Orang suruhan Rian.


"Apa rem mobilnya tidak berfungsi?"


"Apa itu mungkin? sebaiknya kita menunggu saja disini dan melihat apa yang dia lakukan selanjutnya," ucap Orang suruhan Rian.


"Baiklah itu pilihan yang tepat, kita lebih baik melihatnya dari kejauhan saja agar tidak ketahuan jika kita mengikutinya."


Maya tersenyum saat membuat Zio menjadi menabrak trotoar jalan agar dia tidak bisa mengikuti Erica dan Evan.


"Maafkan aku jika aku berbuat ini padamu, aku rasa kau orang yang baik hanya berada di pihak yang salah," ucap Maya sambil menatap Zio.


Lalu Zio keluar dari mobil dan melihat bagian depan mobilnya yang penyok karena menabrak trotoar jalan. Maya juga ikut turun dari mobil dan menatap depan mobil itu juga.


"Uh, lumayan penyok mobilnya cukup parah, sepertinya mobil ini harus di bawa ke bengkel untuk di perbaiki, tapi sepertinya di lihat dari penampilan, dia orang yang mampu untuk memperbaikinya, jadi ini tidak akan mungkin menjadi masalah," ucap Maya.


Saat Zio mengusap usap matanya dia melihat Maya yang sedang berdiri di hadapannya saat itu. Setelah dia mengusap lagi matanya dia tidak melihat Maya lagi di hadapannya.


"Aku tadi seperti melihat seorang wanita di hadapanku? apa itu hanya khayalanku saja, tapi itu tadi nampak seperti nyata," ucap Zio bingung.


"Apa dia bisa melihatku tadi?" ucap Maya penasaran.


Lalu Maya mendekati Zio dan berdiri tepat di depan wajahnya untuk memastikan dia bisa melihatnya atau tidak.


"Dia tidak bisa melihatku, tapi kenapa dia tadi bilang jika melihat seorang wanita? bukankah disini hanya ada diriku," ucap Maya heran.


"Ah sudahlah mungkin itu hanya khayalanku saja, karena kepalaku yang terbentur tadi, sepertinya aku kehilangan Erica dan Evan hari ini, aku tak bisa mengikuti mereka dengan kondisi mobil seperti ini, lebih baik aku memperbaikinya terlebih dahulu," ucap Zio.


"Langkah yang tepat, kau memang harus memperbaiki mobilmu terlebih dahulu, dan sampai jumpa lagi tampan, saatnya aku pergi dulu untuk menemui Erica dan Evan," ucap Maya.


Kemudian Maya menghilang pergi dari sana dan muncul di depan rumahnya Rian untuk menunggu Erica dan Evan yang masih dalam perjalanan kesana.


"Ternyata Erica dan Evan belum sampai kemari," ucap Maya sambil melihat sekelilingnya.


Maya menatap rumahnya Rian dari luar dan sepintas dia mengingat jika dia sering kesana untuk bertemu dengan Rian saat dia masih hidup dulu.


"Jika aku memandangi rumah ini, aku seperti bisa sepintas mengingat saat diriku sering kemari untuk menemui Rian saat aku masih hidup dulu," ucap Maya sedih.


Tak lama kemudian Erica dan Evan sampai dirumahnya Rian, dan mereka langsung turun dari mobil lalu berjalan masuk ke halaman rumahnya Rian. Saat berjalan masuk menuju rumahnya Rian, Erica melihat Maya yang sudah ada disana dengan wajah yang sangat sedih. Karena penasaran dengan apa yang terjadi pada Maya lalu Erica berjalan mendekati Maya yang masih berdiri di depan rumahnya Rian saat itu.


"Maya!"


"Erica! ternyata kau sudah sampai," ucap Maya.


"Apa kau berhasil menghalangi orang itu mengikutiku dan Evan?" tanya Erica.


"Iya Erica, aku membuat mobilnya menabrak trotoar jalan dan tak bisa mengikuti kalian lagi karena mobilnya rusak," jawab Maya.


"Tapi apa orang itu baik baik saja dan tidak terluka?"tanya Erica khawatir.


"Dia baik baik saja, hanya terluka sedikit di kepalanya karena terbentur setir mobil tadi," jawab Maya.


"Yang penting orang itu tidak terluka parah, tapi kenapa aku lihat wajahmu sangat sedih Maya? apa telah terjadi sesuatu yang lain padamu?" tanya Erica penasaran.


"Saat aku menatap rumahnya Rian, sepintas ingatanku muncul saat aku sering kemari untuk mengunjunginya saat aku masih hidup dulu, entah kenapa itu membuatku menjadi sedih," jawab Maya.


"Setidaknya kau bisa mengingat sedikit demi sedikit tentang Rian dan juga dirimu dan itu dapat membantu kita mendapatkan petunjuk lainnya," ucap Erica pada Maya.


Maya tersenyum saat mendengar ucapan Erica padanya. Hati Maya sangat sedih saat bisa mengingat kenangan dirinya bersama Rian semasa dia hidup dulu, karena Maya dan Rian mereka berdua saling mencintai satu sama lainnya.