
Setelah keluar dari rumah duka, Ayah dan ibunya Erica langsung ingin mengantar Erica pulang kerumah. Karena Erica yang berencana untuk pergi bersama Maya, Tasya, dan Evan. Lalu Erica meminta izin pada ayah dan ibunya untuk pergi.
"Ayah, ibu"
"Iya Erica, ada apa? ayo masuk ke dalam mobil kami akan mengantarmu pulang kerumah," ucap Ibunya Erica.
"Aku ingin pergi keluar sebentar! apa boleh?" tanya Erica.
"Kau ingin pergi kemana sayang?" tanya Ibunya Erica.
"Aku ingin menemui seorang teman sebentar," jawab Erica.
"Apakah tempatnya dekat? biar ayah akan mengantarmu," ucap Ayahnya Erica.
"Tidak perlu yah! biar aku pergi sendiri saja," ucap Erica.
"Baiklah kalau begitu! tapi jangan terlalu lama di luar, bila sudah selesai menemui temanmu cepatlah pulang kerumah dan beristirahat," ucap Ibunya Erica.
"Baik bu"
"Sampai bertemu dirumah Erica," ucap Ibunya Erica sambil masuk ke dalam mobil.
"Hati hati di jalan sayang," ucap Ayahnya Erica.
Lalu orang tuanya Erica pergi dari sana.
"Erica, apa kau melihat hantunya Bu Sandra?" tanya Maya.
"Iya aku melihatnya, dia sedang berada disini! dia juga menatapku dengan penuh rasa dendam," ucap Erica.
"Dia pun setelah menjadi hantu tetap jahat dan mengerikan," ucap Tasya.
"Erica kau harus berhati hati padanya," ucap Evan.
"Baiklah, ayo kita pergi dari sini," ucap Erica sambil menghentikan taksi yang lewat.
Lalu Erica masuk ke dalam taksi untuk pergi menuju rumah dukun yang bernama Adrian bersama Maya, Tasya, dan Evan. Tak lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan, Erica merasa sangat terkejut melihat rumah dukun itu yang menurutnya cukup menakutkan.
"Apa ini benar rumahnya?" ucap Erica yang masih berada di dalam taksi.
"Apa nona akan berhenti disini?" tanya Supir taksi itu.
"Aku mencium bau dukun itu disini! pasti benar ini rumahnya," ucap Maya.
"Ah baiklah! berhenti dirumah ini pak," ucap Erica.
"Baik nona" ucap Supir itu menghentikan taksinya.
"Ini uangnya pak" ucap Erica memberikan uang pada supir taksi itu.
"Baik terimakasih nona! apa anda benar benar ingin berkunjung di rumah ini?" tanya Supir taksi itu.
"Benar pak! aku akan menemui seorang teman disini," ucap Erica sambil keluar dari taksi.
"Siapa yang akan ditemui nona cantik ini dirumah yang sangat menakutkan itu," ucap Supir taksi itu sambil pergi dari sana.
Erica melihat sekeliling rumah itu tampak lebih menakutkan saat berjalan masuk kesana.
"Apa benar ini rumahnya?" tanya Evan.
"Betul ini rumahnya penciumanku tidak mungkin salah," jawab Maya.
"Sepertinya banyak hantu disini," ucap Evan.
"Kenapa juga kau harus takut pada hantu! bukankah kau sekarang juga hantu walaupun tidak selamanya," ucap Maya.
"Benar juga sih," ucap Evan.
Erica melihat ada banyak hantu yang berkeliaran di sekeliling rumah itu. Tapi Erica tak merasa jika hantu hantu itu jahat dan mengganggu manusia.
"Maya disini juga banyak hantu seperti kalian! tapi aku merasa jika mereka tidak jahat," ucap Erica.
"Aku pun merasa begitu! jika mereka bukan hantu hantu yang jahat," ucap Maya berjalan mengikuti Erica.
"Tok tok tok" Suara Erica mengetuk pintu.
"Permisi apa ada orang dirumah!" teriak Erica dari luar rumah.
"Rumahnya tampak sepi, apa ada orang yang tinggal disini," ucap Tasya.
"Kreeek" Suara membuka pintu.
Erica melihat sosok perempuan wanita dewasa yang berpakaian serba hitam yang membuka pintu rumah.
"Kalian ingin bertemu siapa?" tanya Wanita itu.
"Aku datang sendiri!" jawab Erica.
"Kau datang bersama dua orang teman perempuan dan satu laki laki," ucap Wanita itu.
"Tentu aku bisa melihatnya! walaupun mereka semua adalah hantu," ucap Wanita itu.
"Ah begitu," berarti kau juga bisa melihat hantu sama sepertiku.
"Kalian ingin bertemu siapa?"
"Apa benar ini rumahnya Adrian?"
"Betul ini rumahnya! apa kalian ingin bertemu dengannya?"
"Apa dia ada dirumah? kami ingin bertemu dengannya," ucap Erica.
"Baiklah, silahkan masuk," ucap Wanita itu.
"Baik terimakasih" ucap Erica sambil masuk ke dalam rumah.
Maya, Tasya, dan Evan juga ikut masuk ke dalam rumah mengikuti Erica.
"Silahkan duduk, tunggulah disini nanti Adrian akan datang kemari menemui kalian," ucap Wanita itu.
"Baik terimakasih," ucap Erica sambil duduk.
"Erica rumahnya benar benar sangat menakutkan! aku yang hantu saja sangat takut apalagi seorang manusia," ucap Tasya.
"Erica seorang manusia dan kelihatannya dia tidak takut," ucap Maya sambil melihat sekeliling rumah.
"Aku penasaran apa benar ucapan Maya dan Tasya jika dukun ini sangat tampan," ucap Evan di dalam hati.
"Walaupun rumahnya tampak menakutkan tapi aku merasa tidak takut sedikitpun," ucap Erica.
Muncul seorang laki laki berpakaian serba hitam yang berjalan mendekati Erica.
"Apa kalian datang mencariku?"
Erica pun berdiri dari tempat duduknya dan menatap Adrian yang berjalan mendekatinya.
"Apa kau dukun yang bernama Adrian?" tanya Erica.
"Benar namaku Adrian! ternyata kau datang bersama kedua hantu wanita waktu itu, dan yang satunya aku baru melihatnya," ucap Adrian.
"Ternyata dia memang tampan! Maya dan Tasya tidak berkata bohong! jangan sampai Erica terpikat olehnya," ucap Evan di dalam hati.
"Tapi sepertinya temanmu yang laki laki ini belum mati," ucap Adrian.
"Betul dia masih hidup hanya saja tanpa sengaja arwahnya keluar dari tubuhnya," ucap Erica.
"Berarti sekarang kau sedang koma di rumah sakit," ucap Adrian.
"Iya betul, kami datang kemari ingin meminta bantuanmu," ucap Erica.
"Bantuan apa yang kalian inginkan dariku?"
"Kau pasti mengenal Bu Sandra yang waktu itu menyuruhmu untuk mengusirku dan Tasya di rumah sakit," ucap Maya.
"Tentu aku mengenalnya."
"Dia yang telah membuat Evan menjadi koma dirumah sakit, dan lalu Evan menjadi hantu karena arwahnya keluar dari tubuhnya! dan tadi malam Bu Sandra telah tiada dan menjadi hantu yang jahat," ucap Erica.
"Heem, ternyata dia telah tiada! jika dia menjadi hantu penasaran itu pasti sangat mengerikan! apalagi jika dia mati dengan mengenaskan dan penuh dendam, dia akan menjadi hantu yang sangat jahat," ucap Adrian.
"Benar dia telah menjadi hantu yang jahat dan mengincar Erica dan keluarganya," ucap Maya.
"Aku tahu dia sangat jahat waktu masih hidup! apalagi setelah dia menjadi hantu," ucap Adrian.
"Apa kau bisa membantu kami untuk melenyapkan hantu jahat Bu Sandra?" tanya Erica.
"Melenyapkan hantu jahat itu tidak akan mudah!"
"Tapi apa kau bisa melakukannya! dan juga menolong Evan?" tanya Erica.
"Jika kita bisa melenyapkan hantu jahatnya Bu Sandra, semuanya akan selesai satu persatu," jawab Adrian.
"Apa maksudmu?" tanya Maya.
"Dengan melenyapkan hantu jahat Bu Sandra, Evan dapat kembali ke tubuhnya, dan Tasya bisa pergi dengan tenang karena urusannya telah selesai," ucap Adrian.
"Apa kau siap akan kehilangan Tasya yang menghilang pergi setelah melenyapkan hantu itu?" tanya Adrian.
"Aku memang menginginkan Tasya bisa pergi dengan tenang dan Evan dapat kembali ke tubuhnya! ada rasa senang dan sedih, tapi kita harus melakukannya demi kebaikan semuanya," ucap Erica.
"Aku juga tak ingin menyusahkan orang lain dan ingin segera cepat pergi dengan tenang dari dunia ini ke tempat yang seharusnya diriku berada," ucap Tasya sedih.
"Baiklah kalau begitu keputusan kalian! aku akan membantu kalian untuk melenyapkan hantu jahat itu! sebelum ada korban," ucap Adrian.
Akhirnya Adrian setuju membantu Erica untuk melenyapkan hantu jahat Bu Sandra. Ada rasa senang dan sedih dengan membuat keputusan itu. Erica merasa senang karena dapat melenyapkan hantu jahat dan membuat Evan dapat kembali ke tubuhnya, dan juga merasa sedih karena Tasya akan pergi menghilang ke tempat yang seharusnya dia berada. Demi menyelamatkan orang banyak Erica harus tegar dan bisa melakukan semua itu.