ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 26



Erica dan evan yang sedang makan bersama di restoran ayam goreng. Mereka menikmati suasana berdua, karena momen mereka sangat jarang bisa bersama semenjak mereka menjadi sepasang kekasih.


"Erica!!"


"Iya evan!"


"Kita sangat jarang bersama seperti ini! selalu saja ada sesuatu masalah yang menghampiri kita!" ucap evan.


"Itu namanya juga kehidupan, jika tidak ada masalah yang menghampiri tidak akan ada sensasi dari sebuah hubungan!" ucap erica.


"Apa cindy masih sering mengganggumu erica?" tanya evan.


"Tidak sekarang dia lebih banyak diam di kelas! dia juga jarang berbicara!" jawab erica.


"Ini semua karena dia ada hubungannya dengan perbuatan dia dan rio yang ingin mencelakakan dirimu waktu itu! pasti sekarang dia merasa gelisah dan ketakutan jika namanya sampai terseret ke kasusnya rio!" ucap evan.


"Sepertinya tidak perlu kita sampai melibatkan dia evan!" ucap erica.


"Kenapa erica kau tidak ingin melibatkan dia? bukankah dia juga memang bersalah padamu! sudah berapa kali dia ingin mencelakaimu dan kau selalu memaafkan dia!" ucap evan.


"Aku hanya kasian padanya evan! dia seperti itu padaku karena cemburu! dia sangat mencintaimu wajar saja jika dia membenciku!" ucap erica.


"Kau terlalu baik padanya erica! padahal dia sangat jahat padamu!" ucap evan.


"Tak apa evan aku ikhlas memaafkan dia!" ucap erica sambil tersenyum.


Pelayan restoran datang ke meja erica dan evan untuk mengantarkan semua pesanan.


"Silahkan ini semua pesanannya! selamat menikmati!" ucap pelayan restoran.


"Terimakasih!" ucap erica.


"Ayo erica dimakan! katanya tadi dirimu sedang lapar!" ucap evan.


"Iya evan! kau juga harus makan pasti kau juga lapar kan!" Erica mengambilkan evan ayam goreng dan menyuapi evan.


"Terimakasih erica!" ucap evan.


"Ini kau juga harus makan!" Evan juga menyuapi erica ayam goreng.


"Ehm ayamnya sangat enak!" ucap erica sambil tersenyum.


"Apalagi jika makan bersamaku pasti akan sangat enak!" ucap evan sambil menatap erica.


"Aku seperti bermimpi bisa menjadi kekasihmu evan!"


"Mengapa kau berkata begitu erica?" tanya evan.


"Kau laki laki paling populer dan tampan di sekolah banyak gadis yang sangat menginginkanmu sebagai kekasihnya! tapi kau malah memilih aku yang tidak begitu cantik dan populer!" ucap erica.


"Bagiku kau gadis yang paling cantik yang pernah aku temui erica! tak hanya cantik wajahmu hatimu pun juga sangat cantik dan baik!" ucap evan.


"Kau terlalu berlebihan memujiku evan! aku juga hanya gadis biasa saja! aku sangat merasa beruntung bisa menjadi kekasihmu!" ucap erica senang.


"Memang begitu kenyataannya erica! aku tidak berbohong! sejujurnya sejak lama aku tertarik padamu!" ucap evan.


"Sejak lama? maksudmu apa evan?" tanya erica penasaran.


"Sejak pertama kita masuk sekolah di hari pertama kita masuk bersama apa kau ingat?" tanya evan.


"Saat itu aku tidak sengaja menabrakmu karena terburu buru takut terlambat masuk ke kelas!" ucap erica.


"Iya saat itu aku menatap matamu yang sangat indah! tapi aku belum tahu jika saat itu mencintaimu atau tidak!"


"Kenapa evan? apa waktu itu kau masih ragu kepadaku?" tanya erica.


"Iya aku masih ragu dan malu untuk menyatakan semua cintaku padamu erica!"


"Apa yang paling kau sukai dariku evan?" tanya erica.


"Matamu yang indah erica! Saat menatap matamu jantungku langsung berdebar dengan kencang!" ucap evan malu.


"Kau membuatku menjadi malu evan!" ucap erica dengan pipinya berubah merah.


"Apalagi saat kau tersipu malu! aku sangat senang melihatnya! Sekarang aku yang balik bertanya padamu erica!" ucap evan.


"Apa yang paling kau sukai dariku?" tanya evan sambil menatap erica.


Erica memandang wajahnya evan dengan penuh cinta.


"Aku menyukai semua yang ada pada dirimu evan!" ucap erica.


"Apa saja itu? apa saja yang kau sukai dariku?" tanya evan.


"Mata, hidung, bibir, rambutmu, semuanya! bagiku semua yang ada padamu begitu indah dimataku evan!" ucap erica.


"Kau yang malah membuatku menjadi malu dengan semua ucapanmu erica!"


"Berarti kita menyukai satu sama lain dengan apa adanya! tanpa menuntut apapun dari masing masing!" ucap evan.


"Sebagai seorang pasangan kita harus saling melengkapi satu sama lain! dan tidak perlu menuntut apapun, lebih indah jika kita mencintai pasangan dengan apa adanya!" ucap erica.


"Itulah alasan kenapa aku mencintaimu erica! aku suka dirimu yang apa adanya!" ucap evan sambil memegangi tangan erica.


Setelah selesai makan evan mengantarkan erica pulang kerumahnya.


"Erica kita sudah sampai dirumahmu!" ucap evan sambil menghentikan mobilnya di depan rumah erica.


"Terimakasih untuk hari ini evan!" ucap erica.


"Sama sama erica! sampai jumpa besok di sekolah!"


"Sampai jumpa evan! hati hati di jalan!" ucap erica sambil turun dari mobil.


Evan kemudian pergi pulang kerumahnya dengan mengendarai mobilnya. Erica lalu masuk ke dalam rumahnya.


"Erica!!" teriak ibunya memanggil.


"Iya bu!"


"Kau darimana saja dengan evan tadi?" tanya ibunya erica.


"Kami tidak kemana mana bu! tadi hanya mampir saja untuk makan ayam goreng di restoran!" ucap erica.


"Apa evan langsung pulang kerumahnya?"


"Tentu bu! masa evan mau menginap dirumah kita!" ucap erica tersenyum.


"Ehm ada ada saja kau ini!"


"Erica masuk ke kamar dulu bu! mau istirahat hari sudah malam!" ucap erica.


"Iya sayang istirahatlah! selamat tidur sayang ibu!"


"Selamat tidur juga bu!" ucap erica sambil berjalan menuju ke kamarnya.


"Krek" Suara erica membuka pintu kamarnya.


"Kau sudah dirumah maya!" ucap erica sambil menutup pintu kamar.


"Iya aku sudah lama pulang kok!" ucap maya.


"Dimana tasya?" tanya erica.


"Dia kerumahnya untuk melihat ibunya!" jawab maya.


"Kalian menghilang pergi kemana tadi?" tanya erica.


"Biasalah kita mengunjungi rio dan orang tuanya!" jawab maya.


"Bagaimana keadaan mereka disana maya?"


"Mereka sepertinya agak terkejut dengan penangkapan bu serly!"


"Jadi mereka sudah mengetahui jika bu serly di tangkap terus apa yang mereka katakan mengenai itu?"


"Sepertinya mereka akan membungkam bu serly agar dia tidak mengatakan apapun di persidangan nanti!"


"Pasti mereka akan melakukan sesuatu agar bu serly tidak mengatakan apapun di pengadilan!" ucap erica khawatir.


"Mereka orang licik tentu saja akan melakukan apapun untuk menjalankan rencana mereka!"


"Kita harus tetap waspada maya jangan sampai kecolongan dengan tindakan mereka!" ucap erica.


"Tentu aku akan selalu waspada erica!"


"Terus apalagi yang kau lakukan disana?"


"Tidak ada aku hanya mengganggu sedikit ibunya rio dan dia sudah ketakutan!" ucap maya.


"Kau apakan dia maya?"


"Aku hanya menarik rambutnya dan menyentuh bahunya saja! mereka juga berniat untuk memanggil orang pintar atau dukun untuk mengusir aku dan tasya!" ucap maya.


"Apa mereka akan memanggil dukun!" teriak erica terkejut.


"Iya! tapi aku dan tasya tidak takut! aku juga penasaran dukun apa yang akan mereka bawa untuk mengusir kami!" ucap maya tersenyum.


"Kau harus tetap berhati hati terhadap mereka maya!" ucap erica khawatir.


"Iya erica!" ucap maya.


Maya menceritakan semua yang terjadi di rumah sakit pada erica. Erica juga menyarankan maya dan tasya tetap harus berhati hati dalam menghadapi orang tua rio yang sangat licik.