
Setelah bercerita semuanya pada Evan membuat Erica menjadi lega dan senang, Maya yang juga beraa disana sangat memuji Evan yang begitu mencintai Erica dan menerima kekurangan dan kelebihan Erica.
"Ternyata dia memang benar benar laki laki yang baik, kau sangat beruntung Erica! aku juga sangat ingin jika mempunyai kekasih yang sangat setia dan mencintaiku," ucap Maya di dalam hati.
Setelah meninggalkan Erica dan Evan berdua di dalam ruangan, Ibunya Erica masuk ke dalam ruangan untuk memanggil Erica dan mengajaknya pulang.
"Kreek" suara membuka pintu.
"Erica sayang, apa kau sudah selesai berbicara dengan Evan?" ucap Ibunya Erica.
"Iya bu," Jawab Erica.
"Hari sudah sore kita harus pulang sekarang, karena ayahmu ada urusan yang mendadak."
"Baik bu! Evan aku pulang dulu sampai jumpa lagi nanti," ucap Erica.
"Iya Erica," jawab Evan.
"Evan, tante dan om pulang dulu! semoga kau cepat sembuh," ucap Ibunya Erica.
"Terimakasih karena telah datang kemari Tante Rosa," ucap Evan.
"Sama sama sayang, bukankah kau juga calon mantu tante."
"Ah ibu kenapa berbicara seperti itu," ucap Erica malu.
"Ibu berbicara yang benar kan," ucap Ibunya Erica tersenyum.
"Ayo kita pulang sekarang bu," ucap Erica menarik tangan ibunya agar keluar dari ruangannya Evan.
"Sampai jumpa Evan," ucap Ibunya Erica sambil melambaikan tangannya.
Evan tersenyum senang mendengar ucapan Ibunya Erica, lalu Erica dan orang tuanya pergi dari rumah sakit dan pulang menuju ke rumahnya. Setelah Erica dan orang tuanya pulang, ayah dan ibunya Evan masuk ke dalam ruangan dan berbicara pada Evan mengenai Erica.
"Evan apa saja yang kau bicarakan dengan Erica tadi di dalam ruangan?" tanya Ibunya Evan penasaran.
"Aku tidak membicarakan apa apa kok, hanya hal hal yang biasa saja," jawab Evan.
"Kenapa juga ibu menanyakan itu pada Evan, itu adalah hal pribadi mereka berdua kita mana boleh ikut campur urusan mereka berdua," ucap Ayahnya Evan sambil menyedipkan matanya pada Evan.
"Ah ayah! aku juga tidak ingin tahu semuanya kok, hanya penasaran saja sedikit."
"Evan kau sangat beruntung bisa berpacaran dengan Erica dia sangat cantik dan juga sangat kaya raya," ucap Ayahnya Evan.
"Betul itu, kau harus bisa menikah dengannya nanti! hidupmu benar benar akan sangat beruntung dan kaya raya sampai 7 turunan Evan," ucap Ibunya Evan.
"Ayah dan ibu bicara apaan sih, kenapa pikiran sudah sangat jauh sekali! Evan masih sangat muda begitupun juga Erica," jawab Evan.
"Tidak apa jika kalian hanya bertunangan dulu Evan, sepertinya orang tuanya juga sangat menyukaimu! apalagi Erica adalah anak tunggal mereka, ibu sangat sangat menyetujui hubunganmu dengan Erica sayang," Ucap Ibunya Evan senang.
"Aku mencintai Erica bukan karena hartanya, tapi memang aku benar benar sangat menyukai dirinya yang sangat baik dan sederhana walaupun dia sangat kaya raya," ucap Evan.
"Pak Daniel dan Bu Rosa juga sanagt baik dan ramah pada orang lain, ayah tidak menyangka jika kau bisa berpacaran dengan anaknya Pak Daniel."
Saat Evan dan orang tuanya sedang bercerita tentang Erica dan keluarganya datang seseorang yang mengetuk pintu dari luar ruangan.
"Tok tok tok" suara mengetuk pintu.
"Siapa yang mengetuk pintu?" ucap Ibunya Evan sambil berjalan dan membuka pintu.
"Kreek" suara membuka pintu.
Sosok seorang gadis cantik yang membawa bunga dan buah berdiri di depan pintu.
"Siapa kau?" tanya Ibunya Evan.
"Apa Evan di rawat disini?"
"Iya betul Evan di rawat disini, kau siapanya Evan?"
"Apa anda ibunya Evan?"
"Perkenalkan saya cindy temannya Evan, kita bersekolah di sekolah yang sama."
"Ooo kau teman satu sekolahnya Evan, silahkan masuk Evan ada di dalam," ucap Ibunya Evan.
"Terimakasih," ucap Cindy sambil masuk ke dalam ruangan Evan.
"Evan ada temanmu yang datang untuk menjengukmu."
"Hai Evan apa kabar? bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Cindy.
"Aku baik baik saja, sekarang aku sudah mulai sehat," jawab Evan.
"Aku membawakan bunga dan juga buah untukmu, semoga kau bisa cepat sembuh dan dapat cepat kembali ke sekolah."
"Terimakasih Cindy kau telah datang kemari," ucap Evan.
"Aku mengetahui jika kau kecelakaan karena menolong Erica, kenapa kau melakukan itu? bisa saja kau akan mati sia sia karena menolong gadis cupu itu!"
"Aku tidak akan menyesal menyelamatkan dia walaupun jika itu harus mengorbankan nyawaku, karena aku sangat mencintainya."
"Apa hebatnya dia sampai kau mau berkorban banyak untuknya!" ucap Cindy kesal.
Ibunya Evan mendengar ucapan Cindy yang menjelek jelekkan Erica dan membuat Ibunya Evan menjadi marah.
"Kenapa kau menjelek jelekkan calon mantuku!" teriak Ibunya Evan.
"Calon mantu? maksud tante Erica?"
"Iya betu, dia calon mantuku! dia juga sudah resmi berpacaran dengan Evan dan kami juga sudah merestui mereka berdua," ucap Ibunya Evan.
"Tante tidak tahu siapa dia sebenarnya, Evan bisa saja akan selau celaka jika selalu bersamanya! dia orang yang sangat aneh di sekolah kami."
"Kata siapa dia aneh, Erica sangat baik dan juga sangat cantik! Evan juga sangat menyukainya, menurutku malah kau yang aneh, kenapa memaksa Evan untuk tidak menyukainya? apa kau mencintai Evan juga?"
"Iya tante, aku sangat mencintai Evan sejak lama, dan sebelum gadis cupu itu muncul aku dan Evan sudah sangat dekat."
"Kita memang dekat Cindy, tapi aku hanya menganggapmu sebagai sahabat tidak lebih dari itu," ucap Evan.
"Tapi Evan aku sangat mencintaimu melebihi dari apapun," ucap Cindy.
"Tapi aku tidak mencintaimu Cindy maafkan aku, aku tak bisa membalas cintamu," ucap Evan.
"Kau berubah Evan semenjak mengenal Erica, kau dulu tidak seperti ini padaku."
"Kau sendiri yang membuatku menjauh darimu Cindy, kau sering berbuat jahat pada Erica tapi dia tidak pernah membalasmu!" ucap Evan.
"Aku melakukan semua itu karena mencintaimu Evan,aku merasa sangat cemburu saat dia selalu bersamamu dan di dekatmu."
"Jika kau sudah selesai, silahkan kau pulang saja Cindy! aku ingin tidur istirahat," ucap Evan.
"Baiklah aku akan pergi sekarang! smoga kau cepat sembuh, tante,om saya permisi pulang," ucap Cindy.
Cindy keluar dari ruangan Evan.
"Aku takkan membiarkan kau bahagia dengan Erica," ucap Cindy sambil menangis.
"Dia benar benar sangat berani sekali Evan, ibu sangat tidak menyukainya untung saja kau tidak berpacaran dengannya," ucap Ibunya Evan.
"Dia hanya temanku bu! aku juga tidak pernah mencintainya," jawab Evan.
"Baguslah jangan sampai dia menyakiti Erica lagi, kalau dia masih melakukannya ibu akan memberikan dia pelajaran!"
"Sebelum ibu melakukannya aku pasti sudah membalas perbuatannya pada Erica," ucap Evan.
"Baguslah kalau begitu," ucap Ibunya Evan.
Cindy merasa sangat marah dan kesal melihat Evan yang selalu membela Erica dan mencintainya. Apalagi setelah mengetahui jika orang tua Evan telah merestui hubungan Erica dan Evan membuat rasa benci Cindy pada Erica bertambah. Cindy bertekad akan menghancurkan hubungan Evan Dan Erica dan membuat mereka selalu tidak merasa bahagia jika bersama.