ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 78



Setelah melempar Yoga ke dinding, Maya berjalan mendekatinya dan menatap wajahnya Yoga yang sangat terkejut melihat adiknya.


"Siapa kau sebenarnya? kau bukan adikku!" teriak Yoga.


"Ehm, kau baru menyadarinya, sudah kubilang aku adalah hantu yang merasuki tubuh adikmu ini," ucap Maya.


"Keluar dari tubuh adikku! jangan ganggu dia!" teriak Yoga.


"Hahahahaha, bagaimana rasanya jika seseorang yang kau cintai disakiti oleh orang lain!" ucap Maya sambil tertawa.


"Adikku tidak bersalah, dia tidak tahu apa apa," ucap Yoga.


"Bagaimana dengan Erica, aku sangat peduli dan sayang padanya, tapi kau berusaha untuk menyakitinya, aku hanya membalas apa yang telah kau perbuat padaku," ucap Maya sambil menatap Yoga.


"Itu karena kesalahan dia sendiri! kenapa dia ikut campur dengan urusanku," ucap Yoga.


"Kau tahu dia juga ikut campur karena ingin menolongku! ini juga semuanya bermula darimu dan harus juga selesai darimu, katakan padaku dimana kau menyimpan penawar itu," ucap Maya.


"Sampai kapanpun aku tak akan memberitahunya padamu!" teriak Yoga.


"Kau benar benar telah membuatku sangat marah," ucap Maya.


Maya kembali mencekik lehernya Yoga dan mengangkatnya, Yoga berusaha melepaskan diri dari Maya tapi dia tidak bisa karena Maya sangat kuat.


"Kau ingin mengatakan padaku atau ingin mati di tanganku saat ini, dan adikmu pasti akan menjadi tersangka utama dan dihukum masuk penjara paling tidak seumur hidupnya," ucap Maya.


"Lepaskan aku! lepaskan dulu diriku!" ucap Yoga dengan suara pelan karena lehernya masih di cekik oleh Maya.


Lalu Maya melepaskan tangannya dari leher Yoga, dan Yoga jatuh tersungkur di lantai dengan lemas karena di cekik oleh Maya saat itu.


"Huuk huk huk" suara Yoga sambil memegang lehernya.


"Bagaimana apa kau berubah pikiran? aku juga tahu jika kau punya seorang ibu, apa kau juga ingin aku menyakitinya?" tanya Maya.


"Jangan sakiti keluargaku!" teriak Yoga.


"Jika kau tak ingin aku menyakiti mereka! maka katakan padaku dimana kau menyimpan penawar racun itu! kesabaranku ada batasnya! akan kubuat kau menyesal seumur hidup karena membuat Erica celaka karena perbuatanmu!" teriak Maya marah.


"Baiklah akan kukatakan padamu, tapi kau lepaskan adikku dan ibuku, berjanjilah kau tidak akan menyakiti mereka," ucap Yoga.


"Tentu aku akan berjanji, jika kau memberiku penawar yang asli aku akan menepatinya tapi jika kau mencoba menjebakku, akan ku pastikan kau mendapatkan balasan yang lebih kejam dari perbuatanmu pada Erica," ucap Maya.


"Penawar itu ada di gedung tua itu, di dalam brankas tersembunyi di bawa meja tempat ruang kerjaku, kodenya 280416 kau buka disana aku menyimpan semua penawar racun itu," jawab Yoga.


"Baiklah aku akan mengambil penawar itu, setelah aku mendapatkannya adikmu baru aku lepaskan," ucap Maya.


"Bukankah kau berjanji melepaskannya sekarang," ucap Yoga.


"Aku memang berjanji melepaskannya tapi setelah aku mendapatkan penawar itu, kau tenang saja adikmu akan baik baik saja selama kau tidak berbohong padaku, ada satu pertanyaan lagi yang ingin kutanyakan padamu," ucap Maya.


"Kau ingin menanyakan apalagi padaku?" tanya Yoga.


"Apa kau terlibat pembunuhan seorang polisi wanita yang bernama Maya Satu tahun yang lalu?" tanya Maya.


"Aku tidak tahu apa apa yang terjadi padanya, setelah dia dibuat pingsan oleh seorang wanita yang bernama Dian saat di restoran, lalu dia di bawa oleh asisten bos besar dengan menggunakan mobil, setelah itu aku tak tahu lagi apa yang terjadi padanya," jawab Yoga.


"Siapa wanita yang bernama Dian itu? apa kau mengenalnya?" tanya Maya.


"Dia adalah saudara dari bos besar kami, tapi mereka sangat berbeda," jawab Yoga.


"Berbeda bagaimana maksudmu?" tanya Maya.


"Wanita yang bernama Dian adalah adik dari bos besar dia orang yang sangat baik, dan bos besar kami di sangat kejam dan tidak ada yang berani membantahnya, yang kuketahui dia sepertinya memiliki seperti kekuatan spiritual yang sangat kuat, itu saja yang kuketahui selebihnya aku tak tahu apa apa, aku hanya orang bawahan saja," ucap Yoga.


"Apa kau tahu nama dari Bos besar itu?" tanya Maya.


"Tak ada yang mengetahui nama aslinya, kami hanya memanggilnya dengan sebutan bos besar," jawab Yoga.


"Siapa sebenarnya hantu yang merasuki adikku? dia hantu yang sangat kuat," ucap Yoga di dalam hati.


"Aku akan pergi mengambil penawar itu sekarang," ucap Maya.


Lalu Maya berjalan keluar dari ruangan itu dan langsung menuju ke ruangan tempat Jenni dan yang lainnya berkumpul.


"Kreek" suara Maya membuka pintu.


"Siapa kau? kenapa masuk kemari?" tanya Riki.


"Bukankah kalian mencari penawar racun untuk Erica? aku tahu tempat dimana kalian bisa mendapatkannya," ucap Maya.


"Benarkah kau tahu itu dimana?" tanya Jenni.


"Tentu saja aku tahu, karena aku adiknya Yoga," jawab Maya.


"Kita ikuti dia saja Kak Jenni, mungkin dia memang mengetahui tempatnya," ucap Evan.


"Lagipula kita tidak ada pilihan lain selain mengikuti dia," ucap Jenni.


"Ayo kita pergi sekarang, jika kalian terlambat akan sangat berbahaya untuk Erica," ucap Maya.


"Kami akan ikut dengan kalian," ucap Heru.


"Iya betul kami akan ikut dengan kalian untuk mencari penawar racun itu," ucap Riki.


"Baiklah ayo kita pergi sekarang," ucap Jenni.


Lalu mereka pergi keluar dari kantor polisi dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Dimana tempatnya?" tanya Jenni.


"Di gedung tua tempat kalian menangkap Yoga," jawab Maya.


"Baiklah kita menuju ke sana," ucap Jenni.


Lalu mereka mengendarai mobil menuju ke gedung tua milik Yoga, Heru dan Riki juga mengikuti mereka dari belakang dengan mobilnya. Evan merasa sangat aneh melihat adiknya Yoga, karena dia merasa jika seperti mengenal dia tapi tak pernah bertemu.


"Kenapa aku seperti mengenal gadis ini? padahal aku belum pernah bertemu dengannya," ucap Evan di dalam hati.


"Kenapa kau menatapku? apa kau menyukaiku?" ucap Maya sambil tersenyum menatap Evan.


"Aku sudah punya pacar, jadi tidak mungkin menyukaimu," jawab Evan.


"Baguslah jika kau setia pada Erica," ucap Maya.


"Bagaimana kau bisa tahu jika yang keracunan adalah Erica pacarku?" tanya Evan penasaran.


"Kau tidak mengenal diriku?" ucap Maya sambil tersenyum menatap Evan.


"Apa kau adalah.."


"Tak perlu kau lanjutkan lagi ucapanmu, kau pasti mengerti dari ucapanku tadi, aku yang selalu berada di dekat Erica," ucap Maya.


"Ah jadi betul dugaanku ternyata itu memang kau," ucap Evan senang.


"Ada apa Evan? apa kau mengenal gadis ini?" tanya Jenni.


"Tidak! kami tidak saling mengenal," ucap Maya.


"Tentu saja aku tidak mengenalnya kak, aku hanya salah berbicara saja tadi," ucap Evan.


"Ooo begitu," ucap Jenni.


Evan sangat senang setelah mengetahui jika Maya membantu mereka mendapatkan penawar racun itu dengan merasuki adiknya Yoga dan mendapatkan informasi dari Yoga dengan memanfaatkan adiknya saat itu.