
Setelah selesai membantu Erica dan keluarganya Adrian berencana untuk segera pergi dari sana.
"Erica urusanku disini telah selesai, sekarang waktunya aku pergi dari sini," ucap Adrian.
"Terimakasih atas bantuannya Adrian, akhirnya Tasya bisa pergi dengan tenang," ucap Erica.
"Bagaimana dengan Evan? apa dia bisa kembali ke tubuhnya sekarang?" tanya Maya.
"Tentu bisa," ucap Adrian sambil berjalan mendekati Evan dan memegang tangannya.
"Kenapa kau memegang tanganku?" tanya Evan.
"Bukankah kau ingin kembali ke tubuhmu sekarang? urusanmu juga sudah selesai dengan Bu Sandra dan sekarang waktunya kau kembali ke tubuhmu," ucap Adrian.
Kemudian arwah Evan perlahan mulai menghilang.
"Apa yang terjadi padaku?"
"Kau akan segera menghilang kembali ke tubuhmu Evan," jawab Adrian sambil tersenyum.
Lalu Evan menghilang dari sana.
"Apa Evan benar benar kembali ke tubuhnya?" tanya Erica.
"Betul Erica, sudah waktunya dia kembali sekarang! jika dia tidak bisa kembali sekarang itu akan sangat berbahaya untuknya," jawab Adrian.
"Erica kenapa ibumu belum juga sadar?" teriak Ayahnya Erica khawatir.
"Aku sampai melupakan ibuku sendiri," ucap Erica sambil berlari mendekati ayah dan ibunya.
"Apa ibumu akan baik baik saja?"
"Biar Erica lihat dulu yah," ucap Erica sambil menyentuh kepala ibunya.
Tak lama kemudian Ibunya Erica sadar kembali, dan melihat sekelilingnya.
"Apa yang telah terjadi padaku?" tanya Ibunya Erica sambil berdiri dan melihat sekelilingnya.
"Ibu tadi kerasukan arwahnya Sandra!" ucap Ayahnya Erica.
"Apa aku kerasukan arwahnya Sandra? bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Ibunya Erica bingung.
"Saat Erica dan Adrian mencoba untuk melenyapkannya dia berpindah ke tubuh ibu," jawab Erica.
"Kenapa tanganku bisa terluka begini?"
"Itu perbuatannya Bu Sandra, dia mencoba untuk melukai ibu tadi," jawab Erica.
"Kenapa dia sangat ingin melukaiku?"
"Mungkin karena dia ingin membalas dendam pada kita bu," ucap Erica.
"Iya sayang, sekarang arwahnya Sandra telah lenyap! Adrian dan Erica berhasil melakukannya," ucap Ayahnya Erica.
"Syukurlah kalau begitu," ucap Ibunya Erica lega.
"Rio juga telah meninggal dunia bu," ucap Erica.
"Apa Rio juga meninggal dunia! bagaimana itu bisa terjadi?" ucap Ibunya Erica terkejut.
"Rio meninggal karena bunuh diri di dalam penjara! dia merasa frustasi setelah mengetahui kematian ibunya dan membuatnya memutuskan untuk melakukan itu," jawab Erica.
"Ibu memang membenci Rio dan ibunya tapi jika mengetahui mereka meninggal dengan cara yang seperti itu, membuat ibu juga merasa sangat sedih," ucap Ibunya Erica.
"Semua ini sudah menjadi takdir mereka! dan hasil dari perbuatan mereka sendiri," ucap Adrian sambil berjalan mendekati Erica dan ayah ibunya.
"Sekarang hanya tinggal Nico sendiri dia di tinggalkan untuk selamanya oleh istri dan anaknya," ucap Ayahnya Erica.
"Memang betul, untuk sekarang mungkin dia akan merasa sangat bersedih, tetapi dengan berjalan seiringnya waktu dia akan tidak merasa sedih lagi," ucap Adrian.
"Besok kita harus ke rumah duka, bagaimana pun kita harus tetap berbuat baik pada Nico," ucap Ayahnya Erica.
"Betul yah, kita harus menghiburnya agar tidak terlalu bersedih," ucap Ibunya Erica.
"Erica juga akan ikut kesana, tapi ayah dan ibu juga tak perlu khawatir! Rio telah pergi dengan tenang setelah kemari untuk bertemu ibunya," ucap Erica.
"Andai saja dia tidak berbuat jahat, sebenarnya Rio adalah anak yang baik," ucap Ibunya Erica.
"Terimakasih Adrian kau sudah mau membantu kami! jika tidak ada dirimu mungkin sekarang hantu Bu Sandra telah melukai Erica dan istri saya," ucap Ayahnya Erica.
"Sama sama, sampai jumpa lagi," ucap Adrian.
Adrian pergi dari rumahnya Erica, sementara itu Evan yang telah masuk kembali ke dalam tubuhnya, dia membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan di rumah sakit.
"Apa aku telah kembali ke tubuhku?" ucap Evan sambil membuka matanya secara perlahan dan melihat sekelilingnya.
Ibunya Evan yang berada di dalam ruangan merasa sangat terkejut melihat Evan yang telah sadar dari komanya.
"Evan!!! apa kau sudah siuman sayang?" ucap Ibunya Evan sambil berjalan mendekati Evan yang masih terbaring.
"Ibu! apa aku sekarang berada di rumah sakit?"
"Iya sayang kau berada di rumah sakit, sudah 4 hari kau koma setelah kecelakaan itu."
"Dimana Erica bu?"
"Tentu Erica sekarang ada di rumahnya dia baik baik saja," jawab Ibunya Evan.
"Apa yang terjadi setelah aku kecelakaan?"
"Kau tertabrak oleh mobil di depan rumahnya Erica, lalu di bawa ke rumah sakit ini! saat sampai disini kau langsung di operasi dan baru sekarang kau tersadar semenjak kecelakaan itu."
"Apa Bu Sandra yang menabrakku juga telah meninggal dunia?" tanya Evan.
"Menurut kabar yang ibu dengar begitu, dia juga tertabrak mobil saat kabur dari polisi dan menyebabkan dia meninggal dunia," ucap Ibunya Evan.
"Ternyata aku tidak bermimpi! aku selama ini benar benar bersama Erica dan juga hantu yang lainnya," ucap Evan di dalam hati.
"Kenapa kau menanyakannya Evan?"
"Tidak bu! aku hanya penasaran saja dengan yang telah menabrakku," ucap Evan.
"Sekarang dia telah mendapatkan balasan atas semua perbuatannya! ibu dengar dia juga pengacara yang sangat jahat karena membela anaknya yang sudah melakukan kejahatan di pengadilan," ucap Ibunya Evan.
"Anaknya Rio juga sudah meninggal dunia malam ini bu," ucap Evan.
"Darimana kau tahu jika dia sudah meninggal dunia malam ini? bukankah dirimu tadi masih koma dan terbaring disini," ucap Ibunya Evan heran.
"Tentu saja aku tahu bu! itu karena aku bertemu dengannya saat menjadi hantu tadi," jawab Evan.
"Hantu? apa maksudmu Evan ibu tidak mengerti dengan ucapanmu?"
"Ooo iya aku lupa! kenapa aku mengatakan itu pada ibu, pasti dia akan bingung dan menganggapku aneh," ucap Evan di dalam hati.
"Apa kau sedang bermimpi sayang?"
"Ah tidak bu! mungkin saja aku telah bermimpi karena sudah koma selama 4 hari ini," ucap Evan.
Ayah dan kakaknya Evan juga masuk ke dalam ruangan Evan dan terkejut melihat Evan yang telah sadar dari komanya.
"Evan!! ternyata kau sudah sadar!" ucap Ayahnya Evan sambil berlari dan memeluk anaknya.
"Hei, kau anak manja! menyusahkan orang saja, untung saja kau tidak terlalu lama koma! jika tidak aku pasti akan marah padamu," ucap Kakaknya Evan sambil memeluk adiknya.
"Aku senang bisa berjumpa lagi dengan Kak Jenni," ucap Evan tersenyum.
"Apa kau tidak senang bertemu dengan ayah?"
"Tentu saja ayah! aku senang bertemu kembali dengan ayah, ibu, dan juga Kak Jenni yang telah kembali dari luar negeri," ucap Evan.
"Bu, Apa belum memanggil dokter kemari untuk memeriksa Evan?" tanya Ayahnya Evan.
"Ooo iya ibu sampai lupa untuk memanggil dokter untuk memeriksa Evan yang telah sadar dari komanya," ucap Ibunya Evan.
"Biar aku saja yang akan memanggil dokter kemari," ucap Kakaknya Evan.
"Baik jenni, cepatlah panggil dokter kemari," ucap Ayahnya Evan.
"Baik yah," ucap Kakaknya Evan.
Kemudian Kakaknya Evan keluar dari ruangan untuk memanggil dokter agar segera memeriksa keadaan Evan yang mulai membaik setelah sadar dari komanya.