ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 104



 


 


Setelah berbicara dengan ibunya Maya, Erica dan Evan menjadi cukup lega melihat ibunya Maya yang tampak baik baik saja disana di dalam lindungan Rian.


 


"Bu, saya ingin berbicara dengan Bu Vira sebentar, apa kalian tidak apa aku tinggalkan sebentar," ucap Rian.


 


"Tentu tidak apa apa, lagi pula kami masih ingin bercerita dengan Bu Widia," ucap Erica.


 


"Baiklah kalau begitu, aku tinggal sebentar," ucap Rian.


 


"Iya Rian, selesaikanlah urusanmu dengan Vira, biar saja mereka disini bersamaku," ucap Ibunya Maya.


 


"Iya bu," ucap Rian.


 


"Saya permisi sebentar, silahkan berbincang bincang," ucap Bu Vira.


 


Lalu Rian dan juga Bu Vira pergi dari ruang tamu menuju ke taman di samping rumah itu untuk berbicara empat mata satu sama lain.


 


"Ada apa tuan? sepertinya anda tidak mengatakan yang sebenarnya pada Bu Widia tentang Maya?" tanya Bu Vira.


 


"Kau benar, aku memang menyembunyikan fakta yang sebenarnya dari Bu Widia tentang Maya," jawab Rian.


 


"Sebenarnya apa yang telah terjadi tuan?" tanya Bu Vira.


 


"Aku sebelum kemari telah bertemu dengan Maya tapi tidak dengan wujud manusia," jawab Rian.


 


"Maksud anda apa tuan? saya tidak mengerti," ucap Bu Vira bingung.


 


"Maya sekarang telah berwujud menjadi hantu, aku dapat melihat dan berbicara dengannya karena dibantu oleh gadis yang bernama Erica itu," jawab Rian.


 


"Apa nona Maya sekarang telah tiada dan berubah menjadi hantu gentayangan?" 


 


"Aku belum yakin dengan itu Bu Vira, karena kita sampai sekarang belum menemukan tubuhnya, aku berharap jika arwahnya hanya tersesat saja, dan tubuhnya masih ada di suatu tempat di luar sana," ucap Rian.


 


"Bukankah kata anda gadis yang bernama Erica itu telah membantu anda berbicara dan melihat Maya, berarti dia memiliki indera ke enam, mungkin saja dia bisa membantu arwahnya Maya kembali ke tubuhnya jika dia ternyata masih hidup," ucap Bu Vira.


 


"Tapi kita belum bisa memastiakn dia hidup atau tidak sebelum menemukan tubuhnya, aku sangat sedih dan juga senang bisa melihat Maya lagi walaupun dalam wujud hantu, Maya tidak sengaja bertemu dengan gadis itu di sebuah danau di dekat villa miliknya, aku merasa jika kita harus menyelidiki dari sana, mungkin saja kita akan mendapatkan petunjuk jika kesana," ucap Rian.


 


"Kenapa Maya tidak bisa mencari sendiri penjahat yang telah mencelakainya?" tanya Bu Vira.


 


"Maya kehilangan ingatannya setelah menjadi hantu, dia pertama kali bertemu dengan Erica hanya bisa mengingat namanya saja, tapi secara perlahan berkat bantuan Erica dia dapat mengingat walaupun belum semuanya," jawab Rian.


 


"Menurutku sangat aneh jika nona Maya bisa kehilangan ingatannya, jika tubuhnya memang belum di temukan sampai sekarang mungkin saja ada harapan dia masih hidup tapi dalam keadaan koma," ucap Bu Vira.


 


"Aku pun memikirkan itu, kita harus menyelidiki di dekat danau itu, dan juga pelayan wanita dirumahku yang bernama Dian, Erica mencurigainya karena menurut Maya saat dia sebelum menghilang dia bertemu dengan wanita yang bernama Dian, dia mendapatkan informasi itu dari Bu Clara dan juga Yoga mereka menyebutkan nama yang sama, lagi pula Bu Dian pelayan yang ada dirumahku beberapa hari ini memang menunjukkan sesuatu yang mencurigakan, apa kau bisa mencari informasi tentang dia terlebih dahulu, setelah itu kita baru menyelidiki danau yang di katakan Erica itu," ucap Rian.


 


"Tentu tuan, aku akan menyelidiki pelayan yang bernama Dian itu," ucap Bu Vira.


 


"Sebenarnya aku sudah lama mencurigainya bekerjasama dengan Om Irfan untuk selalu mengawasiku semenjak ayah dan ibuku tiada, karena dia sudah lama bekerja dengan keluargaku bahkan sebelum orang tuaku tiada jadi aku tak pernah mempermasalahkan hal itu, tapi setelah mendengar ucapan dari Erica aku jadi juga mencurigainya," ucap Rian.


 


 


"Tentu, dia tidak akan pernah menyerah ingin merebut perusahaan milik ayahku, aku sengaja berpura pura sakit agar dia tidak terlalu curiga padaku selama masih mencari Maya, masalah perusahaan aku telah memberikan kepercayaan pada Yogi dia akan mengurus semua masalah perusahaan mewakili diriku untuk sementara waktu ini," jawab Rian.


 


"Baiklah tuan, saya yakin anda telah mempertimbangkan semuanya, bagaimana dengan kedua orang suruhan anda itu?" 


 


"Mereka masih kuberikan tugas ungtuk mengikuti seseorang yang mengikuti Erica dan juga Evan, menurutku mereka sedang di awasi oleh bos besar itu," jawab Rian.


 


"Apa tuan belum mendapatkan informasi tentang bos besar itu?" tanya Bu Vira.


 


"Belum, dia sangat sulit untuk di temukan, hanya orang orang tertentu saja yang bisa mengetahui siapa dia sebenarnya, dia sangat pintar bersembunyi di balik orang orang yang berkuasa di kota ini," jawab Rian.


 


"Jika orang yang mengikuti Erica dan juga Evan dari bos besar itu, dia pasti akan menemuinya dan kita bisa tahu dimana dia bersembunyi," ucap Bu Vira.


 


"Itu yang kurencanakan, tapi sampai sekarang orang suruhan itu belum sama sekali menemui bos besar itu, apa dia sekarang tidak akan menemui bos besar itu, mereka hanya berkomunikasi melalui telpon saja," ucap Rian curiga.


 


"Bisa jadi seperti itu tuan, apalagi bos besar itu sangat licik dia pasti telah memikirkan semuanya agar tidak bisa tertangkap," ucap Bu Vira.


 


"Secepatnya kau selidiki pelayan wanita yang ada dirumahku bernama Dian itu, kita pasti akan menemukan petunjuk yang mengarah pada bos besar itu," ucap Rian.


 


"Baik tuan," ucap Bu Vira.


 


Tak lama kemudian Erica, Evan dan juga ibunya Maya juga berjalan menuju ke taman rumah itu untuk berkeliling rumah itu bersama sama.


 


"Rian!" teriak Ibunya Maya sambil tersenyum.


 


"Kenapa kalian kemari?" tanya Rian.


 


"Aku ingin mengajak Erica dan juga Evan berkeliling sebentar di taman untuk melihat lihat tanaman yang telah kutanam saat ini," jawab Ibunya Maya.


 


"Ooo iya baiklah silahkan," ucap Rian.


 


Maya yang saat itu juga selalu berada di dekat ibunya dan tak pernah menjauh, Maya tak berhenti selalu menatap ibunya. Mereka kemudian berjalan jalan di taman rumah itu bersama sama.


 


"Entah kenapa hari ini aku sangat merasa sedih dan juga senang, hatiku merasa sangat tenang, apa mungkin karena bertemu dengan kalian berdua," ucap Ibunya Maya.


 


"Mungkin saja bu," jawab Evan.


 


"Itu karena Maya yang ada di dekatmu bu, dia tak pernah menjauh saat datang kemari bertemu denganmu, ikatan batin antara ibu dan anak yang membuat kalian berdua merasa sedih dan juga senang," ucap Erica di dalam hati sambil tersenyum menatap mereka.


 


"Semua tanaman yang ibu tanam ini adalah kesukaannya Maya, dulu semasa dia masih kecil kami sangat senang menanam bunga dan tanaman lainnya di halaman rumah, sekarang jika ibu merindukan Maya, ibu pasti akan ke taman ini dan menatap semua tanaman ini," ucap Ibunya Maya sedih.


 


"Ibu tak perlu sedih, kita pasti akan segera menemukan Maya dan ibu bisa berkumpul lagi dengannya," ucap Erica.


 


"Tentu itu pasti akan terjadi, ibu selalu mendoakan Maya di luar sana agar dia baik baik saja," ucap Ibunya Maya.


 


Rian yang berencana menhuruh Bu Vira untuk menyelidiki pelayan wanita yang bernama Dian itu, dan akan mencari informasi lainnya di danau yang di sebutkan oleh Erica saat dia pertama kali bertemu dengan Maya.