
Erica sangat terkejut mendengar ucapan Aira yang mengatakan jika Rian adalah pacarnya Maya, apalagi Maya sudah pernah bertemu dengannya saat dia telah menjadi hantu.
"Aku tak menyangka jika Rian adalah pacarku," ucap Maya.
Erica langsung menatap Maya yang ada di sampingnya.
"Pantas saja jika Maya merasa sangat sedih saat bertemu dengan Rian ternyata dia adalah kekasihnya Maya," ucap Erica di dalam hati.
"Kenapa kalian bertanya mengenai Maya? apa kalian berusaha untuk menyelidiki Maya yang tiba tiba menghilang," ucap Aira.
"Kami hanya ingin mengetahui keberadaan Maya saat ini, kami sangat ingin bertemu dengannya," jawab Erica.
"Heem, aku juga sangat mencemaskan Maya sudah satu tahun dia menghilang tanpa kabar, semua orang yang dekat dengannya sangat mengkhawatirkan dirinya, ah iya saat Maya menghilang itu juga hari yang sama dengan kecelakaan yang terjadi pada Bu Clara! karena saat itu Bu Clara juga ingin bertemu dengan Maya," ucap Aira.
"Bagaimana kau bisa mengetahui itu?" tanya Erica.
"Karena saat itu aku menelpon Maya untuk mengajaknya makan bersama di cafe ku, tapi dia bilang jika ingin bertemu dengan Bu Clara saat itu, keesokan harinya aku mendengar jika Bu Clara mengalami kecelakaan dan menjadi koma karena kecelakaan itu, sedangkan Maya menghilang dan tdak ada yang tahu dia kemana sampai sekarang," ucap Aira.
"Apa mungkin kecelakaan yang terjadi pada Bu Clara berkaitan dengan hilangnya Maya juga," ucap Evan.
"Aku sempat memikirkan itu, tapi polisi tak menemukan bukti apapun yang berkaitan dengan Maya saat itu," ucap Aira.
"Ehm, menurutku pasti kita akan menemukan suatu petunjuk yang mengarah ke Maya," ucap Evan.
"Aku berharap jika kalian akan menemukan suatu petunjuk mengenai Maya, aku juga sangat ingin jika Maya cepat di temukan! aku sangat mengkhawatirkannya, aku juga sangat mengkhawatirkan Rian karena saat ini dia sedang sakit apalagi dia tak pernah bisa melupakan Maya sampai sekarang," ucap Aira.
"Jika kami boleh tahu sakit apa yang di derita oleh Rian selama ini?" tanya Erica.
"Dia di vonis terkena kanker otak stadium akhir, mungkin hidupnya sudah tidak lama lagi," ucap Aira.
"Sejak kapan dia menderita sakit itu?" tanya Erica.
"Sejak hilangnya Maya, karena dia terlalu sedih dengan hilangnya Maya da membuat dia sering sakit! karena dia yang sangat sering sakit jadi dia di periksa secara menyeluruh di rumah sakit dan di temukan jika dia selama ini mengidap kanker otak yang telah memasuki stadium akhir, aku sangat sedih mengetahui itu, jika Maya ada disini mungkin dia akan sangat sedih dengan keadaan yang terjadi pada Rian," ucap Aira.
"Terimakasih atas informasinya, maaf jika telah mengganggumu," ucap Erica.
"Sama sama, tak perlu sungkan, jika kalian membutuhkan bantuanku katakan saja! aku pasti akan membantu kalian, karena jika kalian temannya Maya berarti kalian juga adalah temanku! baiklah kalau begitu aku tinggal dulu karena masih ada pekerjaan yang harus kulakukan," ucap Aira.
"Baiklah sampai jumpa lagi," ucap Erica dan Evan.
"Sampai jumpa lagi, semoga kalian menemukan petunjuk mengenai Maya," ucap Aira.
Lalu Aira pergi menuju ke ruangannya di cafe itu, Erica dan Evan merasa sudah cukup jelas mendapatkan petunjuk dari Aira mengenai Maya. Setelah mendengarkan ucapan dari Aira itu membuat Maya merasa senang dan juga merasa sedih.
"Erica! apa kau sudah tahu tentang laki laki yang bernama Rian?" tanya Evan.
"Iya Evan, aku sudah mengetahui laki laki yang bernama Rian itu, karena Maya pernah bertemu dengannya tanpa sengaja, Maya juga sudah tahu dimana tempat tinggal Rian," jawab Erica.
"Ehm, baiklah kita akan menemui Rian dan bertanya padanya mengenai Maya, tapi aku masih agak sedikit ragu menemuinya sekarang Evan! apa dia mau menerima kehadiran kita di rumahnya," ucap Erica.
"Apa maksudmu Erica?" tanya Evan.
"Mungkin saja dia telah menutup dirinya dan tak mau membicarakan hal ini pada siapapun," ucap Erica.
"Heem, tapi kita harus mencobanya Erica, siapa tahu nanti dia mau menemui kita," ucap Evan.
"Erica! lebih baik memang kau mencoba berbicara dengan Rian, kurasa dia mungkin saja mau menemui kalian," ucap Maya.
Mendengar ucapan Maya padanya Erica lalu menatap Maya yang ada di sampingnya.
"Apa kau sedang berbicara dengan Maya?" tanya Evan.
"Iya Evan, Maya menyuruh kita untuk datang menemui Rian," jawab Maya.
"Benarkah Maya mengatakan begitu?"
"Menurutnya kita mungkin akan menemukan suatu petunjuk lagi jika kita menemuinya," ucap Erica.
"Baiklah kalau begitu kita akan menemuinya sekarang bagaimana, bukankah kalian sudah mengetahui alamatnya?" tanya Evan.
"Iya Evan, Maya tahu alamat rumahnya! baiklah kita kesana sekarang," jawab Erica.
"Ok, kita berangkat sekarang, pelayan!" teriak Evan.
Pelayan cafe berjalan mendekati Evan dan Erica.
"Iya tuan."
"Ini uangnya sisanya untukmu saja," ucap Evan.
"Terimakasih tuan dan nona atas kunjungannya," ucap Pelayan cafe itu.
"Sama sama," ucap Erica.
"Mereka pasangan muda yang sangat serasi sangat cantik dan tampan dan juga sepertinya sangat kaya lagi," ucap pelayan cafe itu.
Erica dan Evan pergi dari cafe dan menuju ke rumah Rian dengan mengendarai mobilnya Evan. Aira yang merasa sedikit curiga pada Erica dan Evan mengintip mereka dari ruangannya untuk memperhatikan gerak gerik Evan dan Erica. Aira merasa curiga karena dia tidak pernah mengetahui jika Maya mempunyai teman yang bernama Erica dan Evan.
"Siapa sebenarnya mereka? kenapa mereka bisa mengenal Maya, dan menyelidiki semua tentang Maya? mereka sangat mencurigakan," ucap Aira.
Karena merasa gelisah dan penasaran dengan Erica dan Evan, lalu Aira berniat bertemu dengan Rian untuk mencari tahu apa dia mengenal Erica dan Evan yang telah menemuinya.
"Aku harus menemui Rian dan bertanya padanya, apa Rian juga mengenal mereka? aku akan menemui Rian di rumahnya," ucap Aira.
Lalu Aira pergi keluar dari cafe dan masuk ke dalam mobilnya dan menuju ke rumahnya Rian untuk berbicara dengannya. Aira tak mengetahui jika Erica dan juga Evan pergi menuju ke rumahnya Rian saat itu. Setelah sampai dirumahnya Rian, Aira sangat terkejut melihat Erica dan Evan yang turun dari mobil di depan rumahnya Rian. Aira semakin bertambah curiga pada Erica dan juga Evan yang telah mengetahui alamat rumahnya Rian padahal dia tidak memberikan alamat rumah Rian pada mereka.
"Kenapa mereka bisa ada disini? dan dari mana mereka mengetahui alamat rumahnya Rian? padahal aku tak memberitahu mereka," ucap Aira curiga.
Karena merasa curiga Aira memutuskan untuk memperhatikan gerak gerik Evan dan Erica dari dalam mobilnya.