
Rian langsung pergi menuju alamat yang di kirimkan oleh Bu Vira. Rian mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, sehingga dia cepat sampai ke alamat itu. Bu Vira telah menunggu Rian di depan rumah itu. Setelah sampai Rian langsung turun dari mobilnya dan berjalan mendekati Bu Vira.
"Apa Dian di tinggal di rumah ini?" tanya Rian.
"Ini rumah temannya yang bernama Sinta, mereka baru saja pindah kemari karena tahu aku mengikuti mereka," jawab Bu Vira.
"Lalu apa yang terjadi? apa Dian mengakui jika mengenal bos besar?" tanya Rian.
"Nanti Dian yang akan menjelaskan semuanya pada Tuan di dalam," jawab Bu Vira.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita masuk ke dalam," ucap Rian.
"Baik Tuan," ucap Bu Vira.
Rian dan Bu Vira lalu masuk ke dalam rumah dan menuju langsung ke dalam kamar.
"Tok tok tok" Suara mengetuk pintu.
"Kreek" Suara membuka pintu.
"Dian, Tuan sudah datang kemari," ucap Bu Vira.
"Silahkan masuk Tuan," ucap Dian.
Rian lalu masuk ke dalam kamar itu, dia menatap wanita yang terbaring di atas tempat tidur di dalam kamar itu. Dia sangat terkejut saat melihat wanita itu dari dekat.
"Maya! apa benar ini adalah Maya," ucap Rian terkejut.
"Benar Tuan, ini adalah nona Maya," jawab Bu Vira.
Rian langsung duduk di samping Maya di atas tempat tidur dan memegang wajahnya. Air mata Rian tak terasa jatuh menetes mengenai wajahnya Maya saat itu. Hantu Maya yang berada di rumahnya Erica, hatinya tiba tiba sangat terasa sedih membuatnya menjadi gelisah, air mata Maya pun tiba tiba menetes dengan sendirinya.
"Kenapa air mataku tiba tiba menetes sendiri? kenapa hatiku terasa sangat sedih?" ucap Maya di dalam hati.
Erica yang saat itu ada di dekat Maya merasa heran dengannya.
"Maya apa kau baik baik saja? kenapa kau tiba tiba menangis?" tanya Erica sambil menatap Maya.
"Aku pun tak tahu Erica, kenapa aku tiba tiba menangis dan juga hatiku terasa sangat sedih," jawab Maya.
Sementara itu Rian masih menangis di samping Maya, dan memegang tangan Maya. Dia menangis karena merasa sangat bahagia akhirnya bisa menemukan Maya.
"Maaf Tuan, karena selama ini saya menyembunyikan nona Maya," ucap Dian.
"Dian, sebenarnya apa yang terjadi pada Maya? kenapa dia bisa tidak sadarkan diri?" tanya Rian.
"Nona Maya mengalami koma Tuan, aku menyelamatkannya saat dia hampir tenggelam di sebuah danau waktu itu, tapi setelah aku menyelamatkannya Nona Maya kemudian mengalami koma sampai sekarang jadi sudah sekitar satu tahun Nona Maya tidak sadar sama sekali karena mengalami koma," jawab Dian.
"Apa kau sudah memeriksanya ke dokter atau membawanya ke rumah sakit?" tanya Rian.
"Aku tak melakukannya, karena takut jika orang yang ingin membunuh nona Maya mengetahui dia akan menyakiti nona Maya lagi, jadi aku hanya meminta bantuan dari temanku yang seorang perawat untuk merawatnya sampai sekarang," jawab Dian.
"Nama saya Sinta Tuan, saya yang merawat nona Maya selama ini," ucap Sinta.
"Sama sama Tuan," ucap Sinta.
Rian kemudian berdiri dari tempat tidur Maya, dan berjalan mendekati Dian.
"Dian kau harus menjelaskan semua yang terjadi, dan kau harus mengatakan yang sejujurnya padaku walaupun itu menyakitkan, apa saja yang kau sembunyikan selam ini padaku," ucap Rian.
"Sebenarnya ada beberapa hal yang ku sembunyikan dari anda Tuan, tapi apa Tuan akan memaafkan diriku," ucap Dian ketakutan.
"Aku ingin tahu dulu permasalahannya, tapi setidaknya aku akan berjanji padamu akan memaafkan semua kesalahan yang telah kau perbuat," ucap Rian.
"Tuan lebih baik kita berbicara di luar saja," ucap Bu Vira.
"Baiklah, ayo kita berbicara di ruang tamu saja, Sinta tolong kau di sini saja bersama dengan Maya," ucap Rian.
"Baik Tuan," jawab Sinta.
"Ayo kita berbicara di luar," ucap Rian.
"Baik Tuan," jawab Dian.
Lalu Rian, Dian, dan Bu Vira keluar dari dalam kamar itu, mereka menuju ke ruang tamu dan duduk di sana untuk berbicara.
"Ceritakanlah semuanya padaku sekarang, aku harus tahu semua permasalahannya agar bisa menyelesaikannya dengan benar," ucap Rian.
"Sebenarnya yang berniat membunuh nona Maya adalah Tuan Irfan dan juga kakakku," ucap Dian.
"Kenapa Om Irfan ingin membunuh Maya? dan kau bilang tadi kakakmu? berarti bos besar itu memang benar benar saudaramu?" tanya Rian.
"Iya benar aku adik dari bos besar itu, tapi aku berbeda jalan dengannya, sehingga aku memilih menjadi seorang pelayan daripada ikut bersama dengannya berlimpah harta tapi hatiku tidak tenang karena dia menjalankan bisnis yang tidak halal, kakakku berniat ingin membunuh nona Maya karena dia menyelidiki kakakku karena takut akan terbongkar lalu kakakku bekerjasama dengan Tuan Irfan untuk membunuh nona Maya," jawab Dian.
"Tapi kenapa Om Irfan ingin membunuh Maya?" tanya Rian.
"Karena nona Maya mencurigai Tuan Irfan terlibat kasus kecelakaan yang terjadi pada orang tua anda Tuan," jawab Dian.
"Jadi maksudmu Om Irfan yang membunuh orang tuaku?" tanya Rian.
"Sebenarnya dia menyuruh orang untuk menabrak orang tua anda dengan truk agar seperti kecelakaan pada saat itu," jawab Dian.
"Bagaimana kau bisa tahu itu? apa kau juga ada kaitannya dengan semua kejadian ini?" tanya Rian penasaran.
"Sebelumnya aku ingin minta maaf pada anda Tuan, aku memang terlibat dengan semua ini karena di ancam oleh Tuan Irfan," jawab Dian.
"Jelaskan semuanya sekarang, aku ingin kau mengatakan semuanya," ucap Rian.
"Soal kecelakaan orang tua Tuan, aku di perintahkan oleh Tuan Irfan untuk merusak rem mobil yang sering dipakai oleh orang tua Tuan, dan soal nona Maya aku terlibat karena di suruh oleh Tuan Irfan memasukkan obat tidur padanya agar dia bisa di bawa oleh Tuan Irfan ke tempat kakakku, aku benar benar terpaksa melakukannya karena Tuan Irfan terus mengancamku, aku tak menyangka jika dengan merusak rem mobil bisa membuat orang tua Tuan menjadi tiada, dan juga Maya aku tak mengira jika mereka berniat untuk membunuhnya dengan cara menenggelamkannya di danau, tapi karena saat itu aku merasa curiga akan terjadi sesuatu yang buruk pada nona Maya aku mengikuti mereka sehingga bisa menyelamatkan nona Maya tepat waktu, karena aku tak ingin nona Maya meninggal dunia seperti orang tua anda karena perbuatan Tuan Irfan dan kakakku," jawab Dian dengan penuh penyesalan.
"Aku tak menyangka dugaanku selama ini benar, jika Om Irfan benar benar terlibat dengan kasus kecelakaan yang menimpa orang tuaku, aku akan membalas perbuatan mereka semua, dan akan ku pastikan orang orang jahat itu akan mendekam di dalam penjara," ucap Rian marah.
Dian mengakui semua kesalahan yang telah dia perbuat pada Rian, lalu Rian mencoba berlapang dada untuk memaafkan Dian, setidaknya karena dia telah berusaha menyelamatkan Maya dan tidak ingin mengulangi kesalahannya di masa lalu saat itu.