ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 71



Setelah menemui Yoga pimpinan polisi itu menelpon bos besar untuk memberitahunya keadaan tentang Yoga dan anak buahnya yang berada di kantor polisi.


"Aku harus menelpon nyonya sekarang untuk mengabarinya kondisi disini."


Pimpinan polisi itu masuk ke dalam ruangannya dan menelpon bos besar.


"Kring kring kring" Suara telpon berdering.


"Halo"


"Halo nyonya, aku telah melakukan apa yang anda minta, sepertinya Yoga akan menuruti semua perintah anda," ucap Pimpinan polisi itu.


"Baguslah jika dia menuruti semua perintahku, sekarang kau tak perlu turun tangan mengurusi mereka lagi."


"Kenapa nyonya kita tidak mengurus mereka?"


"Aku telah menyuruh pengacaraku untuk mengurus semua kasus mereka disana, untuk sekarang lebih baik kau diam saja dan tak ikut campur dengan urusan ini untuk sementara waktu," jawab Bos besar itu.


"Baik nyonya."


Lalu pimpinan polisi itu menutup telponnya.


"Kadang aku tidak mengerti dengan cara dia berpikir, tapi dengan cara berpikir dia membuat dia bisa menjalankan bisnisnya dengan sangat baik dan selalu bisa menghindari polisi yang mengejarnya dengan sangat mudah," ucap Pimpinan polisi itu.


Sementara itu di ruangan interogasi Riki dan Heru benar benar merasa sangat kesal dengan Yoga, apalagi setelah seorang pengacara datang kesana untuk mendampingi Yoga.


"Apa kau dikirim kemari untuk menangani kasus ini?" tanya Riki.


"Tentu itu adalah tujuan utamaku untuk menangani kasus dari klien kami," jawab pengacara itu.


"Apa kau di kirim kemari oleh bos besar?" tanya Heru sambil menatap pengacara itu.


"Apa maksudmu aku tidak mengerti? aku tidak mengenal yang kalian sebut bos besar itu, aku kemari karena Yoga memang klien tetap kami," jawab Pengacara itu.


"Kenapa aku merasa jika kalian sedang berbohong pada kami," ucap Riki.


"Kalau kalian tidak percaya silahkan saja di periksa kantor firma hukum kami, Pak Yoga memang sudah lama menjadi klien tetap kami, jadi sangat wajar saja jika kami dengan cepat menangani kasus ini," jawab Pengacara itu.


"Haaah, dasar pengacara memang mereka sangat pintar berkelit jika berbicara," ucap Heru di dalam hati.


"Mulai sekarang aku yang akan menjawab semua pertanyaan dari kalian dan klien kami akan tetap diam sampai kasus ini selesai," ucap Pengacara itu.


"Bagaimana bisa begitu! dia tersangka utama disini kami harus menginterogasinya!" teriak Riki kesal.


"Karena sudah menjadi haknya jika klien saya ingin tetap diam, bukankah dia juga telah mengatakan semuanya pada kalian, maka selesaikanlah dengan cepat proses interogasinya agar kasus ini dapat segera selesai," ucap Pengacara itu.


"Baiklah jika itu memang kemauan kalian, kami akan menurutinya," ucap Heru.


"Kenapa kau berkata seperti itu?" bisik Riki pada Heru.


"Percuma saja kita memaksa mereka, jawabannya akan tetap sama," jawab Heru.


"Jika sudah selesai menginterogasi klien saya, gabungkan saja dia dengan anggota yang lainnya, segeralah proses kasus ini agar bisa cepat selesai, jadi kalian tidak perlu lagi menyelidiki kasus ini keluar cukup sampai disini saja," ucap Pengacara itu.


"Tentu saja itu yang akan kami lakukan, baiklah kami akan membawa tersangka untuk bergabung dengan yang lainnya di dalam penjara," ucap Riki.


"Tentu, tapi sebelum itu aku ingin berbicara berdua dengan klien saya," ucap Pengacara itu.


"Tentu silahkan, kami akan menunggu di luar," ucap Heru.


"Terimakasih," ucap Pengacara itu.


"Ayo kita tunggu mereka di luar," ucap Heru.


"Entah kenapa aku sangat kesal melihat senyum di wajah penjahat itu," ucap Riki kesal.


"Kau harus bersabar kita pasti akan bisa mengalahkan mereka semua," ucap Heru sambil menepuk pundak Riki.


Lalu Riki dan Heru berjalan keluar dari ruangan itu dan menunggu di depan pintu.


"Cekleek" Suara Riki menutup pintu ruangan.


"Apa bos besar yang mengirimmu kemari?" tanya Yoga.


"Tentu saja, jika bukan dia siapa lagi yang akan mengirimku kemari untuk menyelesaikan kasus ini dengan cepat," jawab Pengacara itu.


"Apa bos besar marah kepadaku?"


"Tentu saja dia sangat marah padamu, kau telah membuat dia rugi yang sangat besar, kau harus menanggung semua ini dengan tetap berada di dalam penjara untuk sementara waktu, setelah semuanya mulai membaik nyonya pasti akan mengeluarkanmu dari sini, jadi bersabarlah dan jangan melakukan hal bodoh lagi yang dapat merugikan nyonya, jika kau melakukan hal bodoh lagi dia pasti tak akan berpikir dua kali untuk melenyapkanmu," ucap Pengacara itu.


"Tentu aku akan melakukan semua perintah dari bos besar, tolong sampaikan permintaan maafku padanya, tapi bagaimana dengan Indri? bukankah dia berhasil melarikan diri?" tanya Yoga.


"Kau tak perlu mengkhawatirkan dirinya, dia sekarang berada di tempat yang aman dan dalam perlindungan nyonya, tetap jaga mulutmu jangan sampai mengatakan hal hal yang bisa membahayakan anggota kita dan nyonya," ucap Pengacara itu.


"Baiklah aku akan berhati hati mulai saat ini," ucap Yoga.


"Baguslah jika kau mengerti maksudku, sekarang pergilah keluar dan bergabung dengan anggota kita yang lain di dalam penjara sementara waktu," ucap Pengacara itu.


"Iya tentu," ucap Yoga.


Setelah mereka selesai berbicara, lalu Yoga dan pengacara itu keluar dari ruang interogasi dan menemui Riki dan juga Heru yang telah menunggu mereka di depan pintu.


"Kreek" suara membuka pintu.


"Apa kalian sudah selesai berbicaranya?" tanya Riki sambil menatap Yoga dan juga pengacara itu.


"Tentu kami sudah selesai," jawab Pengacara itu.


"Baiklah kalau begitu kami akan membawa Yoga ke dalam penjara untuk bergabung dengan yang lainnya," ucap Heru.


"Tentu silahkan," ucap Pengacara itu.


"Jangan lupa urus kasus ini dengan cepat agar aku bisa keluar dari sini," ucap Yoga sambil menatap pengacara itu.


"Tentu Pak Yoga, kami akan mengurus kasus ini dengan sangat cepat," jawab Pengacara itu.


"Aku ragu jika dia bisa dengan sangat cepat keluar dari penjara dengan bukti yang telah kami dapatkan hari ini," ucap Riki sambil tersenyum menatap Yoga.


"Kita lihat saja nanti," ucap Yoga.


"Aku pun tak sabar ingin mendengar putusan hakim tentang kasusmu ini, ehm tapi jika ku pikir pikir mungkin setidaknya paling berat hukumanmu di penjara seumur hidup," ucap Riki.


"Putusan hakim bisa saja berubah ubah, kau tidak bisa memprediksinya," jawab Yoga.


"Baiklah sampai jumpa lagi Pak Riki dan juga Pak Heru, akan saya pastikan jika klien saya tidak akan mendapatkan hukuman yang terlalu berat dalam kasus ini, sampai jumpa di pengadilan nanti," ucap Pengacara itu.


"Dasar pengacara yang sombong," ucap Riki di dalam hati kesal.


"Baiklah Pak Yoga saya permisi dulu, anda harus sedikit bersabar disini," ucap Pengacara itu.


"Baiklah," jawab Yoga.


Lalu pengacara itu pergi keluar dari kantor polisi, sedangkan Yoga di bawa oleh Riki dan Heru masuk ke dalam penjara bersama dengan penjahat yang lainnya.