
Mendengar semua perkataan rio yang menyangkal tuduhannya. Maya dan tasya merasa sangat marah dan kesal. Ibunya tasya merasa tidak terima putrinya tasya di bilang wanita yang tidak baik. Erica menyuruh ibunya tasya agar tetap tenang dalam persidangan.
"Kita harus tetap tenang bu! jangan terbawa emosi!" ucap erica mencoba menenangkan ibunya tasya.
"Tapi perkataannya tentang putriku itu tidak benar erica!" teriak ibunya tasya.
"Aku tahu tasya tidak mungkin seperti itu! duduklah bu kita ikuti dulu persidangan ini dengan tenang!" ucap erica.
"Tenang saja pengacara kita lebih handal daripada pengacara mereka!" ucap ibunya erica tersenyum.
"Rasakan kau! kami pasti akan memenangkan sidang ini!" ucap ibunya rio di dalam hati sambil menatap ibunya erica.
Sementara itu hakim mendengarkan semua pernyataan dari pengacara rio yang bernama haris. Di semua pernyataannya mereka menyalahkan tasya dan erica yang menuduh memfitnah rio. Rio pun juga menyangkal semua tuduhan yang di lemparkan padanya. Mendengar semua perkataan rio yang menyalahkan erica dan menuduhnya menggoda rio, ibunya erica pun juga merasa marah.
"Apa katamu erica menggoda dirimu itu tidak mungkin! jangan asal bicara kau!" teriak ibunya erica marah.
"Mohon tenang di dalam ruangan sidang!" ucap pak hakim.
"Tapi pak hakim dia menuduh anakku!" teriak ibunya erica tak terima.
"Tetap tenang bu!" ucap ayahnya erica.
"Enak saja bibirnya berbicara tentang anakku! memangnya dia siapa dasar sialan!" ucap ibunya erica.
"Duduklah dulu bu!" ucap erica.
"Memang sepertinya rio tidak akan mengakui semua perbuatannya!" ucap maya.
"Betul maya! apa yang harus kita lakukan!" ucap tasya.
"Tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang! kita tunggu saja dulu!" ucap maya.
"Bagaimana jika dia memenangkan sidang hari ini!" ucap tasya khawatir.
"Kita akan membuat dia mengakui semua sendiri nanti! lihat saja nanti!" ucap maya.
"Baik maya!" ucap tasya.
"Sekian pernyataan dan pembelaan dari saya!" ucap pengacara rio.
"Baik silahkan duduk! silahkan kepada pengacara penuntut untuk mengajukan pertanyaan kepada tersangka rio!" ucap pak hakim.
"Baik terimakasih pak hakim!" ucap pak andre pengacara erica sambil berdiri dari kursi.
Melihat andre pengacara erica yang maju ke depan untuk menanyai rio. Ibunya erica menatap dengan serius, ibunya rio mulai merasa khawatir kepada rio jika dia salah menjawab pertanyaan dari andre dapat menjadi masalah bagi mereka. Andre berjalan ke arah rio dan mulai menanyainya.
"Saudara rio kata anda tidak begitu mengenal tasya dan erica apa itu benar?" tanya pak andre.
"Iya betul!" jawab rio.
"Apakah anda mengenal bu serly bidan yang membuka praktek aborsi ilegal yang baru baru ini di tangkap?"
Rio terdiam mendengar pertanyaan dari pak andre. Dan langsung menatap haris pengacaranya yang sedang duduk. Haris menggelengkan kepalanya untuk memberi kode kepada rio.
"Saya tidak mengenalnya!" ucap rio.
"Jika anda tidak mengenalnya! mengapa menurut erica korban anda jika tasya mengaborsi kandungannya disana!"
"Erica telah berbohong saya tidak pernah kesana dengan tasya! mungkin tasya sendiri yang datang kesana untuk menggugurkan kandungannya!" jawab rio.
"Tetapi jika anda menyangkal membunuhnya! kenapa jasadnya tasya berada di villa keluarga anda! apalagi waktu itu erica bilang jika anda ingin melecehkan dia juga disana!" ucap pak andre.
"Saya tidak tahu kenapa jasad tasya ada disana! saya tidak membunuhnya! mereka hanya memfitnah saya!" ucap rio.
"Lalu bagaimana dengan erica? mana mungkin dia kesana sendiri tanpa anda bukan?" tanya pak andre sambil menatap rio.
"Apa katamu anakku menggodamu! dasar laki laki sialan apa kau pikir anakku erica gadis murahan!" teriak ibunya erica marah.
"Memang anakmu adalah gadis murahan yang mau dibawa sama anakku rio ke villa!" teriak ibunya rio sambil menatap ibunya erica.
"Hei nenek sihir jaga mulutmu ya! kau bilang anakku gadis murahan jadi anakmu apa iblis kah!" teriak ibunya erica marah.
"Memang anakmu yang menggoda rio agar termakan rayuannya! lalu kalian menjebak rio untuk dimasukkan ke penjara!" ucap ibunya rio.
"Apa katamu! kemari kau akan ku tarik lidahmu keluar! sembarangan saja berkata seperti itu!" teriak ibunya erica kesal.
"Kalian semua harap tenang ini pengadilan bukannya pasar atau rumah kalian! jika masih ingin ribut harap keluar dari sini!" ucap pak hakim.
"Hemm dasar wanita nenek sihir!" ucap ibunya erica sambil duduk di kursi.
"Wanita sialan itu mulutnya seperti sampah!" ucap ibunya rio.
"Sudahlah bu! jangan bertengkar dengan ibunya erica di dalam sidang!" ucap ayahnya rio.
"Tapi dia yang mulai duluan!" ucap ibunya rio.
"Seharusnya kau lebih tahu peraturan di dalam sidang! bukannya ibu juga seorang pengacara!" ucap ayahnya rio mencoba menenangkan.
"Iya sih! maaf yah seharusnya aku harus lebih tenang! mungkin ini karena aku sangat khawatir dengan rio!" ucap ibunya rio.
"Bersabarlah bu! jika tidak kau bisa diusir keluar oleh hakim!" ucap ayahnya rio.
"Baiklah!" ucap ibunya rio.
"Rasanya aku ingin menelan hidup hidup orang tua rio dan dirinya!" ucap maya kesal.
"Akupun merasa sangat marah dan kesal kepada mereka maya!" ucap tasya.
"Memang mereka kumpulan orang orang yang munafik! memang mereka harus pakai kekerasan baru mengerti akan kesalahan mereka!" ucap maya.
"Apa yang akan kita lakukan maya? sepertinya dia tidak akan mengakui semua kesalahannya hari ini!" ucap tasya khawatir.
"Kau tenang saja tasya! aku yang akan turun tangan menghadapi mereka! akan kupakai caraku tasya!" ucap maya sambil menatap tajam rio.
"Iya maya!" ucap tasya.
"Tak akan kubiarkan mereka hidup tenang sampai mereka semua mengakui kejahatan yang telah mereka perbuat padamu! aku tak ingin kau menjadi tidak tenang karena perbuatan mereka tasya!" ucap maya sambil menatap tasya.
"Terimakasih maya!" ucap tasya.
"Apa yang sedang dipikirkan maya? kenapa aku sekarang menjadi khawatir!" ucap erica sambil menatap maya.
"Erica! apa kita akan memenangkan sidang ini?" tanya evan khawatir.
"Tenang saja evan! kebenaran pasti akan menang!" ucap erica sambil menatap evan yang duduk di sebelahnya.
"Semoga saja erica!" ucap evan.
"Jika rio masih bersikeras tidak mengakui semuanya pasti maya akan melakukan sesuatu pada rio! aku sangat mengkhawatirkan maya melakukan sesuatu yang dapat membahayakannya!" ucap erica khawatir.
"Kau sedang melihat siapa erica?" tanya evan heran.
"Ah tidak aku hanya melamun saja!" ucap erica.
"Jangan melamun nanti ada setan lewat yang dapat memasukimu!" ucap evan.
"Memang aku sering dimasuki hantu maya!" ucap erica di dalam hati.
Rio tetap menyangkal semua tuduhan yang di limpahkan padanya. Sehingga membuat ibunya erica dam ibunya tasya menjadi sangat marah dan kesal. Maya pun merasa sangat marah dengan kelakuan rio yang menyangkal semuanya. Erica merasa khawatir jika maya akan melakukan sesuatu yang buruk kepada rio yang dapat membahayakan dirinya dan tasya.