
Setelah sampai dirumah erica, Rio langsung mengantarkan erica ke dalam rumahnya dan bertemu dengan kedua orang tua erica.
"Selamat malam om dan tante! saya mengantarkan erica pulang, maaf jika kita pulangnya lama!!" ucap rio sambil memegangi tangannya erica.
"Kenapa erica?? sepertinya kau tidak senang pergi malam ini?" tanya ibunya erica sambil menatap erica.
"Ooo tidak bu! erica senang malam ini!!" jawab erica.
"Apa terjadi sesuatu sayang?".
"Tidak terjadi apa apa ibu!".
"Tapi kenapa dirimu seperti tidak senang dan lesu!".
"Mungkin erica hanya kelelahan saja bu!!" ucap erica memegangi kepalanya.
"Baiklah om dan tante saya permisi pulang!! erica juga sepertinya harus istirahat, karena dia kelihatan sangat kelelahan sekali!!" ucap rio menatap erica.
"Terima kasih rio sudah mengantar anak om pulang!!" ucap ayahnya erica.
"Iya rio hati hati dijalan!!" ucap ibunya erica.
"Iya om dan tante rio pamit pulang!! erica sampai jumpa lagi!!" ucap rio tersenyum.
"Iya rio!!" jawab erica.
Rio akhirnya pulang dari rumah erica, Ayah dan ibunya erica sangat menyukai rio dan mereka sangat senang jika erica dekat dengan rio. Apalagi ayahnya rio dan ayahnya erica mereka teman dekat, Dan mereka sama sama dari kalangan orang yang berada. Erica langsung masuk ke kamarnya dan berbicara dengan maya mengenai tasya.
"Maya apa kau dapat suatu petunjuk tadi tentang tasya?" ucap erica penasaran.
"Ehm tasya hanya mengatakan jika dia sangat mencintai rio dan dia tidak ingin rio dekat dengan gadis lain!!!" ucap maya sambil melipat kedua tangannya.
"Terus ada lagi yang lain maya?".
"Sepertinya walaupun kematian dia ada hubungannya dengan rio, tetapi dia antara dendam dan cinta!! aku tidak tahu pasti sebelum semuanya jelas dia sudah menghilang lagi!!" ucap maya kesal.
"Ehm bagaimana ini kita masih kurang petunjuk mengenai tasya!!".
"Erica sepertinya kita harus bertanya dengan teman dekat tasya yang namanya intan, mungkin kita akan mendapatkan suatu petunjuk jika bertemu dengannya!!".
"Tapi bagaimana kita akan bertemu dengannya! apalagi jadwal latihan basket akan padat karena 3 hari lagi akan ada turnamen basket antar sekolah!!" ucap erica sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Bagaimana jika setelah pulang dari latihan basket!! kau pergi ke kampus nya dengan evan dan bertanya dengan orang orang disana mengenai intan!!!".
"Ehm baiklah!! tunggu kita cari biodata intan dulu di internet!!" ucap erica sambil duduk dan membuka laptopnya.
Erica mencari biodata intan di internet untuk mencari tahu alamat rumahnya. Sehingga mereka bisa menyelidiki intan.
"Ini dia maya biodata intan!!!" teriak erica.
"Catat alamat rumahnya erica supaya kita bisa menyelidiki intan!!".
"Iya maya!! besok sepulang dari latihan basket kita akan mendatangi alamat ini untuk memastikan alamat rumahnya intan!!" ucap erica sambil menulis alamat intan di kertas.
"Besok kau minta temanin evan jangan pergi sendiri kesana erica!!!" ucap maya khawatir.
"Iya maya!! aku akan minta kepada evan untuk menemaniku besok mencari alamat ini!!".
"Aku hanya takut jika terjadi sesuatu jika kau sendirian kesana erica!!".
"Aku tidak sendirian kok!! kan sekarang ada kau maya yang selalu menemaniku!!" ucap erica tersenyum menatap maya yang ada di sampingnya.
"Iya erica aku akan selalu menemani dan menjagamu!!" ucap maya tersenyum.
"Ok sekarang aku mau istirahat dulu!! besok kita lanjutkan penyelidikan kita maya!!" ucap erica sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Baiklah erica selamat tidur!! semoga mimpi yang indah!!".
"Selamat malam maya!! hari ini benar benar hari yang melelahkan!!" erica sambil memejamkan matanya.
"Selamat tidur erica!! aku akan selalu menjagamu aku berjanji!!" ucap maya di dalam hati.
Keesokan harinya erica dan maya seperti biasa berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah erica bertemu dengan cindy.
"Hei kau!! cupu!!" ucap cindy sambil mendekati erica.
"Ada apa cindy!!" ucap erica.
"Kau tidak menghiraukan peringatanku untuk tidak mendekati evan!!" teriak cindy.
"Aku hanya berteman dengan evan!!".
"Haaaah aku tak percaya padamu erica!! gadis sepertimu hanya mau berteman dengan evan!!" ucap Cindy sambil tangannya menunjuk muka erica.
"Kenapa kau selalu membenciku cindy? aku tak pernah benci dan mengganggumu!!!".
"Karena kau dekat dengan evan!! itu yang membuatku benci padamu!!".
"Terserah padamu cindy!! aku dan evan hanya berteman tidak lebih dari itu!!" ucap erica sambil berjalan meninggalkan cindy.
"Tunggu mau kemana kau cupu!! aku belum selesai berbicara padamu!" ucap cindy sambil menarik tangannya erica.
"Aaarrgghh sakit cindy!! kenapa kau menarik tanganku?" teriak erica.
"Sudah ku bilang aku belum selesai berbicara padamu!!".
Maya yang ada di samping erica marah dengan perlakuan cindy yang selalu mengganggu erica.
"Anak ini belum jera juga ku beri pelajaran!!!" ucap maya marah.
Tiba tiba evan datang dan menarik tangan erica yang di pegang oleh cindy.
"Kenapa kau selalu membela nya evan!!" teriak cindy kesal.
"Aku tidak membelanya cindy! hanya kau selalu keterlaluan mengganggu erica!!" teriak evan marah.
"Oo jadi begitu sekarang karena kau mulai dekat dengannya dan kau melupakan aku evan!!".
"Aku tidak melupakan siapapun!! dan kau cindy tetap menjadi temanku!!".
"Haaah apa katamu teman!! jadi memang benar sekarang kau lebih menyukai gadis cupu ini daripada aku!!".
"Iya itu memang benar! aku lebih menyukai erica daripada kau!!".
"Apa evan!!!".
"Sudahlah jangan kau ganggu lagi erica!!" ucap evan.
"Tapi evan!!!".
"Ayo erica kita pergi!!" ucap evan sambil berjalan memegangi tangan erica.
"Tapi evan bagaimana dengan cindy!!!" ucap erica.
"Biarkan saja dia disini!!!".
"Evan aku belum selesai berbicara padamu!!!" ucap cindy kesal.
Evan dan erica meninggalkan cindy dan menuju ke kelas mereka masing masing. Melihat evan yang semakin dekat dengan erica membuat cindy benar benar cemburu dan marah.
"Awas kau cupu aku akan membalasmu!!!" ucap cindy marah.
Maya yang melihat evan membela erica di depan cindy sangat senang, karena maya mengetahui jika evan memang benar benar sangat menyukai erica.
Setelah selesai semua pelajaran dan waktu pulang sekolah. Evan menghampiri erica dikelasnya yang sedang bersiap siap untuk pergi latihan basket bersama.
"Erica!! apa kau sudah selesai ayo kita sama sama ke lapangan untuk latihan!!" ucap evan.
"Ciye ciye!!! yang lagi dekat sekarang!!" ucap putri yang ada di sebelah erica.
"Aah putri apaan sih!!!" ucap erica malu.
"Iya putri memang aku sekarang lagi dekat dengan erica!!" ucap rio tersenyum menatap erica.
"Ehm di godain sama laki laki yang disukai ini!!!" ucap maya menggoda erica.
Erica hanya tersenyum malu karena evan, putri dan maya yang menggodanya.
"Ayo evan kita pergi latihan! nanti kita terlambat!!" ucap erica.
"Baiklah!! sampai jumpa putri!!" ucap evan.
"Iya evan!".
"Daah putri sampai jumpa besok ya!!" ucap erica.
"Iya erica!! latihan yang semangat ya sebentar lagi sudah mau pertandingan!!" ucap putri.
"Siap putri!!!" ucap erica tersenyum.
Erica dan evan berjalan menuju ke lapangan untuk latihan basket. Kemudian erica berbicara dengan evan untuk mengajaknya mencari alamat intan temannya tasya.
"Ehm evan! boleh aku meminta tolong padamu!!".
"Memangnya kau ingin meminta tolong apa erica?" tanya evan.
"Nanti setelah selesai kita latihan basket maukah kau menemaniku mencari alamat seseorang!!".
"Alamat siapa yang ingin kau cari erica!!".
"Alamatnya intan temannya tasya!!".
"Ooo kau sudah mendapatkan alamatnya!!".
"Sudah ku dapatkan!! tinggal kita mendatangi alamatnya saja!!".
"Baiklah setelah selesai latihan aku akan menemanimu erica!!".
"Terima kasih evan!! kau selalu membantuku!!" ucap erica sambil menatap evan.
"Tak usah sungkan erica!! aku juga sudah berjanji padamu untuk membantumu mencari tasya!!".
"Iya evan! aku ingin mencari kebenaran tentang tasya yang menghilang secara tiba tiba! apalagi setelah bertemu dengan ibunya yang sangat sedih kehilangan putri tunggalnya!!".
"Iya erica kita harus membantu ibunya tasya untuk menemukan tasya!!".
"Iya evan!! semoga kita mendapatkan petunjuk tentang tasya setelah menemui intan!".
"Baiklah erica untuk sekarang konsentrasi dulu kita latihan!! setelah selesai latihan kita lanjutkan pencarian kita ok!!" ucap evan.
"Baiklah evan!!" ucap erica tersenyum.
Setelah sampai di lapangan basket erica dan tim basketnya melakukan pemanasan sebelum latihan, dan erica menyuruh maya agar memasuki tubuhnya agar erica bisa latihan dengan baik.
"Maya ayo masuklah kedalam tubuhku!!" bisik erica dengan suara pelan.
"Ok erica!! aku akan memulai latihan basket dengan memasuki tubuhmu!!".
Maya memasuki tubuhnya erica dan menjalankan latihan basket dengan tim nya. Erica, evan dan maya mereka telah bertekad akan menyelidiki kasus hilangnya tasya yang secara misterius. Agar dapat terungkap kejadian yang sebenarnya dan membuat hantu tasya bisa menjadi tenang.