
Keesokan paginya erica dan orang tuanya bersiap siap untuk pergi ke acara pemakaman tasya. Erica menelpon evan jika dia pergi akan pergi bersama orang tuanya.
"Kring kring kring" Suara handphone evan.
"Halo evan!!" ucap erica.
"Iya erica sebentar lagi aku akan menjemputmu dirumah!"
"Kau tidak perlu menjemputku evan!"
"Kenapa erica?"
"Karena aku akan pergi ke pemakaman tasya dengan orang tuaku."
"Ooo jadi orang tuamu juga akan menghadiri pemakaman tasya?"
"Iya evan! nanti kita bertemu disana saja!"
"Baiklah erica!" Evan menutup telpon dari erica.
"Semoga hari ini semuanya berjalan lancar!" ucap erica.
"Tasya masih berada di dekat ibunya erica!" ucap maya.
"Mungkin dia masih sedih melihat keadaan ibunya yang terpukul karena kepergiaan tasya!"
"Benar erica! aku juga merasa sangat penasaran apakah ada orang yang menangisi kepergianku seperti tasya?" ucap maya sedih.
"Kita belum mengetahui apapun tentang dirimu maya! kau hanya ingat namamu tapi tak mengingat siapa dirimu! pasti ada seseorang yang sangat sedih dan merasa kehilangan dirimu maya!" ucap erica mencoba menghibur maya.
"Mungkin saja erica!"
"Ayo kita turun kebawah ibu dan ayah mungkin sudah siap untuk berangkat!" Erica berjalan keluar kamar.
"Selamat pagi sayang! ayo kemari kita sarapan dulu sebelum pergi!" ucap ibunya erica.
"Iya bu!!" Erica berjalan menuju meja makan dan duduk.
"Apa banyak orang yang menghadiri pemakaman tasya?" tanya ayahnya erica.
"Mungkin lumayan banyak yang hadir ayah! Oo iya kemarin ada kepala yayasan dari kampus tempat rio kuliah yang datang kerumah tasya!"
"Terus apa terjadi sesuatu?" tanya ayahnya erica.
"Dia menyuruh ibunya tasya untuk tidak meneruskan kasus ini ayah!"
"Apa dia berkata seperti itu pada ibunya tasya!" ucap ibunya erica kesal.
"Iya ibu, dia juga menawarkan konpensasi dari orang tua rio, dia juga mengatakan jika kasus ini sampai tersebar luas akan mempengaruhi popularitas kampus mereka!"
"Haaah masih sempat mereka memikirkan popularitas kampus dalam keadaan seperti ini! dasar orang yang tak punya hati!" ucap ibunya erica marah.
"Terus bagaimana ibunya tasya apa yang dia lakukan setelah mendengar semua ucapan kepala yayasan itu?" tanya ayahnya erica.
"Dia menolaknya yah! dan dia akan tetap melanjutkan kasus ini sampai ke pengadilan!" ucap erica.
"Betul sekali! kita jangan sampai mundur dari kasus ini, kita buat rio mendapatkan semua hukumannya!" ucap ibunya erica.
"Mungkin orang tua rio sudah mempunyai rencana untuk menghadapi kasus ini!" ucap erica.
"Begitupun ibu dan ayah sayang kita juga sudah memiliki rencana untuk menghadapi mereka!" ucap ibunya erica.
"Ayo kita berangkat nanti kita terlambat ke acara pemakaman tasya!" ucap ayahnya erica berdiri dari tempat duduk.
"Baik yah!" ucap erica.
"Ayo sayang kita masuk ke mobil!" ucap ibunya erica.
Erica dan orangtuanya berangkat menuju ke rumahnya tasya. Setelah sampai dirumahnya tasya, erica dan orang tuanya langsung masuk ke dalam rumah untuk menemui ibunya tasya.
"Bu!" ucap erica memanggil ibunya tasya.
"Erica kau sudah datang! evan dan intan juga sudah datang dari tadi disini!" ucap ibunya tasya.
"Iya bu, perkenalkan ini ibu dan ayah saya!" ucap erica.
"Saya dan istri saya turut berduka cita atas kematiannya tasya!" ucap ayahnya erica.
"Terimakasih pak! anak anda erica sudah banyak membantu saya dan tasya!"
"Itu sudah kewajiban kami untuk membantu!" ucap ibunya erica.
"Terimakasih bu, sudah mau datang kemari! bapak dan ibu orang sibuk dan terpandang mau datang kemari dan menolong saya, saya hanya bisa mengucapkan terimakasih dan tak bisa membalasnya!"
"Tak perlu berbicara seperti itu, kita sama sama orang tua! saya sangat paham perasaan ibu!" ucap ibunya erica.
"Apa kabar om dan tante!" ucap evan sambil mendekati ibu dan ayahnya erica.
"Ooo ini evan kan temannya erica!" ucap ibunya erica.
"Tante dan om kabarnya baik bagaimana denganmu evan?" tanya ibunya erica.
"Saya juga baik tante!"
"Kau kemari dengan siapa evan?"
"Saya pergi kemari sendiri tante!"
"Tante sangat senang erica punya teman dekat seperti kamu evan!"
"Terimakasih tante!" ucap evan tersenyum.
"Erica! ternyata temanmu evan makin hari makin tampan kalau ibu lihat!" Bisik ibunya erica pada erica.
"Ah ibu!!"
Tiba tiba orang tua rio datang ke rumahnya tasya dan menghampiri ibunya tasya. Semua orang sangat terkejut melihat kedatangan orang tua rio kerumahnya tasya.
"Selamat pagi nyonya!" ucap ayahnya rio.
"Pagi!" jawab ibunya tasya.
"Ada apa mereka datang kemari! apa yang ingin mereka rencanakan lagi!" ucap ibunya erica.
"Kenapa harus bertemu lagi dengan mereka disini!" ucap ibunya rio di dalam hati.
"Saya dan istri turut berduka cita atas kematian tasya! kami sebagai orang tua rio memohon maaf atas semua perbuatan putra kami kepada tasya!" ucap ayahnya rio.
"Kami harap anda mau berdamai dengan kami dan tak melanjutkan lagi kasus ini lagi! putra kami sekarang sedang sakit dan berada di rumah sakit, jika dia sampai di tahan dan di penjara entah bagaimana nanti keadaannya! dia putra kami satu satunya, kami mohon dengan sangat pengertian anda!" ucap ibunya rio.
"Mereka benar benar orang yang egois!" ucap maya sambil menatap orang tuanya rio.
"Kita lihat maya apa yang ingin mereka lakukan disini!" Bisik erica pada maya.
Ibunya tasya hanya diam dan menatap ibu dan ayahnya rio yang berbicara padanya.
"Kalian ini benar benar tidak punya hati!" teriak ibunya erica kesal.
"Jangan ikut campur urusan kami!" teriak ibunya rio.
"Apa katamu tidak usah ikut campur! putriku juga korban dari perbuatan anakmu yang brengsek itu!" teriak ibunya erica marah.
"Apa kau bilang anakku brengsek!"
"Memang begitu kenyataannya, dia benar benar laki laki yang brengsek dan jahat!" ucap ibunya erica.
"Aku akan menuntutmu atas pencemaran nama baik anakku!"
"Tuntut saja aku tidak takut! kita lihat siapa yang akan malu!" ucap ibunya erica.
"Sudahlah bu jangan buat keributan disini!" ucap ayahnya erica sambil memegangi tangan ibunya erica.
"Ibumu benar benar hebat erica!" ucap maya sambil tersenyum.
"Hem ibuku kalau marah memang menyeramkan!" Bisik erica pada maya.
Ibunya tasya berjalan dan mendekati orang tuanya rio.
"Saya mohon jangan buat keributan di acara pemakaman anak saya!"
"Kami datang kemari hanya ingin berdamai dengan anda!" ucap ayahnya rio.
"Saya mengerti anda sangat menyayangi dan mengkhawatirkan putra anda! begitupun saya sangat menyayangi putri saya satu satunya, bagaimana jika anda di posisi saya? apakah kalian akan membiarkan pembunuh dari anaknya bebas begitu saja tanpa mendapatkan hukuman atas perbuatannya?" ucap ibunya tasya.
"Tapi anak saya benar benar khilaf dan tak sengaja membunuh anak ibu!" ucap ibunya rio.
"Khilaf kata anda! dia menghamili putriku dan menggugurkan kandungannya setelah itu dia membunuhnya! apakah itu yang disebut khilaf dan tak sengaja! coba jawab aku!" teriak ibunya tasya.
"Ta..tapi saya sangat yakin jika anak saya tidak berniat melakukan itu!" ucap ibunya rio.
"Haah kita sama sama orang tua kalian pasti paham perasaan saya! dan saya memutuskan untuk tetap melanjutkan kasus ini sampai putri saya mendapatkan keadilan!" ucap ibunya tasya dengan mata yang berkaca kaca.
"Itu pilihan yang salah! anda akan benar benar menyesal dengan keputusan ini!" ucap ibunya rio kesal.
"Aku tak akan menyesal dengan semua keputusanku!"
"Baiklah kita akan bertemu di pengadilan! Ayo ayah kita pergi dari sini!" Ibunya rio dan ayahnya pergi meninggalkan rumahnya tasya.
"Apa mereka benar benar tidak punya hati dan egois!" ucap ibunya tasya sedih.
"Tenanglah bu, saya dan suami akan tetap membantu ibu sampai kasus ini selesai!" ucap ibunya erica mencoba menenangkan ibunya tasya.
"Terimakasih ibu dan bapak mau membantu saya!"
"Tak usah dipikirkan perkataan mereka bu! saya akan pastikan rio akan mendapatkan hukuman yang berat!" ucap ayahnya erica.
Orang tua rio benar benar kesal dan marah karena ibunya tasya yang tak mau berdamai dengan mereka. Maya yang melihat orang tuanya rio berkata kasar kepada ibunya tasya sangat kesal dan marah dan dia berniat untuk memberikan mereka pelajaran atas semua perbuatan mereka.