
Setelah ambulans dan mobil jenazah datang ke klinik bu serly. Semua mayat bayi yang dikubur di masukkan dalam kantong jenazah dan akan dibawa kerumah sakit untuk di autopsi. Serta bukti bukti semua alat praktek dan obat obatan terlarang semuanya disita oleh polisi dan dijadikan sebagai bukti untuk menahan bu serly.
"Akhirnya nenek lampir itu ditahan juga oleh polisi!" ucap maya senang.
"Iya lisa, akhirnya arwah arwah bayi itu bisa dikuburkan dengan layak nantinya!" ucap tasya.
"Betul tasya, sebentar lagi kasus ini akan selesai!" ucap maya.
"Akupun tak lama lagi akan pergi dengan tenang jika semua kasus ini selesai!" ucap tasya.
"Aku akan sangat senang dan sedih berpisah denganmu tasya! Aku sedih karena tak akan bertemu lagi denganmu, dan senangnya akhirnya kau akan pergi dengan tenang!" ucap maya.
"Kau pun akan sepertiku maya jika semua masalahmu selesai kau juga akan pergi dengan tenang!" ucap tasya.
"Entahlah kapan itu aku tidak tahu tasya!" ucap maya.
"Memangnya apa yang membuatmu tidak tenang maya?" tanya tasya penasaran.
"Aku tidak mengetahui kenapa aku bisa mati dan siapa sebenarnya diriku! satu hal yang hanya bisa aku ingat yaitu namaku maya!"
"Kenapa bisa kau tidak mengingat apapun maya?" tanya tasya heran.
"Aku juga tidak tahu mengapa aku tidak bisa mengingat apapun!" ucap maya.
"Bersabarlah maya, nanti akan tiba waktunya kau akan mengingat semua masa lalumu!" ucap tasya sambil memegang tangannya maya.
"Semoga saja secepatnya aku bisa mendapatkan semua ingatanku! tetapi entah mengapa ada perasaan yang sangat takut di hatiku tasya!" ucap maya.
"Kenapa bisa ada rasa takut di hatimu maya?"
"Entahlah tasya! aku juga pasti akan berpisah dengan erica dan kembali ke dunia yang seharusnya jika semua urusanku sudah selesai!" ucap maya sedih.
"Aku akan selalu mendukungmu maya!"
"Terimakasih tasya!"
Sementara itu semua polisi menyita semua barang yang ada di klinik dan memasang garis polisi.
"Cepat bawa tersangka ke dalam mobil dan setelah sampai di kantor polisi masukka dia ke dalam penjara!" ucap pak polisi.
"Siap pak!"
"Lepaskan lepaskan aku! kalian akan menyesal karena telah menangkapku! aku kenal dekat dengan bu sandra pengacara yang paling hebat di kota ini! dia pasti akan menolongku!" teriak bu serly.
"Kita lihat saja nanti siapa yang akan kalah dan masuk penjara!" ucap ibunya erica.
"Aku pasti akan membalasmu!" ucap bu serly pada ibunya erica.
"Silahkan saja aku akan menunggunya hahahahaha!" ucap ibunya erica tertawa senang.
"Awas saja kau! aku akan membalas kalian semua!" teriak bu serly marah.
"Sampai jumpa di pengadilan bu serly!" ucap ibunya erica sambil melambaikan tangannya.
Bu serly sangat kesal dan marah dengan erica dan ibunya yang telah membuat dia masuk ke dalam penjara.
"Tunggu saja nanti aku akan membalas kalian semua!" ucap bu serly di dalam hati.
"Syukurlah akhirnya kita bisa mengungkap semua kejahatan bu serly!" ucap evan.
"Iya evan! sekarang kita tinggal menunggu sidang lusa nanti, semoga hasilnya akan sesuai dengan apa yang kita harapkan!" ucap erica.
"Ehm setelah semua masalah ini selesai jangan lupa janjimu padaku erica!" ucap evan.
"Janji yang mana evan?" tanya erica penasaran.
"Masa kau tidak ingat erica!" ucap evan.
"Aku tak ingat evan memangnya aku pernah berjanji apa padamu?" tanya erica.
"Bukankah kau berjanji kita akan berlibur hanya berdua saja nanti! selama kita berpacaran bukankah kita belum pernah sama sekali berlibur dan berjalan berdua seharian!" ucap evan sambil menatap erica.
"Oo iya evan aku lupa! tentu aku pasti akan menepati janjiku!" ucap erica tersenyum.
"Heem begitu dong!" ucap evan senang.
"Erica sayang!" teriak ibunya erica memanggil.
"Iya bu!" jawab erica.
"Apa kau akan pulang dengan ayah dan ibu atau dengan evan?" tanya ibunya erica.
"Apa kau akan buru buru pulang evan?" tanya erica.
"Tidak kebetulan hari ini aku tidak ada kegiatan! aku yang akan mengantarkan erica pulang tante!" ucap evan.
"Baiklah kalau begitu om dan tante titip erica ya! erica ibu dan ayah pulang duluan karena ayahmu ada meeting dengan klien nya malam ini!" ucap ibunya erica.
"Hati hati di jalan tante dan om!" ucap evan.
"Evan antar anak gadis om pulang kerumah dengan selamat ya!" ucap ayahnya erica.
"Siap om!" jawab evan.
Pak polisi berjalan mendekati ayah dan ibunya erica.
"Terimakasih atas laporan dan bantuannya pak daniel!" ucap pak polisi.
"Sama sama pak! semua ini juga berkat informasi dari anak saya erica dan evan!" ucap ayahnya erica.
"Terimakasih juga untuk kalian! jika kalian tidak melaporkannya kita pasti tidak bisa mengungkap semua kejahatan ini!" ucap pak polisi.
"Sama sama pak!" ucap erica dan evan.
"Baiklah pak saya dan istri mohon pamit dulu! Saya ada kegiatan lain yang harus saya hadiri!" ucap ayahnya erica.
"Iya pak silahkan!" ucap pak polisi.
"Sampai bertemu kembali!" ucap ayahnya erica.
"Iya pak daniel!"
"Erica jangan pulang terlalu malam!" ucap ayahnya erica.
"Tentu yah!" jawab erica.
Ayah dan ibunya erica pergi pulang kerumahnya dengan mengendarai mobilnya. Sementara itu erica mendengar suara suara bayi yang tertawa senang di bawah pohon di belakang klinik bu serly. Erica berjalan mendekati pohon besar itu. Maya dan tasya pun mengikuti erica dari belakang.
"Aku sangat senang mendengar suara tawa kalian semua! pertama kali waktu melihat kalian disini aku melihat jeritan tangis kalian semua yang membuatku sangat sedih!" ucap erica.
"Mereka sekarang sudah tenang erica!" ucap maya.
"Betul erica mereka sekarang akan pergi dengan tenang tanpa rasa sedih lagi!" ucap tasya.
"Betul, aku sangat senang bisa membantu mereka!" ucap erica sambil tersenyum.
"Erica!!" teriak evan memanggil.
"Iya evan!"
"Kenapa kau kemari? kau sedang berbicara dengan siapa?" tanya evan heran.
"Tidak aku hanya berbicara sendiri saja! aku sangat sedih melihat kuburan bayi bayi disini mereka dikubur dengan sangat tidak layak!" ucap erica.
"Betul erica! banyak sekali orang menginginkan seorang anak, ini malah ada orang yang tega membunuh darah daging mereka sendiri dan menguburnya disini!" ucap evan kesal.
"Mereka semua berani berbuat tetapi tidak berani bertanggung jawab!" ucap erica kesal.
"Semoga mereka yang mengaborsi bayi bayi ini mendapatkan balasan dari tuhan!" ucap evan.
"Aamiin" ucap erica.
"Ayo kita pulang sekarang erica! seperti sebentar lagi semua polisi juga akan pergi dari sini!" ucap evan.
"Baik evan, ayo kita pulang!" ucap erica.
"Sebelum pulang kita makan dulu di restoran ya!" ucap evan.
"Boleh juga! kebetulan aku juga sangat lapar!" ucap erica.
"Ayo kita pergi sekarang ke restoran!" ucap evan sambil menggandeng tangannya erica.
"Iya evan!" ucap erica tersenyum.
"Ehm mulai lagi ini mesra mesraan di depan kita!" ucap maya.
"Namanya juga sepasang kekasih maya!" ucap tasya tersenyum.
"Ayo kita pergi saja tasya nanti malah kita jadi obat nyamuknya mereka lagi!" ucap maya.
"Ok maya!" ucap tasya.
"Kita akan mengunjungi rio lagi malam ini untuk melihat keadaannya!" ucap maya.
"Baik maya! aku juga penasaran bagaimana kondisi penjahat itu saat ini!" ucap tasya.
"Ayo kita pergi!" ucap maya.
"Iya maya!" ucap tasya.
"Maya dan tasya pergi menghilang dari sana. Sedangkan erica dan evan mereka pergi menuju ke restoran dengan mobilnya evan untuk makan malam disana. Maya dan tasya berencana untuk mendatangi rio lagi untuk melihat kondisi rio dan orang tuanya.