ME And GHOST

ME And GHOST
Mencari bukti 5



Evan mengantar erica pulang kerumahnya, evan yang mulai menyukai erica dia merasa cemburu dan khawatir jika erica dekat dengan rio. Apalagi setelah evan tahu jika rio orang yang kurang baik.


"Erica kita sudah sampai di rumahmu?" ucap evan.


"Ooo iya evan terimakasih karena sudah mengantarkan ku pulang!!" ucap erica.


"Sama sama erica!!".


"Baiklah sampai jumpa besok evan!!".


"Tunggu erica!!" ucap evan sambil menarik tangannya erica.


"Ada apa evan??" ucap erica sambil menatap evan.


"Berjanjilah kau harus berhati hati jika di dekat rio!!".


"Iya evan aku akan berhati hati jika di dekat rio!!".


"Aku sangat mengkhawatirkan mu erica!!".


"Terima kasih evan kau selalu baik padaku!!".


"Itu karena aku menyukaimu erica!! aku tak ingin jika kau dekat dengan laki laki lain!!" ucap evan menatap erica.


"Apa aku tidak salah dengar evan jika kau menyukaiku!!!" ucap erica terkejut.


"Itu benar erica!!".


Evan mendekatkan wajahnya ke erica dan evan mencium pipinya erica. Wajah erica langsung memerah karena di cium evan.


"Maaf erica!! tapi aku benar benar menyukaimu!! aku harap kau pun menyukaiku erica!!" ucap evan menatap erica.


"Waaah pemandangan yang sangat romantis!!!" ucap maya tersenyum.


"Sebenarnya aku pun sudah lama menyukaimu evan!! tapi aku merasa tak pantas jika dekat denganmu!!" ucap erica sambil menunduk malu.


"Jadi kau juga menyukai erica!! Aku sangat senang mendengarnya!!" ucap evan tersenyum sambil memegang tangan erica.


"Tapi aku tidak pantas denganmu evan!!! kau orang paling populer di sekolah banyak perempuan yang menyukaimu!!".


"Siapa bilang kau tak pantas untukku!! aku merasa sangat nyaman jika di dekatmu!! apalagi aku sangat menyukaimu apa adanya erica!!!".


"Tapi evan!!".


"Sudahlah jangan hiraukan orang lain!! yang penting kita saling menyukai!! mulai sekarang kita resmi menjadi sepasang kekasih!" ucap evan dengan serius.


"Wooow aku benar benar menyukai laki laki ini dia langsung menyatakan perasaannya tanpa ragu!!!" ucap maya menatap evan.


"Baiklah evan!!" ucap erica menatap evan.


"Baiklah erica sampai jumpa besok di sekolah!! tidur yang nyenyak malam ini!" ucap evan sambil memegangi pipinya erica.


"Iya evan!!" ucap erica malu.


Erica turun dari mobil dengan perasaan yang senang dan terkejut seakan dia merasa mimpi jika evan menyatakan perasaan padanya.


"Erica!! sampai jumpa besok!" teriak evan sambil melambaikan tangannya dari dalam mobil.


"Aah iya evan sampai jumpa!!" ucap erica tersenyum.


"Eeehm ada yang sedang berbunga bunga ini perasaannya!!" ucap maya menggoda erica.


"Apaan sih maya!!" ucap erica malu.


"Tuh kan pipimu merah erica!!".


"Apa benar pipiku merah maya!!" ucap erica sambil memegangi pipinya.


"Tentu saja!!" ucap maya.


"Apakah tadi pipiku juga merah di dekat evan!!".


"Aku masih seperti mimpi maya jika evan bilang dia menyukaiku!!".


"Kau memang cantik erica wajar saja jika dia menyukaimu!! jika aku laki laki saja pasti aku juga akan menjadikanmu kekasihku!" ucap maya menggoda erica.


"Aah maya jangan menggodaku!!" ucap erica malu.


Erica masuk kedalam rumahnya dengan perasaan yang sangat senang. Setelah memasuki kamarnya erica sangat terkejut melihat hantu tasya yang berada di kamarnya.


"Tasya!! kenapa kau bisa ada disini?" tanya erica terkejut.


"Kenapa kau bisa ada disini?" teriak maya.


"Aku ingin meminta bantuanmu!" ucap tasya dengan wajah yang sedih.


"Tapi tasya kenapa kau sering menghilang waktu kami ingin membantumu?" tanya erica.


"Itu karena aku masih belum yakin dengan kalian!!".


"Tasya sebenarnya apa yang terjadi padamu?? melihat kondisimu saat ini apa kau tewas dengan tidak wajar?" tanya maya.


"Iya aku meninggal dengan tidak wajar!! hiks hiks hiks" ucap tasya menangis.


"Tasya bisakah kau mengubah wajahmu menjadi tidak menyeramkan di depan kami?" ucap maya menatap tasya.


"Baiklah aku akan mengubah wujudku!!".


Tasya mengubah wujud wajahnya yang penuh luka menjadi seperti sebelum dia meninggal.


"Ternyata kau memang cantik tasya!" ucap erica melihat wajah asli dari tasya.


"Terimakasih!!" ucap tasya.


"Baiklah tasya coba kau ceritakan sebenarnya apa yang terjadi padamu!! dan hubunganmu dengan rio?" ucap maya penasaran.


"Iya tasya coba kau ceritakan pada kami supaya bisa membantumu!!!" ucap erica menatap tasya.


Kemudian tasya menceritakan semua tentang dia dan rio dan bagaimana dia bisa meninggal dunia. Tasya dan rio mereka teman satu kampus dan mereka satu jurusan, karena mereka yang sering bertemu membuat tasya menjadi jatuh cinta pada rio. Apalagi rio memang termasuk orang yang populer di kampus banyak wanita yang ingin dekat dengannya. Rio terkenal play boy dan memiliki banyak pacar, tetapi tasya tetap menyukai rio. Akhirnya rio pun menerima cinta tasya padanya dan mereka mulai dekat. Intan sahabat tasya sudah memperingatkan tasya agar tidak terlalu dekat dengan rio. Tetapi tasya tak menghiraukan intan dan membuat persahabatan mereka mulai retak. Karena rasa cinta tasya yang berlebihan sampai dia menyerahkan semuanya untuk rio termasuk keperawanan tasya dia berikan kepada rio. Sehingga tasya pun hamil karena rio, tasya dan rio pun menjadi khawatir dengan kehamilan tasya. Rio tak ingin jika tasya hamil anaknya dan menyuruh tasya menggugurkan kandungannya. Tasya merasa sedih karena harus menggugurkan kandungannya, tetapi karena dia sangat mencintai rio dan tak ingin menjadi bebannya jadi dia setuju untuk melakukannya. Di hari dia dan rio berencana untuk menggugurkan kandungannya tasya bertemu dengan intan, Tasya yang merasa bersalah kepada intan ingin memutuskan persahabatan mereka. Karena tidak mengetahui yang terjadi pada tasya, intan menjadi membenci tasya karena memutuskan persahabatan mereka. Pada saat tasya dan rio pergi ke dokter kandungan kenalan rio untuk menggugurkan kandungan tasya itu berhasil di lakukan, tetapi di perjalanan pulang tasya mengalami pendarahan dan membuat rio panik. Lalu rio membawa tasya ke villanya yang di puncak bukit. Karena panik melihat tasya yang tidak sadarkan diri karena pendarahannya rio akhirnya membunuh tasya dengan memukul kepala tasya dengan batu. Padahal rio tahu jika tasya masih dalam keadaan hidup tapi dia tetap membunuh tasya. Lalu rio mengubur tasya di samping villa nya. Pada saat itu tasya mengenakan gaun pendek berwarna merah. Tanpa rasa bersalah rio yang sudah membunuh tasya, dia langsung pulang kerumahnya. Mendengar semua cerita tasya membuat erica dan maya sangat kesal dan marah.


"Begitulah kejadian yang menimpaku!!" ucap tasya dengan wajah sedih.


"Tasya aku benar benar sedih mendengar ceritamu!!!" ucap erica sambil menatap tasya.


"Aku benar benar marah pada rio tapi aku juga mencintainya!! hiks hiks hiks!!" ucap tasya menangis.


"Untuk apa kau masih menyukai laki laki brengsek itu!! setelah memanfaatkanmu malah dia juga membunuhmu!!" ucap maya marah.


"Maya jangan berkata seperti itu pada tasya!!".


"Aku hanya mengatakan yang seharusnya!!!".


"Baiklah tasya kami akan membantumu dan membuat rio mengakui perbuatannya kepadamu agar dia mempertanggung jawabkan semuanya!!" ucap erica.


"Terima kasih kau mau membantuku!!!".


"Tapi erica kita harus bagaimana agar dia mengakui perbuatannya pada tasya!!!".


"Aku akan coba berdiskusi dengan evan dan membuat rencana untuk menjebaknya!!".


"Ehm baiklah erica!!".


"Kita lanjutkan besok maya!! tasya kau tenang saja kami pasti akan membantumu!!".


"Baiklah!! aku akan pergi, terimakasih karena mau membantuku!!".


"Sama sama tasya!!".


Tasya pergi menghilang dari kamarnya erica, Setelah mendengar semua cerita tasya erica dan maya berencana untuk menjebak rio agar dia mengakui semua perbuatannya kepada tasya.