
Setelah sampai dirumahnya ibunya erica langsung menyuruh nadira dan nadine untuk beristirahat di kamar yang telah di siapkan olehnya.
"Nadira dan nadine kalian langsung saja istirahat! bik mina akan mengantar kalian ke kamar yang telah disiapkan untuk kalian!" ucap ibunya erica.
"Terimakasih bu rosa! maaf kami telah merepotkan anda!" ucap nadira.
"Tidak apa apa jangan sungkan! anggap saja ini rumah kalian juga!" ucap ibunya erica.
"Tak perlu bik mina yang mengantar mereka bu! biar erica saja yang mengantar ke kamar mereka!" ucap erica.
"Baiklah kalau begitu! antar mereka ke kamar tamu kita sayang!" ucap ibunya erica.
"Baik bu!" jawab erica.
"Selamat beristirahat semuanya! sampai jumpa besok pagi!" ucap ibunya erica.
"Selamat malam bu rosa! semoga anda bermimpi indah!" ucap nadira.
"Mari aku antar kalian ke kamar!" ucap erica sambil berjalan menuju ke kamar tamu.
"Baik erica!" ucap nadira sambil berjalan mengikuti erica.
"Ini kamarnya! silahkan masuk coba dilihat dulu! apa ada yang kurang?" tanya erica.
Nadira dan nadine membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.
"Apa benar ini kamarnya erica?" tanya nadira sambil melihat sekeliling kamar.
"Benar ini kamarnya! pakaian kalian semua sudah ada di dalam lemari! apa ada yang kurang di dalam kamar ini?" tanya erica.
"Tidak ada yang kurang! tapi ini sudah lebih dari cukup erica! kamarnya sangat mewah dan bagus!" ucap nadira senang.
"Benar kak! kamar ini sangat bagus seperti di hotel saja!" ucap nadine senang.
"Syukurlah jika kalian sangat menyukainya! jika ada yang kalian butuhkan tinggal bilang saja sama bik mina atau padaku!" ucap erica.
"Baik erica! terimakasih untuk semuanya!" ucap nadira.
"Sama sama nadira! selamat beristirahat!" ucap erica sambil berjalan keluar dari kamar nadira.
Nadira dan nadine sangat tidak menyangka jika mereka dapat tinggal sementara di rumah mewahnya erica.
"Kak ternyata erica memang benar benar dari keluarga yang kaya raya!" ucap nadine.
"Betul nadine! kupikir dia korban rio sepertiku hanya wanita biasa yang tak bisa menentang bu sandra!" ucap nadira.
"Sepertinya bu rosa lebih berkuasa daripada bu sandra! wajar saja jika dia berani melawan keluarganya rio! aku rasa kakak harus membantu mereka!" ucap nadine.
"Entahlah nadine! kakak masih bingung karena jika membantunya pasti aib kakak sendiripun akan terbongkar! lalu bagaimana ayah dan ibu mereka pasti akan sangat kecewa pada kakak!" ucap nadira ragu.
"Tapi mereka sudah banyak membantu kita kak! seharusnya kakak membalas kebaikan mereka dengan mau menjadi saksi di pengadilan nanti untuk melawan bu sandra!" ucap nadine.
"Kakak harus memikirkannya dulu nadine!".
"Baiklah itu terserah pada kakak! tapi aku sudah mengatakan pendapatku! ayah dan ibu pasti akan memaklumi kakak! bagaimanapun ayah dan ibu pasti akan memaafkan anaknya sebesar apapun kesalahannya!" ucap nadine.
"Iya nadine! kita lihat saja nanti kakak masih ragu!" ucap nadira.
"Mari kita istirahat dulu kak! hari sudah malam aku sudah sangat mengantuk!" ucap nadine sambil berbaring di atas tempat tidur.
"Apa yang harus kulakukan? aku benar benar harus membalas kebaikan mereka pada keluargaku! tapi jika aku membantu mereka apa ayah dan ibu akan memaafkan kesalahanku?" ucap nadira di dalam hati.
Sementara itu di dalam kamarnya erica, maya dan tasya berbincang membicarakan tentang nadira dan keluarganya.
"Erica apa menurutmu nadira akan mau membantumu melawan rio?" tanya maya ragu.
"Kita tunggu saja maya! walaupun dia tidak mau membantu tidak apa apa! jangan takut kebenaran pasti akan menang!" ucap erica sambil mengganti pakaiannya.
"Iya maya! aku pun juga yakin kita pasti akan menang! hanya kita juga harus tetap berhati hati! pasti ibunya rio telah merencanakan sesuatu untuk sidang nanti!" ucap tasya.
"Wanita itu ternyata benar benar seorang monster menurutku! ambisinya untuk menang membuatnya melakukan cara apapun!" ucap maya kesal.
"Kita lihat saja di sidang nanti! semoga saja ada keajaiban yang membuat kita memenangkan sidang nanti!" ucap erica sambil berbaring di tempat tidur.
"Ooo iya apa kau tidak mendatangi dukun itu lagi maya? bukankah katamu saat menyentuh tangannya kau bisa melihat sepintas masa lalumu walaupun tidak jelas!" ucap erica.
"Aku tidak menemuinya lagi! nanti saja setelah masalah tasya selesai!" ucap maya.
"Baiklah kalau begitu! aku sangat mengantuk selamat tidur semuanya!" ucap erica sambil menutup matanya.
"Maya apa kau tidak merasa penasaran dengan masa lalumu?" tanya tasya.
"Sebenarnya aku sangat ingin mengetahui semuanya tentang diriku! tapi aku tak ingin menambah beban pikiran erica untuk saat ini!" jawab maya sambil bersandar di kursi.
"Semoga saja kau akan cepat mengingat semua tentang masa lalumu! aku juga sangat penasaran kenapa kau bisa menjadi lupa ingatan setelah meninggal!" ucap tasya penasaran.
"Entahlah aku juga tidak tahu mengapa bisa begitu tasya!" ucap maya.
"Aku pun sangat merasa kasihan padamu maya! semoga saja kau bisa cepat menemukan apa yang membuatmu tidak tenang dan dapat segera menyelesaikan urusan yang belum terselesaikan di dunia ini!" ucap tasya di dalam hati sambil menatap maya.
Keesokan paginya nadira dan nadine sarapan bersama di meja makan dengan erica dan orang tuanya.
"Bagaimana nadira dan nadine apa tidur kalian nyenyak tadi malam?" tanya ibunya erica.
"Tidur kami sangat nyenyak bu rosa! terimakasih atas semuanya!" ucap nadira.
"Sama sama nadira! jika butuh sesuatu nanti tinggal bilang saja ya!" ucap ibunya erica.
"Maaf bu rosa! kami hari ini harus masuk kuliah!" ucap nadira.
"Ehm untuk soal itu saya tidak bisa mengizinkan kalian untuk sementara ini kuliah!" ucap ibunya erica.
"Kenapa bu rosa? bukankah kami harus tetap kuliah agar mendapatkan nilai yang bagus?" tanya nadira bingung.
"Bukannya kalian tidak boleh kuliah! ini hanya untuk sementara saja! selama proses sidang rio berlangsung!" ucap ibunya erica.
"Betul kata istri saya! kalian harus bersembunyi sementara ini! kami tidak ingin jika terjadi sesuatu pada kalian!" ucap ayahnya erica.
"Apa karena bu sandra?" tanya nadira.
"Iya betul sekali! wanita itu pasti akan mencari kau nadira! kita tidak tahu apa yang akan dilakukannya padamu!" ucap ibunya erica.
"Pagi semua!" ucap erica sambil berjalan dan duduk di kursi.
"Pagi sayang! kenapa kau bangunnya siang?bukankah kau seharusnya sekolah hari ini!".
"Ehm belum terlambat bu!" ucap erica sambil melihat jam tangannya.
"Ayo cepat sarapan dan langsung berangkat ke sekolah!" ucap ibunya erica.
"Baik bu! pagi nadira nadine!" ucap erica.
"Pagi erica!" ucap nadira dan nadine.
"Bagaimana nadira dan nadine menurut kalian?apa kalian merasa keberatan dengan keputusan kami?" tanya ibunya erica.
"Kalian tenang saja masalah kuliah kalian! akan kupanggil dosen yang terbaik untuk mengajari kalian di rumah untuk sementara ini!" ucap ayahnya erica.
"Tidak perlu pak daniel! kami bisa belajar sendiri!" ucap nadira.
"Baiklah itu terserah pada kalian! bilang saja bila kalian berubah pikiran!" ucap ayahnya erica.
"Baik pak daniel" ucap nadira.
"Tenang saja kalian tak akan kesepian disini! sepulang sekolah aku akan langsung pulang untuk menemani kalian dirumah!" ucap erica.
"Iya erica!" ucap nadira.
"Ayah ibu! erica berangkat dulu ke sekolah!" ucap erica sambil berlari keluar rumah menuju mobilnya.
"Hati hati sayang!" teriak ibunya erica.
"Iya bu!" ucap erica.
Erica pergi ke sekolah, lalu nadira dan nadine menyetujui jika mereka akan bersembunyi sementara waktu selama proses persidangan rio. Ibunya erica sangat khawatir jika bu sandra akan mencelakai mereka.