
Keesokan paginya seperti biasa Erica pergi kesekolah, dia bersiap siap untuk berangkat ke sekolahnya. Saat Erica akan berangkat ke sekolah dia berbicara pada ibunya jika akan pulang terlambat karena akan pergi ke rumah Rey untuk belajar bersama.
"Bu, Erica akan pulang terlambat hari ini karena akan pergi ke tempat temanku yang bernama Rey untuk belajar bersama disana," ucap Erica.
"Apa kau tidak akan kerumah sakit hari ini? bukankah Evan pulang hari ini, tadi malam ibunya menelpon ibu jika Evan akan pulang hari ini," ucap Ibunya Erica.
"Aku tadi malam sudah menelpon Evan jika tidak bisa kesana bu, Evan juga mengatakan jika aku tak perlu repot kesana, karena dia juga akan langsung pulang kerumahnya dan beristirahat," jawab Erica.
"Ooo begitu, baiklah tapi ingat jangan pulang terlalu malam, ibu juga ada urusan hari ini dan akan pulang malam."
"Baik bu, Erica berangkat dulu ke sekolah."
"Hati hati di jalan sayang."
Lalu Erica masuk ke dalam mobil dan pergi ke sekolah dengan supirnya.
"Anak itu sebenarnya apa lagi yang akan dia lakukan? aku merasa jika dia akan melakukan sesuatu, semoga saja itu tidak berbahaya," ucap Ibunya Erica khawatir.
Kemudian Ibunya Erica pergi dengan mobilnya.
Setelah selesai sekolah Erica, Putri, dan Rey pergi bersama kerumahnya Rey, mereka satu mobil dengan Rey dan supirnya. Rey sangat senang karena Erica akan berkunjung kerumahnya.
"Erica apa pulang nanti kau dan Putri perlu aku antar pulang?" tanya Rey.
"Tak perlu Rey nanti supirku akan menjemput, aku tidak perlu mengantar kami," ucap Erica.
"Ooo begitu, bagaimana keadaanmu Erica? apa kau baik baik saja setelah pingsan kemarin di tempat latihanku," ucap Rey.
"Aku baik baik saja setelah beristirahat tadi malam," ucap Erica.
"Baguslah kalau begitu aku sangat mengkhawatirkanmu tadi malam," ucap Rey.
Putri terkejut mendengar ucapan Rey yang mengatakan Erica pingsan kemarin di tempat latihannya.
"Erica! kenapa kau bisa pingsan kemarin? kau yakin jika dirimu baik baik saja?" tanya Putri khawatir.
"Aku baik baik saja Put, kau tak perlu khawatir, aku kemarin pingsan hanya karena kelelahan saja," jawab Erica.
"Heem, kau membuatku takut saja Erica," ucap Putri.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumahnya Rey, kemudian mereka semua turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya Rey dan menuju langsung ke dalam perpustakaan. Maya mencari hantunya Ibunya Rey untuk bertemu dengannya. Maya menemukan hantu Ibunya Rey ada di dalam kamarnya, lalu Maya mendekatinya.
"Bu Clara! aku sudah mencarimu kemana mana, ternyata kau disini," ucap Maya.
"Apa kau dan Erica sudah lama sampai dirumahku?"
"Kami baru saja sampai bersama dengan Rey, sekarang mereka sedang ada di dalam perpustakaan," jawab Maya.
"Apa kita akn langsung kesana untuk mengambil buktinya?" tanya Ibunya Rey.
"Tapi kita tidak bisa mengambilnya jika ada Rey dan Putri disana? Rey akan mencurigai Erica jika dia sampai melihat Erica mengambilnya," ucap Maya.
"Kita harus mencari cara agar Rey dan temannya keluar sebentar dari sana, karena tidak terlalu lama mengambil bukti itu," ucap Ibunya Rey.
"Kira kira cara apa yang akan membuat mereka keluar dari sana agar Erica bisa mengambil bukti itu tanpa di ketahui," ucap Maya.
"Bagaimana jika membuat mereka tertidur saja agar dapat lebih mudah," ucap Ibunya Rey.
"Bagaimana caranya membuat mereka tertidur?" tanya Maya.
"Aku juga tidak tahu caranya Maya," ucap Ibunya Rey.
"Ehm, aku punya satu cara agar bisa membuat mereka keluar dari sana! tapi aku mungkin akan merusak sesuatu yang mungkin kau sayangi," ucap Maya.
"Memangnya apa yang akan kau rencanakan Maya?"
"Aku akan merusak suatu barang di rumah ini dan membuat mereka keluar dari perpustakaan untuk melihatnya," jawab Maya.
"Apa katamu kau akan merusak suatu barang di rumah ini dan membuat keributan agar mereka keluar dari sana!"
"Iya betul, apa kau tidak setuju dan merasa keberatan, kita tidak punya cara lain lagi," ucap Maya.
"Ehm, entu saja aku sangat setuju! lagi pula aku juag dapat membeli semua lagi nanti, sekarang yang terpenting adalah mendapatkan bukti itu agar dapat membuat Leo di tangkap oleh polisi," ucap Ibunya Rey.
"Heem, kupikir tadi kau tidak akan setuju dengan rencanaku," ucap Maya.
"Pikiranku sekarang hanya ingin menghukum penjahat itu dan membuktikan semua kejahatannya, jika memang harus menghancurkan semua barang berharga di rumah ini, itu tak masalah bagiku," ucap Ibunya Rey.
"Baiklah kalau begitu ayo kita keluar dan mencari barang yang paling berharga dirumah ini," ucap Maya.
"Baiklah Maya."
Lalu Maya dan Ibunya Rey keluar dari kamar menuju ke ruang tamu, Maya akan memilih barang yang paling bagus dan akan menjatuhkannya sehingga menjadi pecah yang akan membuat keributan disana.
"Kira kira barang apa yang paling mahal disini?" tanya Maya.
"Semua barang yang ada disini mahal semua, tinggal kau pilih saja yang mana Maya," jawab Ibuny Rey.
Maya di sekeliling ruangan untuk mencari barang-barang yang paling mahal sehingga dapat membuat melihat-lihat disana.
"Bagaimana jika guci besar itu! sepertinya itu sangat mahal dan berharga? apa aku boleh memecahaknnya?"
"Matamu cukup jeli itu itu adalah barang yang sangat mahal dan langka, aku mendapatkannya dari sebuah pelelangan," ucap Ibunya Rey.
"Apa kau yakin aku boleh memecahkannya?" tanya Maya.
"Aku memang sangat menyukai guci itu, tapi aku lebih membenci Leo! baiklah kau boleh memecahkannya, aku akan membelinya lagi nanti!" jawab Ibunya Rey.
"Baiklah aku akan melakukannya dengan senang hati," ucap Maya.
Lalu Maya menggunakan kekuatan hantunya dan menjatuhkan guci itu ke lantai sampai pecah berhamburan dan mengagetkan semua orang yang ada di rumah itu."
"Praaaaaaang" suara guci pecah.
"Sekarang semua orang pasti akan kemari," ucap Maya sambil tersenyum.
"Maaf guci sayang kami telah menghancurkanmu," ucap Ibunya Rey.
Semua orang terkejut mendengar guci besar yang tiba tiba jatuh dan pecah berhamburan, pembantu di rumah Rey berlari masuk ke dalam perpustakaan untuk memberitahu Rey.
"Maaf tuan saya mengganggu anda," ucap Pembantu rumah Rey.
"Ada apa bik? sepertinya ada sesuatu yang terjatuh dan pecah?" tanya Rey.
"Itu yang mau saya laporkan pada tuan, guci besar kesayangan nyonya besar yang ada di ruang tamu tiba tiba saja terjatuh dan pecah."
"Apa katamu! kenapa itu bisa tiba tiba pecah, guci itu adalah kesayangan ibuku," ucap Rey.
"Saya juga tidak tahu tuan kenapa itu bisa tiba tiba saja pecah."
"Baiklah saya akan melihatnya sendiri kesana!" ucap Rey.
Rey dan pembantunya pergi keluar dari perpustakaan untuk melihatnya.
"Erica apa kau juga ingin keluar dan melihatnya? aku juga ingin kesana sepertinya guci itu sangat mahal sehingga Rey kelihatannya sangat marah sekali," ucap Putri.
"Jika kau merasa penasaran pergi saja kesana, aku akan disini saja," jawab Erica.
"Baiklah kalau begitu kau tunggu disini aku akan keluar dan memeriksanya," ucap Putri.
Lalu Putri pergi keluar untuk melihat semua yang terjadi, setelah membuat keributan Maya dan Ibunya Rey pergi menuju ruang perpustakaan untuk menemui Erica yang ada di sana. Erica tidak keluar megikuti Rey dan Putri karena merasa jika yang melakukan keributan itu adalah Maya agar dia dapat mengambil bukti itu tanpa ada yang tahu.