
Setelah mendengar semua cerita Ibunya Rey, Erica dan Maya menjadi sangat marah. Ternyata adik iparnya sendiri yang berencana untuk membunuh dirinya.
"Apa dia tahu jika dirimu menyembunyikan bukti kejahatannya?" tanya Maya.
"Dia memang telah mencurigaiku, jika aku mempunyai bukti kejahatannya! tapi aku rasa dia tidak tahu jika aku menyembunyikannya di dalam rumahku."
"Apa Ayahnya Rey dan Rey tahu tentang ini semua?" Tanya Erica.
"Aku tidak menceritakan masalah ini semua pada mereka," ucap Ibunya Rey.
"Kenapa kau tidak menceritakan masalah ini pada suamimu? bukankah itu adalah adiknya sendiri," ucap Maya.
"Aku berencana memang ingin memberitahunya setelah melaporkan ini semua pada polisi! tapi Leo malah membuat diriku menjadi seperti sekarang."
"Apa tante yakin jika yang menyuruh orang untuk membunuh tante adalah Leo?" tanya Erica.
"Aku tidak memiliki musuh selama ini, hanya Leo saja yang membuatku curiga jika dia orang yang membuatku kecelakaan waktu itu."
"Apa Leo sering pergi kerumahmu?" tanya Maya.
"Selama aku koma dia hanya beberapa kali datang kerumahku, untuk memastikan apa diriku telah sadar atau belum! sepertinya dia mengharapkan jika diriku tidak akan kembali lagi," ucap Ibunya Rey.
"Aku benar benar ingin bertemu dengan orang yang bernama Leo ini dan memberikan dirinya pelajaran," ucap Maya geram.
Erica duduk di atas tempat tidur dan menatap Ibunya Rey, lalu Erica memikirkan cara untuk membantu Ibunya Rey.
"Apa tante yakin jika bukti itu tersimpan di brankas rahasia?" tanya Erica.
"Iya tante sangat yakin sekali, tidak ada yang mengetahui brankas itu, termasuk Rey dan juga ayahnya mereka juga tidak tahu tentang itu."
"Kita harus mencari cara agar bisa mengambil bukti itu tanpa di ketahui oleh Rey dan juga ayahnya," ucap Erica.
"Kenapa kau tidak cerita saja pada Rey agar dia bisa membantu ibunya?" ucap Maya.
"Kita harus membuktikan dulu jika bukti itu benar, setelah kita melihat semuanya baru kita beritahu Rey dan juga ayahnya! setelah itu kita laporkan ke polisi agar Leo bisa di tangkap atas semua kejahatannya," ucap Erica.
"Bagaimana cara kita agar mendapatkan bukti itu tanpa tahu Rey dan ayahnya? apa kita perlu masuk kesana diam diam seperti maling?" ucap Maya.
"Mana mungkin aku melakukan itu, apa pendapat Rey dan ayahnya tentang diriku jika aku masuk kesana secara diam diam," ucap Erica.
"Lalu apa yang harus kita lakukan agar bisa mendapatkan bukti itu tanpa ada orang yang mengetahuinya," ucap Maya.
"Aku akan kerumah Rey lagi dengan alasan akan belajar bersama dengannya! hanya itu satu satunya cara untuk masuk ke dalam rumah itu tanpa dicurigai oleh siapapun," ucap Erica.
"Dimana tempat brankas rahasiamu di dalam rumah itu?" tanya Maya.
"Brankas rahasiaku ada di dalam perpustakaan, di balik sebuah lemari disana," jawab Ibunya Rey.
"Di dalam perpustakaan Rey! sepertinya tidak akan sulit mendapatkannya jika ada disana," ucap Erica.
"Aku membuat sebuah brankas rahasia di balik lemari di dalam perpustakaan milik Rey, aku menyimpan semua barang barang yang paling berharga dan penting menurutku disana," jawab Ibunya Rey.
"Baiklah aku dan Maya akan mencoba mengambil bukti itu nanti dan membantu tante untuk mengungkapkan kejahatan Leo."
"Terimakasih Erica, Rey tidak salah memilih teman ternyata kau orangnya sangat baik! Aku juga berterimakasih padamu karena pernah menolong anakku dan juga telah membuat Rey bisa semangat lagi dalam menghadapi hidup ini," ucap Ibunya Rey.
"Sama sama tante, aku juga sangat senang jika bisa membantu orang lain," ucap Erica.
"Kalau besok mungkin aku tidak bisa kesana karena Rey mengajakku untuk bertemu seniornya yang ada di club," ucap Erica sambil menatap Maya.
"Aku lupa jika kau akan pergi dengan Rey kesana! tenang saja Erica aku akan masuk ketubuhmu agar Rey tidak curiga padamu nanti disana saat bertemu dengan seniornya," ucap Maya.
"Semua orang mengira jka diriku sangat hebat dalam berkelahi, padahal itu semua karena dirimu Maya," ucap Erica.
"Maaf Erica, sebenarnya aku tidak sengaja melakukan semua itu, karena aku tidak tahan jika melihat orang lain yang di tindas, rasa ingin menolong itu selalu muncul secara tiba tiba," ucap Maya.
"Setidaknya kau telah berbuat baik pada orang karena telah membantunya," ucap Erica.
"Tentu aku akan selalu berbuat baik pada orang lai, karena aku tidak ingin menjadi hantu yang jahat," ucap Maya.
"Hari ini aku sangat lelah dan ingin segera tidur," ucap Erica.
"Silahkan beristirahat maafkan aku telah mengganggumu Erica," ucap Ibunya Rey.
"Tidak apa apa tante," ucap Erica.
Lalu Erica pergi ke tempat tidurnya merebahkan tubuhnya dan langsung tidur.
"Apa kau sudah lama mengenal Erica dan menjadi hantu?" tanya Ibunya Rey pada Maya.
"Aku telah menjadi hantu mungkin sudah 1 tahun lebih sama sepertimu, aku belum terlalu lama mengenal Erica! walaupun begitu aku sudah sangat dekat dengannya, dia orang yang sangat baik dan selalu tulus dalam menolong orang lain," ucap Maya.
"Apa yang menyebabkan kematianmu Maya?"
"Aku tidak tahu apa yang menyebabkan diriku bisa mati! aku saja tak bisa mengingat masa laluku, aku hanya bisa mengingat namaku saja tak lebih dari itu," jawab Maya.
Maya merasa sangat sedih karena sampai saat ini belum bisa mengingat jelas tentang masa lalunya, Ibunya Rey menatap Maya dari ujung kaki sampai rambutnya.
"Aku merasa seperti mengenalmu Maya, apa kita dulu pernah bertemu wajahmu sangat tidak asing untukku! namamu saja rasanya aku juga sering mendengarnya," ucap Ibunya Rey.
"Apa kau yakin jika pernah melihatku dulu?" tanya Maya.
"Aku sangat yakin cuma aku tidak begitu terlalu ingat tentang dirimu," jawab Ibunya Rey.
"Ehm, aku sangat berharap jika akan menemukan orang yang mengenalku atau aku ingat pada seseorang agar aku bisa tahu tentang masa laluku dan penyebab kematianku," ucap Maya.
"Aku akan mencoba untuk mengingatnya Maya, mungkin nanti aku bisa ingat dimana aku pernah bertemu denganmu," ucap Ibunya Rey.
"Mungkin dengan aku membantum, nanti aku akan menemukan sesuatu yang berkaitan dengan diriku jka memang betul kau pernah bertemu dan mengenalku! aku merasa jika diriku juga telah di bunuh oleh seseorang yang mungkin sangat aku percaya," ucap Maya.
"Maksudmu kau telah di khianati seseorang dan dia ingin melenyapkanmu?"
"Mungkin saja begitu! Ooo iya kami juga akan membantumu dengan mencari cara agar kau bisa kembali ke tubuhmu," ucap Maya.
"Terimakasih karena telah mau membantuku," ucap Ibunya Rey.
"Sama sama bukankah sesama hantu kita harus saling menolong," ucap Maya sambil tersenyum.
Maya dan Erica sepakat akan membantu Ibunya Rey, dan mengungkapkan kejahatan adik iparnya yang bernama Leo. Maya sangat berharap jika Ibunya Rey memang mengenal dirinya dan dapat membantunya untuk mengetahui sedikit tentang masa lalunya.