ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 14



Keesokan paginya Erica pergi kesekolah dan bertemu dengan Rey di dalam kelasnya. Erica menatap Rey yang sedang duduk di sampingnya dan memikirkan ucapan Ibunya tadi malam yang mengatakan jika Rey tak mengetahui apapun tentang masalah ibunya.


"Mungkin jika Rey mengetahuinya dia akan sangat sedih, tapi cepat atau lambat dia pasti akan mengetahui semuanya," ucap Erica di dalam hati.


Rey dan Putri sedang bercerita bersama, Erica masih terus menatap Rey dengan penuh rasa kasian dan sedih.


"Erica! kenapa kau dari tadi kulihat selalu menatap Rey?" tanya Putri.


"Benarkah jika Erica menatapku dari tadi?" tanya Rey.


"Ah tidak apa apa, aku hanya ingin jika nanti kita akan main kerumah Rey dan belajar bersama di perpustakaan milikmu Rey," ucap Erica.


"Benarkah kau ingin kerumahku lagi dan kita belajar bersama?" tanya Rey.


"Iya tentu, aku sangat suka membaca buku dan belajar! bukankah di perpustakaanmu sangat banyak buku dan kita bisa belajar bersama seharian," ucap Erica.


"Iya Rey, aku juga sangat suka belajar di rumahmu! disana sangat nyaman walaupun agak sedikit menakutkan," ucap Putri.


"Maksudmu menakutkan seperti apa Putri?" tanya Rey heran.


"Mungkin maksud Putri dia takut jika kami terus kerumahmu nanti ayahmu akn marah padamu Rey! betul kan Put," ucap Erica.


"Apa itu yang membuatmu takut Putri?" tanya Rey.


"Ah iya betul kata Erica! aku takut jika dirimu nanti akan dimarahi oleh ayahmu Rey," ucap Putri.


"Aku lupa jika Rey tidak mengetahui kalau Erica bisa melihayt hantu," ucap Putri di dalam hati.


"Hampir saja Putri mengatakan yang tidak seharusnya di ketahui oleh Rey," ucap Erica di dalam hati.


"Ehm, anak ini hampir saja keceplosan pada Rey tentang hantu Ibunya Rey yang di lihat Erica," ucap Maya.


"Baiklah bagaimana jika besok saja kalian kerumahku lagi! kalian tenang saja ayahku tidak akan marah, malah dia sangat senang jika melihat teman baikku berkunjung kerumah," ucap Rey.


"Baiklah aku juga ada acara keluarga sepulang sekolah ini di rumahku hari ini, dan kalian juga akan pergi ke club tempat latihan Rey," ucap Putri.


"Iya Putri aku memang hari ini juga akan pergi dengan Rey," ucap Erica.


"Aku akan menjemputmu nanti sore Erica," ucap Rey.


"Apa kau tahu alamat rumahnya Erica?" tanya Putri.


"Ah iya Erica aku tidak tahu alamat rumahmu," ucap Rey sambil menatap Erica yang ada di sampingnya.


"Aku akan pergi sendiri saja ke club tempat dirimu latihan nanti sore, kirimkan saja alamatnya ke handphoneku," ucap Erica.


"Apa itu tidak apa apa jika kau pergi sendiri nanti ayah dan ibumu mencemaskan dirimu Erica," ucap Rey.


"Aku akan di antar oleh supirku nanti sore! aku juga akan bilang pada ayah dan ibumu jika akan ikut latihan bersama denganmu di club bela diri, jadi mereka tidak mencemaskanku walaupun jika aku pulang malam," ucap Erica.


"Baiklah aku akan mengirimkan alamatnya ke nomor handphonemu Erica," ucap Rey.


Cindy yang melihat Erica semakin akrab dengan Rey membuatnya mempunyai ide untuk membuat Evan cemburu pada Rey karena kedekatannya pada Erica.


"Ehm, aku sepertinya dapat membuat Evan cemburu paa Rey yang sekarang telah cukup dekat berteman dengan Erica," ucap Cindy.


Cindy mengeluarkan handphonenya dan memfoto Erica dan Rey yang duduk bersebelahan di dalam kelas.


"Foto ini akan kukirimkan pada Evan! agar dia merasa cemburu dan mereka akan saling membenci satu sama lain," ucap Cindy di dalam hati.


Erica tidak mengetahui jika Cindy telah memfoto dirinya dan Rey dan berusaha membuat Evan cemburu padanya. Erica mengajak Putri untuk keluar sebentar dari dalam kelas karena ingin berbicara dengannya mengenai Rey.


"Putri! bisakah kau menemaniku ke kamar kecil sebentar?" ucap Erica.


"Baiklah Erica, ujian juga belum di mulai,"ucap Putri.


"Baiklah Rey," ucap Putri.


"Ayo Put," ucap Erica.


"Baik Erica," ucap Putri sambil mengikuti Erica yang berjalan keluar dari kelas.


Erica dan Putri berjalan menuju kamar kecil, setelah sampai disana Erica menarik Putri ke dalam kamar kecil dan memastikan disana tidak ada orang.


"Ada apa Erica kenapa kau menarik tanganku dan mengajakku kemari?" 


"Tunggu sebentar aku akan memeriksa apakah ada orang disini," ucap Erica sambil membuka semua pintu yang ada di kamar kecil.


"Sepertinya hanya kita berdua yang ada di sini Erica, apa ada yang ingin kau katakan padaku?"


"Iya Put, aku ingin mengatakan sesustu padamu mengenai Rey," jawab Erica.


"Kau ingin mengatakan apa padaku jika ini berkaitan dengan Rey?"


"Hantu yang kulihat dirumahnya Rey kemarin itu adalah arwah ibunya," jawab Erica.


"Benarkah itu Erica? tapi bukannya Ibunya Rey masih hidup kenapa dia bisa menjadi hantu?" tanya Putri bingung.


"Itu karena arwahnya tanpa sengaja keluar dari tubuhnya dan dia tak tahu caranya kembali lagi ke tubuhnya! makanya Ibunya Rey menjadai koma, jika aku membiarkan dia gentayangan seperti itu dalam waktu yang cukup lama kemungkinan ibunya Rey akan tidak bisa di selamatkan lagi," jawab Erica.


"Maksudmu dia akan mati?"


"Iya Put, aku harus segera menolongnya! tapi sebelum itu jangan katakan apapun pada Rey, termasuk dengan kemampuanku yang bisa melihat hantu, aku tidak ingin dia mengetahuinya rahasiakan ini dari siapapun," ucap Erica.


"Tentu Erica aku akan merahasiakannya dan tak mengatakan apapun pada Rey dan yang lainnya," ucap Putri.


"Terimakasih Put."


"Sama sama Ericaku sayang," ucap Putri.


"Kita harus kembali ke kelas sekarang sebelum ujian di mulai," ucap Erica.


"Baik Erica," ucap Putri.


Erica dan Putri kembali ke dalam kelas untuk mengikuti ujian bulanan di kelasnya. Setelah pulang sekolah Erica menunggu supirnya di depan gerbang sekolah, Rey berlari kearahnya Erica.


"Erica!"


"Rey! ada apa?" tanya Erica.


"Aku baru sja mengirimkan alamatnya padamu! jangan lupa datang aku akan menunggu kedatanganmu di sana," ucap Rey.


"Baiklah aku pasti akan datang kesana Rey," ucap Erica.


"Baiklah aku akan meanunggumu disana," ucap Rey sambil masuk ke dalam mobilnya.


Erica lalu membuka handphonenya dan melihat alamat yang dikirimkan Rey padanya.


"Seharusnya alamat ini tidak begitu jauh dari rumahnya Rey, jika kulihat alamat yang di kirimnya," ucap Erica.


"Apa kau tahu alamat ini Erica?" tanya Maya yang juga melihat handphonenya Erica.


"Maya kau mengagetkanku saja! itu baru menurutku saja karena aku pernah ke alamat yang di berikan oleh Rey ini, tapi bukan ke clubnya, ke tempat teman ibuku waktu itu," jawab Erica.


"Ooo begitu, semoga saja kita akan cepat mendapatkan sesuatu yang cukup membantu kita untuk menolong Ibunya Rey," ucap Maya.


"Ehm, kita ikuti saja semua ini, semoga saja kita akan mendapatkan petunjuk lainnya," ucap Erica.


Erica lalu pulang kerumah dengan supirnya, Erica dan Maya berencana akan pergi bersama Rey dan mengharapkan jika mendapatkan suatu petunjuk yang berkaitan dengan Ibunya. Maya sangat ingin jika Ibunya Rey dapat segera sadar dari komanya dan dapat mengingat semua yang terjadi padanya.