
Setelah berbicara dengan Rian membuat Erica merasa yakin jika Maya memang telah di bunuh orang lain yang merasa dirinya terancam karena Maya. Rian yang belum merasa terlalu percaya kepada Erica dan Evan dia tidak sepenuhnya menceritakan yang dia ketahui tentang Maya.
"Apakah ada petunjuk lain yang juga kau ketahui?" tanya Erica.
"Aku tidak mengetahui hal lainnya lagi, coba saja kalian bertanya dengan teman satu kantornya di tempat Maya bekerja dulu," jawab Rian.
"Kami mendapatkan info dari Aira jika tempat kerja Maya dulu di perbatasan kota," ucap Evan.
"Memang kantor polisi tempat Maya bekerja cukup jauh dari sini, mungkin saja jika kalian ke sana akan menemukan suatu petunjuk yang tidak aku dapatkan," ucap Rian.
"Baiklah kami akan mencoba mencari tahu kesana," ucap Evan.
"Tapi tempatnya lumayan jauh Evan akan memakan waktu jika kita kesana," ucap Erica.
Rian menatap Erica dan Evan yang duduk di hadapannya.
"Benarkah kalian ingin mencari Maya sampai menemukannya?" tanya Rian.
"Iya kami akan mencari Maya sampai menemukannya, walaupun terjadi sesustu yang tidak kita inginkan setidaknya kita harus menemukan Maya apapun yang terjadi," ucap Erica.
"Baiklah semoga kalian berhasil menemukan petunjuk mengenai Maya, aku akan mendukung kalian, jika membutuhkan bantuanku hubungi saja aku," ucap Rian.
Rian menberikan kartu namanya pada Erica.
"Kalian bisa menghubungi aku ini kartu namaku," ucap Rian.
"Baiklah terimakasih," ucap Erica.
"Aku sangat berharap jika kalian dapat menemukan Maya, aku sangat ingin segera bertemu dengannya," ucap Rian.
"Aku pun berharap begitu, kami akan segera menghubungimu jika menemukan suatu petunjuk," ucap Erica.
"Aku akan menantikannya, kalian harus berhati hati karena kita tidak tahu siapa musuh yang sebenarnya," ucap Rian.
"Tentu kami akan berhati hati, hari sudah malam kami ingin pamit pulang," ucap Erica.
"Sampai jumpa lagi," ucap Rian.
"Terimakasih atas informasinya," ucap Erica.
"Sama sama, aku juga mengucapkan terimakasih pada kalilan karena telah mau mencari Maya," ucap Rian.
Erica dan Evan keluar dari ruang kerja Rian dan berjalan menuju pintu keluar dari rumahnya Rian. Rian berjalan ke arah jendela dan melihat Erica dan Evan yang berjalan menuju ke mobilnya.
"Siapa sebenarnya mereka? kenapa aku merasa jika mereka menyembunyikan sesuatu dariku? kenapa mereka sangat ingin mencari Maya? aku juga tak pernah mendengar jika Maya menpunyai teman yang bernama Erica ataupun Evan," ucap Rian curiga.
Melihat Erica dan Evan yang telah keluar dari rumahnya Rian, lalu Aira keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke rumahnya Rian.
"Aku harus menanyakan pada Rian, apa saja yang telah mereka katakan pada dia, adan apakah Rian mengenal mereka," ucap Aira penasaran.
"Ting tong ting tong" suara bel rumahnya Rian berbunyi.
"Kreek" suara pelayan wanita membuka pintu.
"Nona Aira."
"Apa Rian ada di ruang kerjanya?" tanya Aira.
"Iya nona."
"Baiklah aku akan langsung menemui Rian," ucap Aira.
Aira lalu berjalan menuju ke ruang kerjanya Rian, Aira langsung masuk ke dalam ruang kerjanya Rian. Rian masih berdiri di depan jendela dan memikirkan ucapan Erica padanya mengenai Maya.
"Rian!!"
"Aira! kenapa kau datang kemari? apa kau ada perlu denganku?" tanya Rian.
"Apa aku datang kemari harus ada perlu dulu denganmu?" ucap Aira.
Rian lalu menatap Aira yang ada tepat di belakangnya.
"Dilihat dari wajahmu tampaknya kau ingin menanyakan sesuatu padaku? apa tentang orang yang datang kemari menemuiku tadi? aku dengar jika mereka juga datang menemuimu sebelum menemui diriku," ucap Rian.
"Baiklah silahkan duduk, mari kita berbicara," ucap Rian.
"Baik terimakasih," ucap Aira.
Rian dan Aira duduk saling berhadapan.
"Apa yang mereka tanyakan padamu? apa mereka menanyakan semua yang berkaitan dengan Maya?" tanya Aira.
"Betul mereka menanyakan semua yang berkaitan dengan Maya," jawab Rian.
"Apa kau mengenal mereka berdua? atau kau tahu tentang mereka dari Maya?" tanya Aira.
"Aku tak mengenal mereka berdua, dan Maya tak pernah menyebutkan jika memiliki teman yang bernama Erica dan Evan," jawab Rian.
"Apa kau mencurigai mereka seperti diriku? mereka tiba tiba saja muncul dan bertanya pada kita dan berniat mencari Maya yang telah menghilang selama satu tahun ini," ucap Aira.
Rian menatap Aira yang duduk di hadapannya.
"Ehm, aku merasa sedikit curiga pada mereka, tapi aku juga merasa sedikit percaya pada mereka," jawab Rian.
"Apa maksudmu Rian?"
"Maksudku adalah kita lihat saja dulu, apa yang sebenarnya mereka selidiki, kita lihat apa yang mereka lakukan, baru kita putuskan apakah akan bekerjasama dengan mereka atau tidak dalam pencarian mencari Maya," ucap Rian.
"Jadi kau akan melihat apa yang akan mereka lakukan?" tanya Aira.
"Iya betul, aku berharap jika mereka memang benar benar tulus untuk membantu mencari Maya," ucap Rian.
"Baiklah kita akan memperhatikan mereka, aku juga berharap jika mereka tidak ada tujuan lain selain untuk membantu menemukan Maya," ucap Aira.
"Kita mungkin akan menemukan suatu petunjuk yang tidak kita dapatkan selama ini," ucap Rian.
"Apa kau sudah menemukan dimana ibunya Maya berada sekarang?" tanya Aira.
"Aku belum menemukannya, jika aku sudah mengetahuinya aku pasti akan mengabarimu," jawab Rian.
"Aku sangat berharap jika dapat segera menemukan ibunya Maya, aku merasa sangat khawatir padanya," ucap Aira.
"Aku pun juga sangat mencemaskannya," ucap Rian.
"Baiklah kalau begitu aku ingin pulang dulu, sampai jumpa lagi Rian," ucap Aira.
"Sampai jumpa Aira," ucap Rian.
Aira lalu keluar dari ruang kerjanya Rian dan berjalan keluar dari rumahnya Rian menuju ke mobilnya.
"Dia masih saja tetap sama, semenjak hilangnya Maya dia tampak dingin pada orang lain," ucap Aira.
Lalu Aira pergi dari rumahnya Rian dengan mobilnya, setelah Aira pergi Rian lalu menelpon seseorang dengan menggunakan handphonenya.
"Kring kring kring" suara handphone berdering.
"Halo Pak Rian."
"Halo, bagaimana keadaan dia disana? apakah baik baik saja?" tanya Rian.
"Baik Pak Rian, dia selalu menanyakan kapan anda datang kemari untuk menemuinya dan dia juga menanyakan tentang putrinya, dia sangat ingin bertemu dengan anda."
"Baiklah besok aku akan kesana untuk menemuinya," ucap Rian.
"Baik Pak Rian, aku akan mengatakan padanya jika anda akan datang kemari, dia pasti akan sangat senang mendengar ini."
"Baiklah sampai jumpa besok," ucap Rian.
"Iya Pak Rian."
Rian lalu menutup telponnya, Rian tak menceritakan semuanya pada Aira atau pada siapapun. Karena semenjak Maya menghilang dia merasa jika ada kaitan dengan orang orang yang berada di sekitar mereka. Rian merasa jika ada seseorang yang telah berkhianat dan mencelakai Maya.