ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 101



Setelah tak bisa melihat Maya lagi di hadapannya membuat Rian menjadi merasa bingung dan gelisah, dia masih merasa setengah sadar dengan apa yang baru saja dia lihat, dia pun melepaskan tangannya dari Erica dan duduk di kursinya dan masih termenung sambil memikirkan Maya yang tiba tiba menghilang di hadapannya.


"Pak Rian, apa anda baik baik saja?" tanya Evan sambil berdiri dan mendekatinya.


"Kemana Maya pergi? apa dia masih ada di sekitar sini?" tanya Rian sambil menatap Erica.


Erica menatap Maya yang ada di sampingnya yang masih terus menatap Rian dengan air mata yang masih mengalir di wajahnya.


"Iya Maya masih ada disini bersama kita," jawab Erica.


"Aku masih tak percaya bisa berbicara dan melihatnya secara langsung, aku sangat merindukannya selama ini, tapi Erica hatiku mengatakan jika Maya belum tiada, aku merasa jika dia masih hidup dan ini hanya arwahnya saja, sebab kami sampai sekarang belum menemukan jasadnya Maya jika memang dia benar benar telah dibunuh oleh penjahat itu," ucap Rian.


"Itu mungkin saja Erica, sama sepertiku waktu itu, bukannya aku tanpa sengaja keluar dari tubuhku saat terjadi koma padaku, aku pun saat itu merasa seperti mati tapi ternyata aku masih hidup, dan kemudian kau menolongku kembali ke dalam tubuhku sehingga aku bisa sadar kembali," ucap Evan.


"Tapi apa itu mungkin? aku tidak bisa memastikannya jika kita belum menemukan tubuhnya Maya saat ini," ucap Erica.


"Erica, langkah pertama kita adalah menemukan wanita yang bernama Dian itu, tapi aku sedikit mencurigai pelayan wanita Rian yang bernama Dian itu, bagaimana jika kita menyelidiki dia?" tanya Maya.


"Aku pun memikirkan hal yang sama denganmu Maya, kita harus menyelidikinya," ucap Erica.


"Tapi sebelum itu Erica, bilang pada Rian jika aku ingin bertemu dengan ibuku," ucap Maya.


"Pak Rian, Maya mengatakan padaku jika dia ingin bertemu dengan ibunya, apa kau bisa mengantarkan kami bertemu dengannya?" tanya Erica.


"Benarkah Maya ingin bertemu dengannya?" tanya Rian.


"Sepertinya Maya sangat merindukan ibunya, siapa tahu dengan bertemu ibunya Maya dapat mengingat masa lalu nya yang sempat dia lupakan," jawab Erica.


"Jika Maya menginginkan itu aku akan mengantarkan kalian bertemu ibunya Maya," ucap Rian.


"Dimana kau menyembunyikan ibunya Maya?" tanya Evan.


"Aku tak bisa mengatakannya langsung pada kalian, lebih baik kalian ikut denganku sekarang," jawab Rian.


"Baiklah lebih cepat lebih baik," ucap Erica.


"Ayo kita pergi sekarang," ucap Rian.


Tanpa mereka ketahui ternyata pelayan wanita yang bernama Dian itu menguping dari balik pintu dan dia mendengarkan jika mereka menyebutkan Maya dan tentang ibunya Maya bahkan dirinya, saat Rian yang akan membuka pintu ruang kerjanya, Pelayan wanita itu kemudian berlari dan bersembunyi sambil mengintip mereka dari balik dinding.


"Kreek" suara Rian membuka pintu.


Maya melihat jika pelayan wanita itu bersembunyi dan mengitip mereka dari balik dinding, Maya semakin mencurigai pelayan wanita itu.


"Kenapa pelayan wanita itu mengintip dari balik dinding? apa dia mendengarkan semua percakapan kami," ucap Maya curiga.


Rian, Evan dan Erica berjalan keluar dari ruang kerjanya Rian dan menuju mobil, Maya juga mengikuti Erica saat itu.


"Aku akan mengurusmu nanti," ucap Maya di dalam hati.


Mereka semua pergi dari rumahnya Rian menuju tempat persembunyian ibunya Maya, sementara itu pelayan wanita itu mengetahui ternyata ibunya Maya telah di sembunyikan oleh Rian, tapi dia masih ragu ingin melaporkan hal itu pada Irfan.


"Ternyata selama ini tuan Rian yang menyembunyikan ibunya nona Maya, aku masih ragu ingin melaporkan itu pada tuan Irfan, untuk sementara lebih baik aku tak mengatakan itu pada tuan Irfan, aku hanya akan melaporkan jika gadis yang bernama Erica itu memiliki kemampuan untuk melihat hantu, aku sekarang harus mulai berhati hati pada gadis itu, jika aku menghilang secara tiba tiba saat ini pasti mereka akan lebih mencurigaiku," ucap Pelayan wanita itu khawatir.


Tak lama kemudian Irfan menelpon pelayan wanita itu untuk menanyakan informasi yang di dapatnya saat menguping pembicaraan Rian dengan Erica dan Evan.


"Kring kring kring" suara handphone berdering.


"Laki laki sialan ini, selalu saja menelponku secara tiba tiba," ucap pelayan wanita itu kesal.


Lalu dia mengangkat telponnya.


"Halo"


"Bagaimana apa kau mendapatkan informasi yang penting?" tanya Irfan.


"Iya tentu saja."


"Informasi apa yang kau dapatkan dari mendengarkan percakapan mereka?" tanya Irfan penasaran.


"Mereka sedang berusaha mencari jasad Maya, dan orang yang telah membunuh Maya," jawab Pelayan wanita itu.


"Bagaimana mereka tahu jika Maya telah tiada, bukankah itu tidak ada orang yang mengetahuinya?" 


"Ternyata gadis yang bernama Erica itu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan hantu, dengan kata lain dia memiliki indera keenam," jawab Pelayan wanita itu.


"Jadi maksudmu gadis yang bernama Erica itu melihat hantunya Maya dan membantunya untuk menemukan tubuhnya dan orang yang membunuhnya?" 


"Iya betul, aku juga merasa tak percaya tapi semuanya terdengar nyata saat mendengarkan ucapan gadis yang bernama Erica itu mengatakan tentang Maya dan semuanya benar, lebih baik sekarang kita harus berhati hati dengan mereka saat ini," ucap Pelayan wanita itu.


"Baiklah kalau begitu, aku akan melaporkan ini pada bos besar, kau juga lebih baik berhati hati dalam mengawasi Rian mulai saat ini, apalagi sekarang ada gadis yang bernama Erica yang di dekatnya," ucap Irfan.


"Baik tuan," jawab Pelayan wanita itu.


Kemudian pelayan wanita itu menutup telponnya.


"Ternyata dia masih sangat setia dengan bos besar itu," ucap Pelayan wanita itu sambil tersenyum.


Setelah mengetahui informasi dari Pelayan wanita itu, Irfan kemudian menelpon bos besar untuk memberitahunya tentang Erica dan juga Rian.


"Lebih baik sekarang aku menelpon nyonya dan memberitahunya tentang ini, dia mungkin lebih paham jika berkaitan dengan hal spiritual seperti ini," ucap Irfan.


Lalu Irfan menelpon bos besar itu.


"Kring kring kring" suara handphone berdering.


"Halo"


"Halo nyonya, apa kabar? maaf mengganggu anda saat ini," ucap Irfan.


"Sepertinya ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku? apa itu?" tanya bos besar itu.


"Anda sangat bisa menebak orang lain tak suka berbasa basi," ucap Irfan.


"Katakan saja apa yang ingin kau sampaikan padaku," ucap bos besar itu.


"Aku mendapatkan informasi dari pelayan wanita yang bekerja di rumahnya Rian, mengenai gadis yang bernama Erica dan juga Rian," jawab Irfan.


"Informasi apa yang kau dapakan tentang mereka?" tanya Bos besar itu.


"Ternyata mereka bekerjasama ingin mencari jasadnya Maya dan juga orang yang telah membunuhnya, dan gadis yang bernama Erica itu ternyata memiliki kemampuan spiritual sepertimu nyonya, apa mereka akan bisa menemukan jasadnya Maya yang telah kau sembunyikan? jika ini sampai terbongkar kasus lainnya pasti juga akan terbongkar seperti rencana kita yang telah membunuh orang tuanya Rian waktu itu," ucap Irfan khawatir.


"Bukankah kau yang meminta bantuanku untuk membunuh kakakmu sendiri dan istrinya agar dapat menguasai harta mereka, tapi bahkan setelah membunuh mereka kau pun tak bisa memiliki harta mereka, apa sekarang kau berniat ingin membunuh Rian juga," ucap Bos besar itu.


"Kalau soal itu aku rasa kita tidak perlu melakukannya, karena Rian juga sedang mengidap penyakit yang cukup parah, jadi dia hidup juga tidak akan lama lagi," ucap Irfan.


"Soal gadis yang bernama Erica lebih baik kau tidak berurusan dengannya, kau merasa jika dia di lindungi oleh hantu yang cukup kuat dan juga dia memiliki kemampuan yang hampir sama denganku, gadis itu akan segera bertemu denganku dan aku akan mengurusnya jadi kau tidak usah ikut campur, apalagi dia anak dari pak Daniel dari pewaris tunggal dari D&R grup dia orang yang sangat kaya dan cukup penting," ucap bos besar itu.


"Jadi dia putri tunggal Pak Daniel, aku tak menyangka jika dia pewaris tunggal itu," ucap Irfan terkejut.


"Jadi kau mengerti maksudku, kau urus saja Rian dan Erica menjadi urusanku," ucap bos besar itu.


"Baik nyonya," ucap Irfan.


Lalu bos besar itu menutup telponnya, Irfan sangat terkejut setelah mengetahui ternyata Erica adalah putri tunggal dari Pak Daniel pewaris tunggal dari perusahaan yang terkenal.