ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 84



Melihat anaknya Rio yang tak sadarkan diri ayahnya Rio langsung menjerit memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Rio.


"Dokter!!! kenapa dengan anak saya tolong di periksa!!"


"Baik pak, tolong minggir dulu biar saya bisa memeriksa keadaan anak anda," ucap Dokter itu.


Dokter langsung memeriksa keadaan Rio, lalu dokter tak mendengar detak jantung dan denyut nadi dari Rio lagi. Dokter itu langsung mendekati Ayahnya Rio.


"Pak, saya turut berduka cita! anak anda telah meninggal dunia! kami mohon maaf tidak bisa menyelamatkan anak anda," ucap Dokter itu sambil menatap Ayahnya Rio.


"Tidak!!!!! Rio jangan tinggalkan ayah sendiri di dunia ini!! hiks hiks hiks," teriak Ayahnya Rio sambil menangis.


"Ada apa dengan tahanan yang kami bawa dok?"


"Pasien telah meninggal dunia, kami tidak bisa menyelamatkannya," ucap Dokter itu.


"Apa dia meninggal? kita harus melapor pada kepala sipir bahwa tahanan yang bernama Rio telah meninggal dunia."


"Baik saya tinggal dulu," ucap Dokter itu.


"Baik dok, terimakasih atas bantuannya," ucap Sipir yang membawa Rio.


Ayahnya Rio terus menangisi kematian anaknya Rio. Dia baru saja kehilangan istrinya Bu Sandra sekarang malah harus kehilangan anak semata wayangnya.


"Hiks hiks hiks, bagaimana aku akan melanjutkan hidup tanpa kalian Rio," ucap Ayahnya Rio sedih.


"Pak Nico kami turut berduka cita atas kematian anak anda! petugas kami akan ikut mengantarkan jenazah Rio ke rumah duka," ucap Sipir penjara itu.


Arwah Rio kemudian keluar dari tubuhnya, Rio menatapi ayahnya yang menangis di depan jasadnya.


"Ayah, maafkan Rio telah menjadi anak yang tak berbakti dan selalu menyusahkan orang tua dan berbuat jahat pada orang lain! Rio sangat menyayangi ayah," ucap Rio sedih sambil menatap ayahnya.


Sementara itu Erica dan Adrian telah sampai di rumahnya Erica. Maya, Tasya, dan Evan langsung keluar dari mobil Adrian.


"Apakah ini rumahmu Erica?" tanya Adrian sambil menghentikan mobilnya.


"Iya ini rumahku, ayo kita turun dan menemui ayah dan ibuku," ucap Erica sambil keluar dari mobil Adrian.


"Ternyata dia orang yang sangat kaya," ucap Adrian di dalam hati.


Lalu Adrian keluar dari mobilnya dan berjalan mengikuti Erica untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Silahkan masuk Adrian," ucap Erica.


"Baik terimakasih," ucap Adrian sambil masuk ke dalam rumahnya Erica.


"Erica kau pulang dengan siapa?" tanya Ibunya Erica sambil menatap Adrian.


"Perkenalkan nama saya Adrian."


"Ini teman Erica bu, yang akan membantu kita malam ini," ucap Erica.


"Apa maksudmu dengan membantu kita?" tanya Ibunya Erica bingung.


"Kita duduk saja dulu, nanti akan Erica jelaskan semuanya."


"Baiklah, ayo masuk Adrian silahkan duduk," ucap Ibunya Erica.


"Terimakasih" ucap Adrian.


Kemudian Erica, Adrian, dan Ibunya Erica duduk di ruang tamu. Maya, Tasya, dan Evan juga ikut mendampangi Erica disana.


"Bu, Ayah dimana?" tanya Erica.


"Kenapa kau menanyakan ayah sayang?" ucap Ayahnya Erica sambil berjalan mendekati Erica.


"Ada yang ingin Erica katakan pada ayah dan ibu."


"Apa yang ingin kau katakan pada kami? Ini siapa Erica?" tanya Ayahnya Erica sambil menatap Adrian.


"Perkenalkan nama saya Adrian."


"Ooo apa kau temannya Erica?"


"Iya pak, bisa dikatakan begitu," jawab Adrian.


"Sayang apa yang ingin kau katakan pada ayah dan ibu?" tanya Ibunya Erica penasaran.


"Tujuan Adrian datang kemari untuk melenyapkan hantunya Bu Sandra, karena dia ingin membalaskan dendamnya pada keluarga kita bu," ucap Erica.


"Apa katamu hantu? apa sekarang Sandra telah menjadi hantu penasaran? apa kau pernah melihatnya sayang?" tanya Ibunya Erica.


"Apa dia sangat jahat sehingga arwahnya harus dilenyapkan?" tanya Ayahnya Erica.


"Maaf saya menyela percakapan kalian! Bu Sandra telah berubah menjadi hantu yang sangat jahat, jika kita tidak melenyapkan arwahnya dia akan mencelakai orang lebih banyak lagi," ucap Adrian.


"Aku tak menyangka setelah mati pun Sandra tetap menjadi jahat dan ingin membalaskan dendamnya pada kita! padahal semua ini karena kesalahan anaknya sendiri malah dia menyalahkan orang lain," ucap Ibunya Erica.


"Bagaimana cara melenyapkan hantunya Bu Sandra?" tanya Ayahnya Erica.


"Saya akan membutuhkan bantuan Erica untuk melakukan itu," jawab Adrian.


"Apa itu akan membahayakan Erica?" tanya Ibunya Erica khawatir.


"Ini tidak akan membahayakan Erica, saya jamin itu," jawab Adrian.


"Tidak apa apa bu, Erica juga sudah terbiasa bisa melihat hantu dan yang lainnya! ini semua juga demi kita," ucap Erica.


"Apa kau membutuhkan bantuan kami juga?" tanya Ayahnya Erica.


"Tak perlu cukup Erica saja! akan ada bantuan dari yang lainnya juga," ucap Adrian sambil menatap Maya, Tasya, dan juga Evan.


"Maksudmu bantuan lainnya dari siapa?" tanya Ibunya Erica.


"Maksudnya bantuan doa dari ayah dan ibu," ucap Erica sambil menatap Adrian.


"Ooo ternyata ayah dan ibunya tak mengetahui jika selama ini hantu Maya, Tasya, dan Evan selalu berada di dekat anaknya," ucap Adrian di dalam hati.


"Erica memang sejak kecil memiliki kemampuan untuk melihat makhluk lain yaitu hantu, ini semua karena sudah turunan dari neneknya Erica," ucap Ibunya Erica.


"Kemampuan itu hanya bisa di turunkan pada keturunan perempuan saja! karena saya laki laki jadi tidak bisa turun kepada saya! setelah saya menikah dan memiliki anak perempuan maka Erica mendapatkan kemampuan itu seperti ibuku," ucap Ayahnya Erica.


"Apa keluarga anda memang keturunan cenayang?" tanya Adrian.


"Bisa dikatakan begitu! ini memang sudah keturunan dari nenek moyang kami, yang hanya bisa diturunkan pada anak perempuan saja," jawab Ayahnya Erica.


"Pantas saja saya melihat Erica berbeda dari yang lain! dia memang sangat istimewa," ucap Adrian.


"Apa kau juga seorang dukun atau cenayang?" tanya Ibunya Erica.


"Bisa dikatakan keduanya," jawab Adrian.


"Ooo begitu ternyata kau sama dengan Erica bisa melihat makhluk lain," ucap Ibunya Erica.


"Iya betul bu, saya bisa melihatnya dengan sangat jelas," ucap Adrian.


"Apa hantunya Bu Sandra akan segera datang kemari?" tanya Ibunya Erica.


"Iya dia akan segera kemari tak lama lagi! lebih baik bapak dan ibu di dalam rumah saja, biar saya dan Erica yang akan keluar menghadapi hantunya Bu Sandra," ucap Adrian.


"Apa kau benar benar yakin bisa melenyapkannya tanpa melukai Erica?" tanya Ibunya Erica khawatir.


"Saya sangat yakin, anda belum mengetahui kemampuan Erica yang sebenarnya! dia akan menjadi sangat hebat melebihi diriku," ucap Adrian.


"Benarkah itu?"


"Tentu bu, yakinlah kepada kemampuan Erica," ucap Adrian.


"Baiklah, kau harus berhati hati sayang," ucap Ibunya Erica.


"Baik bu, tenang saja Erica pasti bisa melakukannya," ucap Erica sambil tersenyum.


"Erica kita harus keluar sekarang aku merasakan jika dia sudah menuju kemari," ucap Adrian.


"Baik" jawab Erica sambil berjalan keluar mengikuti Adrian.


"Betul kata Adrian! aku juga merasakan jika dia sudah menuju kemari," ucap Maya.


"Ayo kita juga keluar Maya," ucap Tasya.


"Aku tak menyangka jika Erica memiliki kemampuan yang sangat hebat," ucap Evan.


"Kau sangat beruntung bisa mendapatkan Erica! dia memang orang yang sangat istimewa," ucap Maya.


"Betul katamu Maya," jawab Evan.


"Ayo cepat kita juga keluar menyusul Erica dan Evan," ucap Maya.


"Baiklah" jawab Evan dan Tasya.


Setelah menceritakan semua kejadian tentang hantu Bu Sandra, Erica mendapatkan izin ayah dan ibunya untuk membantu Adrian melenyapkan hantu jahat Bu Sandra. Mereka juga belum mengetahui tentang kematian Rio yang telah bunuh diri di dalam penjara.