ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 74



Setelah mendapatkan nomor telpon orang tuanya Evan, Ibunya Erica langsung menelponnya untuk mengabari keadaan Evan yang sedang kritis di ruang operasi.


"Kring kring kring" Suara handphone Ayahnya Evan berdering.


"Halo" ucap Ayahnya Evan menjawab telpon.


"Halo apa benar ini dengan Pak Eric Ayahnya Evan?" ucap Ibunya Erica.


"Iya benar saya orang tuanya Evan! maaf ini dengan siapa ya?"


"Saya Rosa Ibunya Erica."


"Ooo iya Bu Rosa, ada apa menelpon kemari?"


"Saya ingin mengabarkan sesuatu pada anda! tapi Pak Eric jangan merasa panik dulu," ucap Ibunya Erica.


"Apa yang ingin anda kabari Bu Rosa?"


"Evan baru saja mengalami kecelakaan di depan rumah saya."


"Apa!!!! Evan kecelakaan!" teriak Ayahnya Evan terkejut.


"Iya Evan tertabrak mobil dan sekarang sudah ada dirumah sakit! Evan sekarang sedang di operasi," ucap Ibunya Erica.


"Ya ampun Evan! di bawa kerumah sakit mana Bu Rosa?"


"Di rumah sakit Rafael," jawab Ibunya Erica.


"Baik kami akan segera kesana," ucap Ayahnya Evan.


"Baik Pak Eric," ucap Ibunya Erica sambil menutup telponnya.


Mendengar kabar dari Ibunya Erica, Ayahnya Evan sangat terkejut dia lalu memanggil Ibunya Evan dan kakaknya Evan yang baru saja sampai dirumahnya.


"Bu! jenni dimana kalian?" teriak Ayahnya Evan.


"Ada apa yah? kenapa berteriak memanggil kami? ibu sedang sibuk menyiapkan untuk makan malam nanti," ucap Ibunya Evan sambil berjalan mendekati suaminya.


"Iiiiiiih ada apa sih yah? aku baru saja ingin tidur istirahat," ucap Kakaknya Evan.


"Evan mengalami kecelakaan dan sekarang dibawa kerumah sakit Rafael!" ucap Ayahnya Evan.


"Apa!!!! bagaimana bisa Evan mengalami kecelakaan?" ucap Ibunya Evan terkejut.


"Kecelakaan bagaimana yah? dimana dia mengalami kecelakaan?" tanya Kakaknya Evan.


"Dia tertabrak mobil di depan rumahnya Erica! ayo cepat kita harus segera pergi kerumah sakit, kata Ibunya Erica sekarang Evan sedang di operasi," ucap Ayahnya Evan.


"Baiklah ibu akan mengambil tas di kamar dulu."


"Aku juga akan mengambil tas dan handphone dikamar," ucap Kakaknya Evan sambil berlari ke kamarnya.


Lalu Ayah dan Ibunya Evan serta Kakaknya Evan pergi menuju ke rumah sakit dengan mobil. Setelah sampai dirumah sakit Ayahnya Evan menanyai perawat tempat ruang operasi.


"Sus, dimana ruang operasi?" tanya Ayahnya Evan.


"Anda belok saja ke kanan dan lurus saja disana ruang operasi," jawab suster.


"Baik terimakasih sus," ucap Ayahnya Evan.


"Sama sama" jawab suster itu.


Lalu Ayah, Ibu, dan Kakaknya Evan berjalan menuju ke arah yang ditunjukkan oleh suster itu. Setelah sampai diruang operasi disana sudah ada Ayah dan Ibunya Erica, serta Erica yang masih terduduk lemas bersandar di kursi.


"Apa anda Bu Rosa ibunya Erica?" tanya Ayahnya Evan.


"Iya betul, apa anda Pak Eric Ayahnya Evan?"


"Iya saya Ayahnya Evan, ini Ibu dan Kakaknya Evan," ucap Ayahnya Evan.


"Bagaimana keadaan Evan sekarang?" tanya Ibunya Evan khawatir.


"Dia masih berada di ruang operasi," jawab Ibunya Erica.


"Bagaimana ini yah? apa Evan akan baik baik saja, hiks hiks hiks," ucap Ibunya Evan sambil menangis.


"Bu, tenanglah sekarang Evan masih di operasi! pasti dia akan baik baik saja," ucap Kakaknya Evan mencoba menenangkan Ibunya.


"Apa anda Pak Eric yang dari Miko Grup?" tanya Ayahnya Erica.


"Iya betul, Pak Daniel kita sudah sering bertemu," ucap Ayahnya Evan.


"Terimakasih Pak Daniel," ucap Ayahnya Evan.


"Maaf sebelumnya menurut kesaksian Erica, Evan mengalami kecelakaan karena menyelamatkan anak kami Erica," ucap Ibunya Erica.


"Menyelamatkan bagaimana Bu Rosa?" tanya Ayahnya Evan.


"Saat itu ada mobil yang ingin menabrak Erica karena ingin menolong Erica, lalu Evan mendorong Erica dan membuat dia yang tertabrak mobil itu," ucap Ibunya Erica.


"Siapa yang ingin menabrak Erica?" tanya Ayahnya Evan.


"Namanya Sandra, dia musuh kami saat di pengadilan kemarin! tapi Pak Erica tenang saja semua ini sudah di tangani oleh kepolisian dan Sandra akan segera ditangkap," ucap Ibunya Erica.


"Pak Eric tenang saja, Evan di operasi oleh dokter terbaik di rumah sakit ini! selama perawatan di rumah sakit ini kami yang akan menanggung semua biayanya," ucap Ayahnya Erica.


"Apa sekarang yang menabrak adikku sudah tertangkap?" tanya Jenni Kakaknya Evan.


"Polisi belum mengabari kami lagi! mungkin setelah menangkap Sandra polisi akan segera menelpon," ucap Ibunya Erica.


"Berani sekali dia menyakiti adikku!" ucap Jenni marah.


Jenni melihat Erica yang masih duduk terdiam, Jenni melihat banyak darah yang ada di pakaian Erica. Lalu Jenni mendekati Erica dan berbicara padanya.


"Apa kau pacar dari adikku Evan?" tanya Jenni sambil duduk di sebelah Erica.


"Iya saya Erica pacarnya Evan," jawab Erica.


"Perkenalkan aku Kakaknya Evan namaku Jenni."


"Salam kenal juga kak! maaf karena diriku Evan menjadi seperti ini," ucap Erica sedih.


"Yang harus disalahkan bukan dirimu! tapi orang yang telah menabrak adikku! akan kupastikan dia mendekam lama di penjara," ucap Jenni kesal.


Erica masih terus menetaskan air mata karena sedih dengan keadaan Evan yang masih kritis dan sedang di operasi. Setelah menunggu selama 4 jam akhirnya operasinya pun selesai. Dokter keluar dari ruang operasi dan langsung memberitahu tentang keadaan Evan setelah operasi.


"Dok, bagaimana apakah operasinya berjalan lancar?" tanya Ibunya Erica.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Ayahnya Evan.


"Operasinya berjalan dengan lancar! untung saja golongan darahnya tidak sulit untuk di dapatkan," ucap Pak Dokter.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Ibunya Erica lega.


"Tapi sekarang pasien sedang mengalami koma," ucap Pak Dokter.


"Koma bagaimana dok?" tanya Ayahnya Evan.


"Operasinya memang sukses tapi Evan mengalami koma karena pendarahan yang terjadi di kepalanya! semoga saja koma yang terjadi pada pasien tidak akan lama karena sudah kami tangani dengan baik," ucap Pak Dokter.


"Jadi Evan akan mengalami koma dok?" tanya Ibunya Erica.


"Betul bu! semoga saja tidak lama kita berdoa saja," ucap Pak Dokter.


"Evan!!!!!" teriak Ibunya Evan sambil menangis.


"Bagaimana ini Evan menjadi koma karena diriku," ucap Erica terduduk lemas.


"Tapi kalian jangan bersedih menurutku pasien tidak akan lama mengalami koma! dan sekarang pasien sudah di pindahkan ke ruang perawatan, jika ingin melihatnya silahkan saja! saya permisi dulu," ucap Pak Dokter.


"Terimakasih dok," ucap Ayahnya Erica.


"Sama sama" ucap Pak Dokter sambil berjalan pergi.


"Ayo kita lihat keadaan Evan di ruang perawatan," ucap Ayahnya Erica.


"Baik Pak Daniel," ucap Ayahnya Evan.


"Ayo Erica! apa kau tidak ingin melihat Evan?" tanya Ibunya Erica.


"Baik bu," ucap Erica sambil berdiri dan memegang tangan ibunya.


"Ayo bu, kita lihat Evan yang sudah di bawa keruang perawatan," ucap Jenni sambil membantu Ibunya berdiri dari kursi.


"Jenni apa Evan akan baik baik saja?" tanya Ibunya Evan sedih.


"Evan anak yang kuat bu, dia pasti akan segera sadar dan cepat sembuh," ucap Jenni mencoba menenangkan Ibunya.


Setelah Evan di operasi dia mengalami koma karena pendarahan di kepalanya. Dokter mengatakan jika Evan tidak akan mengalami koma begitu lama karena langsung di tangani dengan baik di rumah sakit. Setelah operasi Evan lalu di pindahkan keruang perawatan, Karena merasa khawatir dengan keadaan Evan lalu semuanya ikut melihat Evan yang telah di bawa ke ruang perawatan oleh perawat rumah sakit.