ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 27



Keesokan harinya erica bersiap siap untuk berangkat ke sekolah. Erica melihat maya yang masih duduk dan melamun di atas tempat tidurnya erica.


"Ada apa maya? kenapa sepertinya hari ini kau tidak bersemangat?" tanya erica sambil duduk di dekat maya.


"Entahlah erica! aku merasa hari ini bakal terjadi sesuatu tapi tak tahu itu apa?" ucap maya gelisah.


"Tak perlu risau maya! besok adalah hari persidangan kasusnya rio seharusnya kita senang karena ada kemungkinan kita bisa memenangkan kasus ini dan membuat rio masuk ke dalam penjara!" ucap erica.


"Aku juga merasa senang karena kita akhirnya bisa mengungkap semua kasus ini!" ucap maya.


"Apa tasya sekarang masih dirumah ibunya?" tanya erica.


"Sepertinya begitu! nanti malam kami akan datang lagi kerumah sakit untuk melihat dukun apa yang di panggil oleh ayahnya rio!" ucap maya.


"Kalian tetap harus hati hati maya! aku tak ingin kalian di celakai oleh mereka!" ucap erica khawatir.


"Iya erica aku akan berhati hati!" ucap maya.


"Besok adalah hari penting untuk tasya dan kita! aku tak ingin kalian celaka!" ucap erica.


"Aku juga tak mau merusak kebahagiaan tasya! akhirnya dia akan mendapatkan keadilan atas semuanya!" ucap maya.


"Baiklah! aku akan berangkat dulu ke sekolah! sampai jumpa nanti maya!" ucap erica sambil keluar dari kamarnya.


"Sampai jumpa erica!" ucap maya.


Erica berjalan menuju meja makan untuk sarapan bersama ayah dan ibunya.


"Pagi ibu dan ayahku tersayang!" ucap erica sambil duduk di kursi.


"Ayo cepat sayang di makan sarapanmu!" ucap ibunya erica.


"Iya bu!"


"Erica besok jangan lupa hari persidangan! kita tidak boleh datang terlambat!" ucap ayahnya erica.


"Iya sayang kita harus fokus dan semangat untuk persidangan besok!" ucap ibunya erica.


"Iya bu tentu!" jawab erica.


"Ibu ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh wanita licik itu besok!" ucap ibunya erica.


"Kenapa ibu berbicara seperti itu?" tanya ayahnya erica.


"Mereka itu orang orang licik yah! pasti akan melakukan sesuatu yang jahat untuk memenangkan sidang besok!" ucap ibunya erica.


"Kita tidak boleh berpikiran buruk tentang orang lain bu!" ucap ayahnya erica.


"Pengecualian untuk mereka yah! mereka itu sudah sekelas setan bukan manusia!" ucap ibunya erica kesal.


"Ibu kenapa bilang seperti itu!" ucap erica.


"Ayahmu sih selalu saja merasa kasian kepada orang lain!" ucap ibunya erica kesal.


"Ayah bukannya kasian bu! cuma kita tetap harus berbicara dan berperilaku dengan etika yang baik walaupun mereka salah dan jahat! kita tidak boleh membalas mereka dengan jahat juga!" ucap ayahnya erica.


"Iya ayah! ibu pasti sekarang akan lebih berbicara dengan baik!" ucap erica tersenyum sambil memegang tangan ibunya.


"Kita adalah keluarga yang terpandang harus tetap menjaga sikap di depan orang lain!" ucap ayahnya erica.


"Baik yah!" ucap ibunya erica.


"Erica berangkat kesekolah dulu!" ucap erica sambil berdiri dari kursinya.


"Iya sayang hati hati di jalan!" teriak ibunya erica.


"Yang rajin belajarnya di sekolah sayang!" ucap ayahnya erica.


"Tentu! dah ayah ibu!" Erica berjalan menuju mobilnya.


Ayahnya erica berangkat ke kantor dan erica berangkat ke sekolah. Sedangkan maya masih berada di kamarnya erica. Sementara itu orang tua rio menemui dukun untuk mengusir arwahnya tasya yang sering mengganggu mereka.


"Bu! ayo kita pergi sekarang menemui dukun itu!" teriak ayahnya rio.


"Apa ayah sudah mendapatkan alamatnya?" tanya ibunya rio.


"Ayah sudah mendapatkan alamatnya dari teman ayah!"


"Baiklah ayo kita pergi sekarang!" ucap ibunya rio.


"Ayah dan ibu akan pergi kemana?" tanya rio.


"Sayang kau sudah bangun dari tidurmu!" ucap ibunya rio.


"Iya bu! kalian akan pergi kemana?" tanya rio penasaran.


"Ibu dan ayah akan menemui seseorang yang akan menolong kita rio!" ucap ibunya rio.


"Ayah dan ibu akan menemui orang pintar yang akan mengusir hantunya tasya yang sering mengganggu kita rio!" ucap ayahnya rio.


"Orang pintar? maksud ayah seorang dukun?" tanya rio penasaran.


"Iya rio! kita harus mengusir hantu sialan itu! dia akan terus mengganggu kita jika tidak dimusnahkan!" ucap ibunya rio.


"Tapi apakah ada yang mampu mengusir dia bu? bukannya dia sangat kuat sekali!" ucap rio khawatir.


"Dia orang yang cukup terkenal dan banyak yang telah berhasil!" ucap ayahnya rio.


"Kau tunggu saja disini! ibu dan ayah akan menjemputnya dan membawanya kemari!" ucap ibunya rio.


"Tapi bu!"


"Tak perlu banyak bicara! sayang kau tunggu disini saja dan beristirahat! biar ibu dan ayah yang mengurus semuanya!" ucap ibunya rio.


"Ayah dan ibu pergi dulu! kau tunggu disini saja!" ucap ayahnya rio.


"Baik yah!"


"Ayo kita pergi bu!" ucap ayahnya rio.


"Baik yah! jika terjadi sesuatu cepat kau hubungi ayah dan ibu!" ucap ibunya rio.


" Baik bu!"


Ayah dan ibunya rio berangkat pergi untuk menemui dukun itu. Setelah sampai dirumah dukun itu mereka langsung turun dari mobil dan berjalan menuju rumah dukun itu.


"Apa benar ini rumahnya yah?" ucap ibunya rio sambil melihat sekeliling rumahnya.


"Kalau menurut alamatnya ini benar bu!" ucap ayahnya rio sambil melihat kertas yang bertuliskan alamat.


"Kenapa sepi sekali disini!" ucap ibunya rio.


"Kabar yang ayah dapatkan katanya dukun ini tidak suka dengan keramaian! dia sangat suka menyendiri!" ucap ayahnya rio.


"Rumahnya juga terlihat menyeramkan sekali yah! lihat saja ibu sampai merinding! apa mungkin disini juga banyak hantunya!" ucap ibunya rio mulai ketakutan.


"Kita masuk saja dulu bu!" ucap ayahnya rio.


"Ayah saja yang mengetuk pintu! ibu merasa takut disini!" Ibunya rio memegang erat tangan suaminya.


"Tok tok tok" Suara ayahnya rio mengetuk pintu.


"Permisi apa ada orang dirumah!" teriak ayahnya rio.


Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekati pintu.


"Kreeeek" Suara membuka pintu.


Keluar seorang wanita paruh baya dengan rambut terurai mengenakan pakaian yang serba hitam.


"Kalian ada perlu apa kemari?" tanya wanita itu sambil menatap tajam orang tuanya rio.


"Ma...maaf telah mengganggu kita ingin bertemu dengan dukun yang berada dirumah ini!" ucap ayahnya rio.


"Kenapa kalian ingin bertemu dengannya?"


"Kami ingin meminta tolong padanya untuk mengusir hantu yang selalu mengganggu kami!" ucap ibunya rio.


"Baiklah kalian boleh masuk!" ucap wanita itu sambil membuka pintu.


"Terimakasih" ucap ayahnya rio.


"Aura rumahnya benar benar menakutkan!" bisik ibunya rio pada suaminya.


"Kita masuk saja dulu ke dalam bu!"


"Baik yah!"


"Mari silahkan masuk!" ucap wanita itu.


"Baik!" ucap ayahnya rio sambil berjalan masuk kedalam rumah bersama ibunya rio.


"Silahkan duduk dan tunggu disini! saya akan memanggilnya dulu!" ucap wanita itu.


"Baik terimakasih!" ucap ayahnya rio.


"Yah! rumahnya benar benar menyeramkan sekali!" ucap ibunya rio sambil memegang erat tangan suaminya.


"Ini semua demi rio bu! kita harus meminta bantuan dukun ini untuk mengusir hantu itu!" ucap ayahnya rio.


"Iya yah!" ucap ibunya rio.


Ibunya rio merasa ketakutan ketika berada di rumah dukun itu. Suasana yang serba hitam dan rumah yang terpencil dari penduduk membuat suasananya menjadi tambah menyeramkan. Mereka menunggu untuk bertemu dengan dukun yang akan membantu mereka.