ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 33



Setelah menelpon bu serly ibunya merasa lebih tenang. Ayah dan ibunya rio berusaha semampu mereka untuk menggagalkan semua rencana yang telah di buat oleh erica dan maya.


"Bagaimana bu? apakah serly mau menutup mulutnya?" tanya ayahnya rio.


"Tentu saja dia mau! jika dia tidak mau menutup mulutnya ibu yang yang menutup mulutnya untuk selama lamanya!" ucap ibunya rio.


"Yang penting sekarang dia tetap memihak kita!" ucap ayahnya rio.


"Setelah sidang ini selesai aku berencana untuk membuat serly tutup mulut selamanya agar dia tak akan mengusik kita lagi!" ucap ibunya rio.


"Maksudmu kau akan membunuhnya?" tanya ayahnya rio.


"Tentu saja akan kulakukan apapun untuk melindungi rio!" ucap ibunya rio.


Saat orang tuanya rio sedang berbicara polisi datang kerumah sakit untuk menjemput rio dan membawanya ke pengadilan untuk di sidang pertama kali.


"Selamat pagi! kami dari petugas kepolisian ingin membawa saudara rio ke pengadilan.


"Iya anak saya sudah siap untuk pergi sekarang!" ucap ibunya rio.


"Apa semuanya sudah siap di pengadilan?" bisik ayahnya rio.


"Kau tenang saja haris telah mengurus semuanya! kita hanya tinggal datang saja kesana!" ucap ibunya rio.


"Mari saudara rio kau harus berangkat sekarang karena sidang akan segera di mulai!" ucap pak polisi.


"Tenang saja sayang ibu dan ayah akan menyusulmu di belakang dengan mobil ke pengadilan! semuanya akan baik baik saja percaya saja pada ibu dan ayah!" ucap ibunya rio.


"Baik bu! rio pergi dulu sekarang!"


"Hati hati sayang!" ucap ibunya rio.


"Ayo kita juga harus berangkat sekarang!" ucap ayahnya rio.


"Baiklah! sebelumnya aku harus menelpon haris terlebih dahulu!" ucap ibunya rio sambil mengeluarkan handphonenya.


"Kring kring kring" Suara handphone berdering.


"Halo bu sandra!" jawab haris.


"Apa kau sudah sampai di pengadilan?"


"Iya bu sandra saya baru saja sampai disini!"


"Apa semuanya sudah siap? tidak ada yang terlupakan bukan?"


"Tidak ada yang terlupakan bu sandra! semuanya sudah saya siapkan sesuai dengan rencana kita!"


"Baiklah kalau begitu saya akan menuju kesana sekarang! rio juga sudah berangkat menuju kesana dengan polisi!" ucap ibunya rio.


"Iya bu sandra!" jawab haris sambil menutup telponnya.


"Ayo kita berangkat sekarang!" ucap ibunya rio sambil berjalan keluar dari ruangan rio.


Semuanya telah berangkat menuju ke pengadilan. Semua orang merasa sangat cemas dan gelisah dalam menghadapi sidang ini. Setelah semua sampai di pengadilan semua orang langsung memasuki ruang sidang. Orang tua rio dan orang tua erica mereka duduk bersebelahan. Ibunya erica merasa sangat geram melihat ibunya rio yang masih sombong dan tak mau mengakui kesalahan anaknya.


"Lihat wanita jahat itu masih bisa bersikap sombong! melihatnya benar benar membuatku ingin menjambak rambutnya!" ucap ibunya erica.


"Sudahlah sayang tak usah melihat mereka fokus saja pada sidang hari ini!" ucap ayahnya erica.


Evan masuk ke dalam ruang sidang dan berjalan mendekati erica dan orang tuanya.


"Pagi om tante!" ucap evan.


"Pagi evan! ayo duduk disini dekat dengan erica!" ucap ibunya erica.


"Iya tante terimakasih!" ucap evan sambil duduk di samping erica.


"Apa ibunya tasya dan intan belum datang?" tanya evan pada erica.


"Mungkin mereka sebentar lagi sampai! tadi ibu menyuruh supir untuk menjemputnya!" ucap erica.


"Oo begitu!" ucap evan.


"Pagi om tante!" ucap intan.


"Kalian sudah datang ayo cepat duduk sebentar lagi sidang akan dimulai!" ucap ibunya erica.


"Terimakasih" ucap ibunya tasya.


"Kau tenang saja kita pasti akan membuat mereka malu dan menjebloskan rio ke penjara!" ucap ibunya erica sambil menatap tajam ibunya rio.


"Iya nyonya terimakasih untuk semuanya!" ucap ibunya tasya.


"Sepertinya mereka mengejek kita!" ucap ibunya rio kesal.


"Biarkan saja tak usah hiraukan mereka kita fokus pada rio saja hari ini!" ucap ayahnya rio.


"Melihat mata wanita itu rasanya aku ingin mencongkel matanya!" ucap ibunya rio sambil menatap ibunya erica.


Tidak lama kemudian persidangan pun di mulai. Hakim memasuki ruangan sidang dan memulai sidang itu.


"Baiklah kita mulai sidang pada hari ini!" ucap pak hakim.


"Bawa masuk tersangka ke dalam ruangan!"


Polisi membawa rio masuk kedalam ruang sidang dan menyuruhnya duduk di kursi tersangka.


"Baik silahkan dimulai!" ucap pak hakim.


"Terimakasih pak hakim!" ucap jaksa penuntut sambil berdiri.


Jaksa penuntut dari kasusnya rio adalah pak alex orang yang pernah ditemui ibunya rio. Dia juga merupakan teman dari ibunya rio.


"Saya akan menjelaskan kasus tersangka rio! Saudara rio dituduh atas pembunuhan tasya dan pelecehan pada erica! Menurut hukum yang berlaku jika saudara rio ternyata terbukti bersalah dia akan di jatuhi hukuman 15 tahun penjara dan paling berat hukuman penjara seumur hidup!"


"Baik terimakasih atas penjelasannya! kepada pengacara korban dan pengacara tersangka di persilahkan untuk memberikan keterangan dan pembelaan! kita mulai dari pengacara tersangka silahkan!" ucap pak hakim.


"Terimakasih pak hakim!" ucap haris sambil berdiri dan berjalan mendekati rio.


"Apakah anda mengenal saudari tasya dan erica?" tanya haris kepada rio.


"Iya saya mengenal mereka!" jawab rio.


"Kita mulai dari tasya! kapan anda mulai mengenal dia dan terakhir bertemu dengannya?"


"Saya dan tasya teman satu kampus kami hanya berteman biasa saja tidak lebih dari itu! terakhir bertemu dengannya hampir satu bulan yang lalu!"


"Lalu kenapa menurut penyataan anda dituduh telah membunuhnya dan mengaborsi kandungan dari tasya!"


"Itu hanya fitnah! saya tidak begitu mengenal baik tasya! ucap rio gemetar.


" Pak hakim menurut saya saudara rio hanya di fitnah! mana mungkin dia akan melakukan hal seperti itu! apalagi dia tidak ada catatan kriminal satupun dia juga anak yang sangat baik!"


"Lanjutkan!" ucap pak hakim.


"Baik apanya! dia manusia paling keji yang pernah ku kenal!" teriak maya kesal.


"Tasya dia sangat menyukaiku dia terus menggodaku! entah bagaimana dia bisa mengatakan padaku jika dia mengandung anakku! padahal dia banyak bergaul dengan laki laki lain selain diriku!" ucap rio.


"Kau bohong! anakku tidak mungkin seperti itu! dia hanya mengenal satu laki laki yaitu kau!" teriak ibunya tasya marah.


"Harap tenang! jangan membuat keributan di sini!" ucap pak hakim.


"Tenanglah kita akan membalas mereka nanti!" ucap ibunya erica sambil memegang tangan ibunya tasya.


"Kenapa rio bisa berubah pikiran? padahal dia telah berniat untuk mengakui semua perbuatannya?" ucap tasya bingung.


"Tak heran tasya! rio memang mewarisi sifat licik dari ibunya! pasti semua ini sudah di rencanakan oleh wanita penyihir itu!" ucap maya kesal.


"Apa yang akan kita lakukan maya?" ucap tasya khawatir.


"Tenang saja tasya! Sidang ini masih belum berakhir!" ucap maya.


Erica menatap maya dan tasya yang berdiri di pinggir ruang sidang sambil melihat rio. Erica sangat mengkhawatirkan keadaan tasya. Rio berubah pikiran setelah dipengaruhi oleh ibunya. Akhirnya rio tak berniat untuk menyerahkan diri. Ibunya rio memang sangat terkenal licik dan akan melakukan berbagai cara agar dia dapat memenangkan semua kasus yang di hadapinya.