ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 56



 


 


Erica merasa sedikit lega mengetahui informasi dari Jenni, ternyata memang benar dugaan Erica jika Jenni mengenal Maya. Evan pun merasa terkejut setelah mengetahui jika kakaknya juga ternyata mengetahui tentang Maya.


 


 


 


"Jadi kakak memang benar benar mengenal Maya?" tanya Evan.


 


 


 


"Tentu saja, kakak sangat mengenalnya, apa kau tak percaya dengan ucapan kakak?"


 


 


 


"Aku pikir kakak tidak mengenalnya," ucap Evan.


 


 


 


 


"Banyak polisi yang juga mengenalnya dia sangat terkenal dan polisi yang berprestasi, kakak juga ingin menjadi sepertinya, saran kakak jika kalian ingin mencari Maya, kalian harus berhati hati karena ini pasti akan berhubungan dengan orang orang yang jahat, kami saja yang polisi sangat sulit untuk melacak keberadaannya Maya, sepertinya dia di buat benar benar menghilang tanpa jejak sama sekali, dan kakak mengira jika ini berkaitan dengan orang orang yang berkuasa," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Ucapan Kak Jenni sama seperti kedua polisi temannya Maya," ucap Erica.


 


 


 


"Polisi yang mana maksudmu Erica?" tanya Jenni.


 


 


 


"Kami kemarin ke perbatasan kota ke kantor polisi tempat Maya bekerja dulu, dan kami bertemu dengan temannya Maya yang bernama Heru dan Riki," jawab Erica.


 


 


 


"Ehm, sepertinya mereka bawahannya Maya, mereka mengatakan apa yang serperti yang aku katakan tadi?"


 


 


 


 


"Iya Kak Jenni," jawab Erica.


 


 


 


 


"Aku juga merasa sangat penasaran dengan yang terjadi pada Maya, sepertinya dia memang sengaja di lenyapkan begitu saja oleh seseorang, sangat mencurigakan tapi sayangnya kita tidak mempunyai bukti untuk itu," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Kami akan mencari bukti itu Kak Jenni, pasti kita akan menemukan itu," ucap Erica.


 


 


 


"Tentu saja kemungkinan itu selalu ada, aku juga pasti akan membantu kalian untuk mencari Maya, ini kasus yang sangat misterius menurutku, aku juga ingin jika Maya dapat segera di temukan," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Kami pun sangat berharap jika dapat segera menemukan Maya, kami juga sedang mencari Ibunya Maya yang juga telah menghilang, kami belum menemukannya sampai sekarang, apa Kak Jenni mengetahui sesuatu tentang Ibunya Maya?" tanya Erica.


 


 


 


 


"Ehm, aku tak mengetahui soal ibunya Maya, saat kami juga akan bertemu dengan ibunya Maya saat itu dia juga tidak ada di rumahnya, kami bertanya pada tetangganya mereka semua tidak ada yang mengetahui keberadaannya, aku menduga jika dia telah di sembunyikan oleh seseorang karena setelah hilangnya Maya ibunya juga tiba tiba menghilang entah kemana," jawab Jenni.


 


 


 


 


"Kira kira yang menyembunyikan Ibunya Maya apa dia orang yang sama dengan orang yang melenyapkan atau menculik Maya?" tanya Evan.


 


 


 


"Pertanyaan yang bagus, jawabannya mereka orang yang berbeda, menurutku orang yang menyembunyikan Ibunya Maya dia adalah orang yang ingin melindunginya dari orang yang telah mencelakai Maya, kami juga menyelidiki orang orang yang dekat dengan Maya tapi mereka semua tidak ada yang kami curigai, jadi ini sudah jelas perbuatan orang orang jahat yang berkaitan dengan kasus yang sedang di tangani oleh Maya saat itu," jawab Jenni.


 


 


 


 


"Bagaimana cara kita memancing orang orang jahat itu keluar?" ucap Erica.


 


 


 


 


Jenni menatap Erica dan Evan yang ada di hadapannya.


 


 


 


 


"Sangat mudah untuk mendapatkan mereka jika kalian ingin melakuka itu," jawab Jenni.


 


 


 


 


"Apa Kak Jenni tahu caranya?" tanya Evan.


 


 


 


 


"Kalian berdua menyamar sebagai pengguna Narkotika dan kemudian menjebak mereka," jawab Jenni.


 


 


 


 


"Apa! itu sangat berbahaya Kak Jenni bagaimana jika Erica sampai celaka, mereka itu orang orang yang sangat jahat," ucap Evan.


 


 


 


"Aku juga tahu jika mereka adalah orang orang jahat, tapi hanya itu cara untuk menjebak mereka," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Kenapa tidak Kak Jenni saja atau polisi yang lainnya yang menyamar untuk menangkap mereka," ucap Evan.


 


 


 


 


"Sangat sulit untuk menangkap mereka, jika itu bisa sudah lama aku melakukannya sendiri, apalagi pimpinan kakak tidak mengeluarkan surat perintah penyelidikan untuk kasus ini," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Apa dengan wajah baru yang tak pernah mereka lihat, itu akan membuat mereka cepat percaya pada kita dan dnegan mudah kita bisa menangkap mereka," ucap Erica.


 


 


 


 


"100 untukmu Erica! kau sangat pintar, tidak seperti adikku yang bodoh ini," ucap Jenni sambil menatap Evan.


 


 


 


 


"Bukankah mereka orang orang jahat, bagaimana jika mereka melukai Erica dan juga diriku," ucap Evan khawatir.


 


 


 


 


"Tentu saja kami akan melindungi kalian," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Siapa saja yang akan melindungi kami nanti?" tanya Evan.


 


 


 


 


 


 


"Kenapa tidak dengan polisi yang lebih banyak lagi," tanya Evan.


 


 


 


 


"Karena kasus ini tidak resmi di selidiki atau tidak memiliki surat perintah dari atasan Kak Jenni, jadi dia tidak bisa meminta bantuan pada polisi lainnya, hanya polisi yang berniat membantu kita saja yang bisa ikut dengan kita," ucap Erica.


 


 


 


 


"Betul Erica, kau sangat pintar dan cepat mengerti maksudku, apa kau juga bercita cita menjadi seorang polisi wanita?" tanya Jenni.


 


 


 


 


"Tidak Kak Jenni, aku tidak ada niat untuk menjadi seorang polisi, aku hanya berpikir dari segi pandangan polisi saja makanya aku bisa menjawabnya," jawab Erica.


 


 


 


 


"Sangat sayang sekali, jika kau menjadi seorang polisi kau pasti akan sangat hebat Erica," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Jadi kapan kita bisa melakukan rencana itu Kak Jenni?" tanya Erica.


 


 


 


 


"Apa kalian besok sekolah?" tanya Jenni.


 


 


 


"Tentu saja Kak Jenni, memangnya kenapa?" tanya Evan.


 


 


 


"Aku berencana untuk melakukan rencana itu besok, kita akan menemui kedua polisi itu dan mengatakan rencana kita pada mereka, lebih cepat lebih baik, kakak sangat tidak suka dengan pekerjaan yang tertunda," ucap Jenni.


 


 


 


"Jika aku bolos sekolah dengan Evan pasti wali kelas akan menelpon orang tua, orang tuaku tidak tahu jika aku menyelidiki kasus ini," ucap Erica.


 


 


 


"Jadi kami harus bagaimana Kak Jenni?" tanya Evan.


 


 


 


 


"Ehm, baiklah kalau begitu besok Kak Jenni yang akan meminta izin pada wali kelas kalian dengan langsung datang ke sekolah kalian besok pagi," jawab Jenni.


 


 


 


 


"Apa itu diperbolehkan? apalagi kakak seorang polisi apa pendapat wali kelas kami nanti," ucap Evan.


 


 


 


"Itu urusan kakak dengan wali kelas kalian berdua, yang penting kalian di berikan izin olehnya," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Ikuti saja ucapannya Erica, aku rasa dia punya rencana yang bagus," ucap Maya.


 


 


 


"Baiklah Kak Jenni, aku setuju dengan rencana yang Kak Jenni katakan," ucap Erica.


 


 


 


 


"Aku semakin menyukaimu Erica kau berpikir dengan sangat cepat dan pintar," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Kita membutuhkan orang seperti kakaknya Evan, dia orang yang sangat cerdik dan pintar dalam strategi, aku sangat yakin dengan kemampuan yang dia miliki," ucap Maya.


 


 


 


 


"Baiklah  Kak Jenni besok kita akan menjalankan rencana kita, Evan kau juga setuju dengan rencana yang Kak Jenni katakan?" ucap Erica.


 


 


 


 


"Iya Erica, tapi kita harus."


 


 


 


 


"Tidak ada tapi tapi, semuanya sudah setuju, kita jalankan rencana ini besok," ucap Jenni.


 


 


 


 


 


"Huuh dasar Kak Jenni, aku belum selesai bicara dia malah memotong ucapanku," ucap Evan kesal di dalam hati.


 


 


 


 


"Lebih baik kalian pulang sekarang karena sudah malam, beristirahatlah karena besok akan menjadi hari yang sangat panjang," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Baiklah Kak Jenni kami akan pulang sekarang, sampai jumpa besok," ucap Erica.


 


 


 


 


"Evan, antar Erica dengan hati hati kerumahnya, kau juga perlu banyak beristirahat, sepertinya kau besok akan mengeluarkan banyak energi untuk menangkap orang orang jahat itu," ucap Jenni sambil tersenyum.


 


 


 


 


"Baiklah aku pulang dulu Kak," ucap Evan.


 


 


 


"Dah, adikku sayang dan calon adik iparku," ucap Jenni.


 


 


 


 


"Apa apaan lagi dia mengatakan itu, awas saja jika sampai di rumah aku akan membalasmu," ucap Evan di dalam hati.


 


 


 


 


"Sepertinya adikku tersayang sangat kesal padaku," ucap Jenni tersenyum senang karena telah membuat Evan kesal padanya.


 


 


 


 


Lalu Erica dan Evan berjalan keluar dari kantor polisi dan menuju ke mobilnya, Evan langsung mengantarkan Erica pulang kerumahnya. Erica dan Maya merasa sedikit senang karena Jenni mau membantu mereka untuk menyelidiki orang orang jahat itu.