ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 122



Rsetelah mendengarkan semua penjelasan dari Dian, dia benar benar sangat terkejut ternyata kecelakaan yang menimpa orang tuanya dan Maya jika Irfan terlibat di dalamnya yang bekerja sama dengan bos besar itu.


 


 


 


"Aku ingin bertanya padamu, apa Om Irfan sudah lama mengenal kakakmu?" tanya Rian.


 


 


 


"Sepertinya begitu Tuan, dia sudah lama mengenal kakakku, tapi dia baru hari ini mengetahui jika aku bersaudara dengan bos besar, aku mengatakan baru hari ini padanya saat bertemu dengannya di sebuah cafe," jawab Dian.


 


 


 


"Kenapa kau menemui Om Irfan hari ini?" tanya Rian.


 


 


 


"Aku ingin berhenti untuk melakukan semua perintahnya, dia selama ini menyuruhku untuk selalu mengawasi Tuan dan melaporkan padanya, dia sangat ingin merebut warisan dan perusahaan dari anda Tuan, dengan meminta bantuan pada kakakku, tapi setelah dia mengetahui jika aku adalah adik kandung dari bos besar dia menjadi sangat terkejut, aku rasa sekarang dia mungkin sedang menemui kakakku untuk menanyakan hal itu," jawab Dian.


 


 


 


"Apa kau tahu dimana kakakmu tinggal? kalau boleh aku tahu siapa nama dari bos besar itu sebenarnya?" tanya Rian penasaran.


 


 


 


"Aku tahu dimana dia tinggal, dan nama dari kakakku adalah Alena, dia sifatnya sangat berbeda dariku, tapi beberapa tahun terakhir ini dia semakin berubah dan sangat kejam pad siapapun kadang dia tak segan segan akan membunuh orang yang dia tidak suka, aku pun merasa seperti tidak mengenalnya lagi," jawab Dian.


 


 


 


"Kita harus mencari cara untuk menjebak mereka agar bisa di tangkap oleh polisi atas kejahatan yang telah mereka perbuat selama ini," ucap Rian.


 


 


 


"Maaf Tuan, bagaimana jika kita menghubungi Erica dan juga Evan agar mereka bisa kemari," ucap Bu Vira.


 


 


 


"Benar juga katamu, aku lupa menghubungi mereka agar segera kemari, Bu Vira tolong kau telpon Erica dan kirim alamat padanya agar mereka bisa kemari sekarang, karena hanya Erica yang bisa membuat Maya kembali tersadar," ucap Rian.


 


 


 


"Baik Tuan," jawab Bu Vira.


 


 


 


"Maaf Tuan, bagaimana cara Erica bisa membuat nona Maya sadar?" tanya Dian penasaran.


 


 


 


"Kau akan paham jika melihatnya sendiri nanti, Erica dia bukan gadis biasa karena dia orang yang sangat istimewa," jawab Rian.


 


 


 


"Baik Tuan," ucap Dian.


 


 


 


Kemudian Bu Vira menelpon Erica untuk memberitahunya saat itu.


 


 


 


"Kring kring kring" Suara handphone berdering.


 


 


 


"Halo"


 


 


 


"Halo Erica, ini Bu Vira."


 


 


 


"Iya Bu Vira, ada apa?" tanya Erica.


 


 


 


"Erica apa kau bisa keluar malam ini umtuk menemui Tuan Rian?" tanya Bu Vira.


 


 


 


Erica melihat jam di tangannya.


 


 


 


"Iya aku masih bisa keluar malam ini karena baru pukul 8 malam, ada apa Bu Vira? apa telah terjadi sesuatu?" tanya Erica.


 


 


 


"Kau kemari saja bersama Evan, setelah sampai di sini kau akan tahu semuanya, aku akan mengirimkan alamatnya padamu," jawab Bu Vira.


 


 


 


"Baiklah kalau begitu, aku akan menghubungi Evan," ucap Erica.


 


 


 


Lalu Erica menutup telponnya dan membaca pesan yang di kirimkan Bu Vira padanya.


 


 


 


"Sepertinya ini alamat yang di kirimkan oleh Bu Vira, aku harus segera menelpon Evan dan memintanya menjemputku," ucap Erica.


 


 


 


"Kenapa Bu Vira memintamu datang ke alamat ini?" tanya Maya.


 


 


 


"Dia tidak mengatakan apa apa padaku, dia hanya bilang jika aku datang ke sana, nanti aku akan tahu semuanya sendiri," jawab Erica.


 


 


 


"Ooo begitu, kenapa aku merasa jika kita akan mendapatkan sesuatu yang sangat penting," ucap Maya.


 


 


 


Erica kemudian menelpon Evan untuk memintanya agar menjemput ke rumahnya dan pergi bersama ke alamat  yang telah di kirimkan oleh Bu Vira.


 


 


 


"Kring kring kring" Suara handphone berdering.


 


 


 


"Halo"


 


 


 


"Halo Evan."


 


 


 


"Iya Erica, ada apa?" tanya Evan.


 


 


 


 


 


 


"Apa mereka telah mendapatkan suatu petunjuk penting?" tanya Evan.


 


 


 


"Aku belum tahu itu apa, tapi mereka menyuruh kita datang ke sana, Bu Vira telah mengirimkan alamatnya padaku," ucap Erica.


 


 


 


"Baiklah aku akan segera ke sana, tapi bagaimana dengan orang yang masih mengikutimu itu? apa kita perlu meminta bantuan pada Kak Jenni?" tanya Evan.


 


 


 


"Iya Evan, kita perlu bantuan Kak Jenni agar bisa menahan orang itu untuk sementara waktu di penjara," jawab Erica.


 


 


 


"Baiklah aku akan meminta bantuan Kak Jenni, dan aku juga akan segera ke sana untuk menjemputmu," ucap Evan.


 


 


 


Lalu Evan menutup telpon dari Erica, dan dia menelpon Jenni untuk meminta bantuan padanya.


 


 


 


"Kring kring kring" Suara handphone berdering.


 


 


 


"Kenapa adik tersayangku menelpon," ucap Jenni sambil melihat handphonenya.


 


 


 


"Halo"


 


 


 


"Halo Kak Jenni."


 


 


 


"Ada apa kau menelponku?" tanya Jenni.


 


 


 


"Kak Jenni aku dan Erica ingin meminta bantuanmu untuk menangkap orang yang mengikuti Erica," jawab Evan.


 


 


 


"Jadi orang itu masih mengikuti Erica?" tanya Jenni.


 


 


 


"Iya Kak, sekarang aku dan Erica akan menemui seeorang untuk menyelidiki kasus Maya dan bos besar itu, jika orang itu masih mengikuti Erica, rencana kita untuk menjebak bos besar dapat di ketahui mereka," ucap Evan.


 


 


 


"Jika ini berkaitan dengan bos besar itu dengan senang hati kakak akan membantu kalian, sekarang orang itu masih berada di depan rumahnya Erica?" tanya Jenni.


 


 


 


"Iya kak, aku juga saat ini ingin ke rumahnya Erica untuk menjemputnya menemui seseorang," jawab Evan.


 


 


 


"Baiklah kakak akan mengurus orang itu, kau pergilah dengan Erica," ucap Jenni.


 


 


 


"Baik Kak," ucap Evan.


 


 


 


Jenni menutup telponnya.


 


 


 


"Baiklah, kita akan membereskan orang yang mengikuti Erica terlebih dahulu," ucap Jenni.


 


 


 


Lalu Jenni mengambil kunci mobilnya dan berjalan menuju mobilnya untuk pergi menuju ke rumahnya Erica, Sementara itu Evan bersiap siap untuk pergi juga ke rumahnya Erica untuk menjemputnya. Saat akan masuk ke dalam mobil, Ibunya Evan melihatnya dan mendekati Evan saat itu.


 


 


 


"Evan!"


 


 


 


"Iya bu."


 


 


 


"Kau ingin pergi kemana malam malam begini?" tanya Ibunya Evan penasaran.


 


 


 


"Evan ingin menemani Erica untuk pergi ke suatu tempat bu," jawab Evan.


 


 


 


"Jadi kau akan pergi dengan Erica malam ini?" tanya Ibunya Evan.


 


 


 


"Iya bu." 


 


 


 


"Baiklah kalau begitu, pergilah jangan sampai Erica menunggu lama, hati hati di jalan," ucap Ibunya Evan sambil tersenyum.


 


 


 


"Iya bu, Evan pergi dulu."


 


 


 


"Iya sayang, salam untuk Erica dari ibu."


 


 


 


Evan kemudian pergi mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya Erica.


 


 


 


"Ehm, sepertinya Erica betul betul menyukai anakku Evan, ini hal sangat bagus keluargaku akan sangat beruntung jika mendapatkan calon menantu seperti Erica anak dari pengusaha yang sangat kaya dan terkenal," ucap Ibunya Evan senang.


 


 


 


Sementara itu Erica dan Maya telah siap dan menunggu Evan untuk datang menjemputnya saat itu, Erica merasa sangat aman pergi karena kebetulan orang tuanya sedang tidak ada di rumah malam itu.