ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 36



Setelah selesai sidang ibu dan ayahnya erica berjalan mendekati pak andre pengacara mereka. Erica dan evan yang melihat ayah dan ibunya erica yang mendekati pak andre mereka juga mengikutinya. Erica merasa sangat khawatir dengan kelanjutan dan hasil dari sidang kasusnya tasya.


"Pak andre!" teriak ibunya tasya.


"Iya bu!" jawab pak andre.


"Maaf saya benar benar merasa khawatir dengan hasil sidang kasus ini! apakah kita akan memenangkan kasus ini pak andre?" tanya ibunya erica khawatir.


"Tenang saja bu! ini baru sidang pertama nanti sidang kedua kita akan mendengarkan saksi saksi di kasus ini! kita pasti akan memenangkan kasus ini!" jawab pak andre.


"Semoga saja kita tidak mengalami kesulitan dan hambatan lagi di kasus ini! aku benar benar kesal dengan sidang hari ini! Mereka benar benar mengatakan semua kebohongan untuk memenangkan sidang hari ini!" ucap ibunya erica kesal.


"Minggu depan sidang kedua kita akan mendengarkan saksi saksi yang akan di panggil di sidang!" ucap pak andre.


"Kira kira siapa saja yang akan mereka datangkan sebagai saksi untuk meringankan tuduhan terhadap rio?" ucap ibunya erica penasaran.


"Saya dengar mereka akan mrnghadirkan dokter yang merawat rio dan bu serly di sidang kedua nanti, kemungkinan juga mereka akan menghadirkan saksi yang lainnya yang dapat menguntungkan mereka!" ucap pak andre.


"Apakah saksi saksi dari kita cukup untuk memberatkan hukuman rio?" tanya ibunya erica.


"Ehm saksi dari kita ada erica, evan, intan, ibunya tasya, untuk sementara hanya mereka! Kita hanya bisa berharap akan muncul saksi saksi lain yang dapat membantu kita nanti!" ucap pak andre.


"Serly itu pasti akan membantu mereka untuk meringankan hukuman rio! Semoga saja akan muncul saksi saksi lain yang dapat membantu kita!" ucap ibunya erica.


"Kemungkinan seperti itu!" ucap pak andre.


"Terimakasih untuk hari ini pak andre!" ucap ayahnya erica.


"Sama sama pak daniel!" ucap pak andre.


"Pak andre!" teriak erica.


"Iya erica!" jawab pak andre.


"Apakah kita akan memenangkan kasus ini jika mempunyai saksi saksi lain yang memberatkan rio?" tanya erica sambil menatap pak andre.


"Apa kau memiliki saksi baru di kasus ini erica?" tanya pak andre.


"Belum pasti pak andre! tapi saya akan mencari lagi saksi saksi dapat membantu kita di sidang kedua nanti!" jawab erica.


"Oo iya semoga saja kita mendapatkan saksi tambahan dalam kasus ini! kita harus optimis memenangkan kasus ini dan membuat rio masuk ke dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya!" ucap pak andre.


"Iya pak andre!" ucap erica.


"Baiklah sampai jumpa di sidang kedua nanti! pak daniel dan bu rosa saya permisi ada pekerjaan lain yang harus saya kerjakan!" ucap pak andre.


"Iya pak andre sampai jumpa lagi!" ucap ayahnya erica.


Pak andre pergi berjalan menuju ke mobilnya lalu pergi dari pengadilan. Sementara itu maya dan tasya masih berada di sana berada di dekat erica. Erica merasa khawatir melihat maya yang sangat marah dengan hasil sidang pertama itu.


"Erica apa kau akan pulang dengan evan?" tanya ibunya erica.


"Iya tante erica akan pulang bersama saya, saya ingin mengajak erica keluar sebentar setelah itu nanti akan saya antar pulang kerumah!" ucap evan.


"Baiklah kalau begitu ibu dan ayah pulang dulu! sampai jumpa di rumah erica!" ucap ibunya erica.


"Jangan terlalu ngebut membawa mobilnya evan!" ucap ayahnya erica.


"Siap om tenang saja erica akan pulang dengan selamat!" ucap evan.


"Sampai jumpa lagi evan!" ucap ayahnya erica.


"Iya om sampai jumpa juga!" ucap evan.


"Memangnya kita mau kemana evan?" tanya erica penasaran.


"Ehm kita akan berkeliling sebentar dan makan bersama! sepertinya pacarku ini sedang banyak pikiran jadi aku harus menghiburnya sedikit untuk mengurangi beban pikirannya!" ucap evan tersenyum menatap erica.


"Ah evan jangan menggombal! bilang saja kalau kau ingin berkencan denganku!" ucap erica tersenyum.


"Bisa dikatakan begitu! sambil menyelam minum air!" ucap evan.


"Baiklah kita akan berkencan hari ini!" ucap erica.


"Kau tunggu disini aku akan mengambil mobilku dulu!" ucap evan.


"Iya evan!" ucap erica.


Evan berjalan kearah parkiran untuk mengambil mobilnya. Erica berjalan mendekati maya dan tasya yang masih berada disana.


"Maya dari tadi aku melihatmu sepertinya kau sangat kesal dan marah dengan sidang hari ini?" tanya erica.


"Aku hanya merasa tidak puas erica! kenapa mereka berbohong dan memfitnah tasya dan dirimu!" ucap maya kesal.


"Apa kita akan memenangkan kasus ini erica?" tanya tasya khawatir.


"Kalian tenang saja ini baru sidang pertama, di sidang yang kedua kita pasti akan memenangkannya!" ucap erica mencoba menenangkan maya dan tasya.


"Mereka sangat licik erica! aku sangat khawatit mereka akan berbuat curang untuk memenangkan kasus ini!" ucap tasya.


"Yang paling licik dan kejam adalah ibunya rio! bu sandra dari raut wajahnya dia akan melakukan segalanya untuk memenangkan kasus ini demi rio!" ucap maya kesal.


"Ehm memang betul bu sandra yang paling membuatku takut! dia sangat licik kita harus lebih berhati hati dalam bertindak jangan meremehkan mereka!" ucap erica.


"Apa kau akan pergi dengan evan?" tanya maya sambil menatap erica.


"Iya aku akan pergi sebentar dengan evan! siapa tahu dengan keluar aku akan mendapatkan ide atau cara untuk sidang selanjutnya agar kita dapat menang!" ucap erica.


"Ehm bilang saja kau ingin berkencan dengan evan!" ucap maya sambil tersenyum menatap erica.


"Tidak apa apa maya! erica juga butuh hiburan!" ucap tasya tersenyum.


"Aku hanya keluar makan saja bersama evan kok!" ucap erica malu.


"Tidak apa apa erica pergilah dengan evan! aku dan tasya akan pulang ke rumahmu!" ucap maya.


"Aku pergi dengan evan hanya sebentar tidak lama! jangan pergi kemana mana tanpa memberitahuku!" ucap erica khawatir.


"Tenang saja aku dan tasya tak akan kemana mana hari ini!" ucap maya.


"Aku hanya khawatir pada kalian jangan melakukan sesuatu yang berbahaya! kau juga belum pulih karena tadi malam waktu bertemu dengan dukun yang dibawa oleh bu sandra!" ucap erica sambil menatap maya.


"Tak perlu mengkhawatirkan kami pergilah dengan evan dan cepat pulang ke rumah!" ucap maya.


"Pergilah erica! aku dan maya akan pulang ke rumahmu dan menunggumu pulang!" ucap tasya.


"Tin tin tin" suara klakson mobil evan.


"Baiklah aku pergi dulu sampai jumpa di rumah!" ucap erica.


"Daaaa erica selamat bersenang senang!" ucap tasya sambil melambaikan tangannya.


Erica membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil evan. Lalu mereka pergi dari sana, sementara itu maya dan tasya masih berada disana. Maya masih merasakan jika kekuatannya belum terlalu pulih karena bersentuhan dengan adrian dukun yang di bawa bu sandra ibunya rio. Tasya mengajak maya pulang kerumahnya erica. Agar maya dapat memulihkan kondisinya menjadi lebih baik.