ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 40



Evan dan erica menuju ke tempat nadira kuliah. Sementara itu cindy mengikuti mereka diam diam dengan taksi. Setelah sampai di tujuan mereka evan dan erica langsung turun dari mobil. Melihat evan dan erica turun dari mobil cindy pun ikut turun dari taksi dan mengikuti mereka secara diam diam.


"Mau kemana mereka berdua? siapa yang akan mereka temui disini?" ucap cindy sambil berjalan di belakang evan dan erica secara diam diam.


"Apa kita harus menanyai seseorang disini untuk mengetahui siapa yang ingin kau temui erica!" ucap evan.


"Iya kita coba ke kantin disini biasanya pemilik kantin pasti mengenal semua orang yang ada disini!" ucap erica.


"Betul juga! ayo kita kesana!" ucap evan.


"Ayo evan!" ucap erica.


Maya dan tasya yang berada di dekat erica, mereka mengetahui jika cindy mengikutinya. Lalu maya memberitahu erica untuk berhati hati karena mereka sedang diikuti oleh cindy secara diam diam.


"Erica!" bisik maya.


"Ada apa maya?" tanya erica dengan suara pelan.


"Cindy mengikutimu kemari secara diam diam!" ucap maya.


"Apa! dimana dia sekarang?" tanya erica terkejut.


"Dia ada di belakangmu mengikutimu dan evan secara diam diam bersembunyi!" jawab maya.


"Sepertinya dia sedang menyelidikimu erica!" ucap tasya.


"Kau harus berhati hati jangan sampai dia tahu kau menemui wanita itu!" ucap maya.


"Aku harus bagaimana sekarang maya!" bisik erica khawatir.


"Ehm aku akan mengurus cindy supaya dia pergi dari sini! ayo tasya kita beri dia pelajaran dulu!" ucap maya.


"Baik maya!" ucap tasya.


Maya dan tasya berencana untuk menghalangi cindy mengikuti evan dan erica. Agar cindy tidak mengetahui rencana dari erica untuk menemui nadira mantan pacarnya rio.


"Anak ini selalu saja mencari masalah dengan erica!" ucap maya kesal.


"Apa dia sering mengganggu erica?" tanya tasya penasaran.


"Tentu saja dia orang yang paling membenci erica di sekolah!" jawab maya.


"Kenapa dia bisa membenci erica? padahal kan erica orangnya sangat baik!" ucap tasya heran.


"Karena dia iri pada erica setelah evan memilihnya untuk menjadi pacar! ternyata cindy juga sangat menyukai evan tetapi evan tidak mencintainya!" ucap maya.


"Ehm ternyata cinta bertepuk sebelah tangan!" ucap tasya.


"Dia sudah sangat sering ingin menyakiti erica! untung saja selalu gagal! tetapi erica selalu saja memaafkan dia!" ucap maya.


"Ayo kita beri dia pelajaran maya!" ucap tasya.


Saat cindy berjalan mengikuti evan dan erica, maya menarik tas yang di pakai cindy sehingga membuat dia terjatuh.


"Aaauuuuuwww!" teriak cindy terjatuh.


"Hahahahaha" Suara maya dan tasya tertawa.


"Dasar sialan siapa yang berani menarik tasku!" ucap cindy sambil menoleh ke belakangnya.


"Marah pada siapa dia!" ucap orang orang yang melihat cindy heran.


"Tidak ada orang di belakangku! tapi tadi seperti ada yang menarik tasku!" ucap cindy heran.


"Rasakan kau berani ikut campur urusannya erica!" ucap maya.


"Kemana evan dan erica tadi pergi! aku kehilangan mereka sial!" teriak cindy kesal.


"Cari saja kalau kau bisa!" ucap tasya.


"Percuma saja aku sampai kemari tak bisa mengetahui siapa yang mereka temui!" ucap cindy.


"Pergi saja sana pulang!" bisik maya di telinga cindy.


"Siapa itu! seperti ada yang berbicara di sampingku!" ucap cindy terkejut.


"Hahahahaha" suara maya tertawa.


"Kenapa aku jadi merinding disini!" ucap cindy sambil memegangi leher dan tangannya.


Maya menyentuh tangannya cindy dan membuatnya menjadi ketakutan.


"Kenapa barusan seperti ada yang menyentuh tanganku! terasa dingin sekali! lebih baik aku pergi dari sini! perasaanku jadi tidak enak!" ucap cindy sambil berlari pergi.


"Hahahahaha! dia memang penakut!" ucap maya sambil tertawa.


"Sepertinya erica sudah sampai di kantin! ayo kita menyusul dia maya!" ucap tasya.


"Baiklah ayo kita pergi menyusul erica!" ucap maya.


Erica dan evan sampai di kantin kampus dan menemui ibu yang menjaga kantin itu untuk menanyai tentang nadira.


"Maaf permisi bu!" ucap erica.


"Iya! kalian mau memesan makanan!" ucap bu kantin.


"Ah tidak bu! kami ingin bertanya kepada ibu!" ucap erica.


"Iya kalian ingin menanyakan apa? sepertinya kalian murid SMA kelihatan dari pakaian yang kalian pakai!" ucap bu kantin.


"Iya bu kami murid SMA! kami sedang mencari seseorang di kampus ini!" ucap erica.


"Siapa yang kalian cari?" tanya bu kantin.


"Seorang wanita yang berambut panjang, tubuhnya tinggi, berkulit putih, dan cantik namanya nadira! apa anda mengenalnya?" tanya erica.


"Di kampus ini kebetulan hanya ada 1 orang yang bernama nadira di mahasiswi pindahan!" ucap bu kantin.


"Iya bu, dia memang pindahan! apa anda tahu dimana kami bisa menemuinya?" ucap erica.


"Tentu saja sekarang dia mungkin masih berada di dalam kelasnya di fakultas jurusan hukum di lantai 2 sebentar lagi mungkin kelas akan selesai!" ucap bu kantin.


"Terimakasih bu atas informasinya!" ucap erica.


"Sama sama! cepatlah pergi sebelum kelasnya bubar!" ucap bu kantin.


"Terimakasih bu!" ucap evan sambil berjalan keluar kantin bersama erica.


"Mereka anak anak yang sangat cantik dan tampan!" ucap bu kantin.


"Mau pergi kemana erica dan evan?" ucap maya sambil berjalan mengikutinya.


"Mungkin mereka sudah menemukan dimana wanita itu maya!" ucap tasya.


"Kita ikuti saja mereka tasya!" ucap maya.


Evan merasa penasaran dengan wanita yang dicari oleh erica.


"Erica sebenarnya siapa wanita yang sedang kau cari ini?" tanya evan penasaran.


"Dia mantan pacarnya rio! kita harus menemuinya dan mencari informasi tentang rio!" ucap erica.


"Darimana kau tahu soal wanita ini?" tanya evan.


"Kemarin tanpa sengaja aku bertemu dengannya di toilet restoran tempat kita makan kemarin!" jawab erica.


"Ooo jadi pantas saja setelah dari toilet kau menjadi gelisah waktu itu!" ucap evan.


"Iya kita harus menemui dia! siapa tahu nanti dia mau bersaksi melawan rio!" ucap erica.


"Tentu kita harus membujuknya agar dia mau membantu kita!" ucap evan.


"Iya evan kita harus mencoba semua kemungkinannya!" ucap erica.


"Baiklah!" ucap evan.


Erica dan evan berjalan dan menaiki tangga ke lantai 2 dan mencari kelasnya nadira.


"Dimana kelasnya nadira?" ucap erica sambil melihat sekelilingnya.


"Maaf apa anda mengenal nadira dari fakultas hukum?" tanya evan pada orang yang sedang lewat di dekatnya.


"Oo nadira dia baru saja keluar kelas dan dia berjalan kearah sana!" ucap orang itu sambil menunjuk ke arahnya nadira pergi.


"Oo iya baiklah terimakasih!" ucap evan.


"Sama sama" ucap orang itu.


"Ternyata dia sudah keluar kelasnya!" ucap erica.


"Ayo cepat erica kita harus mengejarnya sebelum dia pergi jauh!" ucap evan.


"Iya evan!" ucap erica.


Erica dan evan berlari ke arah nadira pergi, erica sangat berharap bisa menemui nadira dan meminta bantuannya dalam kasus rio. Maya dan tasya tetap mengikuti erica dan evan untuk melindungi erica jika terjadi sesuatu padanya.