ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 72



Keesokan paginya Erica seperti biasa berangkat ke sekolah dengan supirnya dan setelah sampai di sekolah Erica bertemu dengan Evan.


"Erica!" teriak Evan sambil berjalan mendekati Erica.


"Evan, kau juga baru sampai di sekolah?"


"Iya, Erica bagaimana malam ini bisa datang kerumahku?"


"Acara makan malam bersama dirumahmu kan?"


"Iyalah! kakakku juga siang ini sudah ada dirumah, jadi kita bisa makan malam bersama," ucap Evan.


"Kakakmu bekerja sebagai apa Evan?"


"Kakakku bekerja sebagai Polisi Wanita, beberapa bulan ini dia mengikuti pelatihan di london dan sekarang sudah selesai," jawab Evan.


"Kakakmu sangat keren sekali menjadi Polisi Wanita," ucap Erica.


"Ya begitulah setiap hari jika dia dirumah aku pasti akan bertengkar terus dengannya! dia juga sangat ahli bela diri," ucap Evan.


"Pasti kakakmu sangat hebat."


"Laki laki saja takut padanya," ucap Evan sambil tersenyum.


Saat sampai di kelas Putri langsung menghampiri Erica.


"Erica! bagaimana hasil sidang kemarin? apa semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Putri.


"Ehm, tentu saja berjalan dengan lancar! kami memenangkan sidang itu dan Rio mendapatkan hukuman," ucap Erica senang.


"Terus berapa lama dia akan ditahan di dalam penjara?"


"Rio dihukum penjara seumur hidup," jawab Erica.


"Terus bagaimana dengan Ibunya Rio? apa dia juga ditahan?" tanya Putri penasaran.


"Ibunya Rio Bu Sandra dia tidak ditahan!"


"Kenapa bisa dia tidak ditahan? bukankah dia sudah mengancam dan menyuap para korban?"


"Memang betul, tapi semua uang yang mereka berikan pada korban sudah di kembalikan! dan para korban juga tidak menuntut Bu Sandra, mereka hanya menuntut Rio," jawab Erica.


"Haah, padahal kan Bu Sandra juga sangat jahat telah menutupi semua kejahatan anaknya!" ucap Putri kesal.


"Betul katamu, tapi kita masih kurang bukti untuk mengadukannya pada polisi! apalagi dia orang yang sangat licik akan sangat susah untuk melaporkannya! untung saja kami bisa memenjarakan anaknya Rio," ucap Erica.


"Ehm, aku mengerti Erica semua itu pasti karena uang! bukankah keluarga Rio juga sangat kaya raya mereka pasti menyuap semuanya," ucap Putri.


"Bisa jadi mereka melakukan itu!"


"Dasar wanita jahat itu! semoga saja dia cepat masuk penjara menyusul anaknya!" teriak Putri kesal.


"Selamat pagi anak anak!" teriak Pak Guru sambil berjalan masuk ke dalam kelas.


"Ayo sana kembali ke kursimu!" ucap Erica.


"Baik Erica," ucap Putri sambil berjalan menuju tempat duduknya.


Cindy mendengar semua percakapan Erica dan Putri.


"Syukurlah Rio tidak menyebutkan namaku saat di sidang itu," ucap Cindy lega.


Setelah selesai pulang sekolah Erica berdiri di depan gerbang menunggu Pak Darmin yang akan menjemputnya. Evan yang melihat Erica berdiri sendirian diapun menghampirinya.


"Erica apa kau sedang menunggu supirmu?" tanya Evan.


"Iya Evan, dia mungkin terkena macet di jalan jadi agak terlambat menjemputku," jawab Erica.


"Apa perlu kau ku antar pulang?"


"Tak perlu Evan sebentar lagi Pak Darmin pasti akan sampai," ucap Erica.


"Tak apa kau telpon saja Pak Darmin, biar aku yang mengantarmu pulang! sekalian juga aku ingin meminta izin pada orang tuamu untuk pergi nanti malam," ucap Evan.


"Baiklah aku akan menelpon Pak Darmin," ucap Erica sambil mengeluarkan handphonenya.


"Kring kring kring" Suara handphone Pak Darmin berdering.


"Iya non, sebentar lagi saya sampai," ucap Pak Darmin menjawab telponnya.


"Pak Darmin, langsung pulang saja kerumah tak perlu menjemputku! aku akan pulang bersama Evan," ucap Erica.


Erica menutup telponnya dan berjalan menuju mobilnya Evan.


"Bagaimana Erica? sudah kau telpon supirmu?"


"Sudah Evan."


"Ayo masuk ke dalam mobil aku akan mengantarmu pulang," ucap Evan.


"Baik Evan," ucap Erica sambil masuk ke dalam mobil.


"Maya sepertinya Bu Sandra belum melakukan apapun untuk membalas dendam," ucap Tasya.


"Iya Tasya, dia belum muncul sampai sekarang! apa dia menyuruh orang lain untuk mencelakai Erica?" ucap Maya.


"Entahlah apa yang direncanakan oleh wanita jahat itu Maya," ucap Tasya.


"Kita ikuti saja Erica terus sampai kerumah!" ucap Maya.


"Baiklah Maya."


Maya dan Tasya mengikuti Erica dengan ikut masuk ke dalam mobil Evan. Erica yang melihat Maya dan Tasya ikut naik ke dalam mobil hanya tersenyum melihatnya.


"Kenapa Erica kau tersenyum sambil melihat ke kursi belakang?" tanya Evan.


"Ah tidak apa apa Evan, aku hanya ingin tersenyum saja," jawab Erica.


Tanpa Maya dan Tasya sadari Ibunya Rio Bu Sandra mengikuti Erica yang berada di dalam mobil Evan. Ibunya Rio membuntuti Erica dengan mobilnya.


"Hari ini akan kulenyapkan kau selamanya Erica! Rosa akan merasakan kehilangan anaknya selamanya!" ucap Ibunya Rio.


"Aku merasakan akan terjadi sesuatu pada Erica! entah apa itu membuatku merasa sangat gelisah," ucap Maya di dalam hati.


"Maya apa kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Tasya sambil menatap Maya.


"Tidak apa apa Tasya! aku hanya merasa gelisah saja hari ini," jawab Maya.


"Sebenarnya aku juga merasa sangat gelisah," ucap Tasya di dalam hati.


"Apa Ibunya Rio akan melakukan sesuatu pada Erica hari ini?" ucap Maya di dalam hati.


"Erica apa ibumu ada dirumah? aku ingin meminta izin untuk malam nanti," ucap Evan.


"Mungkin ibu sedang ada dirumah hari ini," ucap Erica.


"Baguslah kalau begitu," ucap Evan.


"Orang tuamu menyukai makanan apa Rio? biar nanti aku bisa membawakan makanan kesukaan mereka," ucap Erica.


"Tak perlu Erica! kau datang kerumahku saja ayah dan ibuku akan sangat senang."


"Tapi apa pantas aku hanya datang dengan tangan kosong saja?"


"Semuanya sudah disiapkan oleh ibuku, kau hanya tinggal datang saja nanti," jawab Evan.


"Baiklah kalau begitu," ucap Erica.


Saat sudah sampai di depan rumahnya Erica. Evan menghentikan mobilnya, Bu Sandra yang melihat mobilnya Evan berhenti di depan rumahnya Erica diapun juga menghentikan mobilnya agak jauh dari rumahnya Erica.


"Aku akan menabrakmu sampai mati Erica! hahahaha!" ucap Ibunya Rio sambil melihat dari kejauhan dan menunggu saat yang tepat untuk melancarkan rencananya.


"Erica!" ucap Evan.


"Iya Evan, ada apa?"


"Aku ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu," ucap Evan sambil menatap Erica.


"Kenapa kau tiba tiba mengatakan itu padaku?"


"Entah mengapa aku merasa harus mengatakan itu padamu hari ini," ucap Evan.


"Aku pun juga sangat mencintaimu Evan," ucap Erica sambil tersenyum.


"Terimakasih kau sudah mau menjadi pacarku."


"Aku yang seharusnya mengatakan itu padamu Evan, aku yang merasa sangat beruntung bisa menjadi pacarmu," ucap Erica.


Maya dan Tasya menunggu di luar mobil dan membiarkan Evan dan Erica berbicara berdua di dalam mobil. Ibunya Rio menyalakan mobilnya dan bersiap siap akan menabrakkan mobilnya pada Erica jika dia sudah keluar dari mobilnya Evan. Maya dan Tasya masih belum menyadari jika Bu Sandra telah mengincar Erica dari kejauhan.