ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 31



Setelah Leo di tetapkan sebagai tersangka dan di masukkan dalam penjara, Erica dan Ayahnya Rey berbicara saat akan keluar dari kantor polisi.


"Erica"


"Iya om," jawab Erica.


"Teriamkasih untuk semuanya, kau telah banyak membantu hari ini," ucap Ayahnya Rey.


"Sama sama om, aku hanya melakukan yang seharusnya saja, aku turut sedih apa yang telah terjadi pada keluarha om," ucap Erica.


"Ini juga sudah menjadi kesalahanku, seharusnya aku tidak diam saja melihat semua kejahatan yang telah di lakukan oleh Leo selama ini, mungkin karena rasa sayangku yang berlebihan membuat dia menjadi seperti itu, yang sangat membuat aku sedih dengan mengetahui kenyataan jika ternyata dia berniat ingin membunuh Ibunya Rey kakak iparnya sendiri," ucap Ayahnya Rey sedih.


"Semuanya sudah terjadi om, tak perlu di sesali ambil saja hikmahnya! mungkin dengan begini Leo akan bisa menjadi orang yang lebih baik lagi," ucap Erica.


"Benar katamu Erica, om tak perlu menyesali apapun, yang penting sekarang harusbisa intropeksi diri dan berubah menjadi orang yang lebih baik lagi," ucap Ayahnya Rey.


"Iya om harus semangat, Rey pasti akan sedih jika melihat om sangat bersedih ats semua yang telah terjadi saat ini," ucap Erica.


"Ehm, om saat ini hanya mncemaskan Ibunya Rey yang sampai saat ini belum juga sadar dari komanya, sudah berbagai cara kulakukan bahkan mencari dokter yang terbaik dalam waktu 1 tahun ini, tapi belum ada kemajuan sama sekali," ucap Ayahnya Rey sedih.


"Kalau soal itu menurutku tante pasti akan segera sadar dari komanya," ucap Erica.


"Apa itu mungkin masih ada harapan dia akan sadar dari komanya?" tanya Ayahnya Rey.


"Mungkin saja om, selalu ada harapan untuk itu," ucap Erica tersenyum.


"Entah kenapa setelah mendengar ucapanmu membuat om merasa sangat tenang, aku sangat senang Rey bisa berteman dengan orang baik seperti dirimu Erica," ucap Ayahnya Rey.


"Iya om, saya juga sangat senang bisa mengenal om dan Rey," ucap Erica.


"Kau pulang dengan siapa Erica? jika tak ada yang menjemputmu om akan mengantarmu pulang," ucap Ayahnya Rey.


"Tak perlu om, sudah ada supir yang menemaniku kemari," ucap Erica.


"Ooo begitu syukurlah jika ada yang menjemputmu pulang, terimakasih sekali lagi kau telah mau kemari dan membantu menyelesaikan kasus ini," ucap Ayahnya Rey.


"Sama sama om," jawab Erica.


"Baiklah kalau begitu om pamit pulang, sampai jumpa lagi Erica," ucap Ayahnya Rey.


"Iya om, hati hati di jalan," ucap Erica.


Kemudian Ayahnya Rey pulang dari kantor polisi dengan mengendarai mobilnya. Ibunya Rey merasa sangat sedih setelah melihat keadaan suaminya yang sedih karena kasus yang menimpa adiknya dan juga mengkhawatirkan dirinya yang belum sadar dari koma.


"Aku sangat tak tega jika melihat suamiku yang bersedih karena semua masalah yang telah menimpanya, aku sangat sedih karena tak bisa berada di sampingnya dan tak dapat menghiburnya saat ini," ucap Ibunya Rey sedih.


"Bukankah seharusnya Bu Clara sudah bisa kembali ke tubuhnya saat ini, Leo juga sudah di tangkap dan semuanya sudah terungkap, apa yang membuat Bu Clara tak dapat kembali ke tubuhnya?" ucap Maya.


Erica berjalan mendekati Maya dan Ibunya Rey yang berada tepat di belakang dirinya.


"Dia akan kembali malam ini ke tubuhnya," ucap Erica.


"Bagaimana caranya Erica? terakhir waktu itu Evan bisa kembali ke tubuhnya karena mendapatkan bantuan dari Adrian, tapi saat ini Adrian tidak ada disini, apa perlu kita menemuinya untuk membantu Ibunya Rey?" tanya Maya.


Erica tersenyum mendengar semua ucapan Maya padanya.


"Kurasa kita tak perlu meminta bantuan pada Adrian kali ini," jawab Erica sambil menatap Ibunya Rey.


"Apa maksudmu Erica aku tak mengerti?" tanya Maya bingung.


"Karena kurasa aku sendiri sudah bisa membantu Ibunya Rey untuk kembali ke tubuhnya saat ini," ucap Erica.


"Kembalilah ke tubuhmu sekarang sudah waktunya kau kembali," ucap Erica.


Setelah Erica mengucapkan kata kata itu, arwah Ibunya Rey mulai menghilang membuat Maya menjadi sangat terkejut.


"Apa yang terjadi padaku Erica?" tanya Ibunya Rey.


"Tante akan menghilang dan kembali ke dalam tubuh tante sendiri saat ini, jangan khawatir tanpa tante sadari semua ini akan segera berakhir," ucap Erica.


"Terimakasih Erica," ucap Ibunya Rey.


"Sama sama tante, sampai jumpa lagi, aku akan segera mengunjungi tante,"ucap Erica.


Kemudian arwah Ibunya Rey menghilang dari sana.


"Erica! benarkah dia sekarang sudah kembali ke tubuhnya?" tanya Maya.


"Apa kau tidak percaya dengan ucapanku Maya?" 


"Bukannya aku tidak percaya padamu? hanya kemampuan itu apa kau baru bisa melakukan ini semua? hanya seorang dukun yang berilmu tinggi dan hebat bisa melakukan itu semua," ucap Maya heran.


"Entahlah Maya aku hanya merasa jika bisa melakukan itu semua, saat melihat Adrian yang membantu Evan saat itu," jawab Erica.


"Wah Erica ternyata betul kau memang hebat hanya saja kau belum bisa mengetahui semua kemampuanmu yan sebenarnya," ucap Maya.


"Apa maksudmu Maya?" tanya Erica.


"Kau bisa menjadi seorang dukun yang sangat hebat Erica jika kau mempelajari semuanya dengan benar, lihat saja dirimu hanya dengan melihat yang di lakukan Adrian waktu itu kau sudah bisa menirunya dengan sangat baik! apa kau belajar saja pada Adrian agar bisa menjadi lebih hebat lagi," ucap Maya.


"Aku tak ada niat ingin menjadi seorang dukun aku hanya ingin terlihat seperti orang biasa saja," ucap Erica.


"Tapi Erica kau pasti bisa menjadi seorang dukun yang sangat hebat," ucap Maya.


"Sudah Maya aku tak mau membahasnya lagi, ayo lebih baik kita pulang sekarang hari sudah larut malam, nanti ibu akan cemas jika aku belum pulang," ucap Erica.


Jenni melihat Erica yang masih berada di depan kantor polisi, lalu dia berjalan menghampiri Erica.


"Erica!!"


"Kak Jenni," ucap Erica.


"Kupikir kau telah pulang dari tadi bersama dengan Pak Jony, kenapa kau belum pulang? apa supirmu belum datang kemari?" tanya Jenni.


"Supirku sudah datang Kak Jenni, sekarang aku juga sudah mau pulang," jawab Erica.


"Ooo begitu, hati hati di jalan Erica, terimakasih untuk hari ini maaf telah merepotkanmu dengan datang kemari malam malam begini," ucap Jenni.


"Sama sama Kak Jenni, aku hanya ingin membantu saja, aku juga senang melakukannya," ucap Erica.


"Kau memang orang yang sangat baik Erica, Evan sangat beruntung bisa menjadi kekasihmu," ucap Jenni.


"Terimakasih Kak Jenni atas pujiannya, aku hanya melakukan sesuatu yang seharusnya saja, hari sudah malam aku pamit pulang dulu kak, nanti ibuku khawatir jika aku pulang terlalu malam," ucap Erica.


"Baik Erica, hati hati dijalan, sampai jumpa lagi," ucap Jenni.


"Iya Kak Jenni," ucap Erica.


Lalu Erica berjalan menuju mobilnya dan pergi pulang ke rumahnya. Maya yang melihat kemampuan Erica yang meningkat sangat cepat membuatnya terkejut. Erica tak menyadari jika kemampuan yang dia miliki sangat hebat sampai saat ini.