ME And GHOST

ME And GHOST
Mulai mendapatkan petunjuk 5



Maya menjadi penasaran dengan laki laki yang dia lihat di restoran, maya pun mengikutinya. Sementara erica yang bersama evan, melihat maya yang menghilang erica melihat sekelilingnya dan tak menemukan maya.


"Dimana dia kenapa tiba tiba menghilang??" ucap erica sambil melihat sekelilingnya.


"Siapa yang kau cari erica??" tanya evan heran.


"Aah tidak aku hanya melihat sekeliling saja evan!!".


"Heeem!! fokus padaku saja untuk hari ini erica!! hari ini pertama kali kita makan bersama di luar!!" ucap evan tersenyum.


"Baiklah evan!!".


Pelayan restoran mengantarkan makanan pesanan erica dan evan.


"Silahkan tuan dan nona!! selamat menikmati!!" ucap pelayan restoran sambil menaruh makanan dan minuman di atas meja.


"Terima kasih!!" ucap evan.


"Apakah tuan dan nona sepasang kekasih?" tanya pelayan restoran.


"Iya! memang kenapa pak?" tanya evan.


"Kalian pasangan yang sangat cocok tampan dan cantik serasi sekali!!!".


"Benarkah!! terimakasih pak saya sangat senang mendengarnya!!" ucap evan tersenyum menatap erica yang duduk di hadapan evan.


Erica yang mendengar ucapan pelayan restoran tersipu malu dan pipinya memerah.


"Baiklah saya permisi dulu!! silahkan menikmati!!" ucap pelayan restoran.


"Ayo dimakan erica!!".


"Iya evan!!".


"Kenapa pipimu memerah erica?? apa kau malu makan bersamaku??" tanya evan sambil memegangi tangan erica di atas meja.


"Aah tidak bukan begitu evan!! aku hanya malu karena perkataan pelayan restoran tadi!!".


"Kenapa harus malu erica memang kita sekarang sudah menjadi sepasang kekasih yang paling serasi!!" ucap evan sambil menatap erica.


"Iya evan!! aku sangat senang jika bersamamu!!".


"Aku pun sangat senang bersamamu erica!!!".


Erica dan evan melanjutkan makan mereka, erica masih melihat sekelilingnya mencari maya yang tiba tiba menghilang. Sampai erica dan evan selesai makan pun maya tidak muncul membuat erica menjadi khawatir.


"Ayo erica aku akan mengantarmu pulang!!" ucap evan sambil menggandeng tangan erica.


"Ooo iya evan!!".


"Apa ada yang sedang kau pikirkan erica? sepertinya dari tadi ada yang membuatmu gelisah?" tanya evan.


"Ah tidak evan!! ayo kita pulang!!".


Erica dan evan berjalan keluar dari restoran dan masuk ke dalam mobil evan.


"Baiklah erica aku akan langsung mengantarmu pulang!! kau harus istirahat hari ini karena besok kau akan bertanding!!" ucap evan sambil mengendarai mobilnya menuju ke rumah erica.


"Iya evan!!".


"Dimana maya? kenapa dia tiba tiba menghilang dan belum kembali sampai sekarang!!!" ucap erica di dalam hati.


Sementara itu maya yang mengikuti laki laki itu yang membuat dia penasaran sampai kerumahnya. Maya merasa sangat mengenal rumah yang dia datangi, lalu maya memasuki rumah itu mengikuti laki laki itu. Setelah di dalam rumah maya mendapatkan sekilas ingatan tetapi masih samar tak jelas.


"Aaarrggghhh!!" teriak maya memegangi kepalanya.


"Siapa laki laki ini? ingatan apa yang tiba tiba muncul di kepalaku!!" ucap maya.


Laki laki itu hanya berdiri di depan jendela dan menatap keluar seperti ada sesuatu yang dia pikirkan.


"Tuan rian ini obat dan minumannya!!" ucap pembantu rumahnya.


"Taruh saja di atas meja nanti aku akan meminumnya!!" ucap laki laki itu.


"Ternyata namanya rian!! apa dia sedang sakit harus meminum obat?" ucap maya penasaran.


"Dimana dia sekarang? aku sudah lama mencarinya tapi tak menemukannya!!".


"Siapa yang sedang dia cari?".


"Aku akan terus mencarimu dan menemukanmu dimanapun itu!!".


"Nanti akan kuselidiki lagi!! aku harus pulang mungkin erica sedang khawatir melihatku yang tiba tiba menghilang mendadak!!" ucap maya menghilang meninggalkan rumah itu.


Maya kemudian tiba tiba muncul di kamar erica, tetapi tidak menemukan erica.


"Apa dia belum sampai kerumah?" ucap maya.


Terdengar suara mobil evan di luar rumah erica, dan maya mengintip dari jendela kamar erica.


Erica turun dari mobil evan.


"Sampai jumpa besok erica!!" ucap evan.


"Iya evan sampai jumpa besok!! terimakasih untuk hari ini!!".


"Sama sama erica!!" ucap evan.


Evan langsung mengendarai mobilnya dan pergi dari rumahnya erica. Erica masuk ke dalam rumahnya. Ibunya erica yang melihat erica pulang dengan evan lalu bertanya kepada erica mengenai evan.


"Erica!!" teriak ibunya erica.


"Ya bu!! ada apa bu?" ucap erica.


"Siapa yang mengantarmu pulang?".


" Ooo dia evan bu!!".


"Apakah dia pacar atau temanmu?".


Erica hanya terdiam mendengar pertanyaan ibunya, dia bingung harus menjawab apa. Karena erica belum berani menceritakan jika dia telah berpacaran dengan evan. Di sisi lain ayah dan ibunya erica benar benar menyukai rio yang menjadi teman dekat anaknya.


"Ehm dia hanya teman sekolah erica bu!!".


"Kebetulan kita pulangnya satu arah jadi dia mengantarku pulang!!".


"Apa betul itu erica?? kau tidak berbohong pada ibu!!".


"Iya bu!!".


"Baiklah masuklah ke kamarmu dan istirahat bukankah besok kau ada pertandingan di sekolahmu!!".


"Iya bu aku akan beristirahat di kamarku dulu!!".


"Iya baiklah erica!!".


Erica terpaksa berbohong pada ibunya tentang evan. Karena dia belum bisa membuktikan tentang rio yang sebenarnya kepada ibu dan ayahnya. Setelah memasuki kamar erica terkejut melihat maya ada di kamarnya.


"Maya kemana saja kau? aku mencarimu, kau membuatku khawatir dengan menghilang tiba tiba tanpa memberitahuku kemana kau pergi!!" ucap erica sambil menatap maya yang ada di depannya.


"Betulkah kau khawatir jika aku menghilang erica?" tanya maya.


"Tentu saja aku sangat khawatir padamu maya!!".


"Senang sekali mendengarnya erica!!!".


"Kau tadi pergi kemana maya?" tanya erica penasaran.


"Aku tadi mengikuti seseorang yang ada di restoran tadi!!".


"Memangnya siapa yang kau ikuti maya?".


"Dia seorang laki laki sekitar umur 25 tahun dan namanya rian!!".


"Kenapa kau mengikutinya maya?".


"Karena setelah melihatnya aku sepertinya telah mengenalnya tapi aku tak bisa mengingat siapa dia!!".


"Apa dia dari masa lalumu semasa kau hidup maya!!".


"Aku juga berpikir begitu!! apalagi setelah aku memasuki rumahnya sepintas ingatanku serasa kembali tapi samar tak jelas!!".


"Kita harus mencari tahu siapa dia maya supaya tahu kenapa kau bisa meninggal!!".


"Tapi sepertinya dia tak ada kaitannya dengan kematianku!!!".


"Kenapa bisa tidak ada kaitannya maya!!".


"Tidak apa apa erica!! aku hanya merasa jika dia bukan orang yang jahat! kemungkinan dia tak ada kaitannya dengan kematianku!!".


"Kita harus menyelidikinya dahulu agar tahu siapa dia sebenarnya!!".


"Tetapi sebelum itu kita harus menolong tasya dahulu untuk membuatnya tenang dengan menjebloskan rio ke penjara dan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya!!".


"Iya maya!! aku berjanji setelah kasus tasya selesai aku akan membantumu menyelidiki laki laki itu!!".


" Terimakasih erica!! kau mau membantuku!!"


"Kita sudah seperti saudara maya tak perlu berterimakasih padaku!!".


"Kau benar benar baik erica!! tak hanya wajahmu yang cantik hatimu pun sangat baik!!!" ucap maya dengan mata berkaca kaca.


"Aku sangat menyayangimu maya walaupun kita berbeda alam!!" ucap erica menatap maya.


"Terimakasih erica kau telah sangat baik kepadaku!!!".


Erica dan maya bertekad akan menyelesaikan kasus tasya dan membuat rio mempertanggung jawabkan semua perbuatannya. Setelah menyelesaikan kasus tasya dan rio erica ingin membantu maya menyelidiki rian laki laki yang di lihat maya di restoran. Erica ingin jika ingatan maya kembali dan mengetahui siapa sebenarnya maya dan dimana keluarganya serta apa sebenarnya yang menimpa maya sehingga membuatnya menjadi hantu yang penasaran dan tak bisa pergi dengan tenang.