ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 77



Sementara itu polisi pergi menuju rumahnya Bu Sandra untuk menangkapnya dengan tuduhan tabrak lari yang mengakibatkan Evan terluka. Bu Sandra yang masih merasa ketakutan setelah melihat hantunya Maya dan Tasya dia bersembunyi di kamar tidurnya.


"Apa hantu itu mengikutiku kemari?" ucap Ibunya Rio sambil melihat sekelilingnya.


"Ada apa bu? kenapa kau bersembunyi di balik selimut itu?" tanya Ayahnya Rio.


"Tadi ada hantu itu dia berada di dalam mobilku."


"Hantu siapa maksudmu? dan dimana mobilmu kenapa pulang dengan taksi?" tanya Ayahnya Rio heran.


"Hantunya Tasya dan hantu lainnya dia mendatangiku! dia marah karena aku ingin mencelakai Erica."


"Apa ibu telah mencelakai Erica?" ucap Ayahnya Rio terkejut.


"Iya aku berencana untuk menabraknya sampai mati tapi malah orang lain yang tertabrak!"


"Siapa orang yang ibu tabrak? dan ibu menaruh mobil dimana?"


"Aku tidak mengenalnya tapi Erica berteriak memanggil namanya Evan! mobilku tertinggal disana karena tanpa sengaja aku menabrak pagar rumah orang disana, setelah menabrak orang itu! ini semua karena hantu sialan itu yang tiba tiba muncul dan membuatku ketakutan dan mobil tertinggal disana!" teriak Bu Sandra kesal.


"Jika mobilmu masih berada disana itu akan menjadi barang bukti saat kecelakaan itu terjadi! kenapa dirimu meninggalkan mobil itu disana?" teriak Ayahnya Rio marah.


"Salahkan hantu sialan itu yang tiba tiba muncul dan membuatku ketakutan!" jawab Ibunya Rio.


"Kenapa dirimu melakukan ini? jika orang yang ibu tabrak mati itu akan membuatmu mendapatkan hukuman yang berat!" ucap Ayahnya Rio.


"Aku tak berniat menabrak orang itu! yang ingin kubunuh malah dia selamat karena di tolong orang yang ku tabrak! di hukum seumur hidup pun aku akan menerimanya jika yang ku tabrak sampai mati adalah anaknya Rosa!" ucap Ibunya Rio.


"Sebelum melakukan sesuatu seharusnya dirimu berpikir dahulu! jangan terbawa emosi bu!" ucap Ayahnya Rio.


"Rosa telah menginjak injak harga diriku! aku ingin dia juga merasakan kehilangan anaknya!" teriak Ibunya Rio.


"Pasti sekarang polisi sedang menuju kemari untuk menangkap ibu," ucap Ayahnya Rio.


"Bilang saja aku sedang tidak ada dirumah!"


"Tidak mungkin aku mengatakan itu pasti sekarang mereka sudah membawa surat perintah untuk menangkapmu."


"Apa aku harus kabur dari sini?"


"Tidak waktu lagi untuk kabur jika sekarang."


Polisi sudah sampai dirumahnya Rio dan mengetuk pintu rumahnya.


"Tok tok tok" Suara polisi mengetuk pintu.


"Kreek" suara pembantu rumah yang membukakan pintu.


"Apa Ibu Sandra ada dirumah?" tanya Pak polisi.


"Iya Pak," jawab pembantu itu.


"Kami membawa surat perintah untuk menangkap Bu Sandra untuk kasus tabrak lari yang sudah dilakukannya," ucap Pak Polisi.


Ayahnya Rio berjalan mendekati polisi yang datang untuk menahannya agar tidak menangkap Ibunya Rio.


"Ada apa ini?" tanya Ayahnya Rio.


"Maaf kami mengganggu anda! kami ingin mencari Bu Sandra dan membawanya ke kantor polisi atas kasus tabrak lari yang baru saja terjadi," ucap Pak Polisi.


"Apa kalian membawa surat perintahnya?"


"Ini surat perintahnya," ucap Pak Polisi itu sambil menunjukkan surat perintahnya.


"Istri saya sedang tidak ada dirumah," ucap Ayahnya Rio.


"Tadi kata pembantu anda bahwa Bu Sandra ada dirumah," ucap Pak Polisi.


"Kenapa kamu mengatakan itu," ucap Ayahnya Rio sambil menatap pembantunya.


"Maaf Tuan saya salah bicara," ucap Pembantu itu.


"Kami mohon maaf akan menggeledah rumah anda," ucap Pak Polisi itu sambil memaksa masuk ke dalam rumah.


"Maaf Pak! kami hanya menjalankan tugas! kalian semua periksa seluruh ruangan dan temukan Bu Sandra!" teriak Pak Polisi itu.


"Baik"


Semua polisi itu menggeledah seluruh ruangan untuk mencari Bu Sandra yang bersembunyi. Saat Bu Sandra pergi dari pintu belakang rumahnya salah satu polisi melihatnya dan berteriak sambil mengejarnya.


"Itu Bu Sandra!" teriak salah satu polisi sambil berlari mengejar Bu Sandra.


"Ayo cepat kejar dia!"


"Baik Pak!"


"Sial kenapa juga mereka melihatku!" ucap Bu Sandra sambil berlari.


Bu Sandra berlari kabur dari rumahnya, Polisi polisi itu terus mengejar Bu Sandra.


"Bu Sandra berhenti!" teriak polisi yang mengejar Bu Sandra.


"Sial kenapa juga mereka masih mengejarku!" ucap Ibunya Rio kesal.


Saat berlari kabur dari polisi Bu Sandra tidak melihat ke arah jalan, tanpa Bu Sandra sadari tiba tiba ada mobil truk yang lewat dan menabrak dirinya.


"Tin tin tin" Suara klakson mobil truk.


"Buuuuuuuuuuk" Suara mobil truk menabrak Bu Sandra.


Bu Sandra terpental jauh beberapa meter dari mobil truk itu. Karena telah menabrak Bu Sandra mobil itu langsung berhenti dan supirnya pun turun untuk memeriksa keadaan Bu Sandra. Polisi yang mengejar Bu Sandra langsung berlari mendekati Bu Sandra.


"Aduh kenapa juga wanita ini tiba tiba berlari di depan mobilku," ucap Supir truk itu.


"Cepat periksa apakah dia masih hidup atau telah mati," ucap Pak Polisi.


"Baik Pak" salah satu polisi memeriksa keadaan Bu Sandra.


"Kau yang telah menabraknya?" tanya Pak Polisi pada supir truk.


"Betul pak! memang saya yang menabraknya tapi saya tidak sengaja karena dia tiba tiba saja muncul dan berlari ke arah mobil saya," jawab Supir truk itu.


"Walaupun kau tidak sengaja tetap ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan keterangan," ucap Pak Polisi.


"Baik Pak," jawab supir truk itu.


"Bagaimana keadaannya?"


"Bu Sandra masih bernafas pak! kita harus segera membawanya ke rumah sakit."


"Cepat bawa mobil kemari dan kita bawa dia ke rumah sakit."


"Baik Pak," ucap Salah satu polisi langsung berlari mengambil mobil.


Ayahnya Rio yang juga mengikuti polisi mengejar istrinya, dia sangat terkejut sudah melihat istrinya yang tergeletak di jalan sambil berlumuran darah di kepalanya.


"Sayang!!!!! apa yang terjadi padamu?" teriak Ayahnya Rio.


"Maaf Pak! saat berlari menghindari kami Bu Sandra tanpa sengaja tertabrak mobil truk yang sedang lewat," ucap Pak Polisi.


"Kenapa kau menabrak istriku!" teriak Ayahnya Rio sambil menarik baju supir truk itu.


"Itu karena kesalahan istri anda sendiri yang tiba tiba berlari kearah mobilku," jawab Supir truk itu.


"Awas saja jika istriku sampai kenapa kenapa aku akan membalasmu!" ucap Ayahnya Rio.


"Itu mobil sudah ada! ayo cepat masukkan Bu Sandra ke dalam mobil dan bawa ke rumah sakit," ucap Pak Polisi.


"Sayang bertahanlah!!" ucap Ayahnya Rio sambil menggendong istrinya ke dalam mobil.


"Kalian bawa supir ini ke kantor polisi dan juga mobil truk yang menabrak Bu Sandra! aku akan ke rumah sakit untuk membawa Bu Sandra!"


"Baik Pak"


Lalu Supir truk yang menabrak Bu Sandra dibawa ke kantor polisi. Sedangkan Bu Sandra dibawa ke rumah sakit bersama suaminya. Di dalam perjalanan ke rumah sakit darah terus mengalir keluar dari hidung dan kepalanya Bu Sandra membuat suaminya menjadi panik dan ketakutan jika terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.