ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 79



Maya, Tasya, dan Evan kemudian keluar rumahnya Erica mencari hantu yang berada di sekitar rumah.


"Siapa kau! kenapa kau kemari?" teriak Maya menghampiri hantu itu.


Bu Sandra membalikkan badannya dan membuat Maya, Tasya, dan Evan sangat terkejut karena hantu itu adalah Bu Sandra Ibunya Rio.


"Apa kau tidak mengenalku?" ucap Ibunya Rio sambil membalikkan badannya.


"Kau Bu Sandra! kenapa kau bisa menjadi hantu!" teriak Maya terkejut.


"Hahahahaha! benar sekarang aku telah menjadi hantu seperti kalian!" teriak Ibunya Rio sambil tertawa.


"Apa kau sudah mati?" tanya Tasya.


"Benar aku telah mati karena kalian semua! aku akan membalaskan dendamku pada kalian dan pada Rosa serta keluarganya!" teriak Ibunya Rio marah.


"Kau pun telah membuat diriku menjadi arwah dan tidak bisa kembali ke tubuhku! kau juga orang yang sangat jahat! kenapa harus menyalahkan orang lain atas kesalahanmu sendiri!" teriak Evan kesal.


"Dasar kau wanita jahat! sudah menjadi hantu pun kau tetap ingin melakukan sesuatu yang jahat pada orang lain!" teriak Maya kesal.


"Hahahaha" apakah kalian bisa menghentikanku! aku akan membuat Rosa dan keluarganya menjadi hancur lihat saja nanti!"


"Coba saja jika kau berani mengganggu Erica dan keluarganya aku akan menghancurkanmu menjadi debu!" teriak Maya.


"Saatnya pembalasan dendamku akan dimulai! hahahahaha," teriak Ibunya Rio lalu dia menghilang pergi dari rumahnya Erica.


"Maya sepertinya dia akan betul betul mencelakai Erica dan keluarganya," ucap Tasya khawatir.


"Aku tahu Tasya kita harus berhati hati dia pasti akan kembali lagi kemari," ucap Maya.


"Aku sangat heran melihat wanita itu! sudah mati saja masih berbuat jahat dan menyusahkan! dia memang pantasnya sudah masuk saja ke dalam neraka!" teriak Evan kesal.


"Betul Evan! kita memang akan segera mengirimnya ke neraka," ucap Maya.


"Bagaimana caranya Maya?" tanya Tasya.


"Aku juga tidak tahu! kita harus mencari cara untuk menghentikan hantu jahat itu mencelakai orang lain," ucap Maya.


"Ehm, bagaimana cara kita menghentikan rencana hantu jahat itu," ucap Evan sambil berpikir.


"Maya apa kita perlu menemui dukun tampan waktu itu," ucap Tasya.


"Heem, aku juga memikirkan itu! tampaknya cukup sulit untuk menghentikan hantunya Bu Sandra dia sangat kuat karena rasa dendamnya," ucap Maya.


"Apa maksud kalian dengan dukun tampan? apa dia pernah bertemu dengan Erica?" tanya Evan penasaran.


"Dia belum pernah bertemu dengan Erica! kami bertemu dengannya saat dia membantu Rio untuk mengusir kami dari rumah sakit," ucap Maya.


"Kenapa kau bertanya Evan? apa kau cemburu pada Erica?" tanya Tasya sambil tersenyum.


"Ah tidak! kenapa juga aku harus cemburu pada seorang dukun," ucap Evan.


"Tapi mungkin jika Erica melihatnya pasti dia akan cukup tertarik dengannya! menurutku dia sangat tampan dan tubuhnya pun sangat seksi!" ucap Maya sambil menatap Evan.


"Aku juga sangat tampan dan seksi! Erica pasti tidak akan tergoda jika bertemu dengannya," ucap Evan.


"Hahahaha, kau sangat lucu Evan! tentu saja Erica orangnya tipe yang sangat setia dia tidak akan mungkin mudah berpaling pada orang lain," ucap Maya sambil tertawa.


"Betul Evan! Erica sangat mencintaimu kalian pasangan yang sangat serasi! semoga kalian berjodoh," ucap Tasya.


"Terimakasih Tasya, aku pun mengharapkan jika Erica adalah jodohku," ucap Evan sambil tersenyum.


"Ehm, baiklah besok kita akan menemui dukun itu! aku tak ingin hantu jahat itu menyakiti Erica! kita harus bergerak cepat," ucap Maya.


"Apa kau lupa Tasya jika aku bisa menemukan orang itu! aku telah bertemu satu kali dengannya aku akan menemukannya hanya dengan mencium bau nya kita akan menemukannya dimana dia tinggal," ucap Maya.


"Wah, Maya apakah penciumanmu sangat hebat sekali! sama seperti seekor anjing!" ucap Evan sambil tersenyum.


"Enak saja kau menyamakan aku dengan anjing!" teriak Maya sambil menginjak kakinya Evan.


"Aduh! kakiku sakit, kenapa kau menginjaknya," ucap Evan sambil memegangi kakinya.


"Coba saja kau bilang aku anjing lagi hidungmu yang akan kuinjak!" teriak Maya sambil menatap Evan.


"Aku kan hanya bercanda saja! kenapa malah kau marah," ucap Evan.


"Huuh, dasar laki laki bisanya membuat kesal saja!" ucap Maya sambil pergi menghilang.


"Kenapa dia Tasya? apa dia memang tipe wanita yang pemarah?" tanya Evan.


"Sepertinya begitu Evan! Maya orangnya sangat mudah marah, tapi dia juga wanita yang sangat kuat dan hebat," ucap Tasya.


"Dulu waktu dia hidup seperti apa yang dia jalani? apa dia seorang yang sangat hebat?" ucap Evan penasaran.


"Entahlah, Maya tidak bisa mengingat siapa dia sebenarnya! dan siapa yang membunuhnya! dia hanya bisa mengingat namanya saja," ucap Tasya.


"Apa yang membuatnya tidak bisa mengingat apapun dari masa lalunya? itu benar benar sangat misterius?" ucap Evan.


"Kalau menurutku pasti dia telah di khianati oleh orang terdekatnya yang membuat dia sangat terkejut dan ingin melupakannya," ucap Tasya.


"Apa begitu menurutmu? Ehm, tapi memang betul katanya menurutku Maya juga orang yang sangat istimewa! apa mungkin dia dibunuh oleh sahabat dekatnya yang sangat iri pada hidupnya!" ucap Evan.


"Aku berharap jika Maya dapat segera mengingat masa lalunya! dan bisa mengetahui rahasia di balik kematiannya," ucap Tasya sedih.


"Bukankah hantu jika urusannya telah selesai di dunia dia akan menghilang dan pergi dengan tenang?" tanya Evan.


"Aku pun akan menghilang jika urusanku telah selesai! mungkin setelah hantu Bu Sandra menghilang aku pun juga akan pergi menghilang," ucap Tasya.


"Ooo begitu! berarti Maya pun juga sama sepertimu jika urusannya selesai dia juga akan pergi menghilang ke tempat yang seharusnya?"


"Iya betul Evan, tapi kau berbeda dengan kami karena kau masih hidup! kau akan segera kembali ke tubuhmu setelah kita mengetahui caranya nanti," ucap Tasya.


"Wah, aku benar benar merasa sedang bermimpi! bisa bertemu dengan kalian berdua dan melakukan ini semua! tunggu dulu, apa setelah aku kembali ke tubuhku dan sadar! apa aku akan mengingat semua ini?"


"Kemungkinan begitu! kau bisa saja mengingat semua yang kau alami selama menjadi hantu," ucap Tasya.


"Kenapa semua ini harus terjadi padaku!" teriak Evan.


"Itu karena sudah menjadi takdirmu! jadi kau terima saja dan nikmati perjalananmu selama menjadi hantu," ucap Tasya sambil tersenyum.


"Bagaimana bisa aku menikmati hidup jika menjadi hantu!" teriak Evan.


"Heem, tentu saja kau bisa menikmatinya! nanti kau sendiri perlahan akan bisa beradaptasi dengan kami."


"Huuh, apakah aku akan lama menjadi hantu seperti ini?"


"Ehm, kalau soal itu aku tidak tahu! sudahlah nikmati saja, bukankah dengan kau menjadi hantu untuk sementara ini! kau bisa selalu dekat dengan Erica, bahkan sekarang kau tinggal bersama dengannya," ucap Tasya tersenyum menatap Evan.


"Aku bukan laki laki yang mencari kesempatan di dalam kesempitan! jangan memikirkan yang aneh aneh!" teriak Evan.


"Baiklah kalau begitu! jika kau macam macam juga pada Erica kau pasti akan berurusan dengan Maya! ayo kita kembali masuk ke dalam," ucap Tasya.


"Ehm, dasar hantu pikirannya aneh aneh saja tentang diriku," ucap Evan kesal.


Maya, Tasya, dan Evan kembali masuk ke dalam rumahnya Erica. Maya sangat terkejut setelah mengetahui jika Bu Sandra telah meninggal dunia dan menjadi hantu jahat yang mengincar Erica dan keluarganya. Maya berencana ingin meminta bantuan dukun yang bernama Adrian untuk menyelamatkan Erica dan keluarganya dari hantu jahat Bu Sandra.