
Didalam perjalanan menuju ke perbatasan kota, Erica menelpon Riki dan juga Heru polisi yang merupakan temannya. Erica menelpon mereka untuk mengabari jika mereka akan kesana dan menemui mereka di luar dari kantor polisi.
"Kring kring kring" Suara handphone berdering.
"Iya halo" jawab Riki.
"Halo maaf mengganggu apa benar ini dengan Pak Riki?" tanya Erica.
"Iya benar, saya sedan berbicara dengan siapa?" tanya Riki.
"Saya Erica yang menemui anda kemarin yang menanyakan soal Maya," jawab Erica.
"Ooo iya Erica, ada apa menelponku? apa kau sudah mendapatkan petunjuk lainnya tentang Maya?" tanya Riki.
"Kami belum mendapatkan sesuatu yang begitu penting, tapi kami sekarang akan menuju kesana bersama dengan polisi lainnya," jawab Erica.
"Polisi lainnya? maksudmu sekarang ada polisi juga yang sedang bersama kalian?" tanya Riki.
"Iya betul, ada seorang polisi wanita yang bersama kami, dia juga sangat mengenal Maya dan ingin membantu melakukan penyelidikan tentang Maya," jawab Erica.
"Baiklah kalau begitu aku akan memberitahu Heru jika kalian akan kemari."
"Lebih baik jika kita bertemu di luar kantor polisi agar tidak di curigai oleh orang lain," ucap Erica.
"Baiklah kita akan bertemu dimana?" tanya Riki.
"Bagaimana jika di restoran yang sering kalian datangi bersama Maya," jawab Erica.
"Ok kita bertemu disana, sekarang kalian sudah sampai dimana?"
"Kira kira kami akan sampai disana sekitar satu jam lagi," jawab Erica.
"Baiklah kami akan ke restoran itu satu jam lagi, sampai jumpa disana," ucap Riki.
Lalu Erica menutup telponnya, setelah menerima telpon dari Erica Riki langsung memberitahu Heru dan segera menyelesaikan pekerjaannya di kantor dan pergi menuju ke restoran untuk bertemu dengan Erica.
"Apa kata mereka Erica?" tanya Jenni.
"Mereka setuju bertemu dengan kita di luar kantor polisi, aku mengatakan jika kita akan bertemu di restoran tempat biasa mereka datang bersama Maya," jawab Erica.
"Baiklah kita akan sampai disana dengan tepat waktu, kalian berpegangan dengan kuat karena aku akan menambah kecepatan mobil ini," ucap Jenni.
"Wow, sepertinya selain polisi, apa mungkin dia bekerja sebagai pembalap," ucap Maya.
"Kak Jenni, apa kau berniat ingin mati bersama! kecepatan mobilnya di atas rata rata!" teriak Evan.
"Kau tenang saja, yang penting kita sampai dengan selamat disana," ucap Jenni sambil tersenyum.
"Hal apa lagi yang akan mengejutkan kita, yang akan di lakukan wanita ini," ucap Maya sambil tersenyum menatap Jenni.
Jenni mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, Erica dan Evan berpegangan dengan kuat karena takut dengan mobil yang di kendarai Jenni. Setelah satu jam mereka kemudian sampai di restoran tempat mereka akan bertemu dengan Riki dan Heru. Erica dan Evan langsung turun dari mobil karena merasa pusing dan mual saat Jenni mengendarai mobil dengan sangat cepat.
"Apa kalian pusing karena aku mengendarai mobil dengan sangat cepat?" tanya Jenni sambil turun dari mobilnya.
"Kak Jenni, benar benar seperti ingin mengejar penjahat saja! bawa mobil sampai cepat sekali," ucap Evan.
"Erica, apa kau baik baik saja?" tanya Jenni.
"Aku baik baik saja Kak Jenni, hanya sedikit pusing saja," jawab Erica.
"Tuh lihat, Erica saja merasa sangat pusing," ucap Evan.
"Baiklah kakak minta maaf, kakak hanya ingin agar kita bisa cepat sampai saja tadi, ayo kita masuk ke dalam mungkin kedua polisi itu sudah ada di dalam," ucap Jenni.
"Erica apa kau benar benar tidak apa apa? aku yang hantu saja merasa sangat pusing dan mual saat dia mengendarai mobilnya tadi," ucap Maya.
"Huuh, aku tidak apa apa kepalaku sudah tidak terlalu pusing lagi," jawab Erica.
"Dasar wanita gila itu, dia benar benar membuatku kesal!" ucap Evan.
"Walaupun dia sedikit gila, tapi dia sangat keren menurutku," ucap Erica sambil tersenyum pada Evan.
"Benarkah menurutmu dia sangat keren? menurutku dia biasa saja," ucap Evan.
"Ayo kita masuk kedalam," ucap Erica.
Kemudian Erica, Evan dan juga Maya berjalan masuk ke dalam restoran untuk menemui Riki dan juga Heru yang sudah berada disana menunggu mereka.
"Dimana mereka? apa mereka sudah datang kemari?" tanya Jenni sambil melihat sekelilingnya.
"Mereka disana Kak Jenni," ucap Jenni sambil menunjuk ke arah Riki dan Heru yang sedang duduk.
"Ooo jadi mereka disana," ucap Jenni.
Lalu mereka berjalan menuju Riki dan Heru.
"Apa kabar? maaf kami datang agak sedikit terlambat," ucap Erica.
"Ah tidak apa apa, kami juga baru saja datang kemari," jawab Riki.
"Perkenalkan namaku Jenni aku seorang polisi wanita dari kota," ucap Jenni.
"Salam kenal juga namaku Riki dan ini Heru, apa kau juga temannya Maya?" tanya Riki.
"Apa kalian meragukan diriku? aku satu tingkat dibawah Maya, aku sangat mengenal dirinya saat masih berada di akademi," jawab Jenni.
"Berarti kau juga seorang perwira polisi seperti Maya?" tanya Heru.
"Yaps betul sekali, bolehkah kami duduk," ucap Jenni.
"Tentu silahkan," ucap Riki.
Kemudian Erica, Evan, dan Jenni duduk bersama dengan Riki dan juga Heru.
"Apa tujuan kalian kemari?" tanya Riki.
"Aku akan langsung pada intinya saja, kami berencana untuk menangkap pengedar narkotika di daerah ini dan menanyai semua informasi yang mereka ketahui," jawab Jenni.
"Apa kalian benar benar ingin melakukan itu? itu sangat berbahaya mereka cukup terkenal kejam di daerah ini, Maya saja yang berniat menangkap dan menyelidiki mereka sampai sekarang menghilang," ucap Heru.
"Aku yakin kita bisa menangkap mereka jika bekerjasama dengan baik, kalian tidak bisa meragukan kami polisi wanita, aku yakin jika Maya sebenarnya bukannya tidak mampu menangkap mereka, mungkin saja dia di jebak oleh seseorang, itu hanya dugaanku sementara ini, kita juga harus mencari informasi tentang Maya dari pera penjahat ini," ucap Jenni.
"Apa kalian tidak akan menyesal jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan, apalagi kita hanya berlima saja," ucap Riki.
"Aku sangat yakin kita bisa menangkap mereka, apalagi aku juga sudah memiliki sebuah rencana untuk menghadapi mereka," ucap Jenni.
"Jadi apa rencanamu untuk menghadapi mereka?" tanya Riki.
"Kita akan menjebak mereka masuk ke dalam perangkap kita," jawab Jenni sambil tersenyum.
"Jebakan seperti apa maksudmu?" tanya Riki.
"Bukankah mereka seorang pengedar disini, jadi kita akan menyamar sebagai pembeli dan menangkap mereka secara langsung," jawab Jenni.
"Siapa yang akan menyamar sebagai pembeli?" tanya Heru.
"Tentu saja anak anak remaja yang paling mereka incar untuk sebagai pemakai, Erica dan Evan yang akan menyamar sebagai pembeli dan kita yang menangkapnya," jawab Jenni.
Jenni mengatakan semua rencananya pada Riki dan juga Heru agar dapat menjebak dan menangkap pengedar narkotika di daerah itu. Serta mencari informasi dari para penjahat itu tentang Maya, karena Jenni menduga jika mereka pasti mengetahui tentang hal itu.