
Setelah masuk ke kantor polisi Erica, tanpa sengaja Erica bertemu dengan Jenni Kakaknya Evan yang kebetulan juga sedang berada disana. Melihat Erica yang berada di kantor polisi lalu Jenni mendekatinya karena penasaran.
"Bukankah itu Erica? kenapa dia ada disini?" ucap Jenni.
"Ehm, di ruangan mana aku harus melaporkan ini?" ucap Erica bingung.
"Erica!!" teriak Jenni.
"Kak Jenni? apa yang sedang Kak Jenni lakukan disini?" tanya Erica.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu kenapa kau kemari? kalau diriku memang pasti selalu berada disini karena ini adalah kantor tempat aku bekerja," jawab Jenni.
"Ooo ternyata Kak Jenni bekerja disini."
"Ada keperluan apa kau kemari Erica?"
Erica merasa merasa ragu ingin memberitahu Jenni tentang masalahnya.
"Erica, lebih baik kau katakan saja padanya! sepertinya dia orang yang baik lagipula dia adalah Kakaknya Evan," ucap Maya.
"Jadi dia kakaknya pacar Erica?" ucap Ibunya Rey.
"Iya betul, dia seorang polisi wanita," jawab Maya.
"Kenapa kau diam saja dan tidak menjawab pertanyaanku Erica?" tanya Jenni.
"Ehm, sebenarnya aku ingin melaporkan sesuatu kemari," jawab Erica.
"Apa yang ingin kau laporkan pada polisi?"
Erica lalu membuka tas nya dan mengambil handphone dan dokumen dan memberikannya pada Jenni.
"Apa ini Erica?" tanya Jenni.
"Ini sebuah bukti kasus pelecehan dan juga penggelapan uang," jawab Erica.
"Kau ingin melaporkan siapa Erica?"
"Namanya Leo dia seorang sutradara film yang cukup terkenal, coba saja lihat dulu semua bukti itu nanti Kak jenni akan mengerti maksudku," ucap Erica.
"Baiklah aku akan memeriksa bukti ini dahulu, ayo ikut ke ruanganku," ucap Jenni.
"Baik Kak Jenni," ucap Erica.
Erica mengikuti Jenni menuju ke ruangannya dan masuk kedalam.
"Maya, apa dia bisa di percaya?" tanya Ibunya Rey.
"Dia seorang polisi yang sangat handal, kau bisa percaya padanya Bu Clara," ucap Maya.
"Baiklah jika kau sudah berkata begitu aku akan mempercayainya," ucap Ibunya Rey.
"Ayo kita masuk ke dalam," ucap Maya.
"Baiklah."
Lalu Maya dan Ibunya Rey ikut masuk ke dalam ruangan Jenni.
"Silahkan duduk Erica," ucap Jenni.
"Baik terimakasih Kak Jenni," ucap Erica.
"Aku akan memeriksa dulu bukti yang kau berikan, jika memang ini dapat membuktikan orang itu bersalah kita langsung bisa menangkapnya," ucap Jenni.
"Handphone itu sudah tidak terkunci lagi aku sudah membukanya," ucap Erica.
"Ooo begitu, baiklah," ucap Jenni.
Erica duduk di hadapan Jenni yang sedang memeriksa semua bukti yang di bawakan oleh Erica. Setelah melihat semua bukti yang di bawa oleh Erica membuat Jenni benar benar merasa kesal dan marah.
"Jadi laki laki ini yang bernama Leo yang akan kau laporkan?" tanya Jenni.
"Betul Kak Jenni," jawab Erica.
"Aku mendapatkannya dari seseorang yang dia tidak ingin sebutkan namanya," jawab Erica.
"Maksudmu dia tidak mau disebutkan namanya dan menyuruhmu yang melaporkannya kemari?" tanya Jenni.
"Begitulah, dia punya alasan khusus kenapa tidak bisa melaporkannya sendiri kemari," jawab Erica.
"Apa dia merasa takut jika diancam oleh pelaku atau yang lainnya?" tanya Jenni.
"Mungkin begitu alasannya Kak Jenni," jawab Erica.
"Heem, mana mungkin Erica mengatakan jika mendapatkan bukti itu dari hantu, dia pasti tak akan percaya jika Erica mengatakan itu," ucap Maya.
"Jadi dia tidak mengetahui kemampuan Erica yang bisa melihat hantu?" tanya Ibunya Rey.
"Iya betul, hanya Evan dan Putri yang mengetahui itu serta orang tuanya Erica, kalau yang lainnya mereka tidak tahu itu," jawab Maya.
Melihat Erica yang berbicara dengan Jenni membuat Maya tiba tiba mengingat sesuatu tentang masa lalunya.
"Jika aku perhatikan dengan teliti wajah Jenni tampak tak asing bagiku? apa mungkin dia juga mengenalku? bukankah kami sama sama seorang polisi wanita," ucap Maya.
"Apa kau mengenal polisi wanita itu di masa lalu?" tanya Ibunya Rey.
"Entahlah aku belum merasa yakin soal itu, yang penting kita harus mengembalikan dirimu ke dalam tubuhmu agar bisa mengingat semua yang terjadi sebelum dirimu koma," ucap Maya.
"Ah iya Maya, aku pasti akan membantumu setelah kembali ke tubuhku, tapi apa aku nanti bisa melihat dirimu lagi Maya?"
"Kalau manusia biasa yang tak memiliki kemampuan khusus tidak akan bisa melihat hantu," ucap Maya.
"Ooo jadi begitu, aku tak dapat melihatmu lagi," ucap Ibunya Rey.
"Kenapa nada bicaramu terdengar sedih?" tanya Maya.
"Heem, aku sedih karena tak akan bisa melihatmu lagi setelah kembali ke tubuhku, aku harap kau akan segera menemukan siapa yang telah membunuhmu, apapun caranya aku berjanji akan membantumu Maya," ucap Ibunya Rey.
"Terimakasih atas niat baikmu yang mau membantuku," ucap Maya.
"Sudah sewajarnya aku membantumu, karena kau dan Erica juga telah membantuku," ucap Ibunya Rey.
Setelah selesai berbicara dengan Erica dan mendapatkan alamat rumah Leo, Jenni berencana akan langsung meminta surat penangkapan pada atasannya.
"Laki laki brengsek yang bernama Leo ini memang harus ditangkap dan di masukkan ke dalam penjara!" teriak Jenni.
"Sebenarnya ada satu hal lagi yang ingin kulaporkan tapi aku belum memiliki bukti untuk itu," ucap Erica.
"Apa yang ingin kau katakan padaku? jika itu memang penting katakan saja," ucap Jenni.
"Sebenarnya Leo juga telah merencanakan pembunuhan kakak iparnya sendiri yang bernama Clara, dia mencoba membunuhnya dengan membayar seseorang untuk menabrak mobil Bu Clara, tapi untungnya Bu Clara tidak tewas hanya dia koma sampai sekarang sudah sekitar 1 tahun lamanya," ucap Erica.
"Apa dia juga melakukan percobaan pembunuhan! orang ini benar benar sangat jahat, dia harus segera di lenyapkan!" ucap Jenni kesal.
"Tapi aku tidak mempunyai bukti untuk tuduhan itu Kak Jenni," ucap Erica.
"Kau tenang saja Erica itu sudah menjadi tugas polisi untuk menyelidikinya! aku pasti akan mendapatkan bukti lainnya yang berkaitan dengan semua kejahatannya! akan ku buat dia merasa menyesal karena telah melakukan ini semua," ucap Jenni.
"Baiklah kalau begitu Kak Jenni, terimakasih karena telah membantu," ucap Erica.
"Sama sama Erica, aku sangat senang bisa membantu, terutama bisa membantu calon adik iparku," ucap Jenni tersenyum menatap Erica.
"Ah Kak Jenni bisa saja berkata begitu," ucap Erica malu.
"Kau pulang saja kerumahmu, aku akan segera mendapatkan surat penangkapan dan segera membawa penjahat itu kemari, nanti aku akan segera mengabarimu, lagipula saat dia sudah di tangkap kau pasti harus kesini karena kau pelapor untuk kasus ini," ucap Jenni.
"Baiklah Kak Jenni aku permisi dulu."
"Hati hati di jalan Erica, aku akan segera mengabarimu," ucap Jenni.
"Baik Kak Jenni," ucap Erica.
Erica kemudian keluar dari ruangan Jenni, dan berjalan menuju pintu keluar dari kantor polisi. Erica sangat merasa lega karena telah melaporkan semuanya, apalagi polisi yang menangani kasus itu adalah Jenni Kakaknya Evan. Erica kemudian pulang kerumahnya dengan mengendarai taksi.