MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Bali Island ~ Part 2.



"Justru Lo yang buat keadaan jadi rumit. Gue nggak pernah minta tanggung jawab dari Lo kan. Jadi Lo nggak perlu repot untuk ngelakuin hal itu. Mulai sekarang jangan pernah temuin gue lagi dan hiduplah di jalan masing-masing" kata Karin tegas namun begitu dingin.


"Gimana kalau kau hamil?" ucap Dio membuat Karin terkekeh sinis.


Karin mengambil sesuatu di tas dan menunjukkan pada Dio yang kaget melihat pil kontrasepsi yang ditujukkan Karin.


"Kau meminumnya?" tanya Dio memegang kedua tangan Karin.


"Tentu saja, Karena gue juga nggak mau hamil anak ba ji ngan kayak Lo" kata Karin melepaskan tangan Dio dari lengannya.


"Kau keterlaluan! Apa sebegitu buruknya aku dimata mu" kata Dio menatap Karin tak percaya.


"Lo yang keterlaluan! Kalau aja waktu itu lo nggak ngelakuin hal itu, Gue nggak bakalan kayak gini. Sekarang siapa yang salah? Gue?" Bentak Karin begitu kesal.


"Maka dari itu aku mau tanggung jawab Rin! Kenapa kau tidak bisa mengerti" kata Dio kembali mencengkram lengan Karin.


"Harus berapa kali Gue bilang, Gue nggak butuh tanggung jawab Lo" sahut Karin membalas tatapan Dio tak kalah tajamnya.


Dio semakin mencengkram lengan Karin saat mendengar ucapan Karin. Ia begitu emosi karena merasa tak di inginkan oleh Karin. Padahal ia sudah berniat baik untuk bertanggung jawab, tapi wanita ini malah menolaknya mentah-mentah.


"Baik, Jika itu mau mu. Lakukan sesukamu" kata Dio menghempaskan lengan Karin sedikit kasar.


"Tentu. Gue harap, di kehidupan ini ataupun nanti, Kita tidak akan bertemu lagi" kata Karin lalu berbalik dan pergi tanpa menoleh lagi.


Dio masih berdiri ditempatnya menatap punggung Karin yang menjauh. Saat sosok itu sudah tak terlihat, Dio merasa sesuatu dalam hatinya yang kosong seolah ikut terbawa seiring pesawat Karin yang terbang meninggalkan bumi.


Karin mengusap air matanya yang meleleh entah menangisi apa. Ia lalu memasang earphone untuk menghilangkan kebosanan karena perjalanan yang cukup memakan waktu. Hatinya juga masih merasa sakit karena terus mengingat Dio. Yang lebih sial lagi, Lagu yang berputar di earphone itu mewakili perasaannya yang mengharu biru.


****


Bali-Indonesia.


"Sayang...Kau masih lama tidak" Teriak Axel dari luar pintu kamar mandi.


Ia sudah tampak begitu rapi karena pagi ini, Ia akan mengajak Bella untuk bermain jetski dan menyelam di pantai sanur.


"Sudah selesai, Hubby tunggu saja dibawah" sahut Bella baru saja menyelesaikan mandinya.


"Ya, Cepatlah. Hari sudah sangat panas" kata Axel mengangguk dan berlalu untuk menunggu Bella dilobi Villa.


"Menyuruh cepat tapi dia sendiri lupa siapa yang membuat terlambat" kata Bella mencibir ucapan suaminya.


Padahal jelas tadi pagi setelah mereka melakukan floating breakfast. Axel langsung menyerangnya tanpa ampun. Dan berakhir mandi bersama yang tak berkesudahan.


Axel duduk lobby Villa seraya mengecek beberapa email masuk di ponselnya sambil menunggu Bella bersiap. Ia tampak begitu fokus sedikit terusik saat mendengar beberapa orang yang berbisik membuatnya mengangkat wajah dan sangat kaget dengan apa yang dilihat.


"Astaga!" serunya seraya berdecak saat melihat Bella yang datang menggunakan bikini one piece berwarna hitam yang kontras dengan kulitnya yang putih. Bikini itu bersilang dibagian perut dan memperlihatkan pusarnya. Apalagi kimono bikini itu tidak ditali membuat Bella semakin terlihat begitu sexy seperi model Victoria Secret.


Axel tampak begitu kesal saat menyadari semua orang tampak menatap Bella seperti itu. Apalagi kebanyakan dari mereka adalah pria yang memang bekerja di Vila itu.


"Kenapa memakai baju seperti ini?" ucapnya begitu kesal begitu Bella sampai dihadapannya.


"Ya tentu, Kita kan mau naik jetsky, Tidak mungkin kan aku pakai baju tidur" kata Bella polos saja.


"Menggoda apa sih By! Ini kenapa lagi harus kau tali, Biarkan begini saja" kata Bella ingin membuka simpulan tali kimono.


"Jangan coba-coba! Aku tidak suka tubuhmu dilihat pria lain selain aku" kata Axel begitu serius. "Sekarang ganti bajumu" perintah Axel lagi.


"Apaan sih By, nggak mau ah. Memangnya kenapa kalau aku pakai baju ini, Bukankah kau suka" kata Bella semakin kesal, ia mendudukan tubuhnya di salah satu sofa membuat kimono nya terangkat memperlihatkan pahanya yang mulus.


Axel semakin kesal lalu ikut duduk di samping Bella untuk menutupi pandangan pria yang masih menatap wanitanya.


"Apa yang kau lihat? Berhentilah menatap wanitaku dan bekerjalah yang benar" kata Axel membentak beberapa pekerja Vila yang langsung menyibukkan dirinya masing-masing.


"Kau mau ganti baju atau kita tidak jadi pergi" kata Axel sedikit mengancam Bella.


"Eh? Kenapa bisa begitu? Kau kan sudah janji By" kata Bella merengek seraya menggelayuti bahu suaminya bermaksud merayu.


"Keputusan ada ditangan mu Nyonya, Mau ganti baju atau aku akan menjadikan mu makan siang ku" kata Axel menyeringai licik.


"Itu tidak adil. Ini kan hanya masalah baju By, Kenapa kau berlebihan sekali, Diluar sana juga banyak kok orang pakai baju kayak gini" kata Bella masih memprotes keinginan suaminya.


"Aku tidak perduli orang lain. Aku hanya perduli padamu. Sayang, Aku tidak suka ada pria lain yang menatapmu lebih dari dua detik, Aku mohon jangan berdandan seperti ini. Kau memang sangat cantik, tapi bisakah biarkan aku saja yang melihat kecantikan mu" kata Axel dengan wajah sendunya.


Bella terdiam mendengar ucapan Axel cukup gombal menurutnya. "Dasar Tuan pencemburu, Baiklah, Aku akan ganti baju dulu" kata Bella luluh juga.


"Ya, Kau hanya boleh menggunakan baju ini jika berdua denganku" kata Axel lagi.


"Ih! Mau nyaa" kata Bella mencibir ucapan suaminya yang selalu ada niat terselubung.


*****


Bella dan Axel sudah sampai di pantai sanur setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit. Suara deburan ombak yang begitu keras langsung menyambut mereka.


"By! Kita jadi naik Jetski kan?" tanya Bella begitu antusias melihat beberapa orang yang meliuk-liuk menaiki jetski di atas gelombang air laut.


"Tentu" kata Axel lalu menyewa satu jetski untuk mereka berdua.


"Aku ingin naik sendiri By" kata Bella menatap Axel penuh harap.


"Memangnya kau bisa?" tanya Axel ragu.


"Bisalah, Itu gampang. Aku udah pernah naik ini sebelumnya" kata Bella mengulas senyum manisnya.


"Apa kau yakin?"


"Iya By! Lagipula bukankah ada kau yang akan menjagaku" kata Bella mengerlingkan matanya.


"Baiklah, Aku akan menjagamu dibelakang" kata Axel setuju saja.


Ia segera memakaikan baju pelampung untuk Bella dan untuk dirinya sendiri sebelum mulai aksinya bermain jetski.


Happy Reading.


Tbc.