MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Novel Baru Sudah Rilis ( Tertawan Pesona Sugar Daddy )



Assalamualaikum guys ...


Novel baru udah rilis nih, mampir yak ....


...********************...


Malam harinya, pasangan yang baru saja menikah itu terlihat menikmati momen kebersamaan mereka. Malam sudah sangat larut tapi Abian dan Sukma masih belum masuk ke alam mimpi mereka.


"Sukma, hari ini kau sudah resmi menjadi istriku. Apakah aku boleh meminta hakku sekarang?" Abian bertanya dengan tatapan dalamnya, tangannya perlahan terulur untuk mengelus lembut rambut Sukma yang panjang.


"Boleh saja Mas, tapi hari ini aku masih halangan, Mas sabar menunggu kan?" Sahut Sukma memasang wajah tidak enaknya.


"Kau ini bicara apa? Menunggumu selama tiga tahun saja Mas bisa, kenapa sekarang tidak? Kalau belum bisa ya tidak apa-apa, kita bisa melakukannya nanti saat kita berbulan madu." Abian sama sekali tidak keberatan meski malam ini belum melakukan malam pengantin dengan istrinya, ia tidak seegois itu jika harus memaksa Sukma untuk melayaninya disaat wanita itu tengah berdarah-darah.


"Kita jadi bulan madu ke Bali kan Mas? Aku udah cerita sama temen-temen aku, mereka bilang disana itu tempatnya sangat bagus," ucap Sukma begitu bersemangat.


"Ya, kita akan ke Bali. Sekarang ayo kita tidur, besok kita harus pergi ketempat Ibuku dulu." Abian mengangguk mengiyakan perkataan istrinya itu. Ia lalu menarik Sukma kedalam dekapan hangatnya. Tidak lupa ia memberikan kecupan manis di dahi Sukma sebagai ritual wajib sebelum tidur.


Abian menghela nafas panjang, ia sebenarnya tidak banyak memiliki uang untuk mengajak istrinya ini berjalan-jalan ke Bali. Tapi apa mau dikata, Sukma bisa marah jika ia tidak menuruti keinginan wanita itu, apalagi selama ini Sukma juga tidak pernah menuntut hal lebih selama mereka berpacaran.


Namun, ada rahasia besar yang sebenarnya Abian sembunyikan dari Sukma. Ia belum berani mengungkapkannya sampai saat ini karena takut jika Sukma akan marah padanya.


"Terimakasih Sukma, terimakasih sudah menerima diriku apa adanya. Aku sangat mencintaimu," ucap Abian kembali mencium kening Sukma lalu ia ikut menyusul Sukma ke alam mimpinya.


Setelah mendengar dengkuran halus Abian, Sukma membuka matanya. Ia mengulas senyuman yang tidak biasa, pandangannya pada Abian tampak sangat sinis, berbeda sekali dengan Sukma yang tadi.


"Kemana sih, katanya mau dateng?" Sukma menggerutu kesal, ia baru saja akan kembali tapi sesaat kemudian tubuhnya tiba-tiba disambar oleh seseorang dari belakang.


"Akhhhhhhh!" Sukma berteriak terkejut.


"Sssshhh, ini aku Sayang." Terdengar suara berat seorang pria yang sangat Sukma kenali. Ia lalu melepaskan pelukan pria itu lalu memutar tubuhnya hingga berhadapan langsung dengan sosok pria jangkung dengan tampilan sangat modis itu.


"Regan, kenapa kau baru datang? Sungguh mengesalkan." Sukma langsung mengomel, wajahnya yang cantik kini berubah bersungut-sungut kesal.


"Ya, kau kan baru saja menikah, aku pikir kau akan menghabiskan malammu dengan Abian," ujar Regan memasang wajah cemberutnya.


"Astaga, mana mungkin aku akan melakukannya? Si bodoh itu sekarang sudah tidur." Sukma tergelak mendengar ucapan kekasihnya ini.


"Benarkah? Itu hal bagus, kita jadi bisa ...." Regan mengulas senyum manisnya, perlahan-lahan ia menarik tangan Sukma menuju sebuah kursi taman yang terlihat sangat gelap itu.


Disana Regan langsung saja memulai aksinya untuk membuka bajunya dan juga baju Sukma. Dengan bibir yang saling bertautan dan terjadilah sesuatu yang sangat mencengangkan.


"Regan a ... h ..." Suara Sukma terdengar ketika Regan menggarapnya dengan posisi berdiri.


"Jangan bersuara Sukma, nanti ada yang mendengarnya." Regan membungkam mulut kekasihnya itu agar tidak berisik.


Malam itu terasa sangat dingin, sedangkan Abian masih meringkuk dikamarnya tanpa tahu jika istri yang ia puja-puja telah bermain api dengan temannya sendiri Regan. Sebuah kursi yang bergoyang menjadi saksi pengkhianatan yang dilakukan Sukma dimalam pengantin mereka.