MARRIAGE BY MISTAKE

MARRIAGE BY MISTAKE
Teman Dari Masa Lalu.



Selama menunggu Axel kembali ke mall, Bella membuka ponselnya untuk mengusir kebosanan. Selain itu dia juga mengantuk, Tapi setelah cukup lama Axel belum juga datang membuat ia tak sengaja tertidur di mobil. Ia terbangun saat merasakan sapuan manis di bibirnya.


"By...?" ucapnya tergagap saat melihat wajah Axel di depannya.


"Kelamaan ya sampek ketiduran gini istriku" kata Axel mengulum senyumnya.


"Iya ngantuk banget" sahut Bella seraya menguap. Ia ternyata benar-benar mengantuk karena semalam kurang tidur. "Rotinya udah di beli?"


"Udah. Kamu tidur lagi aja" kata Axel lagi merasa kasihan melihat wajah lelah istrinya.


"Ya, Nanti kalau sampai rumah bangunin" kata Bella kembali memejamkan matanya.


Axel melirik istrinya yang kembali tertidur, Ia merasa bersalah karena sudah membuat istrinya menunggu lama. Pikirannya melayang pada beberapa saat yang lalu.


Flashback On.


Tanpa sepengetahuan Bella, Axel ternyata kembali ke toko perhiasan tadi. Axel tau kalau istrinya itu sangat menginginkan kalung itu. Ia merasa lega karena kalung itu belum terjual.


"Ada apa Tuan? Apa ada yang tertinggal?" tanya Pegawai yang tadi melayani Axel.


"Oh tidak. Saya mau beli kalung ini" kata Axel menunjuk kalung yang di inginkan istrinya.


"Oh buat istrinya tadi ya Tuan. Mau satu set sekalian bersama antingnya mungkin?" kata pegawai toko lagi.


"Boleh, Langsung bungkus aja. Istri saya udah nungguin soalnya" kata Axel tanpa berpikir panjang segera menyerahkan kartu miliknya.


Dan ia sama sekali tak menyangka jika wanita dari masa lalunya juga berada di toko perhiasan yang sama dengannya. Wanita itu kini menatapnya lekat-lekat.


"Axel? Ketemu lagi, Apa kabar?" ujar Naura mengulas senyum manis menampakan lesung pipinya yang cantik.


"Baik, baik. Kamu disini juga?" tanya Axel merasa tak enak jika tak menanggapi karena wanita itu berbicara sopan padanya.


"Iya, Kemarin di Bali cuma liburan. Kamu ngapain disini?" Tanya Naura menatap lama wajah mantan pacarnya waktu SMA dulu.


Axel belum menjawab keburu pegawai toko menyerahkan kalung yang dibelinya.


"Lagi beli perhiasan? Buat siapa?" tanya Naura merasa penasaran.


"Buat istri aku, Sekarang lagi nunggu di mobil" kata Axel seadanya.


"Kamu udah nikah?" wajah Naura terlihat terkejut saat Axel mengatakan hal itu.


"Udah, Istri aku lagi hamil 7 bulan" kata Axel merasa ingin memberi tahu batasan antara dirinya dan Naura. Axel tak ingin ada masalah baru dengan rumah tangganya yang saat ini sedang bahagia.


"Wah, Aku ucapin selamat kalau gitu" kata Naura mengulas senyum tipis menutupi perasaannya.


"Iya makasih. Aku duluan. Kasian istriku udah nunggu lama" kata Axel tak ingin berlarut-larut mengobrol dengan wanita dari masa lalunya.


"Kenapa buru-buru banget sih, Kita udah lama lo nggak ketemu. Hampir delapan tahun. Kamu nggak mau ngenalin aku ke istri kamu?" kata Naura memberanikan diri memegang tangan Axel untuk mencegah pria itu pergi.


Naura cantik, semakin cantik malah. Apa memang sudah menjadi hukum alam jika wanita yang sudah menjadi mantan akan terlihat semakin cantik. Axel menggelengkan kepalanya mengusir pemikiran itu, dia sudah punya Bella yang selalu cantik dalam keadaan apapun.


Bella yang cantik saat bangun tidur, Bella yang cantik saat meskipun polos tanpa make up. Dan yang paling cantik adalah Bella sangat cantik kalau tak mengenakan apapun. Axel sedikit meringis saat memikirkan hal itu.


"Nggak enak kenapa sih, Lagian kita kan cuma temenan doang. Aku nggak ada gimana-gimana kok. Ngomong-ngomong soal suami, Suami aku baru aja meninggal dua bulan lalu" kata Naura entah sengaja atau bagaimana saat mengatakan hal itu.


"Anak kamu?" Axel merasa sedikit bersimpati dengan anak perempuan yang ditemuinya beberapa bulan lalu harus kehilangan ayahnya.


"Zhia udah ngerti kok. Sekarang tinggal sama aku. Ini aku mau jemput dia disekolah" kata Naura tersenyum karena Axel menunjukkan sedikit perhatiannya. Meskipun bukan ditunjukkan untuknya, tapi ia sudah cukup senang karena bisa mengobrol lebih lama dengan Axel.


"Aku turut berbela sungkawa kalau gitu" kata Axel tak mempunyai ide bahasa lain untuk berbasa-basi. "Aku duluan" ujarnya lagi tak ingin menoleh pada wanita yang sudah dia anggap bukan siapa-siapanya itu.


Lagi-lagi Naura masih mematung di tempatnya, Ia lalu kembali memilih kalung yang akan dibelinya tadi, tapi belum jadi karena dompetnya tertinggal di mobil.


"Mba, Kalung yang saya pilih tadi mana?" ujar Naura.


"Kalung yang mana Nona?" tanya Pegawai itu sepertinya lupa.


"Yang tadi ada disini mba, Batu berliannya merah. Kok ada ya?" tanya Naura padahal dia sudah mengincar kalung itu.


"Oh, Kalung heart of kingdom tadi ya? Sepertinya udah di beli pria yang disini tadi" kata Pegawai itu lagi.


"Pria yang berbicara dengan saya tadi?" tanya Naura menebak mungkin Axel yang dimaksud.


"Iya benar" kata Pegawai itu mengiyakan.


Naura terdiam, dalam hatinya ia sedikit penasaran tentang siapa sosok wanita yang menjadi istri mantannya itu. Karena jika dilihat dengan apa yang di lakukan Axel, Pria itu benar-benar mencintai istrinya. Jika tidak, Axel tak akan mau menggelontorkan uang 1 miliyar hanya untuk sebuah kalung.


"Apa mungkin wanita yang disini tadi?" batin Naura mengingat wanita yang tadi juga memilih kalung yang sama dengannya. Wanita itu juga memakai cincin pernikahan yang sangat mahal.


"Dia kah wanita beruntung itu?"


Pikiran Naura melayang jauh pada saat kejadian delapan tahun silam. Dimana ia dipaksa mengakhiri hubungannya dengan Axel oleh Tuan Indra Jaya. Pria itu menganggap dirinya adalah batu sandungan untuk anaknya yang akan melanjutkan pendidikan di luar negeri.


Setelah kejadian itu, Naura bagai hilang di telan bumi. Ia benar-benar menghilang dari kehidupan Axel. Meskipun ia masih sangat berharap bisa bertemu pria itu kembali suatu saat nanti. Tapi takdir berkata lain, Saat ia akan menamatkan masa kuliahnya, Ayahnya yang sudah sakit-sakitan meninggal dunia dan ia di jodohkan dengan pria yang umurnya 10 tahun lebih tua darinya.


Naura tak bisa membantah karena saat itu kehidupannya sangat sulit. Dan calon suaminya adalah orang yang berada. Meskipun menikah, Sosok Axel tak pernah hilang dari ingatannya, karena Axel adalah yang pertama baginya.


Axel adalah ciuman pertamanya, sentuhan pertama dan pelukan pertamanya. Dan Naura yakin kalau jika dia juga wanita pertama untuk Axel. Bahkan dulu karena rasa cintanya yang besar dan hormon masa remaja yang menggebu, Naura pernah ingin membuka kakinya untuk Axel dengan sukarela.


Tapi pria itu menolaknya. Axel selalu menjaganya dan sangat menghormatinya. Dia adalah pria terbaik yang pernah Naura kenal.


"Apakah kita bisa seperti dulu lagi?" batinnya menatap nanar sosok yang selalu melekat dalam hatinya.


Happy Reading.


TBC.